Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Penjelasan


__ADS_3

Happy Reading.


***


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Dony Atmaja bin Abi Sufyan dengan anak saya yang bernama Yasmine Putri Ayuningtyas dengan mas kawin berupa seperangkat alat shalat dan uang tunai Rp 30.042.022 dibayar tunai",ucap Papa Yasmine yang sebagai penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Yasmine Putri Ayuningtyas binti Arya Danuarta dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai!",jawab Dony dengan satu tarikan nafas sambil berjabat tangan dengan Arya.


"Bagaimana para saksi?. Sah?".


"Sah!",jawab semua orang yang menjadi saksi dalam pernikahan mereka berdua.


"Alhamdulillah!",ucap syukur para tamu undangan dengan penuh haru.


Dan doa yang di pimpin bapak ustadz yang menjadi saksi dalam pernikahan mereka. Semua orang berdoa dengan khusyuk.


Disisi lain El yang melihat langsung secara virtual ikut terharu. Ia masih tidak percaya bahwa Dony dan Yasmine sudah menjadi pasangan suami istri. Ia meneteskan air mata bahagia melihat kebahagiaan terpancar di wajah mereka berdua. Ia berharap mereka menjadi keluarga yang sangat bahagia.


Acara pernikahan terus berlangsung. Di sana Dony dan Yasmine sudah duduk di tempat duduk kerajaan cinta mereka berdua. Tidak foto para sahabat mengucapkan selamat menempuh hidup baru dan foto bersama-sama.


Para sahabat mengikuti acara dengan penuh suka cita. Mereka selalu memosting setiap acara dan foto bersama di media sosial.


Sam duduk dipojokan bersama para sahabat lainnya. Ia memandang kedua mempelai. Aura mereka terpancar kebahagiaan yang sangat nyata. Andai aku tidak melakukan hal gegabah, mungkin aku dulu yang duduk di depan singgasana itu. Apa lagi tadi, hal yang membuat aku semakin jauh dengannya batin Sam sedih.


***


Flashback On.


"Saya mohon Nak Sam, jangan melakukan hal gegabah lagi dengan cara seperti itu. Saya paham nak Sam mencintai anak saya, tapi anak saya juga mempunyai privasi dalam hidupnya",jelas ayah.


"Saya minta maaf Om. Saya tidak bermaksud untuk mengganggu privasi El. Saya hanya ingin dunia tahu bahwa wanita satu-satunya yang saya cintai adalah El. Saya tahu, saya salah dalam mengambil keputusan. Tapi, saya ingin berniat baik dengan hubungan saya dan El. Saya ingin hubungan saya sama El berlanjut sampai ke pernikahan",ungkap Sam serius.


"Saya tidak bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan nak Sam. Lebih baik nak Sam tanya langsung sama El, karena saya sebagai orangtua El ingin anak-anak saya bahagia dunia dan akhirat. Saya tidak mau menjadi kepala keluarga yang keras kepala. Saya membiarkan anak-anak saya memilih pendamping hidupnya mereka. Saya tidak mau ikut campur dalam hal asmara mereka. Saya sangat menghargai keberanian nak Sam mengutarakan ini semua. Belum tentu laki-laki lain mau menyadari kesalahan yang mereka perbuatan",kata ayah panjang lebar.


"Iya Om, saya mengerti".


Ayah mengambil nafas berat. "Kalau menurut Om, lebih baik nak Sam melanjutkan hidup nak Sam seperti biasanya. Apa lagi nak Sam sudah mempunyai tunangan sekarang. Saya harap nak Sam bisa berfikir secara luas. Mana yang baik dan mana yang buruk. Insya Allah, bila itu apa yang ditakdirkan oleh Allah, pasti akan kembali lagi kepada nak Sam. Percayalah!",pesan ayah.


Sam hanya bisa pasrah. Ia kemudian mengambil sebuah rekening tabungan dan sebuah ATM. Ia menyodorkan kepada kedua orangtua El di meja.


Ayah dan ibu saling pandang mencari jawaban.


"Apa ini nak Sam?",tanya bunda bingung dan menatap Sam dengan tatapan curiga.


"Itu buku tabungan dan ATM punya El, Bunda",jawab Sam singkat.


Bunda mengambil perlahan buku tabungan dan ATM secara bersamaan.


"Lalu kenapa tabungan dan atmnya El ada di tangan nak Sam?",tanya Ayah.


"Ceritanya panjang Om".


Bunda yang melihat isi tabungan dari rekening itu tercengang dengan nominal yang tertera. "Nak Sam serius ini milik El?",tanya Bunda tidak percaya.


Ayah yang merasa ada yang janggal langsung mengambil dari tangan istrinya karena rasa penasaran yang begitu besar. Dan.....


"Itu ada nama yang tertera disitu kan bunda",kata Sam.


Ayah membaca sebuah nama, ya benar itu nama anaknya. "Lalu dari mana anak saya mempunyai begitu banyak uang sebanyak ini?".


El yang masih di mendengar percakapan mereka masih terdiam. Ia ingin mendengar penjelasan sendiri dari mulut Sam.

__ADS_1


"Itu uang milik El, Om. Itu hak El, karena sudah magang di perusahaan saya. Karena El sudah magang selama 3 bulan penuh menjadi sekertaris pribadi saya",jelas Sam supaya tidak ada salah paham.


"Saya tahu El menjadi sekertaris pribadi kamu, tapi apakah pantas gaji selama tiga bulan sebanyak ini?",tanya ayah tidak mengerti. "Dan apakah kalian melakukan hal yang negatif?",lanjut ayah penuh selidik.


Sam langsung menyangkal melakukan hal yang negatif. Baginya ia sangat beruntung El bisa magang di perusahaannya karena El begitu pintar mengelola perusahaan. "Om dan Bunda jangan berpikir negatif dulu. Itu uang halal kok. Bunda dan Om bisa tanyakan ini semua kepada El",kata Sam.


"Ok. Nanti saya tanyakan uang ini kepada anak saya".


"Saya sekali lagi minta maaf Om dan Bunda. Dan sekali lagi Ucapkan banyak terimakasih ",ucap Sam sopan dan beranjak dari tempat duduk.


"Tungguuuu!",teriak El keras.


Sam berhenti secepat kilat. Ia mendengar suara El yang memanggilnya.


Ayah dan Bunda melihat layar ponselnya lagi. Ia kaget ternyata ponselnya masih menyala dan menampilkan El yang sedang duduk di sana.


Sam menengok ke belakang. Ia melihat Ayah dan Bunda sedang melihat ke arah ponsel.


"El mohon yah, tolong kembalikan uang itu kepada Sam!. Karena El tidak bisa menerima uang sebanyak itu!",ucap El kepada orangtuanya.


Ayah mengambil ponsel yang terletak di atas meja. Ia melihat anaknya memohon kepadanya. "Bagaimana ini nak Sam?",tanya ayah kepada Sam.


Sam mendekati ponsel yang dipegang oleh Wibowo. "Tolong diterima Om. Itu sudah menjadi hak milik El. Karena El sudah bekerja keras di perusahaan saya. Saya tidak mungkin memaksa El untuk bekerja rodi di perusahaan saya",jelas Sam sekali lagi.


"Pokoknya jangan yah!. El mohon!",ucap El menambah tinggi volumenya.


"Jangan Om, Sam mohon!",mohon Sam sambil menolak Wibowo menyodorkan buku tabungan rekening dan ATM.


Wibowo bingung memikirkan mereka berdua berdebat tidak ada habis-habisnya. Ia melempar buku tabungan dan ATM ke meja. "Ya udah, kalian bicara sendiri saja!",kata Wibowo frustasi. Lalu meletakkan ponselnya di atas meja dan langsung pergi.


"Yah... Ayah...!",panggil Bunda beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban dari sang suami.


"Maafkan suami saya nak Sam",kata Bunda sungkan.


Sam mengerti maksud dari Wibowo dan Melati.


"Bunda... Bunda...!",panggil El beberapa kali.


Melati mengambil ponselnya di atas meja. Ia memberikan kepada Sam tetapi Sam menolaknya secara halus.


"Maaf Bunda, Bunda saja yang bicara langsung kepada El. Karena El selalu menolak pemberian saya. Bahkan hasil keringatnya sendiri pun ia tolak",jelas Sam.


"Baiklah nak Sam. Saya akan bicara pelan-pelan kepada El. Tetapi, kalau soal ini, Bunda tidak bisa menerimanya?",ucap bunda menyodorkan buku tabungan dan ATM.


"Maaf Bunda. Itu haknya El, saya tidak akan mengambilnya lagi. Saya mohon maaf sebesar-besarnya!".


"Jangan bunda, El mohon!",mohon El memelas.


Bunda lalu melihat kearah layar ponsel yang menampilkan anak gadisnya. "Sayang, lebih baik kamu dan Nak Sam selesaikan masalah ini baik-baik ya?. Bunda tidak bisa ikut campur dalam masalah ini",saran Bunda. Bunda lalu memberikan ponselnya kepada Sam.


"Buat apa bunda?",tanya Sam tidak mengerti.


"Silahkan nak Sam bicara sendiri sama El".


El dan Sam terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing.


Bunda, El mohon jangan berikan ponsel bunda kepada Sam?. El mohon Bunda! doa El sambil menutup kedua matanya.


Sam hanya memandang ponsel yang masih diulurkan oleh Bunda. Ia menelan ludahnya dengan susah payah.


"Ayo nak Sam!".

__ADS_1


El menggelengkan kepalanya beberapa kali menolak saran dari Bundanya. "Assalamualaikum Bunda!",pamit El dengan cepat sebelum ponsel bunda berpindah tempat ke tangan Sam. Ia harus memutuskan sambungannya sepihak.


Bunda semakin curiga melihat tingkah laku mereka berdua. Seperti tidak mau saling menyapa dan bertegur sapa. Ia memandang Sam dalam dan penuh arti. "Bisa kita bicara hanya berdua disini nak Sam?",ucap Bunda sarkas.


"Iya Bunda. Bisa",jawab Sam duduk kembali ketempat semula.


"Sebenarnya ada masalah apa nak Sam dengan anak saya. Sehingga El tidak mau bertatap muka dengan nak Sam?",tanya Bunda penuh selidik.


"Kalau saya berkata jujur sama Bunda, saya takut akan mengecewakan hati Bunda. Lebih baik saya tidak mengatakan apapun itu, kecuali permohonan maaf yang saya ungkapkan tadi",jelas Sam.


"Mengecewakan hati saya. Apa yang kalian sudah perbuat di belakang kami?. Sampai-sampai akan membuat hati kami kecewa?",tanya Bunda menggebu-gebu.


Sam terdiam sejenak memperhatikan Melati yang sudah tidak sabar dengan penjelasan ini. "Karena El tidak mau bertemu lagi dengan saya. Dan tidak menganggap kita saling kenal".


Bunda menutup mulutnya tidak percaya bahwa El akan mengatakan itu kepada Sam. Karena Bunda tahu bagaimana sifat dan keluarga dari Sam.


"Mungkin bagi El, saya sudah melakukan hal yang fatal. Sehingga El tidak bisa memaafkan saya. Saya hanya berharap semoga kedepannya El mendapat pendampingan yang lebih baik daripada saya",kata Sam tertunduk menahan rasa sakit yang terlalu mendalam.


"Maafkan anak saya nak Sam. Mungkin El terlalu menahan rasa sakit sendiri dari dia bertunangan dengan Kakak kamu. Semenjak dia bertunangan dengan kakak kamu, dia tidak pernah terbuka dengan Bunda. Dia tidak mau kedua orangtuanya mengetahui masalah yang dia hadapi. Dan Bunda mau tanya, kenapa kalian sampai membatalkan pertunangannya?. Apakah gara-gara Bunda?",tanya Bunda penasaran.


"Karena El tidak mau menikah tanpa restu dari salah satu kedua orangtuanya, Bunda. Dan dia memilih untuk menyerah tanpa syarat",jelas Sam karena tidak mau ada perselisihan diantara kedua orangtua mereka.


"Itulah mengapa restu kedua orangtua itu perlu Nak Sam. Karena nanti pada saat kalian sudah menjadi orangtua, akan mengerti makna ini".


"Saya mengerti Bunda. Walaupun ini keputusan terberat saya harus melepaskan El",jawab Sam.


"Lalu bagaimana kabar dari kakak kamu?. Apakah dia tidak merasa bersalah terhadap anak saya?".


"Semenjak saya dibohongi Kakak saya, saya tidak memcari tahu bagaimana kabarnya Bunda. Bagi saya dimanapun dia berada, disitu saya tidak akan pernah ada",ungkap Sam.


"Terimakasih nak Sam!".


"Terimakasih buat apa Bunda?".


"Nak Sam sudah menyadarkan kami tentang kelakuan Edwan. Dulu Bunda sangat percaya apa yang dikatakan oleh Edwan, tetapi sekarang Bunda sadar bahwa tidak selamanya orang yang ada disamping kita itu baik",ucap Bunda merasa lega anak gadisnya terbebas dari makhluk seperti Edwan.


"Bunda tidak usah berterimakasih kepada saya. Mungkin dengan ini Tuhan mengungkap semuanya. Karena orang yang baik pasti akan mendapatkan orang yang baik. Dan itu sebaliknya",kata Sam walaupun hatinya pedih.


"Dan Bunda percaya, nak Sam akan mendapatkan wanita yang lebih baik daripada anak Bunda",kata Bunda bijak.


Akyu mau mengucapkan :


...Selamat Hari Raya Idul Fitri...


...1443 H...


...Minal Aidin Wal Faizin...


...Mohon Maaf Lahir Dan Batin...


...Taqabbalallaahu Minnaa Wa Minkum...


***


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....


...Terimakasih....


Maafkan Mimin ya baru bisa Update...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2