
Happy Reading.
***
El bergegas masuk ke UGD, ia tadi sempat mengirimkan pesan kepada Sella, menanyakan keberadaan mereka. El melihat Sella sedang duduk di ruang tunggu. Ia langsung menghampiri sahabatnya itu. "Bagaimana keadaan Kak Saga, Sel?",tanya El begitu khawatir.
Sella langsung berdiri menyambut El. "Dokter sedang memeriksanya El",jawab Sella. "Lalu, Sam dimana?",tanya Sella.
"Aku tadi bertengkar sama dia. Aku menceritakan semua kelakuan Kakaknya selama ini. Aku gak mau, kalau Kak Saga dipersalahkan tentang putusnya hubungan pertunangan aku sama Kak Edwan. Aku gak mau, Kak Saga mendapatkan ini semua, karena Kak Saga sama sekali gak salah. Justru Kak Saga selalu menolongku disaat aku susah. Dan pembenaran yang selama ini Kak Edwan katakan semua adalah omong kosong",ungkap El sambil terisak.
Sella memeluk sahabatnya itu untuk tetap tenang. Ia tidak mau El merasa bersalah atas kejadian hari ini.
***
Pak Ardi mencoba menelepon bosnya berkali-kali. Tetapi, hasilnya nihil. Ia merasa khawatir kalau terjadi sesuatu sama bosnya. Ia lalu mencari keberadaan bosnya lewat nomer ponselnya. Dan ia menemukan sebuah titik terakhir bosnya itu berada. Ia langsung mengambil kunci mobil dan pergi menuju titik terakhir bosnya berada.
***
Dokter yang menangani Saga keluar dengan para suster.
Sella dan El langsung menanyakan tentang keadaan Saga. "Bagaimana keadaannya Don?",tanya El.
"Keadaannya baik-baik aja. Tetapi ada sebuah luka besar yang harus diselesaikan dengan operasi kecil",jawab dokter.
"Operasi kecil. Operasi apa dok?",tanya Sella.
"Tulang hidungnya patah. Dan kita akan mengambil tindakan operasi kecil",jawab dokter.
Deg. El merasa bersalah atas ini semua. Ia langsung berlari menuju ruang UGD melihat keadaan Saga.
Saga sedang berbaring di tempat tidur dengan mata yang sudah terbuka.
El menghampiri Saga dengan perasaan hancur. "Kak Saga!",panggil El dengan suara parau.
"El... Kamu disini?",tanya Kak Saga.
El mengganggukkan kepalanya. Air matanya jatuh di pipi yang manis itu. "Maafin aku ya Kak, semua ini gara-gara aku?. Maafin aku Kak?",ucap El sambil tertunduk terisak-isak.
"Sttttt... Kamu ngomong apa sih?. Aku baik-baik aja!. Aku gak mau lihat kamu menangis seperti ini El?. Tolong hentikan!",kata Saga merasa bersalah.
Hiks... Hiks...
"Tapi ini semua gara-gara aku Kak?. Aku yang membawa Kakak dalam masalah pribadiku. Kakak yang selalu menolongku malah mendapat perlakuan ini dari Sam?. Ini semua gak adil Kak!",sahut El sambil terisak-isak.
"Gak ada yang salah El. Mungkin ini cuma salah paham. Kamu jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri. Kita gak tahu apa yang terjadi kedepannya",sahut Saga.
"Tapi, kalau Kak Saga gak pernah bertemu dan bertemanku disini, Kakak gak akan pernah dapat masalah seperti ini",kata El terisak-isak.
"Tapi kalau aku sampai gak bertemu sama kamu disini, bagaimana dengan nasib kamu sendiri?",sahut Kak Saga.
__ADS_1
"Aku gak tahu Kak. Mungkin takdirku sudah seperti ini",sahut El tertunduk.
"Mungkin jalan Tuhan harus seperti ini dulu El. Aku tahu suatu saat kamu pasti bahagia!",ucap Kak Saga.
"Kenapa Kakak memikirkan perasaan dan hatiku?. Kenapa Kakak gak pernah mikirin diri Kakak sendiri?",tanya El tidak terima.
"Karena aku percaya takdir Tuhan tidak akan pernah salah",jawab Kak Saga.
El semakin terisak-isak setelah mendengar jawaban dari Kak Saga. Ia tidak menyangka bahwa Kak Saga bisa mengatakan seperti itu.
***
Disisi lain pak Ardi sudah sampai di apartemen XXX. Ia bergegas naik ke lift dan menuju lantai 8. Ia sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui kalau bosnya dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi setelah sampai di depan kamar apartemen Edwan, ia melihat banyak orang berkerumunan disana. Ia bergegas berlari membelah keramaian yang ada. Dan , deg seseorang tergeletak dilantai dengan darah segar dan babak belur yang cukup parah. "Mas Sammmmmm!",teriak Pak Ardi.
Pak Ardi langsung mengajak pelayan apartemen untuk membopong Sam ke mobilnya.
***
Disisi lain El masih menunggu Kak Saga dengan setia.
"Kenapa kamu tidak sama Sam?",tanya Kak Saga.
"Aku udah menceritakan semuanya kepada Sam Kak, tentang kesalahpahaman ini. Aku tidak mau kalau Kakak terbebani dengan semuanya",jawab El.
"Tapi saat ini Sam sedang butuh kamu El?. Dia masih ada perasaan terhadap kamu. Aku yakin, dia sedang dalam keadaan kefrustasian",sahut Kak Saga.
"Dia sudah mengatakan bahwa dia gak mau bertemu lagi denganku Kak. Dan aku juga gak bisa memaksakan ini semua. Mungkin ada banyak orang yang akan terluka kalau aku dan Sam bersatu. Dan aku tidak mau hal itu terjadi",ungkap El.
"Maksud Kakak?",tanya El bingung.
"Tadi kamu mengatakan bahwa mungkin ada banyak orang yang akan terluka kalau kamu dan Sam bersatu?",ucap Kak Saga menjelaskan.
"Itukan kenyataan Kak!",sahut El.
"Dan artinya kamu sedang menyindirku?",sahut Saga.
"Aku gak menyindir Kakak kok. Kan benar banyak orang yang terluka, termasuk kedua orangtuaku dan orangtua Sam sendiri, karena kegagalanku yang pertama",jawab El.
"Dan aku merasa tersindir!",sahut Kak Saga.
"Kok bisa?. Oh.... Jangan-jangan Kakak masih suka ya sama aku?",goda El dengan tersenyum bahagia.
"Sebenarnya iya sih. Tapi itu tidak akan mungkin!",jawab Saga.
"Why?",tanya El penasaran.
"Karena kamu sudah Kakak anggap sebagai adik Kakak sendiri",jawab Saga mengacak rambut El yang sudah rapi.
El tersenyum mendengar Kak Saga mengatakan hal yang sangat penting baginya.
__ADS_1
***
Disisi lain Pak Ardi membawa kerumah sakit XXX. Para petugas kesehatan langsung mendorong tempat tidur dan membantu Sam untuk berbaring di ranjang.
Para kesehatan langsung mendorong ke ruang UGD untuk melakukan pertolongan pertama.
El yang sedang mengurus surat-surat dan menandatangani berkas-berkas untuk operasi Kak Saga nantinya.
Pak Ardi dan para tenaga kesehatan mendorong dan melewati ruangan administrasi.
El yang sudah selesai langsung pergi berjalan menuju ruang operasi karena sebentar lagi operasinya akan di mulai. Tetapi, sebelum ia keruang operasi ia menengok kebelakang karena firasatnya mengatakan ingin melihat kearah ruang UGD. Dan disitu ia melihat Pak Ardi sedang berlari sambil mendorong tempat tidur. "Bukankah itu Pak Ardi, sopirnya Sam?",tanya El pada dirinya sendiri. Ia kemudian berlari mengejar Pak Ardi, ia tidak mau sesuatu terjadi pada keluarganya.
Para tenaga kesehatan langsung membawanya masuk ke UGD. Pak Ardi dilarang masuk kedalam.
Pak Ardi memukul tembok yang ada disampingnya. Ia tidak mau terjadi sesuatu sama bosnya itu.
"Pak Ardi",panggil El yang sudah ada di sampingnya.
Pak Ardi langsung menengok kesumber suara. "Mbak El. Mbak El ngapain disini?",tanya Pak Ardi khawatir.
"Seharusnya saya yang bertanya sama Pak Ardi. Pak Ardi disini ada apa?",tanya El yang sudah tidak sabar menunggu penjelasan dari Pak Ardi.
"Maafkan saya Mbak. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengan mas Sam tadi!",sahut Pak Ardi takut.
"Maksudnya Pak Ardi apa?. Tadi Sam sama saya, terus saya keluar dari mobil Sam",ungkap El.
"Saya tadi menemukan mas Sam dalam keadaan babak belur di apartemennya mas Edwan mbak?",kata Pak Ardi.
Deg. El seperti mendapat bom molotov, ia tidak percaya bahwa Sam akan berkelahi dengan kakak kandungnya itu. "Jadi, yang masuk tadi Sam Pak?",tanya El meyakinkan lagi.
Pak Ardi menjawab dengan mengganggukkan kepalanya.
Hiks... Hiks... Tangis El pecah di depan ruangan UGD itu. "Seharusnya tadi aku sama Sam Pak?. Mungkin tidak akan terjadi seperti ini",kata El sambil terisak lagi.
"Mbak, ini semua bukan salah mbak. Saya akan mengecek cctv yang ada di apartemennya mas Edwan mbak. Saya tidak akan tinggal diam melihat mas Sam seperti ini",kata Pak Ardi.
"Ini mesti ulah Kak Edwan Pak. Kakak Edwan yang melakukan ini semua. Ini semua gara-gara aku Pak",sahut El.
"Mbak tenang Mbak?",kata Pak Ardi menenangkan hati El.
"Saya tidak akan tinggal diam pak. Saya harus menyelesaikan ini semua sendiri!",ucap El langsung bergegas pergi meninggalkan Pak Ardi.
"Mbak.... Mbak El!",panggil Pak Ardi beberapa kali.
El terus berjalan dengan emosi yang sudah tidak bisa di kontrol lagi. Ia murka dengan sikap dan tingkah laku Kak Edwan yang semena-menanya. Ia harus menyelesaikan masalahnya dengan sendiri.
***
Jangan lupa komen, like dan vote.
__ADS_1
Terimakasih.