
...Happy Reading....
...***...
El mematikan ponsel dengan cepat. Wanita yang menelepon tidak mempunyai sopan dan santun. Bagaimana bisa aku bertemu sama wanita itu, perkataannya begitu tidak pantas diucapkan.
Saga datang menepuk bahu sisi kanan El. "Ada masalah?".
Ha... El terperanjat menengok ke belakang. "Astagaaaaa, Kak Saga!",seru El karena keterkejutannya.
"Maaf sudah membuat kamu kaget!".
"Aku hanya terkejut saja Kak. Kakak ngapain ada di sini?",tanya El berdiri di hadapan Saga.
"Seharusnya yang tanya itu Kakak, kamu mengapa ada di sini?. Ada masalah?".
El menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak Kak. Hanya orang salah sambung!",tutur El berbohong.
Saga menyentuh puncak kepala El dengan pelan. "Kalau ada masalah bilang sama Kakak!",pesan Saga.
Seseorang dari arah berlawanan melihat adegan yang Saga lakukan. Langkahnya terhenti tiba-tiba.dan melihat dengan sorot mata yang tajam.
"Aku tidak apa-apa kok Kak. Kakak tenang aja!",jawab El dengan senyuman yang penuh arti.
Sam menggenggam tangan dengan erat dan rahangnya mengeras melihat kemesraan mereka berdua. "Sedang apa kalian berdua?",tanya Sam membuyarkan senyuman El.
El menengok ke sumber suara. Sam pekik El dalam hati.
Tangan Saga yang masih menempel di pucuk kepala El diturunkan dengan cepat oleh El. Saga merasa ada yang janggal di antara mereka berdua.
"Sam, kamu kembali?",tanya El yang tidak di saring terlebih dahulu.
"Kalau seandainya aku tidak kembali, apa yang kalian lakukan di sini?",tanya Sam balik karena merasa kesal melihat Saga ada di antara mereka berdua.
"Bukan begitu Sam, maksud ak-".
"Tidak usah dijelaskan sama dia, El. Itu tidak penting bagi dia!",cicit Saga membalas sorotan mata Sam.
"JAGA UCAPAN KAMU!!!",bentak Sam yang sudah tidak mempunyai kesabaran.
Saga menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Ucapan ku selalu aku jaga buat menjaga harga diriku maupun orang yang ada di sampingku!",seru Saga.
"Udah... Udah!",teriak El supaya tidak ada perdebatan lagi di antara mereka berdua. "Mengapa kalian selalu bertengkar!. Bisa tidak sih, kalian baik saja dalam satu hari. Aku mohon!",pinta El.
"Aku tidak bisa mentoleransi orang seperti dia!",seru Sam menunjuk satu tangan ke arah Saga. "Dia selalu membuat reputasi ku hancur di depan semua orang. Dia juga-".
"Udah Sam. Udah",teriak El. "Seseorang mempunyai masa lalu Sam. Mungkin masa lalu kamu sangat disayangkan sekali kalau hanya ada dendam di hati kamu. Hanya kebencian yang menyelimuti hati kamu terhadap Kak Saga. Aku mohon Sam, berikan waktu dan ruang buat kak Saga menebus semua rasa bersalah dia terhadap kamu?",guman El mendekati Sam.
Sam menyunggingkan senyum tidak percaya. "Kamu selalu mengatakan hal yang sama El sama aku. Apa yang membuat kamu bersikukuh untuk mempersatukan kita lagi?. Ha..... Dia sendiri yang mulai dan dia sendiri yang harus menyelesaikan ini semua".
__ADS_1
"Sam, Kak Saga ingin menyelesaikan semuanya?".
"Lalu buat apa kamu yang maju?. Apakah kamu ingin menutupi semua kesalahan dia. Dia masih punya mulut untuk berbicara, dia masih punya lidah untuk bersuara. Apakah ada yang kurang dari itu?",jelas Sam.
Deg. Saga merasa dipojokkan.
"Kalau dia ingin menyelesaikannya, maka siap-siap reputasi dalam kariernya akan jatuh. Tanya aja sama dia, pasti dia tidak akan mau",telak Sam pada Saga.
Ha... Apakah serius itu masalahnya? pikir El keras yang mengalihkan perhatian kepada keramik yang abu-abu.
Saga tertunduk dengan kesalahan masa lalu yang membuat ia terpuruk dan terpojokkan.
"Tidak semudah membalikkan telapak tangan, El. Luka dan trauma yang aku alami bertahun-tahun akan membekas di dalam hati. Ibarat paku yang sudah tertancap ke kayu dan paku itu di tarik akan ada bekas di kayu tersebut",jelas Sam yang sudah muak dengan semua ini.
"Tapi Sam, tidak adakah sedikit pintu maaf dari kamu?. Dari dulu aku selalu terbayang-bayang akan dosa ku Sam. Aku sudah membuat kesalahan di masa lalu yang begitu kelam. Bahkan aku kehilangan sahabat seperti ka-".
"Cukuppp!!!!!. Aku tidak mau mendengarkannya!",bantah Sam cepat sebelum penjelasan selesai.
"Sam, bisakah ego kamu di turunkan sedikit?",perintah El menengahi mereka berdua.
"Dan bisakah keras kepala kamu di berhentikan sejenak!",bantah Sam dengan nada penuh penekanan.
El menghempaskan nafasnya dengan kasar. Ia kalah telak apa yang diucapkan oleh Sam.
"Tidak apa-apa aku tidak bisa mendapatkan maaf dari kamu. Tapi yang paling penting aku sudah sekuat tenaga berusaha meminta maaf sama kamu. Walaupun aku tidak pernah mendapat maaf dari kamu",cicit Saga.
Sam tersenyum miring meremehkan Saga. "Eh... Maksud kamu apa dengan kata-kata sekuat tenaga kamu. Memang kamu sudah berbuat seperti itu. Kapan?",telak Sam tersenyum tidak percaya.
Sam mengalihkan perhatiannya kepada El. "Aku sebenarnya datang kembali hanya ingin minta maaf sama kamu. Karena aku sudah salah paham tentang map yang ada di meja itu. Aku sudah menuduh kamu yang tidak-tidak. So, kamu sedang bersama dia. Ok...fine, aku yang akan pergi!",ucap Sam mengangkat kedua tangan tanda menyerah.
"Sam...!",panggil El meraih lengan Sam. "Kamu jangan salah paham dulu. Aku dan Kak Sa-".
"Apa?. Apa yang akan kamu jelaskan lagi ke aku, El?. Aku tadi benar-benar syok melihat isi map itu. Dan aku semakin syok lagi, melihat kamu bersama dia, BERDUA!",kata Sam dengan kata tegas berdua.
"Tapi, tadi Kak Saga nyamperin aku cuma mau memastikan bahwa aku baik-baik saja!",jawab El pasrah.
Sam dengan kasar mengibaskan lengan yang di pegang oleh El. Tangan El terlepas dengan mudahnya. Sam menelan ludahnya dengan kasar. "Memastikan kamu baik-baik saja?. Maksudnya?. Bukankah kalian bersama keluarga kalian masing-masing?",tanya Sam kesal.
El tertunduk. "Tadi aku mengangkat telepon dari seseorang. Dan entah mengapa dia punya nomer hpku",cicit El yang matanya bergerak kepada ponsel yang ia genggam.
Sam dengan cepat mengambil paksa ponsel yang El genggam itu. Ia melihat ke menu panggilan terakhir yang meneleponnya. Ha.... Sam menghempaskan nafasnya dengan kasar. "Dasar wanita picik!",lirih Sam kesal melihat nomer yang tertera di sana adalah nomer ponsel Laura. Ia meremas ponsel El dengan kekuatan yang tinggi tetapi tidak merusak ponsel El.
El mengangkat kepalanya melihat ke arah Sam. "Kalau dia menelepon aku, tandanya kalian baru saja bertemu, sebelum kamu datang ke sini. Dan apa salahnya, kalau aku sedang bersama Kak Saga?",tanya El dengan penuh keberanian.
Sam menelan ludahnya dengan kasar. Perkataan macam apa itu!. "Maksud kamu?",tanya Sam tidak mengerti.
"Aku cemburu".
Glek.
__ADS_1
Ludah yang ia tahan akhirnya turun juga. "Apa, apa aku tidak salah dengar?".
Saga yang ada di samping El hanya menggangga tidak percaya.
Sam tertawa terbahak-bahak, perkataan El masih terngiang-ngiang di kedua telinganya. "Aku tidak menyangka bahwa, seorang Ellena Putri Wibowo mempunyai rasa cemburu terhadap Samuel Nata Wijaya!",ucap Sam membanggakan dirinya sendiri. Lalu tawa Sam padam seketika. "Aku pikir, kamu menyukai orang yang ada di samping kamu?",tanya Sam serius.
"Menurut kamu, apakah aku menyukai Kak Saga?",tanya El balik.
"I don't know. Aku tidak tahu. Aku tidak bisa menebak. Aku hanya bisa berpikir. Aku kira kalian mempunyai suatu hubungan",jawab Sam santai.
"Iya, kita mempunyai hubungan layaknya Kakak dan adik. Apakah itu bisa di tandakan suatu hubungan pacaran",telak El.
"Sam, percayalah. Aku dan El tidak punya hubungan apa-apa. Aku dan El hanya sebatas sahabat dekat",kata Saga ikut bersua.
Sam memiringkan senyuman yang tajam. "Aku tidak percaya bahwa dalam suatu hubungan antar sahabat laki-laki dengan wanita bisa dikatakan sahabat. Tidak mungkin. Pasti salah satu darinya, ada yang jatuh hati terhadap sahabatnya. Mungkin pihak laki-laki, maupun pihak wanita",jelas Sam.
"Tapi Sam?".
"Kita sudah pernah mengalami sebelumnya El. Apakah kamu tidak ingat?".
El tahu bahwa kesalahan masa lalunya tidak lupa dari ingatan yang selalu menghantuinya. "Aku ingat jelas bagaimana persahabatan kita hancur, dalam waktu sekejap. Persahabatan yang kita bangun beberapa tahun, itu hilang seketika. Dan aku tidak mau mengulangi lagi Sam",ungkap El yang terasa nyeri di dalam dadanya.
"Aku tahu, kita sama merasakan sakit dan luka. Tapi, bisakah kali ini kamu menyembuhkan luka yang kita buat selama ini?",tanya Sam.
"Maksud kamu?. Aku tidak mengerti!",tanya El mengenyitkan dahi.
Sam menarik lengan El dan membawa El masuk ke dalam ruangan keluarga Wibowo yang di ikuti oleh Saga yang berada di belakang mereka.
Keluarga Wibowo yang tadinya sedang makan malam dengan santai tiba-tiba menghentikan kegiatannya.
"Sam, maksud kamu apa?",tanya El yang sudah terjebak di antara keluarga besar.
"Ada apa sih dengan mereka?",bisik Alan kepada Sella.
"Mungkin si Sam sudah tidak kuat lagi lama-lama berjauhan sama El. Kita lihat aja nanti!",jawab Sella yang melihat adegan yang romantis itu.
Sam yang masih memegang lengan El dengan erat, tetapi tidak menyakitinya.
"Jawab Sam!",bentak El yang sudah menyeimbangi satu langkah di depan Sam.
"AYO KITA MENIKAH!",seru Sam didepan keluarga Wibowo.
Semua orang yang mendengarnya tercengang dengan aksi Sam yang tiba-tiba. Sedangkan El tidak berkedip sama sekali dan tidak percaya bahwa Sam mengatakan itu di depan semua orang, apa lagi di depan keluarganya.
Sam memandang kedua mata El lekat-lekat. Ia tidak mau lagi kehilangan kesempatan emas ini.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
__ADS_1
...Terimakasih....