Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Keajaiban


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


El masih terisak di pelukan sang kakak. "Tolong lepaskan aku Bang!. Aku ingin menjenguk Kak Saga?",mohon El kepada Satria karena sang Kakaknya masih memeluknya dengan erat.


"Janji, kamu tidak histeris lagi?",pesan Satria.


El hanya mengangguk kepala. Ia ingin sekali melihat sang sahabat yang terbaring dirumah sakit ini.


Satria melepaskan perlahan pelukannya. Dan Amira memegang tangan El supaya El kuat.


"Tante antarin ya?",kata Amira.


El melihat Satria sekilas meminta persetujuan sang kakak. Satria memberikan tanda mengangguk kepala pelan.


"Boleh tante".


"Pasti Saga akan bahagia melihat kamu ada disisinya!",sambung Amira dengan tangan terbuka.


Disisi lain Sam masih memegang tangan Saga dengan erat. Memberikan kekuatan dengan cinta dan kasih sayangnya. Tuhan, berikanlah kesembuhan kepada Saga Rahardian dan angkat penyakitnya Tuhan. Aku mohon ya Tuhan! doa Sam sambil menutup mata memegang era tangan Saga.


Tidak sadar Saga meneteskan air matanya. Tangan satunya bergerak sangat pelan menandakan ada perkembangan yang baik.


Amira membuka pintu kamar dan mempersilahkan El untuk masuk kedalam ruangan.


El syok melihat keadaan Saga yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Ia menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya supaya tidak ada yang mendengar Isak tangisannya. Dan ada seseorang yang sedang duduk didekat ranjang Saga.


"Samuel juga ada di sini, Nak El",jelas Amira sambil merangkul El dengan erat.


Deg.


Sam yang mendengar seseorang berbicara dibelakangnya langsung membuka mata dan menoleh ke belakang. "El....!".


"Sam!",ucap mereka berbarengan.


Sam menghampiri El yang sedang dirangkul oleh Amira. "Kamu kesini sama siapa sayang?",tanya Sam memegang kedua pipi El.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau Kak Saga sedang sakit?",tanya El sambil terisak.


Amira mengerti posisi El sekarang. Ia melepaskan rangkulannya dan memberikan ruang kepada mereka bertiga.


"Aku juga tidak tahu sayang kalau dia sedang sakit. Tadi aku tidak sengaja untuk datang kesini karena aku menerima pesan dari ponsel kamu. Ternyata ponsel kamu ada di Abang Satria. Aku khawatir terjadi apa-apa sama kamu",khawatir Sam memeluk erat El. "Maafkan aku atas sikap aku ya!".


El menganggukkan kepala. Ia lalu melepaskan pelukan dari Sam. "Bagaimana kabar Kak Saga?",tanya El.


Sam menuntun El supaya lebih dekat lagi. Ia melihat Saga yang mencoba membuka mata dengan pelan. "Ga... Saga...!".


El tersenyum melihat Saga mencoba membuka matanya. "Kak Saga....!".


Saga tersenyum melihat El dan Sam ada di sampingnya. Ia sudah membuka mata dengan lebar.


"Kak Saga... Kak Saga sudah sadar. Kakak butuh apa?. Minum?",tawar El yang khawatir dengan kondisi Saga.


Saga menganggukkan kepala dengan sangat pelan. Sam dengan cekatan langsung memberikan minuman dengan sabar dan telaten.

__ADS_1


"Terimakasih Sam",ucap Saga pelan.


"Iya sama-sama Ga. Mau ketemu sama Mami kamu?",tanya Sam.


Saga menganggukkan kepala pelan.


Sam memanggil Amira untuk masuk kedalam yang diikuti oleh Olivia dan Satria.


Amira dan Olivia sangat bahagia Saga telah siuman dari tidur panjangnya.


"Sayang!",panggil Amira dengan lembut dan membelai rambut Saga dengan pelan. "Mami benar-benar takut sayang!".


"Ga....",panggil Sam dengan lembut sang sahabat. Semua orang menoleh ke arah Sam. "Maukah kamu bersahabat dengan ku lagi?",ucap Sam yang memajukan satu tangan kanan menunggu persetujuan dari Saga.


El terenyuh mendengar Sam mengatakan seperti itu. Persahabatan yang mereka dulu hilang dan akan kembali lagi bersinar.


Saga tersenyum bahagia mendengar Sam. Ia mengangkat tangan kanannya yang dibantu oleh sang Mama untuk bersatu dengan Sam.


Mereka bersatu dengan sempurna. Wajah yang dulu redup sekarang sudah kembali bersinar dengan adanya perdamaian yang dilakukan oleh Sam.


Amira yang memandang sang putra penuh dengan air mata bahagia karena sahabat yang dulu hilang, kini kembali lagi bersatu.


Satria, El dan Olivia bersorak gembira saling merangkul satu sama lain. Dan yang menjadi salah tingkah disini adalah Satria yang tidak sengaja merangkul Olivia yang ada di samping kanannya.


Mereka berdua saling pandang memandang satu sama lainnya.


*


*


*


"Hari ini aku sangat bahagia. Karena dua orang kesayanganku sudah mulai berdamai",oceh El yang dari tadi tersenyum manis.


Sam mengelus rambut El penuh kasih sayang. "Maafkan aku yang dulu ya, yang terlalu egois menurut versi kamu",ucap Sam.


"Kamu bukan terlalu egois Sam. Tapi terlalu keras kepala yang tidak mau mendengarkan orang lain",sindir El.


"Cie.... kalau nyindir langsung ke orangnya gitu!".


"Lebih baik begitu. Daripada dibelakang kita!",goda El yang memandang mata Sam penuh ketulusan.


"Aku tidak sabar bersanding di pelaminan",kata Sam tiba-tiba membahas pernikahan.


El tersipu malu karena pipinya sekarang merah merona seperti kepiting rebus. "Memang kamu sudah siap menuju kejenjang pernikahan?",goda El balik.


"Siap dong!. Dari dulu aku sudah siap El. Kamunya aja yang susah untuk aku kejar",ungkap Sam terlalu jujur.


El tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan paling dalam dari seorang Samuel Nata Wijaya.


"Jangan tertawa!",bentak Sam yang langsung ikutan tertawa.


"Hahahaha.....".


"Oh ya, malam ini ada acara tidak sayang?",tanya Sam was-was.

__ADS_1


"Tidak ada sih. Memang kenapa?".


"Ikut aku sebentar ya!. Ingin aku tunjukkan sesuatu sama kamu".


"Ok. Tapi kabari Bunda sama ayah dulu. Aku tidak mau mereka khawatir sama kita!".


"Iya sayang".


Sam langsung menancapkan pedal gas dengan kecepatan maksimal.


Kedua sejoli itu sudah sampai disebuah rumah mewah yang terletak disebuah perkebunan yang jauh dari hiruk pikuk keramaian dari kota.


Sam membukakan pintu mobil untuk El. Dan El segera keluar dari mobil.


El memandang pemandangan yang begitu asri didepan matanya. Ia menyapu bersih di sekeliling lingkungan dengan pagar yang menjulang tinggi. "Ini rumah siapa Sam?",tanya El yang begitu penasaran dengan kemegahan rumah tersebut.


"Ayo masuk!",ajak Sam yang mengulurkan tangannya. "Nanti kamu juga tahu".


El mengaitkan tangannya di jari jemari Sam. "Rumah yang begitu asri".


"Seperti impian kamu",goda Sam.


El tiba-tiba berhenti sejenak mendengar ocehan Sam. "Kamu masih ingat?".


"Masih sangat ingat dengan jelas El. Keinginan kamu tinggal disebuah rumah yang asri dengan pemandangan yang sungguh luar biasa",ungkap Sam yang memandang kedua mata El penuh cinta.


Dan mereka melanjutkan melangkahkan kaki untuk masuk kedalam rumah tersebut.


Pintu terbuka dengan pelayan yang sudah membukakan pintu utama. El tercengang dengan isian yang terdapat di dalam rumah ini. Ia masih menyapu bersih memandang seisi ruangan ini. Dan ia salah fokus dengan foto seseorang yang berdiri disebuah perkebunan teh dengan memakai jaket Hoodie yang menghadap ke arah depan. "Bukankah itu kamu?",tanya El yang begitu penasaran.


"Coba lihat lebih dekat lagi!",sahut Sam.


El melepaskan tangan dari genggaman Sam. Ia berjalan mendekati sebuah foto hitam putih itu. Ia menemukan sebuah nama yang terletak di tengah-tengah foto tersebut dengan sebuah nama Ellena Putri Wibowo yang dimana sebagai fotografernya. "Kenapa ada namaku disini?",tanya El.


"Karena setiap hembusan nafasku hanya memanggil nama kamu, sayang".


"Gombal kamu berlebihan Sam!",keluh El yang tidak mau terlalu lebay.


"Memang kenyataannya begitu kok!",sambung Sam. Ia duduk di kursi sofa yang sangat empuk.


"Lalu kenapa kita ke rumah ini?. Ini juga sebagai dari rumah kamu?". El masih penasaran dengan rumah ini. Ia mengamati setiap bingkai foto yang terpajang di dinding-dinding ruang tamu dan tengah.


"Bukanlah. Mana bisa aku membeli rumah sebagus ini".


El mengenyitkan kening tidak percaya.


"Yeeee.... akhirnya tamu yang ditunggu-tunggu datang!",sorak seseorang yang baru saja turun dari tangga dan istrinya, Violla.


El yang sedang memegang album foto terkejut dan langsung meletakkan album foto tersebut ditempat semula. "Om Dirga.... Tante Violla...". El menelan ludahnya dengan susah payah karena keterkejutannya melihat orang tua Sam ada didepan matanya saat ini. Astaghfirullah, kenapa Sam tidak bilang sebelumnya?.


Sam menahan senyum karena melihat ekspresi wajah El yang begitu lucu. Ini benar-benar keajaiban yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.


Cekrek....


...***...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...


__ADS_2