
Happy Reading.
***
Mereka berdua disebuah ruangan pemeriksaan. Sam sedang berbaring dan David sedang memeriksa luka wajah sang pasien.
"Kenapa tidak dari tadi malam kamu menemuiku?",kata David sambil mempersiapkan kapas dan alkohol untuk membersihkan luka.
"Tidak sempat. Ada begitu banyak urusan diluar sana!",sahut Sam dengan santai.
David membersihkan luka Sam dengan hati-hati tetapi Sam masih kesakitan. Sam meringis menahan rasa sakit. "Makanya jangan suka buat gaduh!",oceh David.
"Sok tahu!".
"Buktinya kamu seperti ini. Aku malah kasihan sama El bukan sama kamu!",seru David yang sudah mengganti kapas yang baru.
Sam memutar bolanya jenggah.
"Kenapa?. Tidak mau mendengar namanya lagi!",goda David yang selalu membuat Sam kesal.
"Bisa tidak sih. Kamu serius dikit mengobatinya!",kesal Sam.
"Ini sudah serius Sam!. Sudahlah, kamu mengaku saja bahwa kamu masih peduli sama dia",kata David melihat Sam salah tingkah.
"Terus apa hubungannya sama kamu?",tanya Sam balik.
"Memang tidak ada hubungannya denganku, tapi paling tidak aku sudah berusaha mendekatinya!",jawab David santai.
Sam mengibaskan tangan David dari wajahnya. Ia tidak terima kalau David sampai meluluhkan hati El.
"Aku penasaran sih sama hubungan kalian. Kamu tampan, kaya, pengusaha, dan baik. Sedangkan dia juga sangat cantik tapi kenapa dia bisa menolak kamu. Ataukah.....?",kata David terjeda karena mengingat seseorang yang datang menemui El.
"Ataukah apa?",tanya Sam penasaran.
"Ataukah dia sudah mempunyai pilihan hatinya, contohnya Saga gitu. Musuh kamu!",sambung David yang tidak bisa dikontrol lagi perkataannya.
Rahang Sam mengeras mendengar perkataan David yang semakin lama semakin kurang hajar. "Kamu sudah bosan hidup!",bentak Sam.
David segera melindungi dirinya. "Bukan...bukan bosen hidup atau sejenisnya. Hanya saja, Saga laki-laki pertama kalinya yang menjenguk El!",jelas David sebelum ada kesalahpahaman.
Benar dugaanku. Mereka berdua pasti mempunyai hubungan istimewa dibelakangku, semenjak El bersamaku. Dia selalu ingin merusak kebahagiaanku dari kecil. Aku tidak akan tinggal diam! batin Sam marah.
David melanjutkan lagi mengobati luka Sam. Ia tidak mau pasiennya tersadar bahwa lukanya sungguh parah dan akan membutuhkan beberapa hari untuk menghilangkan luka bekasnya. "Lalu kenapa El menyebut nama kamu disaat ia sedang meracau. Biasanya meracau itu disebabkan demam yang tinggi. Dan seseorang bisa meracau karena seseorang itu sedang memikirkan orang yang mereka rindukan!",ungkap David.
Sam langsung menatap David tajam. Ia ingin memastikan bahwa David tidak membohonginya. "Aku tidak percaya dia meracau namaku. Apa hubungannya dia meracau namaku",kata Sam mencoba mencari alasan supaya ia bisa mengulas tuntas tentang kondisi El yang sedang di rawat.
"Kamu tidak percaya sama aku?",ketus David.
"Tidak ada bukti yang harus aku percayai. Dari dulu kamu selalu membohongi para gadis-gadis di kampus. Dan sekarang kamu mau membohongiku dengan mudahnya!. Mana mungkin aku akan percaya!",sahut Sam sinis.
David menghela nafasnya kasar. Ia kesal karena Sam tidak mempercayai perkataannya walaupun ia sudah berkata jujur. "Ok. Terserah kamu mau percaya atau tidak. Yang penting aku sudah jujur sama kamu. Karena kamu juga sahabatku",jawab David pasrah.
"Ok. Terimakasih atas pengakuan kamu. Lalu, kamu mau berbohong apa lagi?",tanya Sam yang sudah tidak sabar lagi mendengar pengakuan David.
"Tidak ada. Dia baik-baik saja. Ya, walaupun pipinya bengkak dan mungkin gara-gara itu juga dia sampai demam tinggi. Kamu tidak mau menjenguknya?",cicit David yang sudah memberikan sedikit plester luka pada luka yang cukup parah.
"Dia tidak membutuhkan ku. Dia hanya membutuhkan musuhku!",lirih Sam mencoba untuk tegar.
__ADS_1
"Sebenarnya kamu masih peduli sama dia. Mungkin, karena keadaan, kamu jadi gengsi untuk menjenguknya!".
"Sok tahu!".
"Terbukti loh, kamu buktinya ada disini. Di kampus ini setelah mendengar namanya aku sebut. Dan terakhir kalinya kamu pergi ke kampus ini pada saat seminar kan?. Berarti kamu masih peduli sama dia!",jelas David panjang lebar.
Sam duduk di ranjang. David memberikan sebuah kaca untuk bercermin dan Sam menerimanya. Sam memandangi wajahnya yang begitu banyak luka karena kejadian tadi malam.
"Aku akan berikan salep dan obat vitamin supaya kulit mulus kamu cepat pulih!",kata David menulis sebuah resep.
"Walaupun wajahku penuh luka, tapi aura ketampanan ku tidak akan pernah pudar ataupun luntur!",kata Sam dengan penuh percaya diri. Ia meletakkan kaca diatas meja nakas. "Bagaimana keadaan Yuna?",tanya Sam tiba-tiba.
David mendengar nama Yuna disebut menorehkan luka lama yang muncul kembali. Yuna adalah seseorang yang membuatnya bersemangat untuk kuliah mengambil kejurusan kedokteran. Karena, wanita cantik itu mengambil jurusan kedokteran. "Dia ditugaskan bukan di negara ini",sahut David mencoba tidak terpancing oleh pertanyaan Sam.
"Jadi, kamu LDR?",tanya Sam tidak percaya.
David mengaruk keningnya yang tidak gatal. Bisa-bisanya Sam membahas masa lalunya.
"Aku sudah putus sama dia!".
Hahahaha...tawa Sam pecah diruangan itu. Ia sekarang sudah tahu bahwa dokternya sedang dalam keadaan galau tingkat dewa.
"Tapi, setelah aku melihat El, aku melihat Yuna ada di depan mataku!",sahut David cepat sebelum tawa Sam benar-benar membuat keributan di ruang kesehatan.
Kini tawa Sam seketika berhenti dengan cepat. Ia tercengang mendengar pengakuan David yang semena-mena terhadap orang lain, apa lagi ini menyangkut nama El. "Dia bukan Yuna. Ingat itu!",kata Sam yang tegas sambil mengambil resep dokter di meja David. Ia keluar dari ruangan itu dan menutup pintu dengan suara yang keras. Duar!.
Sam berjalan ke ruangan pasien. Ia memegang gagang pintu dengan ragu. Ia menatap pintu itu seperti bangunan yang menjulang tinggi tanpa pintu. Ia mencoba untuk menggerakkan gagang pintu itu sekuat tenaga tetapi tiba-tiba ia tidak berdaya membuka pintu itu.
Dan disisi lain El terbangun dari mimpi buruknya. Matanya fokus melihat pintu masuk yang ada diruangannya itu. Ia melihat lubang bawah pintu ada sebuah bayangan yang berdiri disana. Siapakah itu?.
Sam yang dilihat dari kejauhan masih memegang gagang pintu. Bolehkah aku menjenguk kamu?. Bagaimana kabarmu saat ini?. Maafkan aku yang secara sengaja melukaimu?. Itulah pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenak Sam. Ia menutup matanya membayangkan El yang sedang berbaring lemah di ranjang. Tiba-tiba Ardi datang membuyarkan lamunanku.
"Mas Sam!",panggil Ardi lembut.
Saga yang melihat dari kejauhan langsung bersembunyi. Ia belum siap untuk bertemu dengan Sam seperti ini.
Sam menghela nafasnya berat. Ia melihat Ardi yang ada disampingnya.
"Lebih baik Mas Sam menjauh dulu. Kasihan Mbak El yang harus menanggung penderitaan",pesan Ardi bijak.
"Tapi hatiku yang terluka Pak!",jawab Sam. "Ya sudah, Bapak bisa tunggu aku di mobil!".
"Baik Mas",jawab Ardi yang meninggalkan sang majikan.
Sam melepaskan gagang pintu. Hatinya terasa berat melepaskannya. Semoga kamu selalu dalam keadaan baik-baik, El!. Percayalah, aku akan selalu ada dipihak kamu! batin Sam yang langsung pergi dari depan ruangan. Ia melewati tempat yang tadi disinggahi oleh Saga tetapi Saga masih bisa bersembunyi dibalik tembok.
***
El sedang duduk sambil melanjutkan membuat skripsi. Bella sengaja membawa laptop El ke kamar rawat tadi pagi supaya El bersemangat kembali dalam menjalankan aktivitas. Ia juga tidak memberitahukan keadannya yang sedang sakit kepada keluarga. Ia memilih untuk segera bisa sembuh dan cepat untuk pulang ke London.
Sebuah ketukan pintu berbunyi. El menyahut supaya seseorang masuk kedalam kamarnya.
"Assalamualaikum!",sapa Saga dengan senyuman manis.
"Walaikumsalam Kak Saga!",balas El.
Saga berjalan menghampiri El. "Sedang apa?",tanya Saga yang melihat laptop yang masih menyala di pangkuan El.
__ADS_1
"Biasa Kak!".
Saga meletakkan paper bag di atas nakas. "Kamu harus istirahat dulu, El. Nanti kalau sudah sembuh lanjut lagi buat skripsinya!",kata Saga menutup laptop El dengan paksa dan mengambilnya.
"Tapi Kak?",sahut El tidak terima.
"Nanti aku bantu deh. Ya sudah, nih aku bawakan makanan kesukaan kamu!",kata Saga menyiapkan makanan Burrito.
"Sepertinya aku tahu bau masakan apa ini",kata El senang. Ia dengan senang hati menerima pemberian dari Saga. "Makasih ya Kak. Kakak sudah baik banget sama aku!",ucap El bahagia lalu melahap makanan khas negara itu.
Saga mengelus rambut El sayang. "Iya. Yang penting kamu cepat sembuh ya!",pinta Saga. Ia melihat El dengan senang karena El melahap makanannya dengan penuh semangat. "Oh ya El, tadi ada yang datang ya?",tanya Saga santai supaya El tidak curiga.
"Tidak Kak".
Syukurlah. Jadi dia tidak menemui kamu, El! batin Saga.
"Memangnya siapa yang datang Kak?",tanya El penasaran yang menghentikan aktivitas makannya.
"Maksud Kakak, ya, seperti Dokter David gitu. Buat mengecek kondisi kamu?",sahut Saga mencari alasan supaya El percaya.
"Belum Kak. Mungkin dokter David sedang sibuk".
"Sepertinya begitu. Ya sudah, aku keruangan dokter David dulu ya?".
El menganggukkan kepala menandakan setuju.
"Makanannya di habisin ya, supaya cepat sembuh!",pesan Saga sebelum keluar ruangan. Ia pergi menemui dokter David.
Disisi lain David sedang mencuci tangannya setelah menangani Sam. Ia bercermin pada kaca. "Ternyata aku masih tampan. Tidak kalah menawan dengan ketampanan Samuel",ocehnya pada diri sendiri.
Suara ketukan pintu membuat David berhenti memuji dirinya sendiri. Lalu ia segera menjawab. "Masuk!".
Saga masuk dengan tampan yang begitu menawan.
David yang baru saja duduk dikursi singgasananya merasa kesal. Baru saja lucifer satunya pergi, eh...satunya datang lagi. "Ada apa?",tanya David mencoba santai.
"Apa kamu memberitahukan kepada Sam bahwa El sedang dirawat disini?",tanya Saga sarkas.
David memutar bolanya merasa jengah. "Iya. Dia pantas tahu tentang kondisi El. Karena semua itu gara-gara tunangannya itu!",jawab David.
"Kamu tidak pantas memberitahukan kabar ini kepada Sam. Karena dia sudah tidak ada artinya bagi hidup El!",marah Saga.
David menyunggingkan senyum meremehkan Saga. "Kamu yakin mereka sudah tidak punya ikatan batin lagi?. Bagiku hanya omong kosong. Memang mulut mereka bisa berbohong, tapi tidak dengan hati mereka!",ungkap David.
Saga kesal mendengar ocehan David. "Kamu, janganlah ikut campur urusan orang lain. Kalau kamu mau bermain aman disini. Aku tidak akan segan-segan membuat profesi yang kamu duduki hancur seketika!",ancam Saga marah.
Ha... David lemas tidak percaya dengan ancaman yang mereka berdua berikan. Sama-sama memanfaatkan statusku sebagai dokter.
"Lebih baik kamu diam!. Itu lebih baik!",bentak Saga sebelum keluar dari ruangan David.
"Ish... Sialan mereka berdua!",umpat David marah.
***
Jangan lupa untuk komen, like dan vote.
Terimakasih.
__ADS_1