
Happy Reading.
***
Tring... Tring... Tring...
Sebuah pesan masuk kedalam ponsel milik Sam.
Sam dengan seseorang wanita sedang ada di dalam mobilnya. Ia melirik sebuah pesan yang masuk kedalam ponselnya. Ia segera membuka pesan dari Ardi.
"Dia lucu sekali Pak Sam!. Seperti anak kecil yang baru saja melihat dunia ini yang begitu indah!".
Sam membaca dan melihat gambar-gambar foto itu dengan senyuman yang merekah. Ia ingin sekali melihatnya langsung sekarang juga. "Bikin gemesh aja kamu!",kata Sam pada foto-foto yang ia pegang.
"Siapa sih Pak Sam?",tanya Arneta.
"Gak usah kepo. Yang paling penting sekarang kamu harus akting dengan bagus dan baik. Jangan sampai ketahuan!",pesan Sam kepada Arneta.
"Baik Pak!",jawab Arneta.
"Sudah untung kamu, saya jemput!. Masak iya atasan jemput anak buahnya!",kesal Sam yang masih fokus menatap layar ponselnya.
"Saya kan tidak minta di jemput Pak. Apa lagi dijemput sama Bapak, Bapak aja yang maksa!",jawab Arneta sungkan.
"Kamu tuh ya, tidak bilang terimakasih. Malah ngoceh gak karuan kayak gitu!",kesal Sam.
"Maaf Pak. Iya, terimakasih banyak Pak Sam, yang sudah menjemput saya!",ucap Arneta terpaksa.
"Dasar kamu, anak buah yang tidak tahu terimakasih!",seru Sam.
Arneta tahu betul sekarang Pak bosnya sedang kesal terhadapnya. Ia lebih baik diam daripada ngoceh gak jelas kayak gitu. "Oh... Iya Pak, saya harus pakai baju kantor kayak gini ya?",tanya Arneta.
"Terus mau kamu apa?. Mau pakai baju branded dan semacamnya?",tanya Sam balik.
"Ya siapa tahu ada endorse Pak. Brand merk punya Bapakkan banyak. Masak iya dinner romantis pakai baju kantor seperti ini?",oceh Arneta tidak tahu malu.
"Emang yang dinner siapa?. Kamu kok repot banget!",sahut Sam.
"Iya... Iya Pak. Yang dinner romantis Bapak, tapi yang jadi korbannya saya",ujar Arneta polos.
"Jadi korban kok atmnya penuh?. Mana ada!",jawab Sam.
"Bisa aja Bapak nih!",sahut Arneta langsung.
Lalu Sam mengetik pesan kepada Ardi.
"Tolong bahunya di tutupi, itu terlalu terbuka!",
Sam.
"Itukan gaun dari kiriman Pak Sam dari butik XXX!".
Ardi.
"Oh...ya, tapi kok El mau pakai-pakaian kayak gitu?".
Sam.
"Terpaksa kali Pak!".
😁😁😁
Ardi.
"Kurang aja ya kamu Ar!".
😡😡😡
Sam.
"Mohon maaf deh Pak!".
Ardi.
"Sialan kamu!".
"Mau godain saya, karena malam ini adalah malam dinner bersama El!".
Sam.
"Maaf... Maaf Pak!. 😊😊😊".
__ADS_1
Ardi.
"Awas aja nanti ketemu disana!".
Sam.
***
Ardi membawa El memasuki sebuah restoran VVIP yang ada di gedung tersebut. Ardi mempersilahkan El untuk duduk di salah satu meja yang sudah di booking terlebih dahulu. "Silakan mbak?",perintah Ardi membukakan salah satu tempat duduk.
"Terimakasih Pak!",jawab El. Ia langsung duduk di tempatnya. "Apakah Sam masih lama Pak?",tanya El sambil melihat disekeliling ruangan itu. Disana terdapat beberapa pengunjung yang juga sedang makan malam romantis dengan pasangan mereka masing-masing.
"Paling sebentar lagi mbak. Saya permisi turun ya mbak?",kata Ardi.
"Iya Pak. Sekali lagi terimakasih banyak telah banyak membantu saya?",kata El.
"Sama-sama Mbak",kata Ardi sambil membungkukkan badannya sedikit lalu pergi meninggalkan ruangan VVIP.
El merasa risih di tatap seluruh pengunjung laki-laki yang ada disana. Ia segera mengalihkan perhatiannya terhadap pemandangan diluar sana. Lama banget sih Sam! kata El melihat jam tangan yang melekat di tangan kirinya.
Disisi lain Sam dan Arneta baru saja tiba. Mereka segera turun dari mobil dan memasuki gedung. Arneta pamit untuk pergi ke kamar mandi sedangkan Sam segera menaiki lift menuju ruangan VVIP yang dia booking kemarin hari.
Sam merasa bersalah karena sudah terlambat datang ke acara makan malam yang ia buat. Ia menunggu lift sambil melihat ke arah jam tangan. "Maafin aku ya El?. Semoga kamu tidak bosan menunggu disana?",lirih Sam.
Di sisi lain El begitu bosan menunggu. Ia sudah menunggu hampir setengah jam disana. Ia berdiri dan berjalan ke arah pintu lift. Tetapi....
Ting.
Pintu lift terbuka dan menampilkan seseorang yang ia sedang tunggu. "Sam!".
"El",ucap Sam melihat El yang sedang mematung memakai gaun merah yang sangat cantik. Ia segera menghampirinya. "Maafin aku ya El, aku terlambat datang?",ucap Sam memohon.
"Kamu niat gak sih ngajak aku makan malam?. Kalau gak niat lebih baik di batalkan dari awal!",kesal El.
"Aku berniat makan malam sama kamu. Tapi, tadi ada sedikit kendala. Aku harus menjemput seseorang",jawab Sam.
Deg. Seseorang?. Siapakah dia? pikir El.
"Ya udah, aku sekarang sudah ada disini. Kita makan malam sekarang!",kata Sam menuntun El untuk duduk kembali ke kursinya.
Mereka berdua duduk dengan berhadapan. Sam memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan yang spesial di restoran ini.
"Kamu sangat cantik El malam ini !",puji Sam yang melihat keindahan di depan mata.
"Terimakasih Pak Sam".
"Maaf Pak tidak bisa. Saya tahu persis posisi saya siapa. Saya tidak mau membuat kesalahan lagi di kehidupan Pak Sam dan Mama Violla. Dan saya sangat berterimakasih karena tadi siang Bapak telah membelikan barang-barang branded buat saya. Untuk menghargai pemberian dari Bapak, saya mengambil satu helai gaun ini",kata El sopan. Ia segera mengambil beberapa paperbag yang ia bawa dari asramanya untuk ia serahkan kepada Sam.
"El, aku mohon El, maafkan aku atas keterlambatan tadi. Apa gara-gara ini kamu marah sama aku?",tanya Sam.
"Tidak Pak Sam. Saya sudah maafkan kesalahan Pak Sam malam ini. Tapi, saya tidak mau di cap sebagai wanita yang cuma mau uangnya saja. Gara-gara saya Pak Sam dan Pak Edwan bertengkar. Saya sangat-sangat minta maaf Pak?",ucap El berkaca-kaca.
"El, aku mengajak kamu malam ini makan malam bukan untuk membahas masalah tadi siang ataupun masa lalu".
"Tapi Pak, saya bukan siapa-siapa Bapak. Saya datang kesini karena saya ingin melunasi semua hutang permintaan Bapak. Dan akhirnya terlaksana juga!",sahut El.
"Iya. Aku tahu kamu melakukan semua ini karena terpaksa. Tapi, aku mohon untuk malam ini kita jangan berdebat lagi. Aku mohon ?",mohon Sam.
"Oke!",jawab El.
Para pelayan datang menyiapkan makanan dia atas meja.
Sam melihat para pelayan itu dengan risih melihat bahu dan punggung El sedikit terbuka. "Hmmmmm!", Sam berdehem.
"Ada apa sih Sam?",tanya El.
Sam masih melihat para pelayan itu dengan tatapan tajam. Dan para pelayan itu pergi meninggalkan meja makan. "Tidak ada apa-apa kok!",jawab Sam dengan senyuman yang menawan. Ia segera membuka jas yang ia kenakan dan berdiri menghampiri El yang masih duduk manis di tempatnya. Ia menyampirkan jasnya di kedua bahu El.
El melihat Sam dengan perasaan berbunga-bunga.
"Aku gak nyaman kalau kamu pakai gaun itu!",kata Sam menggoda.
El menatap mata Sam. "Sebenarnya aku juga gak nyaman, tapi itukan pemberian dari kamu!",jawab El.
Sam kembali duduk dan meneguk minuman yang tersaji di meja. "Kalau kamu gak nyaman kenapa kamu pakai. Kan ada yang lainnya?",kata Sam.
"Emang kamu yang pesan gaun itu buat aku?",tanya El.
"Iya. Emang ada apa?",tanya Sam balik.
Huft. El mengambil nafas dengan pelan. "Kalau kamu yang beneran pesen buat aku, seharusnya kamu tahu apa isi dalam paperbag itu. Apa lagi gaun yang kamu pesan itu!",jawab El.
Deg. Sam langsung mengambil salah satu paperbag yang berisi gaun-gaun itu. Dan ia membukanya. Ha.... Mata Sam melotot dengan sempurna. Ia melihat gaun-gaun itu yang kurang bahan.
El tersenyum sempurna. Ia senang melihat mimik muka Sam yang super duper bikin gemes.
__ADS_1
Sam mengembalikan gaun-gaun itu kedalam paperbag itu lagi. "Sumpah El, ini bukan aku yang milih!",ucap Sam tidak enak hati.
"Katanya kamu yang pesan, kok sekarang beda",tanya El.
"Iya, aku yang pesan. Aku langsung menelepon yang punya butiknya. Aku minta sama dia untuk memilihkan gaun yang spesial di butik itu. Kok jadinya pilihnya seperti itu!",jelas Sam.
"Jadi kamu tidak memilih sendiri gaunnya?".
"Tidak. Tadi setelah berdebat sama Kakak, aku langsung metting. Jadi gak sempat. Maafin aku ya?",ucap Sam tidak enak hati.
"Tidak apa-apa",jawab El tersenyum.
"Ya udah kita makan yuk. Aku lapar banget?",kata Sam.
"Iya. Silakan makan Pak Bos Sam?",goda El lagi.
"Apaan sih, gak lucu!",kesal Sam yang langsung melahap sajian makan malam.
El sedang memotong beef yang lumayan besar. "Kalau boleh tahu tadi kamu jemput siapa di bandara?",tanya El intens.
Sam melahap beefnya. "Nanti aku kenalin. Dia baru ke toilet kok!",jawab Sam.
"Jadi, dia ada disini?",tanya El penasaran.
"Iya",jawab Sam sambil menikmati beefnya.
"Kenapa kamu tidak menunggunya?",tanya El lagi.
"Karena dia tidak mau di tunggu. Dia baru diet, jadi jam segini dia tidak mau makan lagi",jawab Sam berbohong.
"Tapi aku gak enak Sam sama dia. Masa kita makan berdua, dia tidak. Dia laki-laki atau perempuan?",tanya El lagi. Ia tidak mau kalau Sam menganggap ia sedang cemburu.
"Dia perempuan!",jawab Sam.
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri El dan Sam. "Maaf ya sayang agak lama!",kata seseorang itu.
Deg. El langsung menoleh ke sumber suara. Sayang?. Mata El bertemu dengan Arneta sekertaris pribadi Sam.
"Mbak El ya?",kata Arneta mencoba santai.
"Mbak Arneta!",ucap El. Ia kemudian mengulurkan tangannya kepada Arneta.
Arneta dengan senang hati menyambut uluran tangan El. "Apa kabar mbak, sudah lama kita tidak bertemu lagi?",tanya Arneta.
"Alhamdulillah baik mbak. Mbak sendiri bagaimana?".
"Alhamdulillah saya juga baik-baik saja mbak",jawab Arneta. "Kalian sedang makan malam berdua?",tanya Arneta.
"Kan aku udah bilang tadi!",sahut Sam.
"Iya, tapi kenapa sayang tidak nungguin aku sebentar!",kesal Arneta.
Sayang?. Apa maksud dari semua ini? batin El melihat kemesraan Sam dan Arneta.
"Aku keburu lapar. Kamunya sih lama banget di toiletnya!",marah Sam.
"Udah Sam dan Mbak Arneta. Biar saya yang pesenin ya?. Dan sekalian saya pindah ketempat duduk lainnya saja!. Saya tidak mau kalau kalian berdua berantem?",ucap El.
"Tidak apa-apa kok Mbak. Kita makan bertiga saja ya. Maklum pacar saya emang selalu begitu!",jawab Arneta.
Deg. Pacar. Jadi Sam dan Mbak Arneta? pikir El melihat ke arah Sam dan Arneta.
"Kenalin El, dia pacarku. Yang dulu aku ceritain. Ada hati yang harus aku jaga. Dan hati itu milik Arneta!",kata Sam berdiri disamping Arneta.
Deg. Hati El seperti terkena petir yang akan hancur seketika. Matanya berkaca-kaca melihat Arneta memegang lengan Sam dengan mesra dan senyum yang mengembang di bibir manis Arneta. Dan aku lupa, bahwa harus ada hati yang dia jaga?.
Arneta menyandarkan kepalanya di lengan Sam manja. Sesekali Arneta berbicara dengan nada menggoda.
El masih tidak percaya yang ia lihat di depan mata. Dua orang sejoli yang sedang memadu kasih dengan mesranya.
***
Jangan lupa komen, like dan vote.
Terimakasih.
El : Aku lagi sebel deh?.
Sam : Sebel kenapa?.
El : Banyak yang baca tapi pelit dalam mencet like dan komennya!.😭😭😭
Sam : Bagaimana kalau aku ngasih like dan komen yang banyak?.
El : Kenapa harus kamu?.
__ADS_1
Sam : Biar kamu tambah suka dan cinta sama aku.
El : Huhhhh.... So swettt....😘😘😘