
...Happy Reading...
...*****...
Beberapa hari setelah acara pernikahan Satria dan Olivia yang digelar meriah di sebuah hotel bintang lima. Mereka masih menikmati hari-hari di hotel karena hotel tersebut merupakan pusat dari hotel The Oliv yang dikelola oleh Olivia sendiri.
El saat ini sedang membereskan pakaian dan barang-barangnya yang berserakan di dalam kamar hotel. Tiba-tiba Oliv datang yang langsung membuka pintu kamar yang ditempati oleh El. El saat ini sedang berjongkok mencari sesuatu yang jatuh di kolong tempat tidur. "Kamu ngapain Dik jongkok seperti itu?" Oliv merasa penasaran dibuat oleh El.
"Ini kak, cincin El jatuh dikolong tempat tidur" ucap El sambil meraih tangan untuk masuk kedalam.
"Gak ada sayang. Ini aku udah masuk kedalam kolong!" kata Sam memberitahu bahwa cincin El yang jatuh tidak ada ditempatnya.
Oliv menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Ia tidak percaya bahwa Sam ada didalam kamar El. "El, Sam ada dikamar ini!".
El dan Sam segera keluar dari kolong tempat tidur yang membuat mereka berdua kepentok kayu yang ada didalam kolong.
Dukkkkkk
El kesakitan sambil memegang kepala yang terpentok kayu.
"Kamu gak apa-apa yang?"tanya Sam yang membantu El keluar dari kolong.
El meringis kesakitan. "Kak Oliv ih.... Kita tuh hanya mencari cincin kak. Cincin El tadi jatuh".
Oliv melipatkan kedua tangan didepan dada. "Lalu Sam ngapain dia masuk ke kamar kamu? Ingat ya, kalian itu belum sah menjadi suami istri, jangan macem-macem dulu!! Kalau gak, kakak akan aduhi semua ini ke kak Satria!" ancam Oliv yang berpikir macam-macam terhadap dua sejoli itu.
"Ya ampun kak, kita itu gak ngapain-ngapain. Aku dan Sam hanya mencari cincin. Tadi Sam kesini hanya ingin memberi makan pesenanku kak ini" jelas El menunjuk makanan yang masih ada didalam paper bag di atas meja.
Oliv menatap kearah Sam lalu ke arah El. "Serius kalian?".
"Iya kak. apa yang dikatakan oleh El benar. Mentang-mentang kakak pengantin baru pikirannya kearah situ!. Padahal dulu di London kita tinggal satu atap aja gak ngapa-ngapain dan tidak terjadi apa-apa"keluh Sam yang ngoceh entah kemana.
El gerak cepat langsung menutup mulut Sam dengan kedua tangannya. Ia menatap Sam dengan kesal karena membocorkan masa-masa kuliah dahulu.
__ADS_1
"Apa? Sam, kamu tadi bilang apa?" tanya Oliv yang tidak mendengar dengan jelas perkataan Sam.
"Gak kak... Gak ada apa-apa kok. Sam hanya bercanda. Iya kan Sam?" kata El meyakinkan Oliv dengan menekan mulut Sam dengan keras supaya Sam mengerti maksudnya setelah El melepaskan tangannya yang menutup mulut Sam lalu Sam menganggukkan kepala.
"Iya kak. Gak apa-apa kok. Aku hanya asal bicara aja!"jelas Sam yang melihat mata El sedang menatapnya dengan tajam.
"Ya udah, berhubungan Sam udah gak ngapain-ngapain disini, lebih baik kalian keluar daripada menimbulkan fitnah yang bukan-bukan. Kakak gak mau kalau kalian kena masalah seperti dulu lagi" pinta Oliv.
Sam dan El menganggukkan kepala mengerti. "Baik kak" mereka melangkah keluar dari kamar bersama-sama.
"Dan satu lagi" membuat Sam dan El berhenti sejenak. "Ini bukan diluar negeri yang kehidupannya bebas ya... Ini dinegara kita, yang mempunyai tata Krama dan sopan santun dalam bertindak dan bertamu! Kalian paham!" beo Oliv.
"Paham Kak!" jawab mereka serentak yang langsung meninggal kamar tersebut.
Setelah kepergian mereka, Oliv masuk kedalam kamar ingin mengemas barang-barangnya yang masih tertinggal dikamar ini. Karena sebelum ia resmi menjadi istri dari Satria, ia satu kamar dengan El. "Dasar anak jaman sekarang, mainannya aja didalam kamar!" beo Oliv.
Pintu kamar ada sebuah ketukan yang membuat Oliv segera menjawab. Satria masuk kedalam kamar. "Ya ampun sayang, aku cariin juga dimana-mana!".
"Eh kamu sayang. Ada apa?".
Oliv menarik nafasnya kasar. "Aku suruh keluar mereka berdua".
Satria menghentikan aktivitasnya tidak mengerti maksud dari sang istri. "Maksudnya berdua?".
"Aku tadi marah sama mereka, ya kali mereka berdua berduaan didalam kamar hotel, apa yang akan dikatakan oleh orang lain nantinya!",seru Oliv menjelaskan.
"Sam ada didalam kamar ini tadi?",tebak Satria melanjutkan membantu sang istri.
"Iya", Oliv memasukkan barang-barangnya dengan kasar.
Satria menghela nafas pelan. "Ya ampun yang, kamu terlalu berfikir negatif sama mereka. Kalau mereka mau melakukannya, pasti udah dari dulu pada saat mereka ada diluar negeri. Udahlah yang, mereka cukup dewasa dan tahu mana yang baik maupun yang buruk. Kamu kebanyakan nonton drama sih!",guman Satria.
"Kamu kok malah membela mereka berdua?. Mereka berdua belum sah loh jadi suami istri?",marah Oliv yang langsung membiarkan barang-barangnya.
__ADS_1
Satria mendekat kearah istri memeluknya dari belakang. "Sayang, aku yakin Sam adalah teman sekaligus tunangan El yang baik. Mereka udah cukup saling mengenal, dan tidak mungkin Sam akan menyakiti hati El lagi. Kamu percaya sama aku!",bisik Satria didekat telinga Oliv.
"Tapi, aku kadang masih kasihan sama Saga. Saga mencintai El, tetapi cintanya sebelah tangan. Aku gak bisa membayangkan, bagaimana perasaan Saga dulu".
Satria membalikkan badan sang istri supaya satria bisa melihat dengan jelas wajah cantik sang istri. Ia tersenyum manis menyentuh kedua pipi Oliv. "Cinta tak harus memiliki sayang. Aku yakin, suatu saat nanti kisah kasih cinta Saga pasti akan lebih seru lagi. Dan kita berdoa saja buat Saga, supaya dia juga cepat mendapatkan jodohnya!",kata Satria.
Oliv tersenyum merasa bangga mempunyai suami seperti Satria. Ia memeluk erat sang suami. "Iya yang. Aamiin!".
Sam dan El duduk di taman hotel. Mereka kesal terhadap Oliv karena berfikir secara negatif.
Sam menghela nafas kasar. "Aku kagak nyangka kalau kak Oliv protektif seperti ini. Kalau aku mau melakukan hal-hal negatif, mengapa tidak dari dulu aja!. Mentang-mentang mereka pengantin baru, bisa seenaknya jidatnya aja berfikir seperti itu!",keluh Sam sambil melemparkan batu kerikil ke arah kolam ikan.
"Iya, kirain Kak Oliv itu tidak berfikir seperti itu. Tapi nyatanya, aku salah menilainya!",guman El. "Tapi, mengapa dulu kak Oliv gak marah ya, pada saat aku ke Griya Tawang milik Kak Saga?",sambungnya.
Sam menghentikan aktivitasnya menatap El tidak percaya mengatakan hal seperti itu. Lalu El tersadar menengok kesamping melihat Sam menatapnya dengan perasaan horor.
El menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Ia mengumpat dalam hatinya. Kemudian ia menarik nafas menjelaskan keadaan yang sebenarnya. "Kamu, tahukan dulu aku pernah minum obat perangsang yang dikasih oleh Kak Edwan?. Dan dari situ aku diajak oleh kak Saga pergi ke Griya Tawang miliknya!".
Sam menarik nafas dalam-dalam. "Iya sayang, aku tahu lalu kenapa kamu mengatakan hal yang menyakiti ini kepadaku lagi?",sahut Sam mencari pembelaan.
"Ya mungkin itu pertama dan terakhir aku ke Griya Tawang milik Kak Saga. Ini bukan mengenai masalah kemarin, tapi masalah kak Oliv. Sepertinya dulu dia gak kayak gitu sifatnya, tapi malah sebaliknya!",jelas El supaya Sam tidak salah paham.
"Udahlah ya, kagak usah bahas masa lalu. Buat hati sakit aja!",tegas Sam.
"Ya udah. Lalu kita mau kemana?",El mencoba mencari jalan tengahnya.
"Aku pergi aja!. Kamu cepat beres-beres barang kamu dan pulang, maaf gak bisa bantu kamu. Dan aku akan pergi ke kantor, mengurus dokumen yang akan aku bahas di meeting nanti",kata Sam mengelus pucuk kepada El. Ia segera pergi dari hotel tersebut, sebelum hatinya meleduk mendengar penjelasan dari El lagi.
El melangkahkan kaki ingin masuk kedalam kembali. Tetapi, langkahnya terhenti melihat seseorang yang berjalan kearahnya.
...*****...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
__ADS_1
...Terimakasih...