Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Salah Paham


__ADS_3

...HAPPY READING...


...***...


El pergi ke kamar mandi. Ia mencuci muka supaya wajahnya bersih dan tidak meninggalkan isak tangisnya.


Sam duduk di kursi menunggu El. Ia melihat sebuah map yang tergeletak di meja dekat jendela. Map itu diletakkan oleh Ardi disana. Ia menengok ke belakang, ternyata El belum ada tanda-tanda keluar. Ia buka perlahan dan.......


Sam tercengang melihat isi dalam map itu. "Apa-apaan ini!",tanya Sam terkejut. "Bagaimana laporan ini ada di sini. Apa jangan-jangan El yang bawa",pikir Sam tanda tanya besar.


El keluar dari kamar yang langsung dihadang oleh Sam di depan pintu. Ia melihat Sam seperti orang yang sedang menahan amarahnya dan ia melihat sebuah map ada di tangan Sam. Astaga.


Sam memperlihatkan map itu tepat di wajah El. "Maksudnya apa ini?",tanya Sam marah. "Maksudnya apa El!",lanjut Sam dengan nada tinggi.


"Aku bisa jelasin ini semua Sam!",sahut El sebelum ada yang salah paham.


Sam menggelengkan kepala tidak percaya dan membuang map itu di ranjang lalu pergi dari kamar hotel.


"Sam, aku bisa jelasin semuanya!",kata El sambil menarik lengan Sam tetapi selalu di lepaskan oleh Sam.


"Aku tidak habis pikir, ternyata kamu menyimpan begitu banyak rahasia. Dan kamu ingin aku bangkrut dalam segala hal. Lalu, apa lagi yang kamu sembunyikan dari aku, El!",tanya Sam menggebu-gebu. Ia masuk kedalam lift.


"Sam, map itu aku juga baru tahu tadi. Sampai-sampai aku tidak bisa berpikir terlalu jauh dan pingsan!".


"Bulshit!. Semua omong kosong. Jadi ini, kamu memeluk aku karena ini. Buat apa El?",tanya Sam lagi.


"Sumpah Sam!. Aku tidak melakukan apa-apa. Percayalah sama aku!",paksa El lagi.


"Tidak akan pernah lagi!",jawab Sam yang menutup lift.


El hanya bisa melihat pintu lift tertutup dengan sempurna. Sampai kapanpun, kamu tidak akan pernah percaya sama aku, Sam! batin El yang berdiri didepan pintu lift. Ia meratapi nasibnya yang selalu berakhir kecewa.


Ardi baru saja keluar dari lift sebelahnya. Ia melihat El tertunduk di depan pintu lift. "Mbak El!". Ardi memberikan obat kepada El.


"Sam sudah tahu semuanya Pak. Dan Sam juga mengira bahwa aku menyimpan semua rahasia Laura",jelas El lemah yang masih menatap pintu lift tepat dihadapannya itu.


"Baru saja baikkan. Sudah ribut lagi",keluh Ardi yang menekan tombol lift turun dan ia masuk kedalam lift untuk mengejar Sam yang sudah turun ke bawah.


Saga keluar dari lift sebelah. Ia melihat El hanya memandang lemah ke arah pintu lift. "El!". Saga menghampiri El yang berdiam diri. "Kamu kenapa sampai di sini?",tanya Saga khawatir.


"Kak Saga". El tercengang melihat Saga ada di sini. Ia tidak mau Saga kecewa terhadapnya. "Aku tersesat Kak!",jawab El berbohong menatap kedua mata Saga sehingga Saga percaya hal itu.


"Astaga. Pantas kok lama. Semua orang menunggu kamu, El. Ayo sekarang kita kesana!",ajak Saga.


"Baik Kak!. Tapi, sebentar ya kakak. Kakak tunggu di sini dulu. Baju wisuda aku tertinggal",kata El yang langsung berjalan ke arah kamar hotel. Tapi, untung kamar hotel yang di pesan oleh Sam tadi berbelok, bila tidak ia tidak tahu harus berbohong dan beralasan apa terhadap Saga.

__ADS_1


Mereka langsung menaiki lift bersama-sama.


***


Ardi mengejar mobil Sam yang ada di depan mobilnya. Mereka berdua saling kejar mengejar satu sama lain.


"Bagaimana dia bisa tahu tentang saham-saham yang aku miliki!. Lalu mengapa dia tidak memberitahu ini semua sama aku. Aku tidak menyangka El seburuk itu sekarang. Apa jangan-jangan ini semua persekongkolan laki-laki brengsek itu sama El. Dan buat apa, mereka melakukan seperti itu!",oceh Sam yang tidak menyangka akan seperti ini. Ia melihat Ardi mengejar mobil yang ia tumpangi itu. "Pak Ardi... Pak Ardi, aku kira aku akan balikkan sama El. Tapi malah berujung pertengkaran yang terjadi. Nyesel aku!",guman Sam memukul stir mobil berkali-kali.


Ardi berhasil menguasai mobil Sam, sehingga ia dapat dengan mudah berhenti tepat di depan mobil Sam. Sam kesal Ardi mengganggu perjalanannya yang seakan-akan ingin berperang saat ini juga.


Ardi keluar dari mobil begitu juga Sam. Sam dengan rahang yang mengeras dan tangan yang siap memukul siapa saja yang menghalangi jalannya.


"Maksudnya apa ini Pak?",tanya Sam dengan nada tinggi.


"Mas, saya bisa menjelaskan ini semua. Pertama maafkan saya karena telah menghalangi mobil Mas. Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu tentang masalah map itu",jelas Ardi yang bingung bagaimana menjelaskan kepada bosnya.


"Semua sudah jelas Pak. Saya sangat-sangat kecewa dengan kejadian tadi!".


"Bukan itu maksud saya. Mbak El -".


"Cukup Pakkk!",tolak Sam dengan kedua tangannya. "Saya tidak mau mendengarnya-".


"Bukan itu Mas. Mas salah paham".


"Salah paham yang mana lagi Pakk!",pekik Sam.


"Pak Ardi jangan suka memfitnah orang kalau tidak ada buktinya. Dan Laura itu calon tunangan saya Pakkk!",kesal Sam.


"Ok-ok. Mbak Laura memang calon tunangan Mas Sam. Tidak.sepatutnya saya menjelek-jelekkan calon tunangan Mas Sam. Tapi, semua ini kenyataan Mas. Mbak El tidak bersalah dan Mbak El baru saja tahu karena saya yang memberitahukan soal map itu!",jelas Ardi. Ia pasrah terhadap takdirnya sekarang. Karena ia telah menyembunyikan rahasia terbesar perusahaan.


"Apaaaaa!". Sam terperanjat mendengar pengakuan dari Ardi. bisa-bisanya anak buahnya melakukan hal yang sangat dan sangat ceroboh.


Ardi menundukkan kepala karena merasa sangat bersalah terhadap sang majikan.


"Kamu ingin saya bangkrut dalam menjalankan bisnis dan usaha yang saya rintis dari nol!",marah Sam berdiri tepat dihadapan Ardi.


"Saya benar-benar minta maaf Mas. Saya takut bila saya akan di pecat dari pekerjaan ini. Karena Mbak Laura mengancam saya. Mbak Laura akan membuat keluarga saya menderita satu persatu Mas. Saya benar-benar tidak bisa berfikir bila terjadi sesuatu dengan keluarga saya. Saya memilih tetap tutup mulut",kata Ardi menyesal. Ia duduk bersimpuh meratapi takdirnya sendiri dan kesalahan yang ia perbuat.


Sam tidak menyangka Ardi berfikir seperti itu. "Lalu dengan begitu kamu rela bila saya gulung tikar dalam bisnis saya?",tanya Sam sarkas.


"Saya minta maaf Mas. Saya benar-benar kalut waktu itu".


"Lalu mengapa harus El yang mengetahui ini semua?",tanya Sam.


"Karena jalan saya sudah buntu Mas. Hanya Mbak El orang yang saya percaya dari dulu sampai sekarang. Hanya Mbak El yang dapat membantu saya Mas. Saya benar-benar minta maaf Mas. Maafkan saya Mas!",kata Ardi memelas dalam duduk bersimpuh.

__ADS_1


"Aku tidak pernah mengizinkan siapapun duduk bersimpuh di depanku. Maka dari itu, berdirilah dengan cepat!",perintah Sam tidak mau dibantah.


Ardi segera berdiri dengan cepat. Ia tahu bahwa sang majikan tidak gila gelar maupun jabatan karena mereka sangat dermawan.


"Bila kamu mengulanginya lagi, saya tidak segan-segan langsung memecat kami secara tidak hormat!",pesan Sam dengan nada tegas dan langsung kembali ke mobilnya.


"Terimakasih banyak Mas Sam!",kata Ardi dengan nada datar namun masih bisa didengar oleh Sam.


"Minggir!. Atau mobilnya yang akan saya tabrak!",teriak Sam yang sudah menyalakan mesin mobil.


Ardi segera masuk dan memindahkan mobilnya tepat di depan mobil milik Sam. Dan melanjutkan perjalanan ke sesuatu tempat.


***


El sudah kembali berkumpul bersama keluarganya. Mereka makan bersama dengan suasana nyaman dan menyenangkan. Tetapi tidak dengan El, pikirannya El masih tentang kemarahan Sam yang tiba-tiba. Satria yang memperhatikan adik kesayangannya itu dengan heran karena setelah beberapa menit yang lalu dia yang menghilang.


Satria menuliskan pesan kepada adiknya. Karena ia tidak mau merusak momen spesial ini.


"Ada yang mengganggu pikiran kamu?". Satria.


Ponsel El berbunyi pertanda ada sebuah pesan masuk kedalam ponselnya. Ia lalu mengambil dan melihat layar ponsel. Ha... Abang Satria. Ia kemudian melirik sejenak ke arah Abang yang sedang jauh dari tempat duduknya.


Satria memberi sebuah isyarat tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya. Baca.


El menundukkan kepala untuk membaca pesan dari Kakaknya. Ia lalu membalas pesan.


"Tidak ada Bang. Ada apa?". El.


"Abang tidak percaya bahwa tidak terjadi sesuatu. Karena dari wajah kamu terlihat kecemasan yang dalam". Satria.


"Maaf Bang, El tidak bisa memberitahukan sekarang. Mungkin besok ataupun lusa, bila tidak ada Ayah dan Bunda". El.


"lama banget. Makin penasaran aja!". Satria.


El membaca sekilas dan memasukkan ponsel kedalam saku. Tapi, sebelum ponsel mendarat ke saku, ponsel yang El pegang berbunyi pertanda ada sebuah panggilan. Ia meminta izin kepada semua untuk pergi sebentar mengangkat telepon karena yang masuk kedalam panggilan adalah nomer baru. Ia sebenarnya tidak berniat untuk mengangkat telepon karena nomer baru, tapi ia curiga karena nomer itu , nomer telepon negara ini. Dan ia takutkan bila ada hal yang penting. "Assalamualaikum!",sapa El sopan.


"DASAR WANITA ******!. DIMANA SEKARANG KAMU BERADA!",teriak seorang perempuan dari seberang sana.


Deg.


El tercengang tidak percaya bahwa itu adalah suara perempuan itu tidak asing lagi di telinganya.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....

__ADS_1


...Terimakasih....


__ADS_2