Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Seminar Yang Berkesan


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


Di Kampus.


Saga sudah menjadwalkan seminar di salah satu kampus ternama. Ia sedang berada di ruang tamu kampus. Semua para dosen memberikan salam dan jamuan yang sangat ramah.


"Senang bisa berkenalan dan berjumpa dengan tuan Saga!",ucap salah satu dosen wanita yang mengagumi ketampanan an kepintarannya.


"Saya juga merasa terhormat bisa menjadi salah satu tamu acara seminar ini Bu!!",kata Saga.


Para dosen dan Saga bertukar pikiran tentang marketing dan bisnisnya. Ia sangat antusias dengan pembicaraan yang mengenai bisnis, karena ia sangat cerdas dalam mengamati marketing pasar dan berpikir luas dalam segala hal.


Salah satu panitia dalam penyelenggaraan mempersilahkan tamu kehormatan untuk memasuki podium.


Saga sudah tersenyum lebar menyapa seluruh para mahasiswa yang sudah berkumpul di kursi-kursi. Para tamu sangat padat dan riuh karena mereka sangat antusias akan bertemu dengan pembisnis yang sangat sukses di kancah dunia.


Salah satu panitia memberikan isyarat kepada salah satu perempuan yang sedang memandang para tamu. Sebut aja Amira. "Aqila... Aqila... woi Aqila....!",panggil Amira setengah berbisik menyadarkan lamunan Aqila tetapi Aqila sendiri masih melamun.


Saga mendengar panitia wanita itu sedang memanggil sebuah nama yang tak asing baginya beberapa malam hari ini. Aqila, apakah itu anak dr. Smith?. Kenapa pendengaranku selalu mendengar namanya terus menerus?. Apakah sedang tidak beres telingaku! batin Saga. Lalu Saga ingin fokus memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang hadir di siang hari ini. Tetapi matanya tetap melirik panitia yang mereka panggil dengan sebuah nama Aqila. "Selamat siang semuanyaaaaaa!!!!!",sapa Saga penuh semangat.


"Selamat siang pak!!!".


"Ok, siang ini saya sangat terhormat karena menjadi tamu di universitas ini. Kita mulai sekarang ya!!. Kalian pasti sudah mengenal saya sebelumnya!!",kata Saga.


"Belum pak!!!".


"Oh ya... Ok saya akan perkenalkan diri saya. Tapi tunggu dulu, apakah dari semua mahasiswa ini ada yang mengetahui siapa saya dan nama saya?. Kalau ada, saya akan memberikan sebuah buku karya milik saya plus tanda tangan. Dan saya akan memilih perwakilan dari kalian hanya 5 orang saja. Dan salah satu dari lima orang akan dinner bersama saya, eksklusif....!",jelas Saga yang membuat riuh dan gaduh di ruang aula universitas.


Seluruh mahasiswa mengangkat tangan ingin menjawab dan memberi tahukan siapa tamu di siang hari ini.


Saga bertepuk tangan supaya seluruh mahasiswa diam dan tidak membuat kegaduhan. "Ok, saya akan mengutus anak buah saya untuk memilih kalian. Ok, di pertemuan pertama kita, saya akan membahas bisnis yang saya jalankan selama ini... Sayaaaa......

__ADS_1


Saga bercerita bagaimana ia mengembangkan seluruh bisnis dari awal sampai ia sukses selama ini.


Satu jam berlalu Saga memberikan arahan, motivasi dan cara bertahan di bisnis yang sedang banyak para pesaing dari manapun.


"Tepuk tangan buat beliau.....!",kata Salah satu dosen yang mengambil pembicara sebagai penutup.


Saga duduk di antara dosen. Ia mendekatkan kepalanya supaya berleluasa bertanya kepada dosen. "Maaf Bu, boleh saya tanya sesuatu?",tanya Saga.


"Boleh pak. Silakan!!!".


"Berapa panitia dalam menyelenggarakan seminar ini?",tanya Saga mencari alasan yang masuk akal supaya para dosen tidak curiga.


"Hanya beberapa saja pak. Kita hanya fokus kepada acaranya, kasihan nanti kalau kita memakai panitia terlalu banyak. Karena, mungkin mereka tidak fokus kepada inti acara, malah berfokus kepada seminarnya!",jelas Dosen.


"Bisa jelaskan nama-nama kepada saya Bu?".


"Oh bisa pak. Lalu buat apa ya pak?",tanya Dosen.


"Hanya buat pembukuan dalam jurnal saya. Karena saya sangat menghargai prestasi mereka karena membuat seminar ini berjalan dengan lancar!",jawab Saga cerdas.


"Ayahnya seorang dokter!!". Apakah dr. Smith yang dosen maksud itu! batin Saga dalam hati.


"Iya pak. Dr Smith namanya. Beliau juga lulusan terbaik disini!!!".


Apaaa, anaknya dr. Smith. Oh my God... ucap Saga yang terus menerus memandang wanita yang sedang mengobrol dengan temannya. Saga memikirkan sebuah ide yang sangat brilian. "Terimakasih banyak pak. Tapi, saya boleh meminta sesuatu lagi?".


"Apa pak?".


Saga berbisik di telinga salah satu dosen tersebut. Ia berharap permintaannya dapat terkabul.


Akhirnya acara seminar selesai. Saga dan ajudan kembali ke ruang tamu yang ada di universitas.


"Bagaimana strategi kita?",tanya Saga setengah berbisik kepada ajudan yang bernama Todi.

__ADS_1


"Beres pak, sesuai rencana. Tadi saya juga sempat tanya sama salah satu dosen, dan saya juga memilih dia pak!".


"Ok. Kita tunggu saja!!",ucap Saga tekat ingin berkenalan sama wanita tersebut.


Para dosen dan para pemenang pilihan 5 orang dan tidak lupa para panitia semua berkumpul di ruang tamu. Saga memberikan salam dan selamat kepada para pemenang.


Saga memberikan sebuah merchandise yang di bungkus di paper bag. "Terimakasih telah ikut dalam berpartisipasi dalam acara ini!!!". Saga tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih.


Dan disinilah Aqila memandang seorang laki-laki tegas, disiplin dan dengan kegantengan di atas maksimal. Ia memandang cara berbicara dan bertatap muka dengan semua orang. Semua benar-benar sempurna. Kata teman namanya Saga Rahardian, seorang pembisnis sukses di kancah dunia. Dengan prestasi yang sangat luar biasa. Nama yang tak asing baginya, tapi juga membuat ia minder dalam bertatap muka dengannya. Senyuman yang membuat seluruh wanita manapun akan di buat terpesona dengannya. Jantung Aqila tiba-tiba berdetak tidak seperti biasanya, saat mata mereka bertemu dengan tidak sengaja.


Amira menyenggol bahu Aqila yang tidak fokus terhadap seseorang yang sedang berdiri dihadapannya. "Aqila... Aqila...!",bisik Amira.


Aqila tersadar akan hipnotis yang Saga berikan kepadanya. "Iya!". Aqila langsung malu dan canggung berhadapan langsung dengan seseorang laki-laki tersebut.


Saga memberikan paper bag dengan cara menyodorkan dihadapan Aqila. Dan Aqila menerima dan mengucapkan terimakasih.


"Senang bisa berkenalan dengan anda, nona Aqila...!",ucap Saga setengah berbisik.


Suara itu?. Suara yang tak asing bagiku?. Tapi, dimana aku pernah mendengarkan suara itu?. "Iya pak Saga Rahardian!".


Todi memberikan sebuah bisikan kepada dosen karena ini adalah rencana Saga yang akan ada salah satu pemenang yang akan berkesempatan makan malam bersamanya.


Dosen itu mengerti akan maksud Todi. Dosen tersebut akan memberitahukan kepada para panitia. "Yang akan mendapatkan kesempatan makan malam bersama Bapak Saga Rahardian adalah..........".


Dan disinilah para panitia berharap banyak dan ingin berkesempatan makan malam bersama seseorang laki-laki yang mereka anggap sempurna.


"Dialahhhhhh Aqila Smith.....!",sambung dosen.


Aqila tercengang tidak percaya bahwa namanya disebut dengan sangat keras. Ia sampai menutup mulut karena akan makan malam bersama laki-laki yang tidak ia kenali.


Saga tersenyum manis melihat ekspresi gadis yang saat ini sedang terkejut dengan pengumuman itu. Dan Saga ingin menaklukkan hatinya.


...***...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...


__ADS_2