Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Cukup


__ADS_3

Happy Reading.


***


Edwan dan Chika sedang ada di club langganannya. Mereka sedang berjoget ria mengikuti alunan musik DJ.


El melihat mereka berdua dengan muak. Ia langsung menghampiri mereka berdua yang sedang tertawa terbahak-bahak sambil bermesraan.


"El....!",ucap Edwan kaget melihat El ada disini.


Chika otomatis langsung menghentikan aksi joget-jogetnya.


El menatap kedua mata Edwan penuh dengan kebencian. Pyarrrrr.... Ia menampar pipi Edwan dengan keras.


Edwan langsung memegang pipinya yang terasa panas. Ia tidak menyangka akan mendapatkan sebuah tamparan dari El.


"Eh... Kamu siapa?",tanya Chika sambil membawa El menjauh dari pacarnya itu.


"Kamu tanya sama saya?. Seharusnya aku yang tanya sama kamu, kamu siapa bermesraan sama dia!",tanya El sambil menunjukkan jarinya kedepan wajah Edwan.


"Aku pacarnya",sahut Chika.


"Kamu ingin tahu siapa saya yang sebenarnya. Saya adalah korban dari kalian berdua!",ucap El penuh dengan penekanan.


"Apa?",sahut Chika tidak percaya. "Kamu Ellena?",tanyanya.


"Iya, saya Ellena. Saya ingin kamu-",menunjuk kearah Kak Edwan. "Bertanggung jawab apa yang telah kamu lakukan sama adik kamu!. Kamu benar-benar jahat Kak, seharusnya aku tidak jadi korban kamu. Kamu sudah memperdayakan aku karena sebuah alasan!",kata El dengan suara tinggi.


"Apa maksud kamu, El?. Aku tidak pernah melakukan apa-apa sama adikku!",jawab Edwan.


"Oh...ya,lalu siapa yang membuat Sam sampai babak belur kayak gitu?. Aku tahu Sam pasti ke apartemen Kakak tadi. Sehabis aku membongkar kelakuan Kakak kepadaku!. Dan Kakak pasti membuat babak belur Sam!",teriak El sambil menangis. "Kenapa Kakak begitu jahat sama Sam Kak!. Kakak tahu, Sam itu adalah adik kandung Kakak sendiri. Dan apakah gara-gara wanita ini Kakak sampai bela-belain wanita ini!",ucap El sambil menatap kedua mata Chika.


Chika terdiam tidak menjawab pertanyaan dari El. Ia merasa dilema karena selalu terpojokkan.


"Kamu adalah seorang wanita, sama sepertiku. Kalau seumpamanya kamu mempunyai adik wanita, dan dia disakiti oleh laki-laki lain, apakah kamu rela membiarkan adik kamu menderita!",kata El.


Chika langsung mendongakan wajahnya untuk bisa melihat El dengan jelas.


"Kalau kamu wanita baik-baik, pasti kamu akan mendapatkan laki-laki baik. Bukan seperti dia, laki-laki pengecut dan brengsek!",lanjut El dengan emosi yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


"Aku tahu Edwan laki-laki pengecut dan brengsek buat kamu. Tapi buat aku, dia laki-laki terbaik dalam hidupku",kata Chika.


"Karena kamu tidak pernah melihat dunia yang begitu luas. Kamu cuma stuck sama nih cowok. Cowok yang tidak pernah sadar bahwa dirinya salah!",kata El yang langsung pergi meninggalkan Edwan dan Chika.


***


Sam berbaring di ranjang tempat tidur rumah sakit. Ia di tempatkan di ruang VVIP yang begitu luas tempatnya.

__ADS_1


El dan Pak Ardi sedang bercakap-cakap di sofa ruang tunggu.


"Sebaiknya Pak Ardi gak usah memberitahukan kabar buruk ini kepada Mama Viola dan Papa Dirga. El gak mau nanti terjadi kesalahpahaman lagi",pesan El.


"Tapi Mbak, kalau nyonyah besar tanya bagaimana?",tanya Pak Ardi khawatir.


"Bilang aja kalau Sam sedang tidur atau ke kamar mandi gitu",jawab El.


"Apa dengan cara seperti ini mbak El akan melindungi mas Edwan?",tanya Pak Ardi. "Saya sudah menemukan bukti bahwa mas Edwanlah pelakunya",kata Pak Ardi.


"Saya tidak mau melindungi siapa-siapa Pak. Saya cuma mau, mereka tidak saling adu argumentasi lagi. Saya yakin,kalau Sam juga akan berpendapat seperti itu. Karena, kenyataannya Sam udah tahu apa yang sebenarnya terjadi",ungkap El.


"Seharusnya mas Sam malam ini udah terbang ke New York melanjutkan pekerjaannya lagi",sahut Pak Ardi.


"Saya minta maaf Pak. Bukannya saya ikut campur dalam urusannya Sam, tapi saya merasa kalau semua ini gara-gara saya. Seharusnya saya tidak menceritakan apapun sama Sam, pasti tidak akan terjadi seperti ini",kata El sambil terisak.


"Saya paham betul apa yang dirasakan mas Sam saat ini. Bertemu Mbak El kembali, adalah sebuah awal luka yang akan datang lagi",sahut Pak Ardi.


El tertunduk, ia menangis sejadi-jadinya. Ia tidak mau kalau Sam sampai menderita gara-garanya. "Maafin saya.... Gak seharusnya saya bertemu lagi dengan Sam....",kata El menangis.


"Hidup adalah sebuah prinsip mbak, mungkin dulu mas Sam sangat menginginkan mbak El ada disampingnya, tetapi saat ini mungkin tidak lagi. Karena saya tahu betul, apa yang sekarang mas Sam perjuangkan saat ini",ungkap Pak Ardi.


"Cukup Pak",sahut El yang sudah tidak mau mendengarkan perkataan Pak Ardi. "Saya tahu, Sam juga sakit sama apa yang saya alami saat ini. Tapi, kalian gak tahu apa yang terjadi sama saya?",lanjutnya sambil menangis. "Saya permisi dulu?",pamit El yang langsung bergegas keluar meninggalkan ruangan. Ia berhenti di pinggiran tembok mencari kekuatan. Ia menangis sejadi-jadinya.


Sam langsung membuka matanya setelah mendengar El berpamitan dengan pak Ardi. Hatinya pedih dan pilu setelah mendengar El menangis di ruangannya.


"Mereka sudah membatalkan pertunangannya Pak",sahut Sam.


"Serius mas?",tanya Pak Ardi tidak percaya.


"Iya. Tapi Mama dan Papa belum tahu, karena Edwan masih memiliki hubungan sama wanita murahan itu. Mereka berdua menutupi kelakuannya dengan memanfaatkan El",jawab Sam.


"Jadi disini mbak El adalah?".


"Korbannya",sahut Sam.


"Astaga, maafin saya mas. Saya benar-benar gak tahu?",kata Pak Ardi tidak enak.


"Tidak apa-apa pak. Sayakan yang meminta Bapak tadi buat bicara sama El empat mata. Jadi sekarang saya tahu apa yang El rasakan saat ini",jawab Sam merasa tenang dengan El berbicara seperti itu.


***


Pagi hari.


El tertidur diruangan Kak Saga. Kak Saga ditempatkan di VVIP dekat Sam.


Kak Saga terbangun dari tidurnya. Ia melihat El yang tertidur pulas di sofa. Ia memandang wajah cantik El. Seharusnya kamu tidur di apartemen bukan malah di rumah sakit? batin Saga yang merasa senang melihat pemandangan di pagi hari.

__ADS_1


Sella masuk tanpa permisi.


Kak Saga langsung menutup matanya kembali tidak mau ketahuan oleh siapapun.


Sella melihat Kak Saga masih tertidur pulas. Ia langsung membangunkan El.


El membuka mata karena Sella membangunkannya.


"Udah pagi. Kamu shalat dulu?",kata Sella.


"Iya",jawab El sambil menguap. "Tapi nanti aku ada kuliah pagi dan laporan tentang perpindahanku?. Aku minta tolong ya sel, tolong jagain Kak Saga sampai aku kembali?",mohon El.


"Iya. Pasti setelah Kak Saga sadar, dia juga mengabari keluarganya",sahut Sella.


"Terimakasih Sel",jawab El. "Oh...iya soal tadi malam, tolong jangan beri tahu Kak Saga tentang tadi malam. Aku gak mau ada kesalahpahaman lagi!",pesan El.


"Iya. Udah sana!",usir Sella.


El langsung bergegas untuk kembali ke apartemennya. Ia tidak mau terlambat masuk kuliah.


***


Di kampus.


William berlari mengejar El yang sedang masuk ke ruang pak Downey. "El... El...!",panggilnya.


El menengok kebelakang. "Hai, Will?",sapanya.


"Kamu udah tahu kabarnya Sam saat ini?",tanya William sambil ngos-ngosan.


"Emang ada apa dengan Sam?",tanya El mencoba pura-pura tidak tahu.


"Dia terbaring di rumah sakit, setelah di hajar habis-habisan oleh Kakaknya",jawab William.


El mendengar jawaban William terdiam. Ia tidak tahu harus merespon seperti apa, karena ini bukan saatnya lagi untuk pura-pura tak mau tahu.


"Kok kamu diam aja?. Seperti tidak terkejut gitu?",tanya William beruntun.


"Karena aku udah tahu dan sering lihat kalau kakak dan beradik itu sering berantem",jawab El tidak masuk akal. "Aku buru-buru nih, aku ke ruangan Pak Downey dulu ya?",pamit El segera masuk ke dalam ruangan pak Downey, ia tidak mau kalau William tahu yang sebenarnya.


"El... El...?",panggil William tidak terima atas jawaban dari El. "Ada apa sih dengannya?",bisik Will pada dirinya sendiri.


***


Jangan lupa komen, like dan vote.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2