
...Happy Reading...
...***...
"Sam, tolong baca pesanku segera mungkin. Aku dan Dino butuh kamu, kami ingin keluar untuk mencari udara segar. Entah itu kemana. Aku mohon, segeralah menyusul!". El.
Sam tahu ponselnya berdering beberapa kali. Tetapi ia tidak bisa mengangkatnya karena sedang meeting dengan klien penting dan para pemegang saham. Ia tidak boleh gegabah dalam bertindak. Ia memberikan kode kepada Ardi supaya Ardi mendekat. Setelah Ardi mendekat ia memberikan ponselnya kepada Ardi supaya Ardi bisa menyelesaikan.
Disisi lain El dan Dino sedang berjalan-jalan di salah satu tempat bermain. El setiap kali melihat kebelakang mengamati gerak-gerik orang yang ada dibelakangnya. Dino yang merasa heran dengan sikap dan tingkah kakaknya langsung berhenti tepat dihadapan sang kakak.
"Ada apa Dik?",tanya El bingung.
"Seharusnya Dino yang tanya sama kakak, ada apa kakak?. Kenapa tingkah laku kakak sangat aneh sekali sih!",tanya Dino kepada sang kakak.
El yang merasa bingung menjawab pertanyaan sang adik langsung menegurnya. "Dik, jangan banyak bicara. Lebih baik kamu pilih permainan yang kamu suka. Kakak akan ikuti itu!",saran El. Saat ini El memakai topi dan kacamata supaya tidak mudah dikenali oleh orang yang mengenalnya.
"Tapi kak, jawab dulu pertanyaan Dino?. Apakah ada hal yang mencurigakan?",tanya Dino yang begitu penasaran.
"Itu tidak penting Dik. Sekarang kamu pilih mainan apa?",tanya El.
"Aku ingin mainan itu Kak!",pinta Dino sambil menunjuk sebuah permainan biang Lala.
"Ok. Ayo kita naik itu!",ajak El menarik lengan Dino supaya Dino bergegas untuk masuk kedalam.
Disisi lain Ardi membuka ponsel milik majikannya. Ia melihat panggilan masuk sebanyak 30x dari El. "Mbak El. Ada apa ini?",pikir Ardi. Ia lalu membaca pesan dari El. "Gawat mbak El dalam bahaya!",sambung Ardi yang langsung meninggalkan ruangan meeting.
Dino dan El menunggu bianglala yang kosong. Tetapi seorang petugas menawarkan sebuah kursi yang kosong, tetapi ada satu orang. Dan Dino segera mengiyakan tawaran itu.
Bianglala berhenti tepat kursi yang kosong itu. Petugas membuka pintu lebar-lebar supaya Dino dan El masuk dengan mudah.
Didalam salah satu bianglala yang berhenti ada seseorang laki-laki yang sangat misterius. Ia memakai jaket Hoodie, kaca mata hitam dan topi.
El menatap tajam laki-laki itu dengan penuh curiga. Ia mencegah Dino dengan cara menarik lengan Dino dengan cepat. "Dik, lebih baik kita cari permainan yang lain aja ya!",lirik El cepat sebelum Dino masuk kedalam.
"Tapi Kak, Dino ingin naik bianglala?",rengek Dino kepada sang kakak.
__ADS_1
"Maaf Pak, saya dan adik saya tidak jadi!",ucap El sambil menarik lengan Dino dengan cepat. Tetapi kaki Dino salah satu sudah ada didalam bianglala, dan dengan sigap juga laki-laki itu dengan mudah menarik lengan Dino.
El tercengang melihat orang misterius itu menarik lengan Dino. Dia... Dia...!!!. El menarik Dino sangat kencang supaya orang misterius itu tidak memegang lengan Dino lagi, akhirnya usaha El berhasil lolos dari orang misterius itu. "Ayo Dik!!!",ajak El yang masih memegang lengan Dino.
Dino menuruti apa yang kakaknya katakan. Lengan salah satu yang dipegang orang misterius itu membekas di lengan Dino.
"Ayo Dik, kita lari!!!",ajak El yang terus berusaha menarik Dino.
Mereka berdua berlari mencari tempat persembunyian.
"Dia siapa Kak?",tanya Dino yang penasaran dengan orang misterius tadi.
"Kakak tidak bisa menjelaskan saat ini. Kita harus segera pergi dari wahana ini!!",kata El yang sudah kelelahan berlarian. Ia sesekali menengok kearah belakang. Ia melihat orang misterius mengikuti dirinya dan sang adik.
"Tapi Dino lelah Kak. Bisa tidak sih Kak, kita jalan aja!. Jangan lari-larian seperti ini Kak!",keluh Dino berhenti sejenak di belakang El.
El merasa kasihan terhadap adiknya. Ia tidak seharusnya menerima imbalan seperti ini dari Edwan. El mencari celah mencari tempat persembunyian. Ia dan Dino tidak mungkin berlarian sampai keluar wahana ini. Ia menarik Dino dan mengajak Dino bersembunyi disalah satu tempat wahana rumah hantu.
Dino menolak dengan cepat karena ia takut terhadap hantu-hantu yang ada didalam rumah hantu. "Kakak serius ngajak aku masuk kesini?",tolak Dino mentah-mentah.
"Tidak ada pilihan lain Dik. Kita sembunyi didalam sana. Kita tidak akan masuk sampai dalam. Kakak jamin, tidak akan terjadi apa-apa. Ok!!!",kata El memohon kepada sang adik supaya Dino percaya dengan El saat ini.
El mengambil ponselnya dalam saku. Ia menelepon seseorang yang mungkin bisa menolongnya.
Tut... Tut... Tut...
"Ayo angkat Sam!!",mohon El gemetar. Kepalanya terasa amat sakit memikirkan sesuatu hal yang akan terjadi.
"Hallo mbak El. Mbak El ada dimana?",tanya Ardi yang sedang mengendarai mobil.
"Pak Ardi. Tolong Pak!. Kami ada di wahana permainan XXX. Tolong kami Pak!!",mohon El menangis.
Dino yang merasa penasaran hanya terdiam. Ada apa dengan kakaknya?.
Orang misterius masuk kedalam rumah hantu itu. Ia melihat keseluruhan ruangan yang ada. Saat ini rumah hantu sangat ramai dan padat.
__ADS_1
Dino mengintip dibalik semak-semak yang berwarna hijau. Ia melihat orang misterius itu memasuki rumah hantu dan dengan itu Dino langsung menenggelamkan kepalanya lagi. "Sssttt... Diam Kak. Dia masuk kedalam rumah hantu ini!",bisik Dino pelan yang duduk di sebelah sang kakak.
El menggangga tidak percaya. Benar saja fellingnya mengatakan bahwa orang misterius itu adalah Kak Edwan. Apakah itu mungkin?. Ia segera mematikan ponselnya dan menghapus air matanya. El memasukkan ponselnya kedalam tas selempang.
Orang misterius berjalan mengendap-endap mencari El dan Dino di kerumunan orang-orang yang saat ini sedang ketakutan melihat hantu-hantu yang berjejeran.
El menutup mulut Dino supaya Dino tetap tenang dan tidak takut. Ya Tuhan, tolong kamu Tuhan!!! doa El di setiap kata.
Orang misterius berjalan terus menerus masuk kedalam kawasan perhantuan.
Dino mencoba melepas tangan sang kakak supaya ia mudah untuk berbicara. "Lebih baik kita keluar Kak. Semoga Pak Ardi sudah ada didepan sana!",bisik Dino memberikan saran.
"Iya Dik. Ayo...!",jawab El.
Mereka keluar dengan pelan melalui pintu masuk. Tetapi sampai didepan pintu masuk ponsel El berbunyi dengan keras yang membuat semua orang menengok kebelakang walaupun didalam masih terdengar suara hantu-hantu yang gentayangan.
El dan Dino terdiam didepan pintu masuk. Mereka berdua sangat dan amat sangat terkejut. Mereka menengok kebelakang melihat orang misterius yang sedang menatap tajam kearah mereka berdua.
"Ayo Kak, kita lari!!!",teriak Dino yang memegang lengan El dengan kencang. Lalu El mengikuti langkah Dino.
Orang misterius langsung berusaha keluar dari kerumunan didalam rumah hantu. Tetapi petugas tidak mengizinkan Edwan lewat melalui pintu masuk, ia harus melewati pintu keluar. "Shitttt!!!",umpatnya.
Sementara El selalu menengok kebelakang untuk melihat situasi yang ada. Tetapi orang misterius itu tidak ada dibelakang mereka. Ia lalu mengambil ponsel yang ada di tas selempangnya. Sam. Dalam layar ponselnya yang bertuliskan nama Sam lalu ia mengangkatnya. "Sam, kamu dimana?".
"Ini saya mbak. Mbak ada dimana?",tanya Ardi yang sudah memasuki wahana XXX.
El melihat kesekeliling wahana. "Kami ada didekat wahana komedi putar Pak!. Bapak ada dimana?. Kita kesana se-....".
Ponsel yang ada ditangan El sekarang berpindah tempat ke tangan orang misterius itu.
El dan Dino menengok kebelakang secara perlahan. Dan benar saja, ponsel El diambil paksa oleh orang misterius itu.
Haaaaaaaaaa.....
...***...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...