Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Keterpurukan


__ADS_3

Happy Reading.


***


Akhirnya urusan kampus dan urusan tentang pertukaran mahasiswa pun selesai. Ia segera bergegas untuk ke rumah sakit menemui Kak Saga. Kurang 2 hari lagi ia akan segera terbang ke New York.


William mengejar El yang sedang menuju halte bus.


El sedang menunggu taksi yang lewat. Ia sejenak duduk di tempat tunggu yang disediakan di halte bus.


William duduk disampingnya El. "Hai....",sapa William dengan senyuman manisnya.


"Ada apa lagi sih Will?. Aku lagi buru-buru nih?",kesal El yang sedang di buntuti oleh William.


"Kamu itu seperti menghindari sesuatu?. Lagi ada masalah ya?",tanya William.


"Banyak. Aku gak bisa cerita sekarang, aku sedang buru-buru!",jawab El yang berdiri dipinggir jalan raya untuk menghentikan taksi yang lewat.


William langsung berdiri disamping El. "Kamu kan bisa cerita sama aku. Kalau gitu aku anterin ya?",tawar William.


"Aku gak bisa Will. Aku gak mau kalau kamu dalam masalah besar, seperti Kak Saga dan Sam. Aku gak mau itu",jawab El.


William langsung memegang lengan El. "Aku gak akan ikut campur urusan kamu sama Sam dan Kak Saga. Aku ingin sekedar membantu kamu. Kalau kamu gak cerita apa-apa sama aku gak apa-apa kok. Yang penting kamu baik-baik aja El, aku mohon?",kata William penuh dengan ketulusan.


"Baiklah",jawab El dengan terpaksa.


William langsung berlari mengambil mobil di parkiran. Ia tidak mau El terlalu menunggu lama di depan halte.


El masuk kedalam mobil William setelah didepan halte.


William mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. "Mau kemana?",tanya William.


"Ke rumah sakit XXX",jawab El.


"Kerumah sakit XXX. Ngapain?",tanya William balik.


El langsung menatap William dengan tatapan tidak suka.


William sadar akan pertanyaannya. "Oke... Oke... Aku gak akan tanya lagi!",ucap William.


***


Dirumah sakit.


El langsung turun dari mobil William setelah sampai di depan rumah sakit. Ia tidak lupa mengucapkan terimakasih. Ia berlari menuju lift. Ia menunggu lift sambil menghentakkan kakinya menunggu pintu lift terbuka. Ia tiba-tiba teringat sesuatu yang sangat menyakitkan hati.


Ting.


Pintu lift terbuka ia segera menuju kamar VVIP Kak Saga. Ia tidak lupa mengetuk pintu dulu sebelum masuk.


Sella membuka pintunya. Ia melihat El sudah ada di depan pintu.


"Assalamualaikum ?",sapa El yang membawa beberapa paper bag yang ada ditangannya.

__ADS_1


"Walaikumsalam. Yuk masuk?",ajak Sella menggandeng lengan El.


Kak Saga sedang duduk dirancangnya. Ia melihat El dan Sella masuk kedalam kamarnya.


El menghampiri Kak Saga dengan senyum yang begitu manis.


"Bagaimana urusannya, udah selesai?",tanya Kak Saga.


"Alhamdulillah udah kok Kak",jawab El. "Dan bagaimana keadaan kakak saat ini?",tanya El.


"Alhamdulillah udah membaik. Tinggal beberapa kali kontrol aja",jawab Kak Saga. "Yang penting tidak mengurangi kegantengannya kan",goda Kak Saga.


El tersenyum manis. Ini terlalu lucu untuk di tertawakan.


"Kamu lebih baik tersenyum seperti itu daripada kamu menangis seperti semalam tadi",kata Kak Saga tiba-tiba.


Deg. El kaget. Ia tidak menyangka bahwa Kak Saga tahu apa yang terjadi semalam. Ia langsung menoleh ke Sella yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


Sella langsung menggeleng kepalanya tanda tidak memberitahukan apa-apa kepada Kak Saga.


"Aku mendengar semuanya El",kata Kak Saga.


El langsung menoleh kehadapan Kak Saga. Ini terlalu memalukan. Ia tidak mau kalau seseorang tahu kalau ia dalam keadaan keterpurukan. Ia menundukkan kepalanya. "Maafin aku Kak, ini semua gara-gara aku Kak?. Gak seharusnya aku melibatkan kakak dan Sam dalam masalah ini?",lirih El yang menahan air matanya tumpah dipipi manisnya.


"Kamu gak salah El. Mungkin waktunya aja yang kurang tepat",sahut Kak Saga.


"Aku juga yang membuat Sam babak belur Kak. Sekarang Sam juga sedang dirawat disamping kamar kakak", kata El.


"Boleh aku bertemu dengan Sam?",tanya Kak Saga.


"Aku cuma ingin minta maaf, atas kesalahanku yang dulu. Aku gak mau bermusuhan terus menerus sama dia",kata Kak Saga.


"Aku udah tidak bisa jadi perantaranya. Kalau kakak mau, kakak bisa langsung bicara sama dia. Aku tidak akan mengganggu kehidupannya Sam lagi", kata El.


"Kenapa El, bukankah kamu adalah hidupnya Sam?",tanya Kak Saga.


"Itu dulu Kak. Sekarang sudah tidak lagi",jawab El tertunduk.


"Apa itu semua gara-gara aku?",tanya Saga menatap El.


El langsung mendongakkan wajahnya. Ia melihat kedua mata Kak Saga dengan khawatir. "Ini semua gak ada hubungannya dengan kakak. Ini semua murni kesalahanku sendiri Kak",jawab El.


tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu. Sella dengan sigap langsung membukakan pintunya.


Olivia langsung berlari kearah ranjang, memastikan bahwa adik laki-lakinya baik-baik saja. "Kamu gak apa-apa Ga?. Kakak khawatir banget sama kamu?",tanya Kak Olivia.


"Aku baik-baik aja Kak. Kakak tenang aja!",sahut Saga tidak mau kakaknya khawatir.


Kak Olivia memegang wajah adiknya dengan cermat. "Hidung kamu udah gak mancung lgi lho?",goda Kak Olivia.


"Yang penting masih gantengkan Kak?",sahut saga tidak terima.


"Semoga",sahut Kak Olivia.

__ADS_1


"Oh...ya Kak, nih kenalin El dan Sella, teman aku?",kata Saga.


Olivia langsung menengok kesamping memandang El dari ujung kaki sampai ke ujung rambut, tidak ada yang spesial darinya.


El mengulurkan tangannya memperkenalkan diri kepada kakak sahabatnya itu. "Saya El kak, salam kenal?",sapa El sambil tersenyum manis.


Olivia membalas uluran tangan El. Lalu ia beralih kepada Sella.


"Sella Kak",sapa Sella dengan berjabat tangan.


"Saya Olivia, saya kakak dari Saga. Terimakasih telah menolong adik saya",kata kak Olivia.


"Sama-sama Kak. Ya udah kita permisi dulu ya Kak?",pamit Sella.


"Kok buru-buru banget sih. Kamu juga mau ninggalin aku El?",tanya Saga tidak terima.


"Gimana ya Kak?. Aku udah janji sama Sella untuk mengajak dia berkeliling dikota ini. Soalnya besok udah pergi. Maafin aku ya Kak, tapi aku janji kok akan kesini lagi?",kata El tidak enak.


"Saya akan nunggu janji kamu, El",sahut Kak Olivia.


"Iya. Ya udah saya dan Sella permisi dulu Kak. Assalamualaikum?",pamit El.


"Walaikumsalam",jawab Kak Olivia dan Saga.


El dan Sella pergi meninggalkan ruangan itu.


Saga langsung kesal melihat kakaknya ada disini. "Ngapain sih kak, kakak kesini?. Gak asyik banget deh!",keluh Saga.


"Suruh siapa kamu ngirimin kakak pesan, kakakkan jadi khawatir sama kamu. Oh... Apa gara-gara cewek tadi?",tanya Olivia.


"Siapa juga yang ngirimin pesan kepada kakak. Dia mau ke New York kak. Dan masih dua hari terakhir aku sama dia ada disini. Dan kakak dengan percaya dirinya tiba-tiba muncul, kan jadinya gak bisa manja-manjaan sama dia!",kesal Saga sambil membuang gulingnya ke depan kakaknya.


"Kakak gak yakin dia pacar kamu. Atau dia yang kemarin diceritain sama bibi yang ada di griya tawang itu?",tanya Olivia.


"Emang ceweknya dia",sahut Saga dengan malas.


"Jadi, adik kakak ini jatuh cinta sama cewek yang seperti itu. Kamu serius Ga?",tanya Olivia tidak percaya dengan tingkah laku adiknya itu.


"Kenapa enggak!. Dia baik, malah baik banget. Dia jujur,sayang sama kedua orang tua, dan penurut. Apa yang kurang?",tanya Saga. "Bahkan dia kuliah di negara ini dapat beasiswa Kak. Kurang apa lagi?",lanjutnya.


"Kurangnya dia, dia gak suka sama kamu. Benarkan?",goda Olivia.


"Itu gak usah ditanya Kak. Aku udah tahu jawabannya",sahut Saga kesal.


***


Jangan lupa komen,like dan vote.


Terimakasih.


Maaf ya, baru bisa update setelah sekian lama aku menghilang.


Tapi jangan khawatir, aku tidak akan menghilang kemana-mana.

__ADS_1


Cukup dihatimu saja...


😂😂😂


__ADS_2