Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Sebuah Keraguan


__ADS_3

Happy Reading


***


Satria terus-menerus memperhatikan seorang wanita yang ia kagumi saat ini. Wanita dengan keanggunan yang menawan di tambah dengan kecantikan paripurna.


Sam dengan sigap membantu Saga mendorong kursi roda yang Saga duduki.


"Terimakasih Sam!",ucap Saga senang.


"Sama-sama Ga",jawab Sam yang menempatkan Saga di dekatnya.


"Kenapa Kakak gak bilang kalau sudah pulang?",tanya El.


"Sebenarnya belum diperbolehkan pulang, El. Tapi, mami yang bersikukuh untuk pulang malam ini juga",jawab Saga.


"Maaf ya nak Saga, tante dan Om belum sempat menjenguk nak Saga. Karena tante, Om dan mami kamu merencanakan ini secara dadakan. Jadi, kami tidak bisa membagi waktu yang secara bersamaan",kata Bunda menjelaskan.


"Tidak apa-apa tante. El sudah datang ke rumah sakit saja, Saga sudah senang",kata Saga melirik ke arah El.


"Ya udah, acara kita mulai dari sekarang ya jeng",kata Amira.


Ayah dan Bunda menganggukkan tanda setuju.


"Sayang, Mami pernah berkata ingin menjodohkan kamu dengan anak teman mami kan".


"Iya mi, Oliv masih ingat",jawab Olivia pasrah.


Amira mendekati Satria menunjukkan bahwa laki-laki yang akan di jodohkan dengan Olivia adalah Satria. "Ini dia, laki-laki yang pas buat kamu!",kata Amira bahagia mengatakan bahwa Satria adalah calon mantu idaman.


Glek.


Olivia tercengang dan melotot tidak percaya bahwa Satria adalah calon laki-laki yang mami inginkan. "SAT-RIA mi",kata Olivia terbata-bata.


Amira mengangguk kepala yakin, bahwa Satria adalah calon untuk Olivia.


"Bukankah dia sudah punya Raina?",tanya Olivia mempertanyakan hubungan Satria dengan Reina, teman kantor Satria.


"Benarkan yang aku bilang. Kak Oliv pasti tidak percaya kalau Abang tidak punya hubungan apa-apa sama teh Raina",lirih El kesal karena tidak mau Olivia sakit hati untuk kedua kalinya.


"Memang abang Satria suka sama teh Raina?",tanya Saga yang mendengar ocehan El.


"Tidak tahu. Abang Satria aja yang terlalu gengsi sama teh Raina",jawab El yang hanya melihat Satria mati kutu dihadapan Olivia.


"Aku sama Reina masih sebatas teman, Liv. Tidak ada hubungan apapun sama orang lain",jawab Satria gugup.


"Masih sebatas teman hari ini. Besok, besoknya lagi, besoknya lagi, lusa apakah sama perasaan kamu sama dia?",tanya Olivia sarkas.

__ADS_1


Satria menundukkan kepala tanda tidak mengerti. "Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah percaya sama aku, Liv. Karena hati kamu sudah kamu tutup sendiri dari orang lain. Dulu memang aku selalu dianggap PHPin orang. Padahal aku tidak pernah PHPin siapapun. Mereka aja yang terbawa perasaan".


"Apa?. Mereka terbawa perasaan, karena seorang wanita menggunakan hatinya sedangkan seorang laki-laki menggunakan otaknya. Makanya, aku tidak mau menjadi korban salah satu dari wanita tersebut",jelas Olivia.


Amira kesal melihat sang putri terus-menerus mengoceh tidak karuan. "Stop!. Mami ngajak kamu kesini bukan untuk berdebat. Tapi untuk berkenalan Liv",cegah Amira.


"Tapi Mi?",sahut Olivia.


Amira memberikan isyarat supaya Olivia diam dan tidak banyak protes. "Maaf saya ya Jeng, anak saya selalu keras kepala?",kata Amira kepada Melati karena tidak enak hati.


"Tidak apa-apa Jeng. Biasa mereka hanya berdebat kecil-kecilan. Apakah kamu juga begitu sayang, El?",sindir Bunda.


"Ha... Kok jadi El yang dibawa-bawa sih Bun",sahut El.


"Malah lebih parah Bun dari ini",kata Sam yang ikut menjawab.


El tidak terima dengan Sam, ia melakukan serangan fajar yaitu mencubit pinggang Sam. Sam meringis kesakitan dan meminta maaf.


Melati tersenyum manis melihat duo sejoli sedang kasmaran itu. "Sayang Satria dan nak Olivia, bunda tahu bagaimana kita marah dan kesal sama seorang laki-laki, apa lagi seorang laki-laki seperti Satria. Bunda tahu bagaimana Satria menjalin hubungan dengan seorang wanita. Dia selalu bercerita dan mengajak orang yang spesial untuk berkenalan dengan keluarganya. Dan untuk hubungannya dengan nak Raina, bunda tidak tahu. Soalnya Satria tidak pernah bercerita soal dia. Bunda dan Om tidak pernah memaksa kalian untuk menyetujui perjodohan ini. Kami hanya ingin memperkenalkan kalian lebih dekat lagi. Kalau jodoh Alhamdulillah, tapi kalau tidak jodoh tidak masalah",jelas Melati panjang lebar.


"Maafkan saya tante. Saya tidak bermaksud untuk menolak maupun menyetujuinya. Hanya saja, kita belum mengenal satu sama lain. Cuma Oliv terlalu syok ternyata laki-laki yang dijodohkan adalah anak tante",tutur Olivia.


"Tidak apa-apa sayang. Kami paham. Bagaimana anak-anak jaman sekarang. Kamu juga sudah mengenal tante, tapi belum sepenuhnya. Kami hanya ingin anak-anak kami bahagia dengan versi mereka sendiri. Contohnya anak tante El, dia pernah dilamar oleh kakaknya Sam dan temannya dari Satria. Kami menanyakan kepada El, apakah setuju ataukah tidak. Tapi nyatanya dulu El menerimanya. Tapi, hubungan dengan kakaknya sudah kandas beberapa tahun yang lalu. Karena El memilih nak Sam. Karena El tahu, bagaimana Sam berjuang untuknya dan untuk hubungannya itu",ungkap Bunda.


"Iya tante. Karena Oliv sudah mengenal El. Berikan waktu kepada saya untuk memutuskan ini semua tante?",saran Olivia.


"Lalu bagaimana saya menjawabnya tante?".


"Berikanlah Satria sebuah pilihan nak Oliv".


"Maksudnya pilihan apa ya tante?".


"Sebuah pilihan mana yang Satria pilih. A, B ataukah C. Silahkan mengajukan pilihan itu sendiri. Pilihannya tergantung nak Oliv",kata Melati. "Karena laki-laki itu harus tegas dalam memilih apapun itu. Termasuk nak Olivia".


"Ok tante. Saya akan memikirkan pilihan itu. Tapi tidak sekarang. Karena hari ini saya benar-benar tidak bisa memikirkan apapun".


"Tidak apa-apa sayang. Tidak masalah".


"Ya sudah, acara hari ini cukup sampai disini. Acaranya buat tegang saya. Waktunya kita makan-makan ya?",cicit Amira. Ia segera memanggil pelayan untuk segera menyiapkan hidangan makan malam.


Dua keluarga itu menikmati makan malam yang mengasyikkan dan Sam tidak henti-hentinya memperlakukan El seperti seorang ratu.


*


*


*

__ADS_1


Pagi Hari


El dan Dino sedang meregangkan otot-otot yang kaku dihalaman apartemen. Sella yang sudah lama tidak berkunjung ke apartemen, tiba-tiba muncul didepan mata El.


"Kemana aja kamu?",tanya El karena Sella yang begitu cuek.


Sella hanya tersenyum manis. "Maaf-maaf, tadi malam aku ada acara sama keluarganya Kak Alan".


"Keluarganya Kak Alan datang kesini?".


"Hmmmm.....'. Sella yang sumringah membuat El semakin curiga. Ia memperlihatkan sebuah cincin berlian pemberian dari mamanya Alan.


El memegang jari jemarinya Sella. Ia menebak bahwa Sella sedang pamer. "Biasa aja!",ucap El melepaskan cincin berlian Sella. Ia kemudian melentik-lentikkan jari jemarinya supaya Sella sadar.


Sella melongo tidak percaya dan langsung memegang tangan El. "Ya ampun, cantik banget!",kagum Sella.


"Aku juga punya, Sel. Makanya jadi orang tidak usah sombong- sombong",sahut El sadis. "Kapan acara pernikahan kamu dengan Kak Alan?".


"Sebulan lagi. Dan akan digelar di ballroom hotelnya Kak Alan. Bagaimana menurut kamu?",tanya Sella yang manja menyenderkan dagunya di bahu El.


"Ide yang bagus. Bukankah impian pernikahan kamu seperti di film-film yang berkonsep garden party",cicit El.


"Iya sih. Tapi, keluarganya Kak Alan takutnya cuaca tidak mendukung El. Jadi kita memiliki ballroom yang akan diubah menjadi hutan. Itu sih pendapat dari keluarga Kak Alan",jelas Sella.


"Tidak apa-apa Sel. Di outdoor maupun di indoor itu tidak masalah. Yang penting pengantinnya bahagia dengan pernikahannya. Pernikahan impian yang tidak akan terulang kembali dalam semasa hidupnya".


Sella merangkul El dari belakang. "Kamu benar-benar sahabat aku yang paling baik... baik... baik... baik. Dan kemarin aku sudah mengabari Aurel untuk pulang ke Jakarta",kata Sella.


"Siap. Dony dan Jasmine bagaimana?".


"Kalau Dony dan Jasmine, itu bagian kamu".


"Kenapa tidak di share di grup. Aku dan Dony sudah baik-baik aja Sel. Kamu jangan mancing-mancing lagi!.",keluh El.


"Karena aku ingin mengetes kamu El. Siapa tahu kamu mengenang masa lalu. Biasanya ketika kita mau menikah, maka masalah masa lalu akan datang secara tiba-tiba. Dan kamu harus waspada itu. Entah kamu yang tergoda atau Sam yang tergoda",pesan Sella yang membuat El ketakutan.


"Kamu jangan mengada-ada Sel. Semua orang itu punya masalah masa lalu".


"Aku tahu itu El, tapi biasanya akan terjadi seperti itu ketika kita mau memulai hidup baru dengan pasangan kita",oceh Sella.


El terdiam sejenak. Ia ingat betul apa yang terjadi pada Sam kemarin. Karena Sam bertemu kembali dengan masa lalunya yaitu Jelita. Apakah itu yang dinamakan pertanda?.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2