Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Mencoba Lagi


__ADS_3

...Happy Reading....


...**...


William melempar ponselnya di atas meja kafe. Seseorang yang sedang sendiri memakai topi dan kaca mata langsung menoleh ke arah William.


"Kalau kamu mendekatinya seperti ini, kamu cepat atau lambat akan kehilangan El seutuhnya!",tegas William duduk di kursi depannya.


Seseorang itu membuka kacamata dan topi. "Maksud kamu apa?",tanya Sam.


"Lihat aja!",perintah William sambil melirik ponselnya.


Sam langsung mengambil ponsel William yang dia lempar di atas meja.


"Dia semakin lama, semakin dekat. Maka, kamu harus bersiap-siap kehilangan dia!",kata William sarkas.


Sam tercengang melihat foto-foto El yang sedang berpelukan dengan Saga. "Damn it!",umpat Sam, rahangnya mengeras dan otot-ototnya seakan ingin keluar. Ia lalu melemparnya ponselnya ke depan wajah William.


Dengan sigap William menangkapnya. "Sampai kapan kamu bersembunyi seperti ini terus?. Tidak ada gunanya Sam!",cicit William.


"Dia benar-benar ingin melupakan ku. Buktinya dia mau membalas pelukan dari cowok brengsek itu!".


"Bukan Saga yang memeluknya. Tapi El yang pertama kali memeluk Saga!",jelas William.


"Apa!",teriak Sam yang otomatis berdiri dari kursinya. "Tidak mungkin El melakukan hal seperti itu",bantah Sam cepat.


William tersenyum sengit. "Kalau kamu tidak percaya dengan ucapanku, lebih baik kamu langsung tanya sama Adelle. Adelle juga ada disana!",ungkap William.


Sam melemas. Ia kemudian kembali duduk di kursi tempat semula. "Jadi, ini yang dinamakan balas dendam",pikir Sam.


"Balas dendam?. Maksud kamu apa?",tanya William sarkas. "Tidak mungkin El melakukan hal sekeji itu. Aku mengenal El selama tiga tahun, dan El selalu menjadi pribadi yang baik!".


"Kamu hanya mengenal dia selama 3 tahun. Sedangkan aku, mengenalnya lebih dari tiga tahun!",jelas Sam dengan nada yang berat.


"Dan kamu....tidak tahu bagaimana sifat dari El!. Maka dari itu, tolong jangan sakiti dia lagi!".


Sam tersenyum sengit. Ia tidak percaya bahwa sahabatnya membela El dan Saga bersatu. "Jadi, kamu membiarkan dia bersama laki-laki brengsek itu!",tanya Sam murka.


"Bukan dia!",jawab William melihat bola mata Sam yang sedang memanas. "Tapi aku sendiri yang akan membuat El bahagia!",lanjut Wiliam.


Sam tidak terima. Ia segera berjalan ke arah William dan memegang krah baju William dengan cepat. "Kamu mau mengkhianati aku!",tanya Sam murka.


William menatap tajam ke arah bola mata Sam. "Memang kenapa?. Kamu yang tidak bisa membuat El bahagia. Kamu yang selalu menyakitinya. Kamu yang selalu membuat dia menangis. Kamu tidak pernah meyakininya bahwa kamu benar-benar mencintainya tulus dari hati kamu!",ungkap William bahwa ia kecewa dengan sikap Sam.


"Kurang apa aku Will!. Aku selalu berusaha meyakinkan dia bahwa aku akan berusaha untuk meyakinkan kedua orangtuaku maupun kedua orangtuanya, tapi dia memilih menyerah daripada berusaha bersamaku!. Aku harus bagaimana menyikapi sikapnya!. Aku mencintainya lebih dari hidupku, tapi dia selalu memilih bersama dia!. Andai dia tahu, aku masih memikirkannya. Aku selalu tidak bisa tidur disaat malam hari. Karena, di pikiranku hanya dia!",ungkap Sam dengan nada gemetar dan rahang mengeras. Lalu ia melepaskan tangannya yang memegang krah baju William. "Tidak ada gunanya aku berjuang sendiri. Kalau dia selalu bersama laki-laki brengsek itu!".


"Dan tidak ada gunanya, El berjuang sendiri. Karena pada akhirnya, kamu bersama Laura, wanita pilihan Mama kamu!",lanjut William.


Sam berjalan kearah tembok kaca yang terdapat di kafe tersebut. Ia memandang pemandangan yang sangat indah tapi hatinya sedang terluka parah.


William mendekati Sam dan memegang bahu Sam. "Percayalah, aku tidak mencintai El, Sam. Memang dulu aku sempat jatuh hati sama dia. Aku kagum akan kepribadiannya. Tapi, aku sadar, aku hanya mengaguminya bukan berarti mencintainya. Dan aku mencintai teman dekatnya El, yaitu Adelle!",ungkap William dari hati yang terdalam supaya Sam tidak salah paham dengaj perasaannya.


"Aku tidak heran bila semua teman laki-lakinya El pasti menyimpan perasaan lebih sama dia. Dia cantik, smart dan cerdas. Tidak salah semua laki-laki mencintai dia",jelas Sam.


William menepuk bahu Sam beberapa kali. "Kamu harus berusaha lebih keras lagi Sam, meyakinkan El!".


"Aku tidak tahu Will. Aku seperti kehilangan sesuatu dalam hidupku".


"Berdoalah!. Minta petunjuk sama yang Maha Kuasa. Pasti akan ada jalan yang terbaik buat kamu, El maupun keluarga kamu. Dia wanita yang baik Sam!".


"Terimakasih atas sarannya Will. Aku akan berdoa. Entah, aku akan dijauhkan sama dia. Maupun aku didekatkan sama dia",kata Sam pasrah. "Tapi, aku tidak terima dan tidak rela bila dia sampai memilih Saga!".


William menepuk bahu Sam lagi. Ia tahu bahwa Sam akan menyelesaikan masalahnya dengan baik. Ia mematikan rekaman suara di ponsel. Ia merekam percakapan dari awal percakapannya dengan Sam tanpa sepengetahuan Sam sendiri.


***


Disisi lain El dan Saga berjalan-jalan ditaman kota dekat asrama tempat El tinggal.


"Setelah ini, apa yang kamu lakukan?",tanya Saga.


"Aku belum memikirkan itu Kak. Mungkin setelah aku pulang ke Indonesia, aku sudah tahu apa yang aku inginkan!",jawab El bijak. Ia kemudian berjalan diatas anak tangga yang lurus. Ia merenggangkan kedua tangganya untuk bisa menyeimbangkan tubuhnya.


"Semoga apa yang kamu inginkan bisa terwujud El. Semoga kedepannya lebih mudah untuk bisa kamu lalui!",pesan Saga.


"Terimakasih doanya Kak. Lalu Kakak akan tinggal dimana?. Di sini atau di Indonesia?",tanya El berharap.


"Menurut pendapat kamu, aku lebih baik dimana?",tanya Saga balik.


"Aku butuh jawaban dari Kakak. Bukan malah Kakak balik tanya sama aku!".


"Aku bukan bertanya sama kamu. Tapi, menurut pendapat kamu apa!".


"Bukankah itu sama aja!",sahut El menggoda.


Hahaha...tawa mereka pecah. Saga bahagia bisa berduaan sama orang yang ia sayangi.


"El.........!",teriak seseorang dari belakang.


El dan Saga lalu menengok ke belakang. Disana dua orang sedang menghampiri mereka berdua.


"Sella. Kak Alan!",cicit El sambil menutup mulutnya tidak percaya.


Sella menghamburkan kepelukan El. "Aku kangen banget sama kamu!",teriak Sella yang membuat telinga El semakin panas.


"Aku juga kangen banget sama kamu, Sel!",balas El memeluk erat sang sahabat. "Kenapa kamu tidak bilang kalau mau kesini?",tanya El melepaskan pelukannya.


Sella tertawa bahagia. Ia tersenyum -senyum sendiri membuat El penasaran.

__ADS_1


"Kenapa kamu seperti orang kesurupan?. Kamu baik-baik saja kan?",tanya El curiga.


Sella masih tetap bungkam dengan pendiriannya. Ia tidak lepas dari senyuman manisnya.


"Hallo Kak Alan. Apa kabar?",tanya El mengalihkan perhatiannya kepada Alan.


"Baik-baik El. Bagaimana dengan kamu sendiri?",tanya Alan yang memasukkan salah satu tangan ke saku celana.


"Seperti yang Kakak lihat".


"Selamat atas kelulusan kamu. Semoga kedepannya semakin baik!",ucap Alan tulus.


"Terimakasih banyak Kak. Dan terimakasih kalian sudah hadir diacara kelulusan ku. Walaupun sudah terlambat!",ucap El menggoda.


"Eh...terlambat bagaimana!. Pengumumannya kan baru tadi siang!",keluh Sella tidak terima.


El melihat bunga yang ada di tangan Alan.


"Jangan harap aku akan memberikan kamu bunga. Ini bunga bukan buat kamu, tapi buat aku!",jelas Sella mengambil dengan cepat buket bunga dari tangan Alan. "Kamu kan tidak suka bunga!",ungkap Sella.


Deg. El langsung tersadar akan keberadaan Saga yang memberikan sebuah buket bunga mawar. "Apaan sih kamu, Sel!",kata El memberikan sebuah kode kedipan mata.


Sella dan Alan yang tidak tahu maksud dari El hanya berdiam diri.


"Kamu tidak suka bunga, El?",tanya Saga bingung.


Sella yang mengerti situasi langsung bersilah. "Oh... maksud aku, El tidak suka bunga tulip Kak. Dia sukanya bunga selain tulip!",bantah Sella berbohong.


Lega. Hati El benar-benar lega.


"Oh begitu!",seru Saga.


El hanya tersenyum terpaksa melihat kebohongan Sella.


"Kita ke kafe tempat dulu kamu bekerja yuk!",ajak Sella. "Buat ngerayain kelulusan kamu!".


"Ok Sel",jawab El. "Kakak ikut ya?",ajak El terhadap Saga.


"Hmmm... Sepertinya aku tidak bisa El. Soalnya malam ini ada janji sama teman",jawab Saga.


"Yahhhh...kok gitu sih Kak!. Kakak seharusnya ikut sama kita. Karena, Kakak juga sudah banyak membantu aku selama ada disini!",kecewa El.


Saga mengacak rambut El gemas. "Lain kali saja. Nikmatilah saat bersama teman-teman kamu. Aku pergi dulu ya?",pamit Saga.


El hanya menganggukkan kepala.


"Baik Kak!",jawab Sella.


Setelah kepergian Saga. Mereka bertiga langsung pergi ke kafe Lon n Love dengan menaikkan mobil milik Sella.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai. Dan mereka memesan pesenan mereka masing-masing.


Disisi lain William menerima sebuah pesan. Ia masih berada di restoran bersama Sam.


"Will, cepat ke kafe!. El ingin merayakan kelulusannya dengan mentraktir kita!". Adelle.


"Kamu ingin menemuinya?",tanya William kepada Sam.


"Aku bingung Will. Aku bimbang!",jawab Sam pasrah.


"Kamu tidak mau mencobanya lagi, Sam. Mungkin El berubah pikiran setelah dia lulus!",saran William.


Sam masih menimang-nimang saran dari William.


"Tidak ada salahnya bila kita ingin mencoba lagi!",cicit William.


Sam mengambil jaketnya yang tersampir di kursinya. "Ayo!",ajak Sam yang sudah berjalan dulu.


William tersenyum melihat semangat dari Sam. Ia langsung mengejar Sam yang sudah sampai di mobil.


Hari semakin malam dan kafe semakin berkurang pengunjungnya. El dan teman-temannya sedang bersendau gurau. Sella menceritakan bahwa ia sudah dilamar oleh Alan beberapa jam yang lalu. Ia memamerkan sebuah cincin berlian pemberian dari Alan.


"Aku ikut bahagia Sel!",ucap El bahagia karena sang sahabat sudah dilamar.


"Jadi, kapan kamu mau menyusul kita El?",tanya Alan.


Hahaha...tawa El pecah. "Doain aja Kak. Semoga aku menyusul kalian!",jawab El walaupun hatinya sedang teriris-iris dengan pertanyaan dari Alan tapi ia tidak mau mengubrisnya.


Tiba-tiba dua orang masuk kedalam kafe dengan penampilan memakai jaket, topi dan kacamata serba hitam.


Salah satu mengunci pintu dan satunya lagi naik ke panggung.


Adelle yang melihat seseorang yang berdiri didepan pintu itu memberikan sebuah kode supaya Adelle tetap duduk.


"Ada apa ini?",tanya Alan bingung.


Sella yang melihat gelagat dari seseorang yang menaiki panggung sepertinya mengenalinya tetapi ia bingung.


"Iya Kak. Ada apa ini?",tanya El melihat seseorang yang ada di dipanggung mengambil sebuah pengeras suara.


"Test.... Test... Test... Malam semuanya!",sapa seseorang itu.


Sella tercengang mendengar suara yang tidak asing ia dengarkan. Sam! batin Sella.


El masih menerka-nerka suara siapakah itu?.


"Mungkin dia sedang berusaha mencoba lagi!",seru Sella.

__ADS_1


Seseorang itu duduk di kursi dan mengambil gitar lalu memetiknya mengambil nada yang pas untuk bermain musik. "Aku persembahkan lagu ini buat salah satu orang yang sedang duduk di kursi pengunjung. Dia sangat berarti bagiku. Mungkin takkan ada yang menggantikan kamu!",kata Sam dan memainkan musiknya.


***


Play music : Lyla_ Takkan Ada


***


Takkan jera aku memintamu


'Tuk tetap di sini


Meski kini kau pun telah pergi


Dan meminta aku


'Tuk melupakanmu


Tapi ku tak mampu


(El langsung tercengang dengan sebuah makna dari lagu tersebut).


Aku mohon kepadamu


Kembalilah kepadaku


Karena takkan pernah ada


Yang mampu menggantikan mu


Takkan jera aku memintamu


'Tuk tetap di sini


Dia bukan orang yang ku pilih


'Tuk melupakanmu


(El berkaca-kaca mendengar setiap bait lagu yang di nyanyikan seseorang itu. Begitu dalam maknanya karena lagunya sudah mewakili perasaannya saat ini).


Aku mohon kepadamu


Kembalilah kepadaku


Karena takkan pernah ada


Yang mampu menggantikan mu


Aku mohon kepadamu


Kembalilah kepadaku


Karena takkan pernah ada


Yang mampu menggantikan mu


Aku mohon kepadamu


Kembalilah kepadaku


Karena takkan pernah ada


Yang mampu menggantikan mu


Sekali lagi aku mohon kepadamu


Kembalilah kepadaku


Karena takkan pernah ada


Yang mampu menggantikan mu


Tak seindah bersamamu


Tak sehangat pelukanmu


Yang tak akan pernah bisa


Untuk mengganti dirimu


(Sam membuka kacamata).


Takkan jera aku memintamu


'Tuk tetap di sini


***


El tercengang melihat Sam yang bernyanyi untuknya. Perasaannya berkecamuk di dalam hati yang sedang entah ia rasakan saat ini.


Sella dan semua orang berdiri bertepuk tangan untuk penyanyi amatir malam ini.


El tidak bisa berkata-kata. Ia memilih untuk diam di tempatnya. Matanya seakan-akan tidak percaya melihat Sam ada didepannya saat ini.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....

__ADS_1


...Terimakasih ...


__ADS_2