
Happy Reading.
***
Beberapa jam kemudian.
"Kamu tidak istirahat?",tanya laki-laki itu.
"Saya tidak mengantuk",jawab El singkat. "Oh...ya tuan,tadi di kursi saya ada sebuah kotak, apakah itu milik tuan?",tanya El.
"Kotak?",tampak berpikir keras. "Kotak apa ya?. Soalnya saya dari tadi istirahat?",jawabnya.
"Owh...begitu. Saya juga gak tahu kotak apa. Tapi saya tadi sudah minta tolong sama pramugarinya untuk mengumumkan berita kehilangan. Semoga ketemu sama pemiliknya!",kata El.
"Kenapa kamu tidak buka dulu aja?",tanya laki-laki itu lagi.
"Itu bukan hak saya. Karena saya tidak merasa punya kotak itu",jawab El.
Laki-laki itu menganggukkan kepalanya tanda setuju. "Kamu sangat jujur sekali. Kalau kamu butuh bantuan, kamu bisa datang ke kantor saya?",ucap laki-laki itu sambil memberikan kartu nama.
"Terimakasih",ucap El sambil menerima kartu nama tersebut. Nanuel, nama perusahaan yang lucu batin El.
"Sama-sama",jawab laki-laki itu. "Kalau aku melihat kamu, aku seperti melihat seseorang yang dulu aku kenal",lanjutnya.
El langsung menoleh kearah laki-laki itu. "Maksudnya?",tanya El bingung.
"Karena kamu sesosok yang sangat jujur, baik dan pintar. Kamu seperti dia",jawab laki-laki itu.
"Setiap manusia ditakdirkan dengan berbeda-beda. Kadang kita hidup dengan sebuah prinsip, tapi kadang gara-gara sebuah prinsip itu bisa mendatangkan kehancuran bagi kita",kata El tiba-tiba.
"Pernah mengalaminya?",tanya laki-laki itu.
"Pernah. Mungkin bisa dikatakan senjata makan tuan!",ucap El.
"Kok bisa?",tanya laki-laki itu.
"Karena kita tidak tahu takdir kita",jawab El.
"Dan kamu menyalahi prinsip kamu sendiri?",tanya laki-laki itu balik.
"Gak juga sih. Tapi lebih tepatnya, menyalahkan keadaan",jawab El.
"Kok bisa keadaan yang disalahkan?. Keadaan tidak pernah salah?",kata laki-laki itu.
"Kenapa?. Emang keadaan yang salah?. Kalau dulu saya gak bicara soal jatuh hati, mungkin tidak akan seperti ini".
__ADS_1
"Kamu ingin tahu siapa yang salah?",tanya laki-laki itu.
El menganggukkan kepalanya. "Siapa?".
"Yang salah, kamu sendiri".
"Lho kok aku ?",tanya el heran.
"Coba kamu tanyakan pada diri kamu sendiri, apakah kamu konsisten sama prinsip kamu itu sendiri?",kata laki-laki itu.
Diam. El memilih untuk mencerna kalimat yang diucapkan laki-laki itu.
"Jangan pernah menyalahkan orang lain, apa lagi menyalahkan keadaan. Coba kita introspeksi diri dulu sebelum bertindak. Apakah benar atau salah",kata laki-laki itu.
El masih mendengar dengan jelas.
"Saya pamit dulu ke toilet?",pamit laki-laki itu.
El cuma melihat punggung laki-laki itu semakin menjauh. Ia seperti melihat seseorang yang ia sangat rindui entah itu siapa.
Tiba-tiba pramugari menyadarkan dari lamunan El. "Bu?", panggil pramugari cantik itu.
El seketika menoleh kebelakang. "Iya Kak".
"Maaf sebelumnya, kotak yang ada di kursi ibu ternyata tidak ada yang memiliki. Mungkin kotak ini buat ibu dari seseorang",ucap pramugari sambil memberikan kotak misterius itu lagi.
"Udah Kak, buka aja. Mungkin itu rezeki dari hamba Allah!",kata seseorang ibu yang duduk di belakang El.
"Tapi bu, saya tidak mau kalau ini salah sasaran. Saya takut aja nanti orang yang punya kotak ini mencarinya",seru El.
"Tapi buktinya tidak ada yang mau mengakuinya kan!",sahut ibu itu.
El semakin penasaran dengan kotak misteriusnya. Ia kemudian mulai yakin untuk membukanya berkat dorongan ibu-ibu yang duduk di belakang. Ia membuka kotak misterius itu penuh hati-hati. Ia merobek pelan kertas kado, setelah terbuka sepenuhnya ternyata ada kotak kecil lagi di dalamnya. "Dibungkus lagi?",keluh El yang melihat kotak misterius itu di balut dengan kertas kado lagi.
Beberapa menit kemudian.
El mengeluh kecapekan karena membuka beberapa bungkus kotak misterius itu lagi. Ia melihat kursi disampingnya sudah terlalu banyak kertas kado robekan bekas kotak itu. Tetapi, ia semakin penasaran dengan isinya. Dengan sekuat tenaga ia buka lagi. Dan ternyata ini adalah kertas kado yang terakhir. Ia melihat sebuah kotak yang berwarna hitam. Ia membukanya dengan pelan-pelan, dan.........
El mengganga tidak percaya melihat isi kotak hitam itu. Sebuah cincin Permata yang sangat cantik.
Ia mencoba mengatur nafasnya pelan. Ia tidak menyangka bahwa cincin yang selama ini ia sematkan di jari manisnya itu, kembali hadir di depan matanya.
Ia mengambil cincin itu dari dalam kotak. Disitu masih terukir sebuah nama yang selama ini ia coba untuk lupakan tetapi selalu gagal.
Air mata El menetes dipipi manisnya. Ini terlalu indah, apakah ini semua hanya sebuah mimpi yang indah.
__ADS_1
Ia langsung mengingat seseorang yang duduk disampingnya tadi. Sudah beberapa menit yang lalu ia tak kunjung kembali. Ia menutup kotak cincin itu. Ia berjalan kearah toilet dan mengetuk pintu toilet tersebut, tetapi tidak ada yang menyahutnya.
Seorang pramugari datang memberikan bantuan.
El menangis didepan pintu toilet.
"Ada yang bisa saya bantu Kak?",tanya salah satu pramugari itu.
"Saya mau tanya Kak, dimana laki-laki yang duduk bersama saya tadi. Dari tadi beliau tak kunjung kembali?", tanya El sambil terisak-isak.
"Maaf Kak. Laki-laki yang mana yang sedang anda tanyakan?",tanya pramugari itu lagi.
"Kak jangan bohongin saya, saya harus bertemu dengan laki-laki tadi. Saya mohon!",ucap El memaksa.
"Maaf Kak. Sebaiknya Kakak duduk ya, soalnya pesawat sebentar lagi mau landing?",kata pramugari itu.
"Tapi saya mau mencari laki-laki itu Kak. Saya mohon?",kata El memohon.
"Iya nanti kita cari sama-sama. Tapi, lebih baik Kakak duduk dulu",perintah pramugari.
El langsung berjalan ke tempat duduk. Ia duduk dengan perasaan yang kalut. Ia menyematkan ikat pinggangnya. Apa maksud dari semua ini?. Apa yang kamu inginkan sekarang?. Aku mohon, jangan seperti hantu yang selalu menghosting hidupku?. Aku lelah dengan semua ini, apa kamu tahu? batin El didalam hati. Ia menyandarkan punggungnya sambil melihat kearah luar jendela.
Akhirnya pesawat landing dengan sempurna. El segera menyalakan koneksi internetnya. Ada beberapa pesan yang masuk. Tetapi ada salah satu pesan yang menarik perhatiannya. Sella.
Ia segera membuka pesan dari Sella.
Sam_el17:
"Terbanglah setinggi awan, karena aku tidak akan pernah takut terjatuh sebab aku sedang bersamamu saat ini!".
"Itu status terakhir Sam, El!. Apakah dia sedang bersamamu?".
Sella.
El segera membuka galerinya. Ia mencari hasil potretnya saat tadi ia terbang. Iay benar, hasil potretannya sama persis apa yang dia foto tadi.
El langsung menangis sejadi-jadinya.
Hiks.... hiks.... hiks....
"Jadi laki-laki itu adalah Sam!",bisik El tidak percaya.
***
__ADS_1
Jangan lupa komen, like dan vote.
Terimakasih.