
...Happy Reading...
...***...
Saga masih diluar UGD, ia sedang sibuk menelepon seseorang anak buahnya. "Ok. Kirim segera!!!",perintah Saga yang mematikan ponselnya. Dan beberapa detik kemudian pesan itu terkirim ke nomernya. Saga memutar sebuah video CCTV yang terjadi di Mall. Ia melihat seseorang laki-laki yang tidak begitu asing baginya. Dan ia tercengang melihat wajah laki-laki itu dengan jelas. Dunianya runtuh karena nyawa El terus dihantui olehnya. "Edwan".
Sella keluar dari ruangan UGD untuk menemui Saga. Karena El meminta untuk memanggilkannya. "Kak Saga!",panggil Sella yang mengagetkan Saga yang sedang memutar sebuah video di ponselnya.
Saga yang gelagapan langsung menoleh ke belakang dengan ponsel yang terjatuh, video itu masih berputar dengan sendirinya.
Mata Sella melihat ke arah ponsel yang terjatuh di atas lantai. Di sana sebuah video masih berputar dengan warna yang tidak begitu terang. Ia begitu curiga dengan perilaku Saga yang tiba-tiba menegang.
Saga dengan gesit menundukkan badan mencoba mengambil ponselnya yang terjatuh, tapi Sella lebih dulu satu langkah lebih gesit daripada Saga.
Sella tercengang tidak percaya bahwa yang ada di video itu adalah rekaman CCTV di Mall.
"Bawa sini Sel!",pekik Saga sambil mengulurkan tangan.
Sella melihat seseorang laki-laki sedang berlari menuruni anak tangga. Matanya begitu jelas siapa laki-laki yang ada di video tersebut.
"Aku mohon Sel!",mohon Saga supaya Sella tidak syok melihat video tersebut.
"Jadi pelakunya Kak Edwan, Kak!!",cicit Sella melihat kedua mata Saga.
Saga menutup matanya karena Sella mengetahui siapa pelaku dalam insiden ini. "Tolong rahasia ini, Sel!. Aku yakin, El mengetahui siapa pelakunya. Tetapi El tidak memberitahukan kepada Sam kan?",tanya Saga.
Sella dengan berat hati mengangguk kepala. "Kenapa Kak Edwan masih mengincar El, Kak?",tanya Sella memberikan ponsel kepada Saga.
Saga menerimanya dan segera memasukkan kedalam kantongnya. "Kakak juga tidak tahu apa motif dari Edwan itu. Yang jelas ia menggunakan El sebagai tameng dalam masalah ini. Sepertinya Edwan ingin mengambil salah satu perusahaan keluarganya, tapi kedua orang tuanya tidak menyetujui karena Edwan tidak bisa diandalkan",ungkap Saga dengan pola pikir yang ia cermati tentang keluarga Dirga.
"Tapi kenapa harus El, Kak?".
"Karena dalam masalah ini, ia menyerang Sam. Ini strateginya dan hanya El kelemahan dari Sam. Maka dari itu, strateginya begitu apik dan bagus dalam kelicikannya",oceh Saga.
"Lalu bagaimana cara menyelesaikan ini Kak. Tidak mungkin El harus selalu bersama kita?",tanya Sella meminta pendapat dari Saga.
"Ajak El segera pindah ke Indonesia, kemungkinan besar Edwan tidak bisa pulang untuk saat ini karena statusnya yang masih menjadi tahanan".
"Dari mana Kakak tahu?".
"Dari anak buah Kakak. Dan kakak akan menyelesaikan masalah ini. Kamu tenang saja!",kata Saga. "Kakak pergi dulu ya, nanti kesini lagi!",sambungnya.
__ADS_1
"Tunggu Kak!".
"Ada apa?".
"El ingin bertemu dengan Kakak. Temuilah dia sebentar saja kak?",saran Sella mencoba mencegah Saga supaya stay di rumah sakit.
"Kakak segera pergi Sel. Ada hal yang harus kakak selesaikan sekarang!".
"Baiklah kalau begitu",jawab Sella yang hanya melihat kepergian Saga.
*
*
*
Satria mengemas barang-barang yang akan ia bawa pulang. Sedangkan bunda membantu mengemasnya. "Kamu serius sayang mau pulang cepat?",tanya Bunda.
"Iya bunda. Satria sudah meninggalkan banyak tugas ke teman Satria. Satria tidak enak sama mereka Bun".
"Lalu bagaimana tentang perjodohan kamu dengan nak Oliv?",tanya Bunda pelan-pelan.
"Sayang, bunda akan menghargai keputusan kamu. Kamu yang tahu mana yang terbaik buat kamu mana yang tidak. Bunda hanya meminta sama kamu, jangan pernah membenci dan mencintai seseorang melebihi apapun itu. Biasanya, itu akan berbanding terbalik dengan apa yang kita dapat nanti",pesan Bunda.
"Satria tidak membenci Oliv, Bun. Satria hanya ingin seseorang mencintai Satria apa adanya, bukan adanya apa. Karena mencintai seseorang tidak hanya cukup kelebihannya saja, namun kekurangannya juga. Dan kekurangan Satria banyak buat Oliv. Makanya, Oliv memberikan berkas-berkas itu untuk Satria jawab",jelas Satria yang melanjutkan membereskan pakaian-pakaiannya.
"Ya sudah, bunda dan ayah akan menunggu keputusan kalian. Kita tidak akan pernah memaksa kamu sayang. Bunda keluar dulu ya?",pamit bunda yang mendapat anggukan Satria.
Satria melihat sang bunda keluar dari kamarnya. Ia lalu membaringkan tubuhnya di ranjang, mengambil sebuah amplop coklat yang berisi berkas-berkas dari Olivia. "Kamu terlalu tinggi buat aku gapai, Liv. Mungkin aku bukan tipe laki-laki idaman kamu",lirih Satria yang membuka amplop itu kembali. Berkas-berkas yang masih kosong belum Satria sentuh sama sekali. Ia melihat kertas-kertas itu penuh nanar.
*
*
*
Sam dan Sella masih setia menemani El di ruangan UGD. El meminta setelah infus habis langsung pulang dan tidak mau menginap di rumah sakit karena ia tidak mau keluarganya tahu bahwa ia sedang berbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Mau makan apa sayang?. Biar aku pesankan lewat online. Dari tadi kamu tidak makan sama sekali",cicit Sam melihat jatah makan siang masih utuh tak tersentuh.
"Tidak usah Sam. Aku hanya ingin istirahat saja!",jawab El.
__ADS_1
Sam mengelus puncak rambut El. "Kalau kamu tidak mau makan, lalu kapan akan sembuh dan kamu harus membutuhkan makanan supaya energi kamu terisi kembali. Kalau kamu pulang dengan kondisi seperti ini, bunda dan ayah pasti curiga",ancam Sam berusaha El makan siang.
"Tapi aku tidak lapar, Sam!".
"Tapi kamu harus makan. Aku tidak mau kamu sakit seperti ini, El. Aku keluar sebentar ya, mau beli sesuatu kesukaan kamu".
"Tapi?",kata El memegang lengan Sam supaya Sam tidak pergi darinya.
Sam melihat tangannya dicekal oleh El. "Sebentar saja, kan ada Sella",pamit Sam melepaskan tangan El perlahan.
"Jangan lama-lama ya?",pesan El terhadap Sam.
Sam mendekat lagi dihadapan El. "Iya sayang. Aku tidak akan lama". Sam pergi diiringi dengan senyuman manisnya. Ia berpesan kepada Sella supaya dia menjaga El dengan baik sebelum ia kembali ke ruang UGD.
Sella mendekat duduk didekat ranjang El.
"Kak Saga mana Sel?",tanya El menatap Sella.
"Kak Saga nanti akan kembali ke sini El. Dia sedang ada urusan. Apa aku perlu telepon dia?",tanya Sella mengambil ponselnya.
"Tidak usah Sel. Kak Saga pasti akan kembali kesini".
"El...".
"Hmmm....".
"Aku boleh tanya sesuatu?",tanya Sella khawatir El akan trauma dengan kejadian tadi pagi.
"Boleh. Apa Sel?".
"Siapa yang mengejar kamu pada saat di Mall?",tanya Sella yang penasaran akan cerita dari El sendiri.
El lalu terdiam. Membayangkan seseorang mengejarnya di tangga darurat. Ia begitu ketakutan karena seseorang itu terus mengejarnya.
Sella memegang lengan El. Lengan El sendiri menegang membayangkan sesuatu terjadi padanya lagi. Trauma yang begitu mendalam meninggalkan luka yang entah begitu dalam di dalam hatinya.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...
__ADS_1