
...Happy Reading....
...***...
El yang melihat secara virtual merasa terharu karena sang sahabat yang ia kenal cukup lama dari kecil menempuh hidup baru dengan bahagia lahir dan batin. Ia tidak henti-hentinya selalu melakukan video call kepada Sella yang selalu ada di dekat Yasmine.
Setelah acara pernikahan Dony dan Yasmine selesai, Yasmine membersihkan wajahnya di bantu oleh para sahabatnya. Dony yang selalu setia ada di samping Yasmine merasa bahagia.
Sella keluar dari kamar mandi setelah mengganti baju. "Nih Don, sahabat kamu tuh selalu video call terus menerus!",kesal Sella terhadap El yang melakukan video call.
Dony menerimanya dengan senang hati. Ia menampilkan wajahnya dengan sang istri. "Apaan sih El, ganggu aja kamu tuh!",goda Dony.
"Kalian tega sekali sih sama aku!. Aku di cuekin seperti ini!",kesal El.
"Makanya pulang sini. Nanti aku janji deh bantuin kamu menyelesaikan skripsinya!",jawab Dony menawarkan bantuan.
"Enggak ah. Nanti aku ganggu kalian yang lagi asyik honeymoon!".
"Makanya cepat nyusul!. Ternyata enak lho kalau megang tangan anak orang dengan halal!",goda Dony yang langsung mendapat cubitan dari sang istri.
"Sudah Kak, jangan dengerin kata-kata dari Kak Dony. Kakak Dony sukanya begitu!",sahut Yasmine meluruskan.
"Dia itu selalu mencemooh aku terus Yas. Jadi aku tidak begitu kaget di buatnya!",jawab El. "Lalu Ayah dan Bunda mana?. Aku telepon kok tidak di angkat ya?".
"Tadi ada kok. Kita sempat ngobrol lama. Apa lagi tadi Kak Saga ikut duduk sama keluarga kamu, El. Hayooo,,, ada apa tuh?",goda Dony.
"Serius kamu, Don?",tanya El tidak percaya.
"Seriuslah. Kalau kamu tidak percaya sama aku, kamu bisa tanyakan langsung kepada istriku!".
"Cie...yang sekarang sudah berubah statusnya!. Jangan sombong begitu kenapa!",keluh El yang merasa cemburu terhadap sepasang suami istri yang baru saja menikah siang tadi.
"Cie....yang cemburu!",sahut Sella yang tiba-tiba nongol di depan kameranya.
"Kamu memang tidak cemburu Sel?",tanya El.
"Cemburu sih. Tapi nanti aku akan minta Kak Alan cepat-cepat buat Halalin aku deh. Supaya bisa seperti Dony dan Yasmine!",ide Sella yang begitu sempurna.
"Aamiin. Aku dan istriku akan mendoakannya Sel",sahut Dony.
"Ya sudah, mana hpku!",ucap Sella mengambil dari tangan Dony.
"Katanya tadi malas mengangkat telepon dari El, kenapa sekarang ambil seenaknya!",kesal Dony. Ia tidak sengaja melihat Sam dan Saga masih di ada di hotel ini.
"Tadi. Kan aku lagi sibuk!. Sekarang tidak!",sahut Sella yang ingin menang sendiri.
"Sel, aku titip istriku dulu ya!",pamit Dony yang tidak mencium kening sang istri.
Sella yang merasa risih kesal melihat pengantin baru ini. "Memang mau kemana?",ketus Sella.
"Udah, mau tahu aja kamu!",seru Dony yang sudah berjalan meninggalkan Sella dan sang istri. Ia berjalan menghampiri Saga terlebih dulu. "Yuk ikut aku, Kak!".
Saga yang sedang duduk manis sambil menikmati kopi mengalihkan pandangannya kepada Dony. "Mau kemana?".
Dony menggandeng lengan Saga supaya dia mengikuti langkahnya. "Udah, ikut aja!".
Mereka berjalan menghampiri Sam yang sedang bercengkrama dengan teman-temannya sekalian temu kangen.
"Sam, ikut aku!",ajak Dony yang langsung menggandeng lengan Sam tanpa persetujuan Sam terlebih dahulu.
__ADS_1
Sam yang merasa terganggu kesal dengan tingkah laku sang Sahabat. "Mau kemana sih?",tanya Sam yang tidak henti-hentinya sambil melepaskan tangan Dony.
"Udah, ikut aja!. Tidak ada tanya jawab!".
"Aku pergi dulu ya!. Jangan pergi dulu!",pesan Sam terhadap teman-temannya. Lalu mereka bertiga menghilang dari pandangan teman-teman.
Sella dan Yasmine hanya bisa pasrah Dony meninggalkan mereka berdua.
"Dony kemana Sel?",tanya El curiga.
"Sepertinya akan ada perang dunia lagi, tapi entah ke berapa kali!",kata Sella.
"Maksudnya apa sih Sel?".
"Dony mengajak Kak Saga dan Sam ke suatu tempat!",jawab Sella.
Deg. El tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh Sella. Ia kemudian mematikan ponselnya sepihak tanpa mengucapkan salam. Ia segera menghubungi nomer Dony.
Dret... Dret... Dret...
Ponsel Dony berdering di dalam saku celananya. Ia mengambil dan melihat siapakah gerangan yang meneleponnya di saat waktu yang tidak tepat. El. Ini kesempatannya buat Sam dan Saga berbaikan. Ia kemudian memperlihatkan layar ponsel dengan nama El yang sedang meneleponnya. "Lihat ini!".
Sam dan Saga otomatis melihat layar ponsel Dony yang sedang berbunyi. El.
"Kalian tahukan siapa diantara kita yang paling penting?",tanya Dony menyombongkan dirinya.
"Maksud kamu apa, Don?. Kamu mau aku pukul sampai babak belur?",sahut Sam tidak terima atas sikap Dony.
"Udahlah Sam. Aku tahu, kalau aku lebih unggul satu langkah dari kamu. Dan aku tidak peduli itu. Karena bagiku, El adalah sahabat dari aku kecil sampai sekarang. Dan terbuktikan bahwa aku yang paling terpenting baginya!",jelas Dony yang membuat Sam merasa gerah.
"Sepertinya setelah kamu menikah, kamu sudah bosan hidup ya Don!",kesal Sam.
"Ckckckck... Aku tidak pernah bosan hidup Sam. Aku ingin kalian berbaikan, maka dengan itu pasti El akan memilih salah satu di antara kalian!".
"Ya karena aku yakin aja. Soalnya tidak mungkin El akan mencintaiku, karena aku sudah punya istri. Dan kemungkinan terbesar kalian berdua yang akan di pilih El. Tapi, aku tidak tahu yang El akan pilih bisa, Sam maupun Saga!",jelas Dony.
"Jangan mendahului takdir kamu!",sahut Sam.
"Manusia itu bisa berharap Sam, tapi Allah yang menentukan. Dan aku berharap di antara kalian berjodoh dengan El",ungkap Dony. "Bagaimana, kalian setuju bila kalian baikan?",tanya Dony.
Saga mengambil nafas dalam-dalam. Ia sebenarnya sudah lama ingin hubungannya dengan Sam membaik, tapi Sam selalu tidak membuka hatinya.
"Bagaimana Kak Saga?",tanya Dony meyakinkan.
"Aku sudah lama berniat baikan sama kamu, Sam. Tapi, sepertinya kamu belum membuka pintu maaf buat aku. Tapi, apa boleh buat!",kata Saga jujur sambil mengangkat kedua bahu pasrah.
Sam menyunggingkan senyumannya merendahkan Saga.
"Apakah benar Sam, kamu masih menutup pintu maaf bagi Kak Saga?",tanya Dony.
"Menurut kamu?",tanya Sam balik.
"Ayolah Sam, Tuhan aja Maha Pemaaf. Apa lagi kita hanya manusia biasa",jelas Dony. "Apa perlu aku menelepon El supaya El mendengar sendiri jawaban dari kamu?".
"Kamu mengancam aku, Don?",tanya Sam tidak percaya.
"Sepertinya begitu. Ini cara yang terbaik buat kamu dan Kak Saga. Dan mungkin El akan sependapat sama aku",jawab Dony bijak.
"Kamu berkorban hanya untuk laki-laki brengsek seperti ini Don?",tanya Sam marah sambil jarinya menunjuk jari ke arah Saga.
__ADS_1
"Aku akan melakukannya apapun itu demi persahabatan kita Sam. Aku tidak mau persahabatan kita akan rusak karena masalah dari masa lalu. Aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti masa lalu. Aku kehilangan dua sahabatku yang dulu pergi dari hidupku. Dan sekarang kalian kembali untuk hidupku",ungkap Dony dari hati yang paling dalam.
Sam tertunduk malu. Ia tahu dulu ia, El dan Dony seperti orang asing yang tidak tahu arah dan tujuannya. Dan sampai saat ini cintanya tidak terbalaskan.
"Apakah kamu akan seperti ini terus-menerus Sam?. Mungkin luka kamu tidak akan pernah sembuh dari hati kamu. Tapi, kita sebagai manusia akan berusaha menyembuhkan luka itu walaupun itu berbekas di hati",kata Dony. "Mungkin El berharap kamu dan Kak Saga bisa berbaikan seperti sediakala. Dan mungkin jodoh kamu akan datang setelah kamu memaafkan semua kesalahan dari Kak Saga",jelas Dony. "Karena selama ini kamu selalu gagal dalam masalah percintaan. Mungkin kamu masih mempunyai salah sama orang, sehingga kita mendapat ujian dariNya".
"Kamu tidak tahu tentang takdirku, Don. Andai aku bisa memohon sama Tuhan, aku ingin tidak mengenal dia dalam hidupku!",ucap Sam sambil menunjuk ke arah Saga. "Apa lagi sebagai seorang sahabat. Itu tidak pantas di nobatkan seperti itu!".
"Sam!. Mungkin aku salah menafsirkan sebuah cinta, karena aku tahu kalau dulu aku tidak paham tentang cinta. Cinta harus memiliki, itu tidak benar. Mungkin kesalahanku terlalu fatal buat memori kamu, tapi paling tidak aku ingin memperbaiki sedikit memori kamu tentang aku!",ungkap Saga dari hati yang paling dalam.
Sam menyungging senyumannya lagi merendahkan Saga. "Karena kamu terlalu buta soal cinta!",kata Sam dengan nada tinggi.
"Iya, aku akui aku terlalu buta soal cinta. Karena aku masih belum cukup umur, apa lagi sampai berkelahi sama kamu. Aku menyesal Sam, aku benar-benar menyesal telah membuat kamu seperti ini membenciku!".
"Ok kalau kamu menyesal tentang ulah kamu sendiri. Aku maafkan. Tapi.....?". Ada jeda di setiap perkataan Sam.
"Tapi apa Sam?",tanya Dony dan Saga serentak.
"Tapi ada syaratnya".
"Syaratnya?",tanya Saga.
"Syarat cukup mudah. Kamu harus menjawab di setiap pertanyaan ku. Itu harus dengan jujur dari hati kamu paling dalam. Mudahkan!",tantang Sam.
Dony menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. "Tidak bisa Sam. Apakah kamu mau mengulangi kesalahan kamu lagi pada saat dulu!. Truth or dare?",cegah Dony sebelum terlambat.
Sam mengangkat kedua bahunya tidak mau tahu.
Saga bingung harus menjawab apa. Ia takut bila Sam akan menjebaknya di setiap pertanyaan yang di ajukan.
"Jangan Kak. Ini sama aja Kakak membuka privasi Kakak sendiri!",cegah Dony kepada Saga yang masih memikirkan tantangan dari Sam.
Apakah ini waktu yang tepat untuk mengetahui hubungan antara dia dan El?. Apakah ini akan menjadi jawaban atas pertanyaan yang ada di benakku? batin Sam dalam hati.
Saga memandang Sam dengan tatapan tajam. Haruskan aku mendapat hukuman seperti ini?.
Dret... Dret... Dret...
Ponsel Dony bergetar tanda panggilan masuk. Ia menatap layar ponsel dan El sedang memanggil. Ini kesempatan Dony untuk membujuk El supaya menyelesaikan perseteruan di antara mereka berdua. "Assalamualaikum El!",sapa Dony.
Sam yang mendengar nama El langsung mengambil secara terpaksa dari telinga Dony. Ia tidak mau Dony melibatkan El dalam situasi ini karena ini tidak baik buat kedepannya. "Hallo!".
El yang mendengar suara Sam terperanjat karena ia tidak menyangka Sam akan merebut ponsel dari Dony sampai-sampai ponsel yang ia pegang jatuh ke bawah lantai.
"Hallo... Hallo... Hallo....!",panggil Sam berkali-kali.
Dony yang geram melihat kelakuan Sam langsung mengambil ponselnya dari tangan Sam. "Apaan sih Sam!",kesal Dony.
"Aku tidak mau kamu menceritakan ini semua kepada El!".
"Kenapa, kamu takut?",tanya Dony marah.
"Aku tidak mau dia tambah membenciku, Don. Cukup seperti ini, aku dan dia saling menjauh!",jelas Sam malas.
"Lalu mau kamu apa?. Kamu mau Kak Saga mengungkapkan isi hatinya kepada kamu, supaya kamu bisa tahu bagaimana hati Kak Saga sebenarnya. Kamu egois Sam!. Kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Kak Saga. Dia punya hati Sam!. Kamu sama saja mengulangi kesalahan masa lalu kamu!",ucap Dony dengan nada yang tinggi.
"Iya Don, aku ingin tahu bagaimana perasaan dia sama El?. Karena El selalu melindungi dia dari amarahku?",sahut Sam. "Dulu aku bisa mengalah karena satu perempuan yang tidak aku cintai, tapi sekarang aku ingin memperjuangkan perempuan itu?. Apakah aku salah?",lanjut Sam dengan hati yang nanar.
...***...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
...Terimakasih....