
...Happy Reading...
...***...
Haaaaaaaa......
El dan Dino mundur beberapa langkah dari orang misterius itu.
"Siapa kamu?. Mengapa kamu ngikuti kita terus?",tanya El penuh selidik sambil menarik Dino untuk sembunyi dibelakangnya.
Hahaha... tawa orang misterius itu tidak asing baginya. El semakin menerka-nerka tawa siapakah itu?.
Kak Edwan. Iya, dia Kak Edwan. Aku yakin, dia kakak Edwan. Tawanya yang begitu nyaring dan tidak asing bagiku pikir El dalam hati sambil terus mundur menghindar dari orang misterius itu. "Apa mau kamu yang sebenarnya?. Mengapa kamu terus membuntuti aku seperti hantu yang tak tahu malu?",kata El dengan nada tinggi.
"Dia siapa Kak?. Kenapa dia terus mengikuti langkah kita?",tanya Dino yang mulai penasaran dengan kakaknya.
"Kamu ingin mau ku apa?. Aku ingin, kamu mengatakan pada Saga, bilang pada anak buah Saga jangan pernah ganggu hidupku lagi!!!.. Kamu paham!!!",jelas orang misterius. "Atau aku akan menghancurkan hidup kamu!!!",ancamnya.
"Kak Saga. Anak buah",lirih El bingung. Benar, kak Saga pernah mengatakan bahwa ia menyuruh anak buahnya buat memberikan efek jera kepada Edwan, tapi kenapa anak buah kak Saga mengikuti kak Edwan terus menerus.
"Jangan pura-pura bodoh dan polos kamu!!!. Aku tahu bagaimana niat kamu ingin menghancurkan hidupku seperti ini. Aku sudah kehilangan wanita yang aku cintai, dan sekarang hidupku benar-benar hancur cuma gara-gara kamu!!!",ungkap orang misterius itu.
"Ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan!".
Edwan tersenyum smirk mengejek El dengan penuh jijik. "Lalu apa yang kamu pikirkan tentang aku?. Kalau aku hancur, aku pastikan kamu hancur juga!!!",ancam Orang misterius.
Ardi melihat El dan Dino yang terus menerus berjalan mundur. Tetapi ada seseorang yang memakai hoddie, topi dan kaca mata. Mereka seperti sedang saling berbicara. "Mbak El!!",panggil Ardi berlari menghampiri El dan Dino.
El, Dino dan Edwan menoleh ke sumber suara. "Pak Ardi",kata mereka serentak.
"Shittttt!!!!. Aku tidak akan membiarkan hidup kamu aman, El!!!",ancam Orang misterius. Ia juga melemparkan ponsel El ke sembarang tempat sebelum pergi.
El dan Dino lega melihat kepergian orang misterius itu semakin menjauh dan Ardi semakin mendekat.
"Woiiiii!!!",teriak Ardi mencegah orang misterius.
"Udah Pak... Jangan dikejar!!",elak El memegang lengan Ardi.
Ardi mengambil ponsel El yang terjatuh itu. "Mbak tidak apa-apa?",tanya Ardi khawatir dan memberikan ponsel kepada El.
"Saya dan adik saya tidak apa-apa pak. Terimakasih sebelumnya pak!",ucap El menerima ponselnya.
"Mbak kenal sama orang tadi?".
__ADS_1
El terdiam memandang Ardi penuh arti.
"Mbak, siapa orang misterius itu?. Mengapa dia mengejar mbak dan mengambil mbak begitu aja?",tanya Ardi penasaran.
El masih memandang Ardi dengan tatapan tajam. "Maaf pak, saya....".
"Apa orang tadi juga sama dengan kejadian di mall kemarin?". Ardi sudah mulai curiga.
El hanya terdiam mengamati Ardi dengan tatapan ingin menyampaikan sesuatu, tapi ia tahan.
"Mbak, mbak bilang aja sama saya. Saya akan laporan kasus ini kepada pihak yang berwajib!".
"Maaf pak. Saya belum bisa menceritakan semuanya pak. Tapi,,, saya janji, saya akan menceritakan semuanya kepada bapak. Saya janji pak!",mohon El. Maaf pak, saya tidak mau menghancurkan keluarga Sam untuk kesekian kalinya!!!. Saya juga tidak akan menyakiti hati Sam dan tante Violla batin El.
"Tapi mbk, ini sangat membahayakan nyawa mbak dan keluarga mbak. Saya tidak bisa membiarkan ini semua terulang lagi mbak!",kata Ardi tidak terima.
El memegang lengan Ardi. "Saya mohon pak, tolong jangan perpanjang masalah ini. Dan tolong sembunyikan masalah ini dari Sam. Saya tidak mau Sam mengkhawatirkan keadaan saya. Saya mohon pak!",mohon El berkaca-kaca.
"Tapi mbak?".
"Saya mohon Pak... Pleaseeeee!!!",pinta El dengan tulus dari hati paling dalam.
"Ok. Kalau itu kemauan mbak El, saya akan kabulkan. Saya akan hapus semua pesan yang mbak El kirim ke mas Sam. Karena saat ini mas Sam sedang ada meeting dengan para pemegang saham. Maafkan saya mbak El, karena saya yang datang kesini!",jelas Ardi.
"Tidak masalah pak. Bapak sudah menolong saya",jawab El.
"Silahkan mas Dino, dengan senang hati!!",jawab Ardi mempersilahkan mereka untuk keluar dan masuk kedalam mobil.
*
*
*
Olivia sedang membantu Saga mengemasi barang-barang milik Saga.
"Semua ini gara-gara kamu, Ga?. Seandainya kamu tidak melakukan hal sangat ceroboh tidak akan dipulangkan ke rumah?",keluh Olivia kesal sambil memasukkan pakaian kedalam koper.
"Maaf Kak. Aku saat itu benar-benar frustasi Kak. Kakak tahu sendiri bagaimana aku saat itu!",kata Saga yang membantu sang kakak.
"Tapi kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri Ga. Kakak tahu kalau kamu mencintai El, tapi apa yang kamu dapatkan saat ini. Hanya luka hati dan luka tuh ditangan kamu!",oceh Olivia.
"Bagaimana hubungan kakak sama Abang Satria?",tanya Saga penasaran.
__ADS_1
Olivia terdiam setelah mendengarkan pertanyaan dari sang adik. "Tidak usah bahas dia, kakak malas sama dia!". Setelah itu melanjutkan lagi berkemasnya.
Saga menghela nafas ia tahu bahwa kakaknya saat ini sedang sakit hati karena kesalahannya dan sikap Abang Satria. "Maafkan Saga ya Kak, gara-gara Saga semua jadi berantakan seperti ini?",sesal Saga.
"Sudah tidak ada gunanya disesali Ga. Kamu pindah ke Indonesia, dan kakak dijodohkan plus mengurus semua perusahaan yang ada di sini. Belum lagi di New York!",kesal Olivia yang langsung berhenti mengemas pakaian milik Saga. Ia duduk di ranjang dekat sang adik. "Mungkin mami benar, mami menyuruh kakak menikah secepatnya supaya ada yang membantu kakak menghandel semua perusahaan. Tapi... apa yang kakak dapatkan dari Satria?. Kamu tahu sendiri bagaimana sifat Satria itu?".
"Abang Satria baik kok Kak. Kakak aja yang belum kenal lebih dalam",sahut Saga membela Satria.
"Baik dari mana?. Sifat kayak gitu baik!".
"Berarti kakak belum mengenalnya lebih dalam kakak!".
"Lebih dalam. Bagaimana kakak tahu lebih dalamnya seperti apa. Kakak sudah memberikan berkas-berkas apa yang harus dijawab oleh Satria, tapi apa.... semua masih kosong dan belum ada tulisannya sama sekali. Bagaimana kakak bisa tahu sifat dia yang sebenarnya!",oceh Olivia membela diri sendiri.
Saga menepuk jidatnya sendiri. Bagaimana Satria tidak marah, bila kakaknya berbuat seperti itu?.
"Kenapa kamu seperti itu?. Seperti tidak mendukung kakak saja!".
"Kakak sadar tidak sih. Kakak yang salah. Cara kakak yang salah. Bukan begitu Kak caranya!. Ampun dehhh!",keluh Saga.
"Kakak yang salah. Yang salah, yang mana Ga?",tanya Olivia menggebu-gebu.
"Cara kakak yang salah. Bila kakak ingin mengetahui sifat seseorang, kakak harus membuat seseorang itu marah dengan permasalahan yang kakak dan seseorang itu hadapi. Kalau seseorang itu masih bisa meluruskan dengan sabar, maka seseorang itu pantas diperjuangkan. Sedangkan dia marah-marah tidak jelas, tinggalkan".
"Hanya itu?".
"Tidak Kak. Masih ada. Yang kedua, lihat cara dia berbicara dengan orang lain. seseorang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, artinya mereka pemikir mendalam dan mudah berempati dengan orang lain. Namun, kalau sebaliknya mereka lebih suka berbicara daripada mendengarkan artinya mereka memiliki ego yang tinggi, suka mendominasi dan selalu ingin dituruti. Bagaimana, kakak sudah pahamkan?",jelas Saga panjang lebar.
Olivia menyesal membuat keputusan yang salah saat ini. Bodoh, kenapa aku berbuat sembrono seperti ini!keluh Olivia yang menjatuhkan tubuhnya ke ranjang. "Lalu kakak harus berbuat apa Ga?. Dia sudah marah sama kakak kemarin. Tidak mungkin kan tiba-tiba kakak ajak dia makan?",tanya Olivia minta saran kepada adiknya.
"Terakhir kali Abang Satria minta apa sama kakak?",tanya Saga mencoba mencari jalan keluar.
Olivia memikirkan sesuatu yang terjadi kemarin pada saat pertemuan dengan Satria. "Oh ya....". Olivia langsung duduk tegak ditempat. "Dia ngajak kakak untuk segera menikah Dik!!?. Bagaimana dong?".
Saga menatap kakaknya tidak yakin. "Kakak yakin?".
Olivia hanya menjawab dengan anggukan. Meyakinkan sang adik bahwa ia tidak salah mendengar soal ajakan menikah.
"Ya udah, kakak menikah aja!!!. Pasti kakak akan tahu bagaimana sifat dari Abang Satria!",saran Saga dengan santainya.
Olivia menatap Saga penuh dengan emosi. Saga langsung berlari keluar dari kamar dengan itu Olivia mengambil bantal untuk ia lemparkan kepada adiknya. "Sialannnnn kammmuuuu Gaaaaaaa!!!!",teriak Olivia marah.
...***...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih...