Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Keluarga


__ADS_3

...Happy Reading....


...***...


Sella mengantarkan keluarga El ke apartemennya. Mereka langsung membersihkan diri mereka masing-masing.


El dan Sella menyiapkan makanan buat sarapan plus makan siang.


Satria ikut dengan Alan yang sedang duduk di pantry. "Saga tidak ikut jemput Dik?",tanya Satria sambil mencomot makanan yang sudah siap saja.


"Dia lagi ada metting Bang. Kemarin sudah pesan sama aku, tidak bisa ikut jemput!",jawab El. "Katanya Kak Saga, Kak Oliv, Abang dan Dino pergi ke pemukiman ya?",tanya El balik.


"Kok kamu tahu. Pasti Saga cerita banyak ya sama kamu. Cerita apa aja dia?".


"Kak Saga tidak cerita banyak sama aku. Dia cuma cerita soal Abang sedang pendekatan sama Kak Olivia",jawab El jujur.


"Cie.... yang sedang jatuh cinta sama Kak Olivia. Abang Satria memang tidak bisa di ragukan lagi typenya. Lalu bagaimana kabar dari Teh Reina, Abang Satria benar-benar bisa membuat naik darah para wanita-wanita!",seru Sella.


Satria langsung melemparkan kulit kacang kepada Sella. "Dasar bocah cilik, tidak usah ikut campur deh urusan sama Abang!",kesal Satria.


"Eh... seharusnya Abang yang masih bocah!".


"Loh kok bisa begitu?".


"Kak Alan aja sudah berani melamar Sella. Lalu Abang kapan?",ejek El.


"Serius kalian?",tanya Satria kaget mendengar pengakuan Sella dan Alan.


"Iya. Seharusnya Abang yang malu!",oceh El.


"Aduh... Abang tarik deh kata-katanya!",ucap Satria memperlihatkan gigi putihnya.


Bunda datang membantu Sella dan El. "Sayang, kamu dapat salam dari Pak Ustadz. Masih ingatkan sama beliau?",kata Bunda.


"Pak Ammar maksud Bun?".


"Iya. Beliau selalu bertanya sama Bunda, kamu apa kabar dan sudah lama tidak ikut pengajian bersama",jelas Bunda.


"Nanti kalau sudah pulang aku pasti akan menemui beliau Bun. Lalu bagaimana anak Pak Ammar Bunda?",tanya El balik.


"Anak Pak Ammar sudah kerja. Dia sudah lulus dari kuliahnya".


"Dia cantik ya Bun, kemarin El bertegur sapa lewat laman media sosial",ucap El.


"Mana ada sih wanita yang tidak cantik jaman sekarang!",seru Sella.


"Iya nak Sella. Semua wanita itu cantik. Lalu rencana nak Sella kapan menuju halalnya?",tanya Bunda.


"Belum tahu Bun. Soalnya aku belum cerita sama Mama dan Papa. Mungkin tidak terlalu buru-buru Bun".


Lalu mereka berkumpul ke meja makan untuk menyantap hidangannya. Selalu ada canda dan tawa di setiap sudut.


Sella dan Alan setelah makan langsung berpamitan untuk pulang. Mereka memberikan waktu luang kepada keluarga El untuk berkumpul.


Dino duduk di balkon sambil melihat pemandangan yang terdapat di luar. El bermanjaan dengan bundanya sambil melihat televisi. Sedangkan ayah dan Satria ke kamar sedang menikmati istrahat yang sempat tertunda tadi.


El tidur-tiduran di pangkuan bundanya. Bunda selalu mengelus rambutnya dengan sayang.


"Apakah Sam masih di negara ini?",tanya Bunda.


Deg. Hati El terasa menyayat hatinya. "Tadi malam sempat bertemu Bun di kafe tempat Adelle bekerja",jawab El terlihat santai.


Lalu ada sekilas berita yang tersiar di televisi. Berita itu tentang seorang pengusaha muda yang sukses akan melamar kekasih hatinya yang akan di siarkan langsung di televisi.


"Bukankah itu nak Sam?",tanya Bunda yang melihat berita itu.


El yang mendengar dan melihat berita itu seperti tidak percaya bahwa Sam akan bertunangan dengan Laura. Ia menahan air matanya supaya tidak keluar. Bukankah ini yang ku harapkan. "Iya Bunda. Dan akan di siarkan langsung oleh stasiun televisi",jawab El dengan nada gemetar.


"Kamu masih berhubungan sama Sam sayang?",tanya Bunda dengan pelan.


"Sam kan teman El, Bun. Sampai kapanpun El masih berhubungan sama dia",jawab El polos.


"Bukan berhubungan sebagai teman sayang. Tapi lebih dari sekedar teman".

__ADS_1


"Bunda sendiri yang bilang, bahwa jika suatu hubungan tidak di landasi dengan restu orang tua buat apa di pertahankan",ungkap El walaupun hatinya tidak terima.


"Karena semua orangtua menginginkan yang terbaik buat anaknya sayang. Kalau suatu hubungan tidak dilandasi dengan restu, lalu buat apa semuanya yang kita bangun",jelas Bunda panjang lebar.


"Iya Bunda. Tante Violla masih jadi pelanggan setia Bunda?",tanya El penuh selidik.


"Semenjak kejadian itu, beliau sudah lama tidak menjadi pelanggan butik Bunda. Mungkin beliau marah dan kesal sama keluarga kita",ungkap Bunda.


"Maafkan El ya Bunda, sudah menjadikan semua ini terlalu rumit".


Bunda mengelus rambut El dengan lembut. "Tidak ada yang perlu disalahkan sayang. Semua sudah terjadi karena takdir Allah. Percayalah, suatu saat nanti rencana Allah lebih indah daripada harapan manusia. Manusia bisa berharap, tapi takdir tidak bisa kita ubah!",jelas Bunda panjang lebar.


Satria keluar dari persembunyiannya. Ia duduk di kursi tunggal dan ikut mengobrol dengan El. "Abang ingin bertemu dengan mantan sahabat Abang Dik!".


"Buat apa Bang?. Tidak ada gunanya juga kok!",seru El.


"Ya ingin bertemu, duduk bareng, dan ngajak dia ngopi!",ungkap Satria walaupun hatinya ada rasa kecewa yang tinggi terhadap Edwan.


"Serius Abang melakukan itu?",tanya El tidak percaya.


"Abang, Bunda percaya. Bunda tahu, kalau keluarga kita banyak sekali menyimpan rasa kecewa sama dia. Tapi, kita juga tidak perlu membalasnya juga kan!",pesan Bunda.


"Abang tidak ingin membalasnya Bunda. Hanya ingin dia tahu bahwa El adalah adik Abang yang Abang sayang. Bukan malah menyakitinya!",jawab Satria.


"Terimakasih Bang, sudah peduli sama El. Tapi kalau soal dia, cukup Bang!. Aku tidak lagi ingin memulainya dan tidak mau ingin bertemu lagi sama dia!".


"Ok kalau itu mau adik!".


"Bagaimana kisah pendekatan Abang sama Kak Olivia?",tanya El yang langsung duduk karena bersemangat ingin mendengarkan cerita.


Ha.... Satria lalu memberikan sebuah isyarat supaya El tidak bertanya tentang hubungannya dengan Olivia. Ia tidak mau Bunda mengetahui bahwa anak sulungnya menyukai Olivia, Kakak dari adiknya itu.


El yang tidak mengerti langsung bertanya lagi. "Apaan sih Bang?. Tinggal jawab kenapa?",keluh El yang melihat Satria mengedipkan satu matanya.


Bunda yang mulai curiga langsung paham. "Oh.... Jadi benar yang di katakan oleh Dino itu!. Bahwa Abangnya hanya modus ingin mendekati Kak Olivia!",tanya Bunda sarkas.


Satria langsung tersenyum memperlihatkan gigi putihnya kepada sang Bunda. "Ya siapa tahu nyantol Bun!".


"Nyantol. Memang jemuran apa!",jawab Bunda yang langsung pergi dari ruang tengah.


"Abang capek Dik!",kata Satria menyenderkan punggungnya.


"Sama Kakak yuk, Dik?",ajak El.


"Ok Kak!",jawab Dino antusias.


Mereka langsung bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan. Mereka keluar dari apartemen menuju ke halte. Tiba-tiba Saga berpapasan dengan mereka berdua.


"El...!",panggil Saga karena tidak percaya bahwa El ada di apartemen ini. Ia lalu berjalan mundur.


El dan Dino lalu menyapa Saga. Mereka berdua senang bisa bertemu di sini. Lalu Saga mengajak mereka berdua pergi jalan-jalan keluar.


Beberapa menit kemudian akhirnya sampain di tempat tujuan. Mereka sampai di pusat kota London. Dino melihat pemandangan begitu takjub akan arsitektur-arsitektur bangunan yang sangat indah.


"Maaf ya Kakak, sudah merepotkan Kakak?",ucap El sungkan.


"Tidak masalah El. Tadi aku juga habis menemui klien disana. Mungkin sebuah kebetulan saja kita bertemu!",sahut Saga. Lalu Saga memasuki kawasan pusat mainan anak-anak yang begitu terkenal disana.


"Kenapa ke mainan lagi Kak?",tanya Dino.


"Kamu tidak mau mainan?",tanya Saga.


"Tidak Kak. Kemarin sudah cukup Kakak belikan aku dan teman-teman main yang sangat banyak!",jawab Dino tidak enak bila harus dibelikan mainan lagi karena pasti mahal.


El kaget bila Saga membelikan mainan buat adiknya itu. "Mainan. Kapan Dik, kak Saga belikan mainan kamu?",tanya El penasaran.


"Itu loh Kak, kemarin kita ke pemukiman teman-teman Dino!".


"Sudahlah Kak. Jangan manjain Dino!. Kakak sudah lihat sendirikan jawabannya!",kesal El baru mengetahui bahwa Saga membelikan mainan untuk Dino.


"Cuma mainan aja El. Ini buat oleh-oleh Dino kok. Mau ya sayang?", bujuk Saga berharap Dino mau menerimanya.


"Tidak usah Kak. Dino di ajak jalan-jalan sudah bahagia kok!".

__ADS_1


"Sudahlah Kak. Yuk kita cari makan!",ajak El menggandeng tangan Dino.


Saga yang melihat mereka berdua hanya bisa tersenyum. Ia lalu mengambil beberapa mainan yang limited edition. Dan membayarnya tanpa sepengetahuan mereka berdua.


"Kak, Kak Saga orangnya baik ya?",puji Dino.


El tersenyum Dino memuji Saga dengan tulus. "Baik banget sayang!".


"Lalu kenapa Kakak tidak pacaran aja sama Kak Saga?",tanya Dino polos.


El langsung mencubit hidung Dino gemas. "Kamu tahu dari mana kata pacaran!. Sekolah yang benar!",kesal El.


"Dino udah besar Kak. Jangan anggap Dino seperti anak kecil lagi. Buktinya Kak Dony juga sudah menikah sama Kak Yasmine".


"Kita tidak tahu takdir akan membawa kemana Dik!".


"Kakak masih mengharapkan Kak Sam?",tanya Dino.


Langkah El tiba-tiba terhenti. "Kamu tahu hubungan Kakak sama Kak Sam?",tanya El penuh selidik.


Dino menganggukkan kepalanya. "Tahu".


"Dari mana?".


"Dari berita luar negeri. Dinokan tiap hari mengikuti berita luar negeri. Apa lagi tentang hubungan Kakak sama Kak Edwan",jelas Dino.


"Dino tahu semuanya?".


"Tidak sih. Hanya hubungan Kakak dan Kak Sam aja!",jawab Dino.


Lega. El benar-benar lega. Ia takut bila hubungannya dengan Kak Edwan terpublikasi karena orang ketiga dan ancaman yang menjadi titik bumerang selama ini. "Lain kali, jangan lihat berita seperti itu ya Dik!. Tidak baik",saran El.


"Ya Dino ingin tahu Kak, bagaimana perkembangan di luar negeri. Bila nanti Dino sudah besar juga ingin kuliah disini seperti Kakak. Bukan seperti Abang yang hanya stay di rumah!".


"Bukannya Abang tidak ingin keluar negeri Dik. Tapi, Abang mungkin ingin menjaga Dino dan Ayah Bunda. Abang tidak mau mereka bersedih bila berjauhan dengan anak-anaknya!",jawab El. "Lalu Ayah Bunda tahu kamu lihat berita luar?",tanya El.


"Tidak. Mana tahu Ayah dan Bunda. Dino kan lihatnya pada saat malam hari di kamar. Jadi mereka tidak tahu bila Dino sudah berjelajah kemana-mana!",ungkap Dino.


El mengusap rambut Dino penuh sayang. "Anak kecil jangan main yang aneh-aneh!".


Saga lalu mengagetkan mereka berdua. El dan Dino melihat Saga membawa beberapa paper bag besar. Ia tersenyum sambil memperlihatkan beberapa paper bag yang berisi mainan.


"Buat apa itu Kak?. Buat di sumbangkan lagi?",tanya El polos.


"Buat Dino dong!",jawab Saga memberikan kepada Dino.


"Dino tidak minta loh Kak sama Kak Saga?",jelas Dino kepada El.


El melotot kepada Dino tidak percaya.


"Jangan marahi Dino. Ini inisiatifku ke sendiri",sahut Saga sebelum El marah kepada Dino.


"Jangan selalu manjakan Dino. Aku tidak suka!",pesan El yang langsung berjalan dahulu.


Dino dan Saga saling tersenyum memandang satu sama lain.


Saga mengacak rambut Dino gemas. "Ternyata Kakak kamu bila marah menakutkan!",bisik Saga.


El berjalan ke arah depan lalu di depan sana seseorang berhadapan dengannya. Ia berhenti seketika dan tercengang melihat dia ada di depan matanya lagi.


Sam tidak sengaja berhadapan dengan El yang berjalan kearahnya. Mata mereka bertemu satu sama lain.


1 menit


2 menit


3 menit


4 menit


5 menit


...***...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....


...Terimakasih....


__ADS_2