Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Datang Terlambat


__ADS_3

...Happy Reading...


...*****...


Aqila berputar didepan cermin kamarnya. Ia memperhatikan penampilannya dari ujung rambut sampai ujung kepala. Perfect.


Smith mengetuk pintu kamar sang putri.


"Masuk Pa!",jawab Aqila dari dalam kamar.


Smith masuk kedalam kamar sang putri. Ia melihat Aqila dari ujung rambut sampai ujung kaki. "So beautiful!",puji sang papa.


Aqila tersipu malu atas pujian papanya. "Serius pa?",tanya Aqila bercermin.


Smith menghampiri sang putri merapikan anak rambut sang putri. "Kamu seperti ini, mengingatkan papa sama Mama kamu. Wajah kamu perpaduan wajah papa dan mama. Benar-benar mirip".


"Pa, mama udah bahagia. Jangan ungkit lagi dong!. Aqila malam ini mau keluar makan malam",saran Aqila.


"Makan malam?".


Oops... Aqila keceplosan dalam mencari alasan. Ia tahu bahwa papanya akan mengizinkan tetapi harus dengan teman-temannya. "Hmmm... begini pa, ini sebenarnya acara kampus. Tapi, Aqila menjadi salah satu peserta yang mendapatkan kesempatan makan malam bersama seseorang pengusaha muda. Papa izinkan Aqila pergi kan?",jelas Aqila berharap.


"Pengusaha muda?. Siapa sayang?",tanya Smith karena begitu penasaran.


"Hmmm... namanya Saga Rahardian pa. Dia pengusaha muda yang sangat sukses di kancah dunia",jawab Aqila.


Smith tercengang mendengar pengakuan sang putri. Saga Rahadian, bukankah itu Saga yang aku temui di rumah sakit? harap Smith dalam hati.


"Hmmm... ini bukan Saga yang papa maksud dalam perkenalan dengan pasien papa kan?", tanya Aqila curiga.


"Bukan... Bukan sayang. Papa gak kenal itu!". Smith berbohong kepada putri kecilnya itu. Maafkan papa ya sayang, papa udah bohong sama kamu. Kalian udah dipertemukan secara tidak sengaja di kampus. Dan papa berharap kalian berjodoh.


"Bukankah pasien papa juga namanya Saga?",tebak Aqila.


"Sayang, nama Saga itu banyak. Bukan hanya pasien papa saja",elak Smith.


"Semoga pa. Soalnya kemarin Aqila sempat telepon sama pasien papa".


"Telepon. Terus?",tanya Smith begitu penasaran tentang kisah percintaan gadis kecilnya itu.


"Ya bilang sama pasien papa. Kalau papa selalu melakukan hal yang begitu sama pasiennya",kata Aqila yang membuat Smith tertawa kecil.


"Karena papa adalah seorang ayah sayang. Papa gak mau kalau kamu memiliki laki-laki yang gak baik. Papa hanya ingin terbaik buat kamu. Makanya, papa berusaha semaksimal mungkin",jelas Smith memeluk putrinya.


"Tapi bukan berarti dijodohkan pa. Aqila tahu itu".

__ADS_1


"Iya..iya sayang. Papa minta maaf dan gak akan mengulangi lagi",janji Smith.


"Janji ya pa... Aqila sayang sama papa!",peluk Aqila erat.


*


*


*


*


*


Aqila sudah sampai restoran yang tertulis di undangan. Ia sampai di sana pukul 8 malam. Ia bertanya kepada resepsionis tempat duduk yang telah dipesan oleh Saga Rahardian. Dan salah satu karyawan laki-laki menunjukkan letak tempat duduknya.


Letak tempat duduk yang dipesan oleh Saga berada dilantai paling atas. Mereka menaiki lift untuk menuju kesana. Sesampainya ditempat pelayan mempersilahkan Aqila untuk duduk.


"Terimakasih pak!",ucap Aqila sopan.


"Sama-sama nona",jawab pelayan sebelum pergi.


Aqila memandang seluruh isi ruangan. Sepi. Ia melihat ke tembok dinding yang terbuat dari kaca. Ia melihat pemandangan diluar sana. Ia beberapa kali menarik nafas supaya tidak gugup dan salah tingkah.


Pukul 20.30. Sial.... Kenapa belum juga selesai jam segini. Ia melanjutkan meetingnya dengan perasaan yang tidak tenang. Ia tidak akan membiarkan kesempatan ini hilang begitu saja. Ia memperlihatkan persentase dari perusahaan QIYu dilayar proyektor, ia sambil mengetik pesan.


Tod, selesaikan meeting ini dengan baik!!!. Saya gak mau kehilangan keduanya!!!.


Todi yang ada disampingnya mengerti apa yang dimaksud oleh bosnya.


Saga izin dengan sopan karena perutnya tiba-tiba merasa mual. Dan semua yang ada di ruangan meeting mengerti itu. Saga keluar ruangan dengan cepat. Ia memburu waktu untuk pergi ke restoran.


Aqila melirik jam dinding yang terpasang didalam ruangan. Pukul 21.30. Dimeja sudah habis beberapa minuman.


"Sebenarnya dia ingin mempermainkan aku atau bagaimana sih!!!. Gak lihat apa sekarang jam berapa",keluh Aqila marah karena Saga yang membuat janji, dia juga yang mengingkari. Ia melihat kesekeliling ruangan, ruang yang begitu luas. Dimeja-meja lainnya juga sudah terisi seluruh pelanggan yang sedang makan malam. "Gak seharusnya aku datang seperti ini. Seperti orang gila yang menunggu kekasih hatinya!". Ia merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar tagihan. "Saya harap, gak ketemu lagi sama anda Tuan Saga Rahardian!!!".


Saga lari memasuki restoran. Sesampai didepan lift ia memencet tombol lift supaya segera dapat terbuka. "Ayo... Ayolah.... Aku sedang membutuhkanmu saat ini!!!".


5


4


3


2

__ADS_1


1


Ting.


Pintu lift terbuka dengan sangat pelan seperti di film-film. Disana seorang gadis sedang berada dilift seorang diri.


Saga tercengang melihat siapakah gadis tersebut dengan nafas yang memburu.


"Aqila".


Saga tersenyum melihat Aqila masih berada di restoran tempat yang ia pesan ini.


Sedangkan Aqila dengan wajah yang muram dan kecewa melihat Saga berada didepan matanya sekarang. Ia cepat-cepat keluar dari lift.


"Aqila, maafkan saya karena datang terlambat!",kata Saga sebelum Aqila berlalu dari hadapannya.


Aqila berhenti setelah beberapa langkah. "Saya harap, jangan ganggu lagi hidup saya!". Ia lalu melangkahkan kaki beberapa langkah. Saga dengan cepat meraih lengan Aqila supaya dia tidak pergi begitu saja.


"Saya mohon nona Aqila, maafkan saya. Ini diluar kemampuan saya. Saya janji, saya tidak akan mengulanginya lagi. Saya mohon!",kata Saga memohon supaya Aqila memaafkan dirinya.


"Tidak seharusnya saya datang kesini memenuhi undangan tersebut. Saya kira, saya akan dijamu dengan sangat-sangat spesial, ternyata apa yang saya pikirkan tidak terjadi",marah Aqila.


"Saya minta maaf nona Aqila. Ini untuk pertama dan terakhir kesalahan saya. Saya mohon, makan malam lah dengan saya?",mohon Saga dengan tulus.


Aqila membalikkan badannya supaya bisa leluasa melihat seseorang yang mengajak makan malam dengan serius. Saga melepaskan tangannya karena dari tadi masih memegang lengan Aqila.


"Saya menolak makan malam bersama kolega dan klien saya hanya ingin makan malam bersama dengan kamu, nona Aqila. Maukah dan maafkan saya nona Aqila?",kata Saga memohon. Ia memberikan sebuah buket bunga tulip didepan Aqila.


Aqila merasa iba melihat wajah Saga yang memohon. Ia menerima buket bunga tulip dengan senang hati namun masih dengan wajah yang muram. "Ok, saya maafkan kesalahan kamu tuan Saga!".


Saga menyimpulkan senyuman yang manis.


"Tapi ingat!!!. Hanya kali ini".


"Iya. Saya gak akan mengulanginya lagi nona Aqila".


Mereka berdua memasuki lift bersama menuju tempat makan. Saga memesan makanan yang spesial di restoran tersebut.


Aqila hanya memandang penuh kagum dengan sesosok laki-laki yang sedang sibuk dengan menu makan malamnya. Laki-laki yang mungkin seperti papanya yang selalu memberikan yang terbaik buat seorang wanita. Entah... perasaan apa yang ada dibenak Aqila saat ini.....


...*****...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2