Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Sakit!


__ADS_3

Happy Reading.


***


Dony, El dan Yasmine keluar bersama dari kamar. Mereka bertiga berdiri di samping kursi panjang yang sedang mendengar dan melihat berita tersebut. Mereka bertiga tercengang tidak percaya.


El menutup mulutnya tidak percaya. Bagaimana bisa fotoku bersama Kak Saga bisa ada diberita media? batin El dalam hati. Ia kemudian melihat Saga yang baru keluar dari kamar mandi.


Saga berdiri, ia masih mendengar tentang perselingkuhan dan foto mereka ada di televisi.


El mendekat kearah Saga. "Kak maafin aku?",ucap El memohon dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Aku tidak tahu kalau kita tadi berpelukan sampai masuk kedalam media televisi!",lanjut El sambil menggelengkan kepala.


Saga melihat kearah El iba. Ia memegang puncak kepalanya memberikan dia sedikit kekuatan. "Tidak apa-apa El. Kita kan tidak punya hubungan apa-apa. Kita hanya seorang sahabat yang memberikan sebuah dukungan!",kata Saga.


"Tapi nama Kakak ikut terseret dalam masalahku. Aku merasa sangat bersalah sama Kakak. Kakak sudah baik selama ini sama aku. Tapi, aku malah menjelek-jelekkan nama Kakak!",ucap El menundukkan kepala menahan rasa sakit yang ada didalam hati.


Saga mencoba mendongakkan wajah El supaya El percaya bahwa ini bukan semata-mata salah El. Ia kemudian menghapus air mata El dipipi manisnya. "Kok nangis sih?. Tidak malu apa sama teh Raina, Dony dan Yasmine?",goda Saga.


"Tidak apa-apa kok Kak bila El nangis. Dia selalu begitu saat dia sedang kecewa!",sahut Dony.


"Semua orang pada saat dia kecewa, pasti dia nangis Kakak Dony!",sambung Yasmine.


"Oh...gitu ya!. Baru tahu!",goda Dony.


Lalu mereka tersenyum mendengar ocehan Dony yang tidak masuk akal.


Raina menghampiri El. "Sudah ya El, ini semua hanya fitnah. Mereka akan menjatuhkan kamu, karena konferensi pers kemarin yang membuat para media bertanya-tanya tentang kepribadian kamu. Maka ada peluang mereka langsung melakukannya dengan seperti ini!",jelas Raina.


"Iya teh, El mengerti. Terimakasih teteh sudah peduli sama El!",sambung El.


Lalu mereka melanjutkan berkemas-kemas dan membersihkan diri untuk makan malam sebelum pergi ke bandara.


***


Raina dan Yasmine sedang menyiapkan makan malam. Sedangkan El masih didalam kamarnya. Ia mengambil sebuah kotak perhiasan. Ia mengambil sebuah surat kecil yang masih terselip disana. Ia membacanya sekilas. Andaikan aku tidak jatuh cinta sama kamu, Sam!. Mungkin aku tidak akan patah hati seperti ini lagi. Andaikan kamu tidak menemui aku di kampus pada saat itu, pasti tidak akan seperti ini. Andaikan kamu pergi dan tidak menemui aku lagi, mungkin rasa itu sudah mati, Sam! batin El tangisnya pecah bersamaan ia memeluk surat yang dulu di tulis oleh Sam.


Akhirnya Saga dan El mengantarkan kepulangan Dony, Raina dan Yasmine kebandara.


"El mohon ya sama teh Raina, Dony dan Yasmine, jangan beritahu apapun masalah aku disini. Aku tidak mau mereka tahu dan kepikiran tentang aku terus. Aku mohon ya?",mohon El.


"Iya El. Kita akan jaga privasi kamu. Tapi, kamu harus janji. Pokoknya kamu harus cerita terus sama kita. Kita tidak mau kamu sakit di negara ini. Nanti yang rawat siapa?",kata Raina.


"Terimakasih ya teh. Aku akan janji sama kalian, aku akan cerita semuanya sama kalian. Dan aku akan janji juga, akan jaga kesehatan disini!",sambung El memeluk Raina dan Yasmine.


Mereka bertiga pamit masuk kedalam melakukan check in. Sebelumnya ada drama-drama menangis karena merasa kurang puas berlibur di negara tersebut.

__ADS_1


El dan Saga melambaikan tangannya tanda perpisahan. El tidak henti-hentinya meneteskan air matanya.


"Sudah, jangan sedih dong!. Kurang beberapa bulan kamu sudah tidak di luar negeri lagi!",goda Saga sambil merangkul bahu El untuk menenangkan.


"Kakak bisa aja!",jawab El sambil membersihkan air mata di pipi. Ia kemudian tidak sengaja melihat Sam yang sedang berdiri di tembok.


"Ya sudah pulang yuk!. Aku antar sampai apartemen",kata Saga berjalan mendahului El.


El segera mencegahnya dengan menarik lengan Saga. Dan Saga otomatis berhenti menengok kebelakang.


"Ada apa?",tanya Saga yang menengok ke belakang.


El yang hanya diam memandang arah Sam yang sedang memandangnya.


Saga mengalihkan perhatiannya kepada pandangan mata El. Ia otomatis melihat Sam berdiri di samping tembok.


Sam hanya membisu memandang kedua orang yang sedang memandangnya. Ia menelan ludahnya sangat susah.


Sedangkan Saga memberikan kekuatan kepada El. "Kamu mau berbicara sesuatu sama dia?",tanya Saga.


"Tidak. Aku tidak mau berbicara sama dia!",jawab El tegas. Hatinya hancur ketika mengatakan seperti itu.


Wajah Sam seketika berubah menjadi muram dan susah untuk di tebak.


"Ya sudah, sekarang kita pulang!",ajak Saga yang mengalihkan tangan El untuk menggenggam tangan Saga. Aku tidak akan membiarkan kamu terluka lagi, El! tekad Saga dalam hati.


El dan Saga tercengang melihat tingkah laku Sam yang


secara tiba-tiba.


El mencoba melepaskan genggaman Sam. Tetapi, semakin El memaksa ingin melepaskan, semakin pula genggaman Sam semakin erat. "Lepaskan Sam!",teriak El.


"Aku tidak akan melepaskannya El!",jawab Sam tegas.


"Lalu mau kamu apa, Sam?",tanya El dengan nada sedikit tinggi.


"Tolong Sam, lepaskan El!. El pantas mendapatkan kebahagiaan!. Sampai kapan kamu akan menyiksa El terus menerus!",ucap Saga sebagai penengah.


"Diam kamu bangsat!. Kamu jangan pernah ikut campur urusanku dengan El!. Kamu tidak berhak untuk itu!",tegas Sam kesal melihat Saga terus menerus jadi orang ketiga.


"Kamu jangan sekali-kali marah sama Kak Saga. Kak Saga tidak pernah salah sama aku maupun kamu tentang hubungan kita!. Dia orang yang baik daripada kamu, yang selalu memaksa dan terus memaksa. Apa mau kamu Sam?",tantang El marah. "Kamu belum puas, menghina dan merendahkan aku di media televisi?. Kamu boleh merendahkan aku ataupun apa, terserah!. Aku tidak peduli. Tapi tolong...tolong dengan sangat...jangan pernah bawa-bawa nama Kak Saga, Kak Saga tidak ada sangkut pautnya dalam hubungan kita!",ucap El sambil terisak.


"Tapi itu semua bukan aku, El!. Sumpah!. Percaya sama aku!.Aku sedang menyuruh orang suruhan ku saat ini mencari pelakunya. Aku benar-benar tidak tahu soal ini. Aku juga syok melihat dan mendengarkan berita itu!",jelas Sam.


"Aku tidak peduli pelakunya siapa. Tapi yang pasti itu dari kalangan keluarga kamu. Karena selama ini hanya keluarga kamu yang membenci diriku!",ucap El sambil menunjukkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Sam lemas mendengarkan pendapat El yang selalu berpikir negatif tentang keluarganya. Tapi, ada benarnya juga, bahwa keluarganya membenci El saat ini. Dan ia tidak menyalahkan keadaan.


El mengibaskan tangannya. "Tolong, lepaskan aku!. Biarkan aku bahagia bersama orang-orang yang menyayangi ku apa adanya, tanpa harus ada tapi. Dan aku akan melepaskan kamu supaya kamu mencari kebahagiaan kamu sendiri. Karena aku, sudah tidak ingin bersama kamu lagi!",pinta El. "Dan tolong... anggap saja kita tidak saling kenal satu sama lainnya!",lanjutnya yang langsung memegang tangan Saga supaya mereka cepat meninggalkan bandara.


Sam mematung di tempatnya. Ia tidak menyangka bahwa El sudah melepaskan dirinya untuk mencari kebahagiaannya sendiri. Dulu aku pernah mencintainya, terjatuh, terpuruk karena dia memilih orang lain. Lalu aku mencoba tidak mengenalnya, melupakan namanya, membencinya dan suatu saat aku bertemu lagi dengannya. Kemudian aku jatuh hati lagi kepadanya, hanya sesaat dan sesingkat ini. Tuhan, jika aku boleh memilih. Aku tidak ingin mengenalnya.


El dan Saga berjalan kearah parkiran. Dulu aku sangat mengabaikan dia dalam hidupku. Mengabaikan semua cinta dan kasih sayang yang dia berikan untukku. Tapi, akhirnya hatiku luluh untuk membalas cintanya. Dan seketika hatiku yang dulu beku mulai mencair dan kini hati itu terluka, terluka karena cinta yang tidak akan pernah ada restu. Cukup, cukup sulit bagiku melupakan dirinya lagi karena hatiku sudah jatuh sejatuh-jatuhnya kepada dia. Tuhan, berikan aku sebuah kekuatan untuk melupakan dia dalam hidupku!. Aku mohon Tuhan!.


(Soundtrack musik Melawan Restu by Mahalini).


***


Akhirnya El pergi dari apartemen pemberian Sam. Ia lebih memilih tinggal di asrama dekat kampus. Ia menyelesaikan KKN dengan semangat bersama Tamara. Ia selalu datang tepat waktu dan mengerjakan tugas-tugas dari kantor dengan benar. Walaupun bisikan selalu ada buat El, karena skandal tentang hubungan cinta segitiga dan cinta terlarang selalu bermunculan di media televisi maupun ponsel. Tetapi El tidak pernah putus asa dan menanggapi berita itu. Karena baginya berita itu tidak ada benarnya.


El dan Tamara baru saja datang ke kantor. Kurang tiga hari mereka kerja di perusahaan yang di pimpin oleh Edwan itu.


"Aku sudah tidak sabar lagi, kerja di tempatnya Pak Saga!",ucap Tamara sambil membayangkan hal-hal tentang Saga.


"Pasti Kak Saga bangga dengan kinerja Mbak Tamara!",kata El tersenyum menanggapi itu.


Lalu ponsel Tamara berbunyi ada tanda pesan masuk.


"Tam, hari ini ada berita bagus. CEO Pak Sam akan kembali ke kantor hari ini!".


Pesan dari sang sahabat masuk. "Serius nih bocah!",teriak Tamara tidak percaya.


"Ada apa Mbak?",tanya El penasaran.


"Pak Sam akan kembali ke kantor ini!",jawab Tamara.


El kaget, kenapa harus hari ini?. Kenapa tidak tiga hari kedepan nanti?. Kenapa harus hari ini?. Aku belum siap buat bertemu lagi dengannya. Sudah beberapa hari ini hubunganku dengan keluargaku sudah membaik. Dan aku harus melihat dia hari ini?. Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk melupakan, lalu kenapa dia tiba-tiba akan muncul lagi dihadapan ku? pikir El dalam hati.


Tiba-tiba pintu lift terbuka dengan sempurna. El dan Tamara melihat kearah pintu lift itu.


Dan....


Di dalam lift menampakkan Sam dan Laura bergandengan tangan memasuki ruangan. Mereka melebarkan senyuman yang sangat menawan dan saling bergurau satu sama lainnya.


El melemas di tempat. Ia tidak percaya bahwa ia melihat pemandangan kurang mengenakkan di ruangan itu. Tuhan, kenapa hatiku merasa sakit melihat mereka berdua bermesraan di hadapanku. Bukankah ini inginku, ingin melihat Sam bersanding dengan Laura. Bersanding sampai ke pelaminan. Tapi, kenapa aku tidak rela melihat ini?. Melihat Laura yang mendapatkan cinta Sam seutuhnya! batin El sedih dan syok.


Sam masih melihat wajah El yang sedih. Karena bila El sedih, maka wajahnya seperti itu. Mudah dan sangat mudah untuk di tebak. Ini mau kamu kan El?. Kamu ingin aku bersanding dengan Laura?. Maka dari itu, kamu akan merasakan sakit yang aku alami saat ini!.


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2