Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Sakit Tapi Tidak Berdarah


__ADS_3

Happy Reading.


***


El tercengang melihat layar ponsel. 56 panggilan tak terjawab.


"Mampus aku!",ucap El lemas. Lalu ia segera menghubungi nomer Bunda.


Tut... Tut... Tut... Tut....


Kok tidak diangkat-angkat sih! keluh El sambil melihat layar ponsel. Ayo Bunda, tolong di angkat! Pinta El berkali-kali berjalan mondar-mandir.


"Assalamualaikum!",sapa Bunda.


Lega. Akhirnya bunda mengangkat telepon darinya. "Walaikumsalam Bunda. Bunda sudah tidur?",tanya El tidak enak.


"Bunda tadi baru ke kamar mandi. Bunda kecewa El sama kamu!",jawab Bunda dingin.


"Pasti Bunda sudah melihat berita ya?. El benar-benar minta maaf Bunda. El tidak bermaksud menyakiti hati bunda!",ucap El lemah, air mata yang ia bendung sudah tidak tahan lagi.


"Tapi hati bunda sudah sakit El. Kemarin Tante Violla menelepon bunda, bunda kaget karena kamu dan Sam berulah lagi. Apa mau kamu sayang?. Kenapa kamu dan Sam menentang pertunangan Sam dan Laura?",tanya Bunda kecewa.


El menangis tersedu-sedu. Ia menutup mulutnya supaya sang Bunda tidak mendengarnya. "Bunda, tolong dengarkan El dulu?",kata El.


"Bunda sudah mendengarnya kemarin dari Tante Violla. Malah Tante Violla menjelaskan secara detail!",sambung Bunda.


"Bunda tidak percaya sama El?",tanya El dengan nada gemetar.


"Sayang, bunda membesarkan kamu penuh kasih sayang. Bunda dan ayah sangat menyayangi anak-anaknya hingga nanti bunda dan ayah sudah tidak ada disampingnya. Suatu saat kamu juga akan merasakan menjadi orangtua, bagaimana kalau anak kita menjadi anak yang membangkang?. Apa yang akan kamu lakukan sayang?",ungkap Bunda.


El menggelengkan kepalanya beberapa kali. Hatinya hancur telah membuat bunda dan ayahnya kecewa. "Maafkan El, Bunda. El menyesal untuk itu. El tidak mau menjadi anak yang membangkang. El mohon, maafkan El, bunda?",mohon El sambil terisak-isak.


"Itu bukan cinta, El. Itu hanya sekedar obsesi. Kalau Sam benar-benar sangat mencintai kamu, dia akan menjaga kamu sampai dia benar-benar siap untuk menjadi suami kamu. Dulu pada saat kamu dilamar oleh Sam, bunda setuju. Tapi, kali ini Bunda benar-benar sangat kecewa sama keputusan kalian. Karena Sam maupun Edwan tidak menepati janjinya untuk kejenjang yang lebih serius!",jelas Bunda.


El hanya terisak menyesali kesalahan dan keputusan yang ia ambil. Ia benar-benar menyesal akan hal itu. "Iya bunda. El paham. El akan meninggalkan Sam untuk kesekian kalinya!",kata El tegas.


"Bunda tidak ingin jika kamu menikah, kamu tidak mendapatkan restu dari kedua orangtua kamu maupun mertua kamu. Restu adalah sebuah doa yang tulus dari hati. Yang tidak bisa dibayar pakai apapun itu".


"Iya Bunda, El paham. Maafkan El, bunda?",mohon El.


"Ya sudah, sudah malam. Bunda mau istirahat dulu!. Assalamualaikum!",pamit Bunda yang langsung mematikan ponselnya secara sepihak.


El lemas, ia terjatuh di samping kursi yang ada di balkon. Ia tidak menyangka bahwa perbuatannya tadi malam membuat kedua orangtuanya terluka dan kecewa atas keputusan yang diambil.


Saga yang sedari tadi berdiri disamping tembok merasakan hatinya terluka. Ia melihat El menangis untuk kesekian kalinya hanya karena ulah Sam yang mengambil keputusan yang membawa dampak negatif buat El. Andai kamu tahu El, hati hancur bila melihat kamu menangis seperti ini. Andai kamu tahu juga, aku masih mengharapkanmu untuk menjadi milikku. Tapi, aku tidak akan mendapatkan kesempatan itu karena hati kamu hanya milik Sam seorang.


Tiba-tiba pintu kamar ruang tamu terbuka menandakan seseorang akan ada yang keluar. Saga segera bersembunyi supaya tidak ketahuan. Sam keluar dari kamar tamu, ia masih mengenakan baju piyama yang berwarna abu-abu. Ia berjalan kearah dapur.


Saga segera keruang tamu lagi untuk menunaikan ibadah.


Sam melihat Yasmine yang sedang sibuk memasak. Ia segera duduk di pantri sambil menuangkan air putih. "El dimana?. Tumben dia tidak memasak?",tanya Sam tanpa basa-basi terlebih dulu.

__ADS_1


Yasmine melirik sekilas. "Eh Kak Sam, Kak El tadi sedang menelepon bundanya di balkon!",jawab Yasmine.


Sam segera meneguk air putih dan mencari keberadaan El. Karena ia sudah merindukannya. Ia menemukan El sedang duduk tertunduk di lantai yang entah sedang apa. "El...!",panggil Sam dengan lembut.


El diam tidak menjawab, ia masih menundukkan kepalanya di kursi.


"El... El... El... !",panggil Sam beberapa kali, tetapi El masih diam. "Kamu baik-baik sajakan?",sambungnya. Ia menepuk bahu El supaya El merespon.


Tetapi El langsung menepisnya dengan kasar. Ia memandang mata Sam dengan tajam. "Sekarang kamu puas menghancurkan hati keluargaku!",kata El dengan nada tinggi. Ia sudah benar-benar kehilangan arah dan tujuan.


Sam tercengang mendengar perkataan El. "Kamu menangis?",tanya Sam yang melihat pipi El masih basah. Ia duduk berjongkok mencoba menghapus air mata El, tetapi tangannya selalu ditepis oleh El.


"Apa maksud kamu, El?. Sepertinya tadi malam kita masih baik-baik saja!",cicit Sam.


"Tadi malam kan, bukan sekarang!. Sekarang bunda dan ayah marah sama aku, apa kamu berani tanggung jawab dengan semua ini. Gara-gara konferensi pers kemarin, mereka kecewa sama aku. Kamu puas sekarang, Sam!",bentak El marah. Air matanya menetes tidak ada hentinya.


"Kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik, El!",tawar Sam.


El berdiri tepat di depan Sam. "Baik-baik maksud kamu bagaimana?. Mereka sudah kecewa apa yang kita buat, kamu mau apa lagi sekarang!. Karena keegoisan kita, orangtua kita kecewa sama kita!. Andai waktu bisa aku putar Sam, aku tidak mau mengenalmu sedikitpun!",kata El dengan amarah yang sudah tidak bisa di kontrol.


"Apa!. El, kita bisa bicarakan ini dengan kepala dingin?",mohon Sam.


"Tidak bisa Sam. Karena hati orangtuaku hancur, maka hatiku lebih hancur mendengarkan itu!. Mendengarkan bahwa ternyata aku dan kamu tidak akan pernah satu level, aku selalu di bawah level kamu!",ucap El sambil menangis. Lalu ia pergi meninggalkan Sam tapi baru beberapa langkah El berhenti. "Lebih baik, kita putus!. Karena aku sudah tidak bisa bersama kamu lagi!",ucap El sambil meletakkan cincin pertunangan di meja dekat jendela.


Sam terkejut dengan pernyataan El, sebegitu mudahkah El mengucapkan kata putus. Ia hanya melihat El semakin menjauh dari pandangannya. Apakah ini yang dinamakan sakit tapi tidak berdarah?.


Dony, Raina, Tamara, Saga dan Yasmine tercengang melihat pertengkaran mereka tiba-tiba.Mereka melihat Sam mengusapkan wajahnya dengan kasar.


Disisi lain El masuk kedalam kamarnya. Ia bersandar di depan pintu kamarnya sambil menangis tersedu-sedu, lalu ia duduk di bawah meratapi nasibnya. Hiks... Hiks... Hiks...


Sam mengusap wajahnya dengan kasar, ia frustasi akan perubahan sikap El secara tiba-tiba. Tadi malam ia masih saling menyayangi, tetapi di pagi hari ini sikapnya jauh berbeda dari sebelumnya. "Ih....!",teriak Sam marah.


Dony mau menenangkan hati Sam tetapi di cegah oleh Saga. "Biarkan dia sendiri dulu, Don!. Dia sedang butuh waktu!",kata Saga.


Dony lalu menghentikan langkahnya. Benar kata Saga, mungkin saat ini Sam sedang butuh waktu.


"Ya sudah, lebih baik kita bersihkan badan kita dulu!. Nanti kita bahas di ruang tengah!",pinta Raina.


"Baik teh",jawab mereka kompak.


***


Sam keluar dari apartemen. Ia ingin mencari udara segar sambil berlari kecil untuk menjernihkan pikiranya supaya tidak terlalu stress memikirkan sikap El yang dingin itu. Ia membayangkan kejadian tadi pagi setelah ia dari balkon, ia berpapasan dengan El tetapi El tidak menjawab sapaannya. Apa yang membuat kamu berubah secara dratis seperti ini, El?. Apakah aku berbuat salah sama kamu. Bukankah membuat konferensi pers kemarin itu adalah solusi terbaik buat hubungan kita, tapi kenapa hubungan kita malah hancur lebur seperti ini?.


Raina, Yasmine, Tamara, Saga dan El baru saja keluar dari gedung apartemen.


Sam segera menghampiri mereka berlima. "Kalian mau kemana?",tanya Sam mencoba baik-baik saja.


"Kita mau belanja dulu, Sam. Buat oleh-oleh yang ada di rumah. Kamu ikut tidak?",tanya Raina.


Sam langsung mengalihkan perhatiannya kepada El yang menyilangkan tangannya di depan dada. Dia melihat Sam acuh tak acuh. Ia menghela nafas kasar. "Tidak usah teh. Soalnya ada hal penting yang harus segera di selesaikan!",jawab Sam yang tidak mengalihkan perhatiannya kepada El.

__ADS_1


Dony yang mengendarai langsung berhenti di depan gedung apartemen.


"Ya sudah, kita belanja dulu ya?. Jangan lupa, nanti malam kita sudah pulang ke tanah air?",ucap Raina.


"Baik teh. Nanti malam aku pasti sudah di apartemen!. Have fun teh dan semuanya!",ucap Sam dengan senyum yang di buat manis padahal hatinya sekarang sedang hancur-hancuran.


Mereka berlima masuk satu persatu.


"Kita duluan ya, Sam!",pamit Dony.


"Iya Don. Hati-hati ya?".


"Oke, siap. Assalamualaikum!".


"Walaikumsalam!",jawab Sam yang melihat mobil yang dikendarai Dony hilang dari pandangan. Ia segera menghubungi seseorang.


Disisi lain El menyandarkan punggungnya sambil memasang headset di telinganya mendengarkan lagu.


(Soundtrack lagu : Bagaimana kalau aku tidak baik-baik By Judika).


***


Di salah satu pusat kota yang terkenal di New York adalah kota sejuta brand ternama, mereka berbelanja dengan gembira. El yang dari awal hanya di habiskan buat melamun dan tidak fokus dengan tujuan hari ini.


"Kamu belum belanja?",tanya Saga memastikan bahwa El baik-baik saja.


"Belum Kak. Belum ada yang cocok!",jawab El bingung.


"El, aku tahu ini berat buat kamu. Tapi, kamu harus melanjutkan hidup kamu seperti sediakala. Aku tidak mau melihat kamu seperti ini, hilang arah dan tujuan",kata Saga. Mereka berjalan beriringan. Saga memasukkan kedua tangan kedalam saku jaketnya.


"Aku sebenarnya ingin sendiri dulu Kak, menenangkan pikiranku. Tapi, aku mempunyai janji sama Dony akan mengantarkan mereka ke bandara. Aku tidak boleh menyia-nyiakan mereka pada saat mereka ada di sini".


"Berarti ini semua beban buat kamu!".


"Bukan, ini bukan beban buat aku. Yang buat aku memikul beban berat adalah hubungan aku dan Sam saat ini. Aku harus bagaimana supaya, aku memutuskan ini semua dengan Sam. Tadi aku benar-benar syok mendengar Bunda kecewa sama aku. Bunda dan ayah, benar-benar bahkan sangat amat kecewa sama aku. Aku tidak bisa seperti ini Kak?. Aku harus bagaimana?",kata El sambil terisak-isak.


"Aku kira setelah kalian melakukan konferensi pers hubungan kalian akan langgeng, tapi kenyataannya berbanding terbalik sama ekspektasi ku. Aku sadar, Sam memiliki segalanya tapi apakah dia bisa hidup tanpa kamu?",tanya Saga.


"Harus bisa Kak. Aku dulu melewati beberapa tahun tanpa Sam, buktinya, aku dan dia bisa",jawab El berbohong padahal hatinya selalu memanggil nama Samuel.


"El, apakah ini terlalu cepat kamu memutuskan hubungan kamu dan Sam. Soalnya baru tadi malam kalian memberitahukan kabar baik tentang hubungan kalian, tapi di pagi hari kalian harus bertengkar seperti ini?",kata Saga.


"Aku sudah tidak ada lagi jalan Kak. Jalan ku, buntu. Jalan satu-satunya adalah hubunganku dengan Sam",jelas El. "Aku akan menjalani hidupku sendiri lagi tanpa dia. Andai aku tidak terikat kontrak KKN di perusahaan Sam, aku bisa leluasa keluar langsung dari perusahaan itu. Tapi, aku harus menjalani kurang dari dua minggu lagi. Rasanya aku sudah tidak tahan lagi melihat Sam di hadapanku!",sambungnya.


Saga berhenti di samping El dan El mengikutinya. Ia memegang kedua bahu El untuk meyakinkan bahwa ia bisa menjalankan KKN ini. "Aku yakin, kamu kuat El. Aku akan selalu ada buat kamu. Kapanpun kamu butuhkan aku, aku akan selalu ada buat kamu!",yakin Saga menatap kedua mata El.


El menatap kedua mata Saga dengan ragu. Ia tahu bahwa Saga adalah orang yang selalu ada buat dia.


Disisi lain ada seseorang sedang memotret beberapa kali kegiatan Saga dan El. Ia memakai jaket berwarna hitam, topi dan kaca mata hitam. Orang itu sangat misterius.


***

__ADS_1


jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.


__ADS_2