
...Happy Reading....
...****...
Akhirnya acara keluarga sudah selesai. Mereka kembali ke apartemen yang ditempati keluarga El. Di dalam perjalanan tadi, Dino tidak henti-hentinya memuji ketampanan Samuel yang sekarang ini. Ia juga berharap bila nanti besar ia bisa seperti Samuel yang begitu bersinar di dunia pembisnis.
El masuk kedalam kamar. Ia meletakkan atribut yang ia kenakan pada acara wisuda tadi di suatu meja. Ia segera membersihkan badannya yang sudah berkeringat dan bau badan yang menyengat di hidungnya. Setelah berkecimpung di kamar mandi, ia segera keluar dan membersihkan wajahnya dengan penyegar untuk menghapus sisa make up yang menempel di wajahnya.
Tok... tok... tok...
Suara pintu berbunyi dan El segera menjawab. "Masuk tidak dikunci!",kata El dari dalam kamar.
Satria membuka pintu kamar El mengintip sedikit di sela-sela pintu. "Tidak sibukkan Dik?",tanya Satria sebelum masuk kedalam kamar.
"Oh... Abang. Tidak Bang. Masuk aja!".
Satria masuk kedalam kamar El dan tidak lupa menutup kembali pintu kamar.
"Ada apa, tumben Abang ke kamar El?",tanya El yang masih fokus terhadap cermin yang ada di depan.
Satria duduk di kursi dekat ranjang El. Ia memandang sang adik yang sedang sibuk membersihkan wajahnya. "Abang boleh tanya sesuatu sama kamu?",tanya Satria ragu.
"Bolehlah Bang. Soal apa?".
"Tapi kamu jangan marah ya?",tanya Satria tidak yakin.
El menghentikan aktivitasnya dan menoleh kearah sang Kakak. "Kayaknya pertanyaannya serius ya Bang?",tebak El yang penasaran.
"Iya Dik. Tapi janji kamu jangan marah?".
"Iya, El janji. Ada apa sih?".
"Kamu tidak kasihan ya, sama Saga?",pertanyaan Satria yang melihat ekspresi sang adik dengan serius.
El malah bingung dengan pertanyaan yang kakaknya lontarkan. "Maksudnya Bang?".
"Emmmm... Maksudnya gini Dik, kamu benar-benar tidak mempunyai perasaan lebih sama Saga?",tanya Satria hati-hati supaya sang adik tidak tersinggung.
"Tidak Bang. Kak Saga sudah aku anggap sebagai Kakak buat aku. Aku tidak bisa memaksakan hatiku Bang",jelas El.
"Tapi Dik?. Dia sepertinya sangat terluka melihat kamu bersama Sam?".
"Itu sudah menjadi resiko dia Bang. Dulu aku pernah bilang sama dia, seumpamanya hatiku bisa memilih dia, aku akan memilih dia dalam hidupku. Tetapi, kenyataannya tidak. Hatiku masih memilih Sam dalam hidupku. Mungkin aku dan Kak Saga ditakdirkan hanya sebatas sahabat Bang, bukan lebih",jawab El menjelaskan apa yang terjadi dalam hubungannya dengan Saga.
"Tapi setidaknya kamu harus mencobanya Dik. Siapa tahu kamu kecantol sama dia",saran Satria.
__ADS_1
"El sudah mencobanya Bang. Tapi, beberapa kali El mencoba selalu gagal. Mungkin dia terlalu baik buat El, jadi hati El tidak kecantol sama dia".
"Abang takut, bila suatu saat nanti kita menghancurkan hati seseorang, entah itu siapa yang akan menerima karma dari sakit hati itu sendiri",jelas Satria.
"Tapikan El tidak menyakiti siapapun di sini Bang. Kak Saga sudah menerima dengan ikhlas apa yang menjadi keputusan dari El",sahut El tidak terima bila sang Kakaknya menyalahkan dirinya.
"Dan Abang lihat Saga lebih dewasa daripada Sam".
"Memang di atas dari dewasa malahan Kak Saga. Dan yang menjadi pertanyaan El, kenapa sekarang Abang membanding-bandingkan mereka berdua. Ada apa Bang?",tanya El curiga.
"Bukan membanding-bandingkan mereka mana yang lebih unggul Dik. Hanya saja Abang berharap Adik mendapatkan laki-laki yang pantas buat Adik. Itulah harapan seorang Abang. Abang tidak mau Adik merasakan sakit hati lagi seperti dulu",ungkap Satria dari hati yang paling dalam.
"El paham Bang. Tapi, El yakin dengan keputusan El. El mohon doa restu dari Abang. Karena El sudah di lamar oleh seseorang laki-laki yang El cintai".
Satria mendekati adiknya yang sedang duduk di kursi rias. Ia memeluk penuh kasih sayang. "Semoga kamu bahagia Dik. Itu keinginan Abang!",pesan Satria.
*
*
*
Olivia dan Saga sudah sampai di griya tawang milik Saga. Saga melepaskan dasi dan membuang ke sembarang tempat.
"Bilang sama bibi, siapkan minuman yang ada di gudang sebanyak mungkin!. Taruh di balkon atas dekat kamarku!",sahut Saga sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Olivia menghela nafas kasar. Ia lalu menelpon pembantu untuk menyiapkan keperluan sang adik. Ia tahu sekarang sang adik sedang frustasi karena sakit hati bahwa seseorang yang dia cintai sudah dilamar seseorang. Dan pada saat ia frustasi dan sakit hati dia selalu merusak dirinya sendiri dengan minum-minuman keras.
Saga sudah berganti baju casual. Ia melihat beberapa minuman berkelas sudah berjejer rapi di meja dekat balkon. Ia sekilas memandang langit yang tidak bersahabat dengannya. Ia membuka botol minuman dengan kasar dan menuangkan ke gelas yang sudah tersedia es batu. Apakah ini balasan yang aku dapatkan selama ini?. Apakah aku belum rela bahwa El sudah di lamar oleh Sam tepat di hadapanku! batin Saga nanar. Ia segera meneguk minuman itu sampai habis tak tersisa satu botol. Dan lagi... dan lagi sampai beberapa botol kosong yang berjejeran. Kepalanya sudah terasa terbang ingin melayang.
"Ellllll....... kenapa kamu jahat sama akuuuuuuu!. Apa salahku!. Kenapa kamu memilih dia.... Kamu tahu sendiri bahwa diaaaaaa, selaluuuu menyakitiiii kamuuu!!!!. Tapiiiii... kamu selalu memilihhhh diaaaaa!",racau Saga dengan suara yang sangat keras sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak dengan takdirnya sendiri. "Kamu janji sama aku, kamu akan meninggalkan dia dan memilih pulang dengan cepat ke Indonesia. Tapi apaaaaaaaaaaa...... kamuuu bohoooonnggggg samaaaa akkuuuu. Kamuuuuu booohhhoooonnnggggg Ellllll!.
Olivia merekam semua kejadian dari awal sampai Saga meracau tidak karuan. Ia melihat sang adik merasa hatinya terpukul karena kisah cinta yang tak terbalas oleh seorang wanita dengan penampilan yang sangat sederhana. Ia sadar, ia pernah berada di situasi seperti itu di sebabkan oleh seseorang yang ia cintai, tapi dia malah mengkhianati dengan sahabatnya sendiri.
Saga sudah tidak bisa mengontrol perasaan yang tidak karuan itu. Ia menyapu bersih botol-botol itu dengan kedua tangannya dengan kasar. Dan botol-botol itu jatuh tak tentu arah ke bawah.
Pyarrr
Pyarrr
Pyarrr
Pyarrr
Pyarrr
__ADS_1
Pyarrr
Pyarrr
Olivia yang masih merekam kejadian itu sambil menutup telinga karena suara botol-botol berjatuhan.
"Arrrrggghhhhhh!",teriak Saga sekuat tenaga. Ia meneteskan air mata kesedihan yang selama ini ia pendam sendirian. Hatinya sangat pilu.
Hiks...
Hiks...
Hiks...
Saga oleng karena sudah tidak kuat menahan efek minuman keras yang sudah masuk ke dalam tubuhnya itu. Dan ia terjatuh begitu saja dengan keringat yang bercucuran.
Bruk...
Tangan kanan yang tidak sengaja jatuh ke tempat botol yang pecah itu langsung robek seketika dengan luka yang lebar dan darah mengalir deras keluar dari tubuhnya.
Olivia menangis terisak-isak melihat sang adik yang begitu frustasi dan sakit hati. Ia tidak lupa menutup mulutnya supaya tidak di dengar oleh Saga.
Saga pilu dengan air mata yang tidak henti-hentinya keluar dari pelupuk matanya. Rasa sakit dari tangan kanannya yang terkena pecahan botol tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya.
Olivia melihat darah yang keluar terus-menerus langsung berlari ke arah sang adik. Saga menutup matanya perlahan-lahan. "Dik... bangun Dik!. Dik!",teriak Olivia sambil menggoyangkan badan Saga tetapi tidak ada respon dari Saga. Ia segera menelpon anak buahnya untuk membawa Saga ke rumah sakit. Olivia terus menerus mencoba membangunkan sang adik dengan cara menggoyangkan tubuhnya sebelum para anak buahnya datang. "Bangun Dik... Bangun!!!!!",teriak Olivia sambil terisak.
Para anak buah datang langsung membopong Saga untuk mendapatkan pertolongan pertama.
*
*
*
El pergi ke dapur untuk mengambil air putih karena air yang ada dalam kamarnya sudah habis. Ia menyapu seluruh ruangan sudah tidak ada lagi keluarganya yang masih membuka mata. "Pasti mereka kelelahan!",cicit El yang menuangkan air putih ke dalam gelas. Di sana hanya terdengar suara dari air yang sedang mengalir ke dalam gelas. Ia kemudian meletakkan lagi botol ke tempat semula. Dan tidak sengaja gelas yang ada di meja makan tersenggol lengannya sendiri dan mengakibatkan gelas yang berisi minuman putih tadi jatuh seketika.
Pyarrr
El tercengang karena gelas yang ada di meja tidak sengaja ia senggol dan mengakibatkan jatuh ke lantai berserakan tak beraturan. Ada apa ini?.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
...Terimakasih....
__ADS_1