Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Salah Tingkah


__ADS_3

Happy Reading.


***


El masih bisa melihat pantulan wajah seseorang itu dari tembok kaca. Ia mengangga tidak percaya dengan seseorang yang masih berdiri di depan tembok kaca itu. "S....a....m!",lirih El.


Seseorang itu langsung menengok kearah El dengan tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.


Haaaaaaa..... El tersentak dari kursi yang ia duduki. Ia tidak menyangka bahwa selama sesi wawancara, ternyata Sam lah yang duduk di singgasananya. "Ka..........mu ngapain disini?",tanya El dengan salah tingkah.


Sam menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Ia tersenyum puas melihat tingkah El yang salah tingkah. Ia berjalan menghampiri El yang duduk di kursi depan meja.


Tok.


Tok.


Tok.....


Suara langkah kaki Sam yang hanya terdengar diruangan itu. Ia semakin mendekati El yang masih duduk ditempatnya.


El semakin susah untuk menelan ludahnya sendiri. Ia menatap Sam dengan sangat curiga dan tidak mau mengedipkan matanya sedikitpun. "Ka.....mu......mau ngapain?",tanya El terbata-bata.


Sam tersenyum menyeringai. Ia semakin mendekati El yang merasa ketakutan.


"Sam.... Kamu jangan macam-macam ya?",kata El sambil memajukan tangannya karena salah tingkah.


Sam langsung mengambil bolpoin dari meja kerjanya. "Emang aku mau ngapain?. Aku cuma mau ngambil nih bolpoin?",kata Sam memperlihatkan bolpoin di depan mata El.


Huft... El bernafas dengan lega. "Kalau kamu cuma mau ngambil bolpoin, kenapa muka kamu kayak gitu?. Gak lucu tahu gak?",kesal El membuang muka.


Sam tertawa terbahak-bahak mendengar kekesalan El. Ia semakin senang menggoda El yang semakin hari semakin menggemaskan seperti bayi baru lahir itu. "Pikiran kamu tuh yang selalu negatif thinking sama aku!",sahut Sam.


"Siapa juga yang pikirannya negatif thinking sama kamu!",sahut El tidak terima. "Terus kamu ngambil bolpoin itu, buat apa?",tanya El yang menggebu-ngebu.


"Bolpoin ini!",kata Sam menunjukkan ke muka El. "Emang kamu gak butuh tanda tanganku?",tanya Sam.


"Buat apa?",tanya El. "Kalau aku tahu dari awal ini perusahaan kamu, aku gak akan daftarin KKN disini!",kesal El.


"Uluh.....uluh....., ada yang sedang ngambek nih!",goda Sam.


"Biarin!",kesal El.


Sam tersenyum mendengar perkataan El. Semakin dia kesal, semakin cintanya bertambah kali lipatnya. "Iya...iya... Aku minta maaf?",kata Sam mengulurkan tangannya kedepan El. Ia tidak bisa tahan melihat El cemberut seperti itu, ini tidak baik untuk hidupnya, semakin El cemberut, semakin ia ingin mencium bibir merah jambunya itu.


El terdiam menatap Sam penuh curiga.


"Gak mau maafin nih ceritanya?",goda Sam.


"Iya aku maafin!. Tapi jangan seperti itu lagi!",kata El yang masih kesal.


"Maksudnya seperti itu apa ya ?", tanya Sam penasaran.


"Ya jangan bohongin aku lagi!. Kamu tahu gak, aku sebelum bertemu dengan hrd di perusahaan kamu ini, aku latihan dengan sekuat tenang supaya aku bisa menjawab dengan semaksimal mungkin!. Tetapi, mana hasilnya, cuma sia-sia!",jelas El.


Sam tersenyum mengerti. "Sumpah El, aku gak tahu kalau kamu mengajukan proposal kkn disini!. Tadi, sekertaris aku memberitahu bahwa ada calon kkn yang mengajukan proposal ke perusahaan ini, apa lagi calon kkn itu dari negara asalku. Ya udah, aku cek dulu aja!. Eh.... ter...nyata,kamu orangnya!",ungkap Sam.


"Kalau aku emang kenapa?",tanya El. "Apa jangan-jangan kamu menyesal aku mengajukan proposal kkn disini?",lanjutnya.


"Kok menyesal sih!. Aku malah seneng banget kamu kkn disini. Nanti aku kasih nilai plus deh, supaya hasil kamu lebih memuaskan!",ide Sam.

__ADS_1


"Gak perlu!. Aku bisa kok cari nilai plus-plus dengan usahaku sendiri, tanpa bantuan orang dalam!. Apa lagi bantuan dari kamu!",sahut El tidak terima.


"Emang ada apa dengan bantuan dariku?. Kamu gak mau?",tanya Sam bingung.


"Paling nanti minta sesuatu yang aneh-aneh. Iya kan?",kata El.


Sam tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan El. Lucu.


"Aku sekarang sudah tahu bagaimana permainan para laki-laki dengan tak-tik seperti itu!. Mudah ditebak!",ucap El.


"Sekarang kamu lebih memguasai arti dari permainan laki-laki ya?. Bagus.... Bagus....!",kata Sam sambil mengelus kepala El dengan lembut. "Jadi aku sekarang gak perlu khawatir tentang itu!. Maklum, dulukan kamu sangat polos!",lanjutnya.


"Enak aja!", celetuk El langsung.


"Ya udah, jadi gak kkn disini?", tanya Sam lagi.


"Hmmmmmm!",jawab El malas.


"Hmmmm....itu artinya apa ya?",kata Sam serius. "Kayaknya dalam kamus bahasa gak ada tuh kata seperti itu. Kalau gak salah, adanya iya atau tidak?",goda Sam lagi.


"Terserah kamu!", seru El.


Sam tidak tahan lagi dengan tingkah laku gemes El. Ia langsung mencubit kedua pipi El dengan kedua tangannya. "Kamu tuh bener-bener ngemesin deh !",kata Sam dibuat semanja mungkin.


"Aduh....... Sam sakit pipiku!",keluh El kesal. Ia tidak terima kalau kedua pipinya yang cubby di cubit oleh Sam.


"Biariiinnnnnnnn.... Kamu terlalu ngemesin El!",seru Sam.


El mencoba untuk melepaskan kedua tangan Sam yang mencubit pipinya.


Clek.....


Mata Sam mengangga karena keterkejutannya. Ia lalu menatap kedua tangannya yang sedang mencubit kedua pipi El.


El merasa ada yang mengganjal dengan sikap Sam yang secara tiba-tiba diam dan membatu. "Ada apa Sam?",bisik El pelan.


Sam langsung menarik kedua tangannya dari kedua pipi El. Ia merasa ada yang canggung.


Mata Mama Violla tidak henti-hentinya menatap kedua anak manusia yang sedang berdua-duaan disana.


El langsung menengok kebelakang. Dan.............


"El....!",ucap Mama Violla kaget. Ia tidak menyangka bahwa El ada diruangan ini.


"Mama Violla",kata El yang langsung menoleh ke Sam meminta pertolongan.


Mama Violla mendekati El , calon mantunya itu. "Sayang, kenapa kamu bisa ada disini?",tanya Mama Violla yang langsung memeluknya.


"Ceritanya panjang ma!",kata El membalas pelukan calon Mama mertuanya itu.


"Terus ngapain kamu disini?", tanya Mama Violla curiga.


Sam mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung bagaimana harus menjelaskan semua ini kepada Mama tercintanya.


Mata El melihat kearah Sam, meminta sebuah pertolongannya untuk menjelaskan kepada mamanya.


Mama Violla mengikuti kemana mata El tertuju. Beliau juga menatap anak kesayangannya itu. "Sam.....!",panggilnya. "Bisa jelasin semua ini kepada mama kamu?", lanjutnya.


"Kapan-kapan ma. Nih Sam masih banyak kerjaan yang numpuk!",kata Sam berjalan ke kursi singgasananya.

__ADS_1


"Sam ... Apa ada suatu hal yang sedang kalian sembunyikan?",tanya Mama Violla.


"Gak ada kok ma",sahut El. Ia tidak mau Sam terlibat dalam masalahnya.


"Kalau gak ada, kalian gak mungkin merasa canggung sama Mama. Apa lagi kamu Sam, muka kamu merasa ada yang aneh. Ada yang sedang kalian tutup-tutupi",kata Mama Violla.


"Nutupin apa sih ma?. Sam gak nutupin apa-apa!",sahut Sam cepat.


"Kalau gak ada yang sedang kalian tutup-tutupi, kenapa El bisa sampai ada di negara ini?. Dan kenapa kamu dan El sudah berduaan diruangan kamu Sam?",tanya Mama Violla yang sangat penasaran apa yang terjadi saat ini.


"Ya karena aku dan El udah baikkan. Mama gak mau lihat aku dan El baikan seperti dulu?",tanya Sam lagi.


"Mama senang kalian baikan, tapi aneh aja. Dulu kamu sangat membenci El bahkan kamu bilang sama mama akan lupain El selamanya?. Tapi mana?. Kamu malah sedang berduaan disini?",kata Mama Violla merasa bingung.


"Ini gak seperti mama fikirkan. Kita gak ngapa-ngapain ma disini!", seru El membela.


"Mama gak bilang ngapa-ngapain El?. Tapi kalian seolah-olah sedang ngapa-ngapain di ruangan ini?. Apa yang sedang kalian permainan di belakang mama?",tanya Mama Violla serius.


"Apa Kak Edwan tahu kalian berdua ada disini?",tanya Mama Violla. Karena Mama Violla tidak mau ada pertengkaran lagi di keluarga besar Dirga.


"Ini semua gak ada hubungannya ma sama Kakak!",sahut Sam yang mulai frustasi.


"Kalau gak ada hubungannya sama kakak kamu, lantas kalian sedang apa disini?",tanya Mama Violla lagi. "El, jawab Mama, apa hubungan kamu sama Kak Edwan baik-baik saja?",tanya Mama violla.


Deg. El langsung mendongakkan wajahnya untuk melihat Mama Violla. Sebenarnya ia ingin bercerita banyak sama Mama Violla, tetapi ia harus memberi kesempatan Kak Edwan untuk menjelaskan semua duduk perkaranya kepada orangtuanya. "Maaf ma, El gak bisa cerita saat ini. Mungkin nanti kalau sudah waktunya untuk mama tahu. El tidak mau menyalahkan satu sama lainnya ma. Maafin El?",kata El.


"Kenapa gak sekarang kamu cerita semua El. Mama yakin, pasti kalian tidak baik-baik aja!",sahut Mama Violla.


"Mama seharusnya tanya sama anak mama itu. Bukan malah menekan El seperti itu!",kata Sam. "El sama sekali gak salah ma. Justru anak Mamalah yang menyia-nyiakan El selama ini!",jelas Sam. "Dan El ke negara ini cuma melaksanakan kkn dan dia dilibatkan dalam pertukaran mahasiswa yang berprestasi Ma!",lanjutnya.


"Sam....!",panggil El. Ia langsung menggelengkan kepalanya agar Sam tidak menceritakan lagi tentang hubungannya dengan kakaknya.


"Maksud kamu apa nak?. Mama benar-benar gak paham sama kalian!",kata Mama Violla.


"Maaf ma, El gak bisa cerita saat ini",jawab El. "Sam, apakah wawancaranya sudah selesai?", tanya El.


"Sudah. Tunggu aku dibawah!", perintah Sam.


"Ma, El pamit dulu ya?",pamit El mencium tangan kanan Mama Violla.


"Iya sayang. Hati-hati ya?",kata Mama Violla.


"Assalamualaikum?",pamit El.


"Walaikumsalam!",jawab Mama dan Sam berbarengan.


El langsung keluar dri ruangan Sam. Ia tidak mau ada kesalahpahaman hubungan anak dan ibu.


"Mama mau membicarakan ini sama kamu Sam?",kata Mama Viola.


"Tanya langsung sama kakak aja ma. Sam mau nganterin El pulang dulu!",pamit El tegas. Ia langsung berlari meninggalkan Mama diruangannya.


"Apa yang sedang terjadi diantara mereka?. Sepertinya mereka sudah baikan cukup baik!",ucap Mama Violla pada dirinya sendiri.


***


Jangan lupa komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2