Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Minta Petunjuk


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


Olivia mengirimkan sebuah pesan kepada Satria untuk menemuinya disebuah kafe. Dan disinilah Olivia sedang menunggu kedatangan seseorang. Semoga dengan pertanyaan-pertanyaan ini bisa menjadi jawaban di setiap doaku.


Satria menghampiri Olivia dengan jaket hoodie berwarna coklat.


"Silahkan duduk!",perintah Olivia.


Satria duduk di kursi yang berhadapan dengan Olivia. "Bagaimana?".


Olivia menyodorkan sebuah map coklat di atas meja. Ia berharap Satria jujur dalam hal apapun.


"Apa ini?",tanya Satria penasaran.


"Itu adalah berkas-berkas yang harus kamu jawab dengan jujur. Dan di sana juga ada CV mengenai diriku. Kamu boleh mengajukan pertanyaan apapun itu, terserah. Aku akan tunggu kabar dari kamu",jelas Olivia. "Sebelum kamu pulang ke Indonesia, saya harap kamu sudah selesai".


"Ok kalau itu mau kamu. Aku akan terima dengan lapang dada".


"Ada yang perlu ditanyakan lagi?",tanya Olivia memandang Satria tajam.


"Tidak. Dan bila nanti ada pertanyaan yang aku belum paham, aku akan kabari itu".


"Ok. Kalau begitu saya pamit dulu. Masih ada meeting sama perusahaan lainnya",pamit Olivia yang langsung beranjak dari kursi. "Assalamualaikum".


"Walaikumsalam".


Olivia langsung pergi setelah mengucapkan salam. Sedangkan Satria hanya memandang kepergian Olivia.


*


*


*


Sam bersama pak Ardi sudah berada di kantor. Ia sedang berusaha memperbaiki suatu kendala yang terjadi belakangan ini.


Tok... Tok... Tok...


Suara ketukan pintu menghentikan aktivitasnya. "Masuk!".


Seseorang wanita masuk kedalam kantor. Suara hentakkan kaki sepatu hak tinggi terdengar sangat nyaring. "Selamat pagi pak Sam!",sapa seseorang itu.


Sam menengok ke sumber suara dan ternyata adalah Jelita. Kenapa wanita ini ke sini? pikir Sam dalam hati. "Ada perlu apa kamu kemari?",tanya Sam langsung kepada intinya.


"Bertemu sama kamu, Sam. Lalu sama siapa lagi",jawab Jelita manja dan duduk di kursi hadapan Sam.


"Sepertinya tidak ada yang kita bicarakan soal proyek kita". Sam mengambil ponsel diam-diam. Ia menekan angka 1 untuk panggilan darurat.


"Masih ada Sam. Soal perasaan kita berdua".


Deg. Sam kaget kenapa tiba-tiba Jelita sangat liar seperti ini. Ia berharap semoga Ardi datang lebih cepat.

__ADS_1


Ardi langsung membuka pintu ruangan Sam. Di sana sudah ada Jelita yang sudah duduk manis di hadapan Sam.


Jelita curiga kenapa Ardi tiba-tiba masuk kedalam tanpa mengetuk pintu dahulu.


"Maaf mas, ini pesanan mas!",kata Ardi yang pura-pura memberikan berkas-berkas kosong kepada Sam supaya Jelita tidak curiga. "Ada lagi mas?".


"Saya bentar lagi keluar pak sama tunangan saya. Tolong bapak kondisikan wanita ini ya?",pinta Sam yang langsung pergi begitu saja.


Jelita tercengang melihat kepergian Sam yang cepat seperti diburu anjing. Huh... sialan!.


"Mbak sudah mendengar sendiri bagaimana pak Sam memberikan tugas ini kepada saya. Ada yang bisa saya bantu mbak?",tanya Ardi menggoda.


Jelita menghela nafas kasar. Hatinya benar-benar kecewa setelah kepergian Sam tadi. "Tidak ada". Ia pergi dengan sendirinya.


"Dasar wanita tidak punya rasa malu!",lirih Ardi yang mengejek Jelita.


*


*


*


Satria sudah sampai di kamar apartemen. Ia membuka berkas-berkas pemberian dari Olivia. Ia melihat beberapa lembar kertas yang berisi pertanyaan yang diajukan oleh Olivia. "Apa-apa ini!!!! Memangnya pernikahannya seperti ujian tertulis apa!!!",keluh Satria yang melempar berkas-berkas tersebut ke ranjang. Dan tidak sengaja beberapa lembar foto tersebar yang terselip di lembaran kertas tadi. Satria tercengang melihat foto-foto teman-temannya berserakan dilantai. Ia memunguti satu persatu foto tersebut. Fanina, Mima dan yang terakhir adalah Raina. "Ngapain dia mengumpulkan foto-foto ini. Dari mana coba!",lirih Satria kesal dengan sikap Olivia yang seakan-akan menang sendiri.


El mengetuk pintu kamar Satria. Dan Satria menjawabnya dengan lantang. El yang membuka pintu tercengang melihat berkas-berkas berserakan di ranjang Satria. "Ada apa ini Bang?",tanyanya.


"Lihat sekarang!!!. Apa yang Olivia lakukan kepada Abang kamu ini!!!",ungkap Satria kesal dan membuka foto-foto tadi.


El mendekat dan mengambil beberapa berkas yang ada di atas ranjang. Ia membaca sekilas. "Ini permintaan Kak Olivia?",tanya El tidak percaya.


"Tidak mungkin Kak Olivia bertanya seperti ini Bang".


"Kalau tidak mungkin, kenapa berkas-berkas ini bisa masuk kedalam kamar Abang, dik. Abang yang membawa langsung dari tangan Olivia itu, si cantik rupawan dan sombong!!!!",kesal Satria.


El membaca permintaan Olivia yang terlalu berlebihan menurutnya. Kak Olivia meminta untuk Satria berubah. Memutuskan hubungan yang dulu sempat terjalin dengan beberapa wanita. Meminta maaf kepada mantan-mantannya dan lain-lain. Begitu banyak permintaan Olivia.


"Memang tidak ada wanita apa selain dia. Kenapa ayah dan bunda bersikukuh menjodohkan dia dengan abang sih!!!".


"Mungkin tante Amira ingin mantu seperti Abang".


"Yang nikah itu anaknya Dik, bukan mamanya. Kenapa juga harus Abang. Memangnya tidak ada laki-laki yang dekat apa dengannya!!",sahut Satria membenarkan.


"Tidak ada. Kak Olivia pernah cerita sama aku, Bang. Dia pernah sakit hati dan patah hati karena pacar dan sahabatnya mengkhianati dia. Makanya dia tidak mau pacaran!!",jelas El.


"Dia juga pernah cerita sama Abang sih. Kirain abang, dia hanya mengkhayal cerita yang tidak-tidak. Ternyata serius ceritanya!",cicit Satria.


"Dia serius kalau bercerita bang. Kak Olivia orangnya baik kok, tidak seperti yang Abang pikirkan",bela El.


"Baik dari mananya. Orang dianya yang sombong tujuh turunan. Abang tidak bisa membayangkan bila nanti jadi menikah sama dia. Pasti hidup abang akan sengsara seperti anak tiri",oceh Satria.


"Hussss.... kalau bicara itu harus yang baik-baik Bang. Ucapan adalah doa",sahut El.


"Memang begitu kenyataannya. Belum jadi suaminya aja syaratnya juga sudah banyak".

__ADS_1


"Namanya juga mau ambil anak orang Bang. Jadi harus benar-benar yang matang dan bertanggung jawab kedepannya. Abang sudah siap belum?",kata El mencoba menenangkan sang kakak.


"Tahulah Dik. Besok lusa Abang pulang dulu ke Indonesia. Ada beberapa proyek yang harus Abang handel. Abang tidak bisa lama-lama disini!".


..."Abang sudah bilang sama ayah?"....


"Ayah sudah tahu. Dan kemungkinan besar ayah dan bunda, akan pulang bersama kamu".


"Ok Bang. Jadi masih ada beberapa Minggu lagi di sini. Abang suka serius kan suka sama Kak Oliv?",tanya El.


"Belum tahu Dik. Ya sudah, kamu keluar. Abang mau istirahat dulu?",pinta Satria.


"Iya Bang. Tapi.... jangan tolak Kak Olivia ya!!!?",goda El yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang kakak. Ia langsung lari keluar kamar. Ia melihat bunda sedang menonton televisi. "Lihat apa Bun?",tanya El yang duduk disampingnya.


"Lihat drama sayang. Tumben Sam tidak main kesini?",tanya Bunda.


"Dia lagi sibuk Bun dengan proyeknya".


"Jangan sibuk-sibuk dong... Kalian bentar lagi akan menikah!!!".


"Dia lagi mengejar deal line Bun. Sudah tertunda semenjak hubungan El dan Sam renggang. Oh ya Bun, memang benar ya Bun, ketika kita mau menikah akan ada masalah-masalah baru dari masa lalu kita?",tanya El.


Bunda menghela nafas pelan. "Itu biasa sayang. Karena itu ujian dari pernikahan nanti. Tapi setelah menikah juga banyak ujiannya. Kamu sudah siap mental untuk menerimanya?".


"Siap tidak siap bukannya kita harus siap ya Bun".


"Kamu dan Sam harus pandai dalam menyikapi masalah yang timbul. Mungkin masalah masa lalu kamu atau malah sebaliknya. Apakah kamu ragu?",tanya Bunda tiba-tiba.


"Tidak Bunda. El tidak ragu sama sekali. El yakin perasaan El hanya untuk Sam. El tahu ada yang lebih dari Sam yaitu Kak Saga, tapi.... El tidak bisa menerima Kak Saga lebih dari seorang kakak Bun. Apakah perasaan El terlalu egois?",tanya El serius.


Bunda menata anak rambut El. Ia tahu bahwa Saga juga laki-laki baik untuk anaknya. Tapi ia tidak boleh memaksa keputusan El sendiri. "Sayang, tanya sama hati kamu. Apakah kamu benar-benar mencintai Sam atau Kak Saga. Hanya hati kamu yang mampu menjawabnya. Dan hati Sam mampu menerimanya".


"Sam pernah jujur sama El, bahwa masa lalu dari Sam kembali hadir dalam hidupnya Sam sekarang. Dan sekarang mereka menjadi rekan bisnis. Apakah Sam akan menepati janjinya tidak akan berpaling dengan El?".


"Sayang, sebaiknya kamu shalat istikharah dulu. Minta petunjuk sama Allah supaya hati kamu mantap memilih yang baik dari segala yang terbaik. Allah akan tunjukkan sayang",pesan Bunda.


El menganggukkan kepala tanda setuju. Ia lalu memeluk sang bunda dengan erat. "Terimakasih ya Bunda".


"Sama-sama sayang". Bunda membalas pelukan sang putri dengan erat.


...***...


Hallooooo... Halllooooo...


Karya terbaruku sudah update lohhhhh....


Jangan lupa mampir ya Bestieeee....


"A Choice"


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...

__ADS_1


...Terimakasih...


__ADS_2