Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Pertemuan


__ADS_3

Happy Reading.


***


El langsung menoleh kearah jari manis Raina yang menunjukkan kearah pintu masuk. Deg. Jantung El seperti berhenti tidak berdetak. Ia tidak percaya bahwa dia ada disini. Kamu, kamu adalah alasanku menjauh dari keramaian kota Jakarta dan sekarang aku seperti terdampar disini dengan obsesiku meraih cita-cita setinggi langit. Dan karena mu, aku bisa berdiri tegak disini melupakan kamu dengan perasaan yang cukup dalam sampai aku tersadar bahwa kamu bukanlah untukku.


(Backsound "Belum Siap Kehilangan", by Stevan Pasaribu).


Seorang laki-laki berjalan menghampiri El yang mematung diantara Sella dan Raina. Ia tersenyum manis tanpa sadar mata mereka saling menatap satu sama lain. Dia, gadis yang aku idolakan sampai sekarang. Dia, dia sekarang bertumbuh tinggi dan cantik dengan kulit putih yang bersih. Dia sedang berdiri tegak di hadapanku menatapku. Aku merindukanmu El, sungguh. Andaikan aku bisa memelukmu dengan erat, aku akan memeluk. Tapi, sekarang perasaan itu hanyalah tinggal puing-puing kenangan yang akan selalu membekas dihatiku. Dan aku hanyalah seorang sahabat yang lama tak berjumpa denganmu. Dan aku ingin menyapamu. "Hai!",sapa Dony dengan senyuman khasnya.


"Hai Don!",balas El yang masih menatap Dony dengan perasaan campur aduk.


"Cie...siapa nih yang kangen!",goda Sella menyenggol bahu El.


"Ih...apaan sih Sel!",bisik El malu. Pipi El bersemu merah jambu, jantungnya merasa tidak baik-baik saja.


"Teteh mohon, kalian selesaikan masalah kalian baik-baik ya?. Teteh dan Sella akan nunggu kalian di bawah. Oke!",pesan Raina yang langsung mengambil tasnya yang ada dikursi.


"Aku pamit dulu ya?. Oh ya El, nanti kalau Dony macam-macam sama kamu, kamu tinggal teriak aja!. Aku ada dibawah!",pesan Sella yang langsung berlari kearah Raina yang sudah jalan duluan.


"Apa kabar El?",tanya Dony.


"Alhamdulillah, kabar aku baik. Kamu bagaimana kabarnya, setelah lama kita tak berjumpa?",tanya El balik.


"Sama seperti kamu. Kita berdiri terus seperti ini ya?",tanya Dony berdiri ditempatnya.


"Hm... Oh ya, silakan duduk!. Maaf ya, sampai lupa kalau kita berdiri!",kata El kikuk menghadapi masalah ini. Ia segera duduk di hadapan Dony.


El mencari kesibukan memandang kesana dan kemari.


"Kita seperti orang asing ya sekarang!. Mau bicara masih terasa canggung",kata Dony membuka suara terlebih dulu.


El merasa malu. Benar juga, kita tidak tahu harus mulai dari mana. "Bagaimana kalau kita seperti seorang sahabat yang lama tidak berjumpa pada saat kita libur sekolah?",ide El supaya tidak ada rasa canggung.


"Iya. Mungkin itu sedikit membantu",jawab Dony. "Oh ya El, kedatanganku sampai di sini, aku mau minta maaf atas masa laluku yang dulu. Aku pernah terjatuh, terjatuh terlalu dalam, dan akhirnya aku menyalahkan keadaan kita. Sampai-sampai kita dalam situasi Friend Zone. Aku tahu mungkin ini saat yang tepat untuk membicarakan semuanya. Supaya aku bisa mendapatkan restu dari seorang sahabat seperti kamu!",kata Dony dengan tulus. "Semenjak aku di Bandung, aku bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Dia baik seperti kamu. Dia cerewet seperti kamu. Bahkan di setiap langkahku, aku selalu mengingat kamu dalam hidupku. Tapi setelah satu tahun terakhir ini, aku sedikit membuka hatiku untuk wanita yang setiap hari menyapaku di kampus. Aku tidak memberanikan diri mendekatinya, karena aku takut akan terjatuh lagi seperti dulu!",kata Dony.


Tak terasa air mata El menetes di kedua pipinya yang manis.


"Perasaan itu membuat aku trauma El. Apa lagi setelah aku mendengar kamu bertunangan dengan Kak Edwan yang statusnya Kakaknya dari sahabat kita. Aku hancur El, hancur yang tidak bisa aku sampaikan kepada siapapun. Andai waktu bisa aku putar, aku akan menerima kamu sebagai calon tunanganku. Tapi, itu sia-sia karena kamu sudah pergi jauh dari rumah".


El terisak-isak mendengar pengakuan dari Dony. Hatinya hancur sama seperti Dony. "Maafkan aku Don, aku tidak bermaksud menyakiti hati kamu!",kata El meminta maaf sambil menangis.


"Tapi ada seorang wanita yang selalu ada buat aku di saat aku sedang terpuruk. Dialah wanita yang akan menjadi pendamping hidupku El!",lanjut Dony bercerita.


El menangis sejadi-jadinya. Andai dia tidak seegois ini, mungkin tidak akan ada banyak orang yang terluka karenanya. "Aku akan berterimakasih sama calon pendamping kamu, Don, karena menyembuhkan hati kamu yang sedang terluka!. Dan aku akan meminta maaf karena pernah mematahkan hati kamu sampai kamu pergi dari hidupku!",pinta El yang masih berlinang air mata.


"Kamu bisa mengatakan langsung sama dia. Dia ada disini!",sahut Dony.


"Apa, kamu serius?".


Dony mengangguk kepalanya tanda iya. "Dan dia ingin bertemu langsung sama kamu",lanjut Dony.


El mendongakkan wajahnya. Ia melihat wanita cantik dengan gamis yang panjang dan hijab yang rapi berjalan menuju ke meja yang El dan Dony tempati. El melihat langsung terkesima dengan keanggunan calon pengantin wanita ini.


"Assalamualaikum Mbak El!",sapa wanita cantik yang mengulurkan tangannya.


"Walaikumsalam",jawab El yang tidak berkedip sama sekali.

__ADS_1


"Dia Yasmine. Dia adalah calon pendamping hidupku, El!",jelas Dony.


"Salam kenal Kak Ellena. Saya Yasmine. Saya senang bisa bertemu langsung dengan Kak El!",kata Yasmine lemah lembut.


El membalas menjabat tangan Yasmine. "Apa lagi saya, saya sangat bahagia bisa berkenalan langsung sama kamu Kak Yasmine",cicit El senang.


"Panggil saya Yasmine saja Kak. Saya masih semester 1",sahut Yasmine.


"Jadi saya lebih tua ya!",goda El sambil tersenyum.


"Tapi Kakak sangat lebih cantik dari yang ada di foto album Kak Dony!",jawab Yasmine.


"Foto album. Maksudnya?",tanya El bingung mengalihkan perhatiannya kepada Dony.


Yasmine terkekeh karena ternyata El selama ini tidak mengetahui bahwa Dony calon suaminya selalu memotret wajah cantiknya itu.


"Serius, aku tidak paham!",kata El minta sebuah jawaban yang pasti.


Dony tersenyum malu.


"Apaan sih Don?",tanya El yang dibuat penasaran oleh mereka berdua.


"Ya sudah, biar calon istriku yang bilang sama kamu!",jawab Dony tersenyum malu.


"Hm... Cie... Cie... Calon istri!",goda El tertawa. Ia merasa hatinya sekarang lebih baik.


"Ya sudah, titip calon istriku dulu ya?. Aku mau menyusul Sella sama Teteh!",pamit Dony.


"Ok!",jawab El. "Aku akan jaga calon istrimu, sekalian jaga hatinya supaya tidak ada laki-laki brengsek yang menggodanya!",lanjut El.


Dony lalu pergi menjauh dari mereka berdua. El hanya melihat punggung Dony menghilang.


El memegang jari jemari Yasmine. "Hei, kenapa kamu bicara seperti itu!. Seharusnya aku yang meminta maaf sama kamu. Karena aku pernah mematahkan hati Dony!",kata El tulus.


"Tapi Yasmine tidak enak sama Kakak. Kak Dony sangat mencintai Kakak!".


"Itu dulu Yasmine, sebelum kamu dan Dony bertemu. Dan sekarang aku sudah merelakan Dony memilih kamu. Kamu percaya sama aku, aku sudah tidak punya perasaan apa-apa sama dia. Dan sebaliknya, dia sudah tidak punya perasaan apa-apa sama aku!",kata El menjelaskan.


"Yasmine percaya sama Kakak. Dan pertemuan ini, Yasmine yang minta. Supaya masalah Kak Dony dan Kak El selesai dengan baik-baik!",jawab Yasmine.


"Terimakasih Yasmine. Terimakasih sudah menjadi perantara diantara aku dan Dony. Aku sangat bersyukur Dony memilih kamu, wanita yang sangat baik, cantik dan menerima Dony apa adanya!",kata El tulus.


"Seharusnya Yasmine yang berterimakasih, Kak El sudah merelakan Kak Dony memilih Yasmine!".


"Dony sangat beruntung bisa memilih kamu, Yasmine. Kamu wanita yang sangat anggun!".


"Terimakasih Kak atas pujian Kakak. Oh ya...",putus Yasmine mengambil dua buah buku dari tasnya. "Kakak berhak mendapatkan ini!",kata Yasmine menyodorkan dua buku artikel di atas meja.


El menerimanya lalu mengambil notebook yang tidak asing baginya. Ia seperti memikirkan sesuatu seperti kaset yang sedang berputar.


***


Flashback On.


"Kangen ya sama Dony?",tanya Teh Raina tiba-tiba menatap El yang duduk di hadapannya.


"Teteh tahu aja!. Sepi Teh tidak ada dia!",jawab El.

__ADS_1


"Kamu berangkatnya kapan Dek?",tanya Teh Raina.


"Lusa Teh. El boleh minta sesuatu tidak Teh?",tanya El ragu.


"Sesuatu?".


"Iya, sesuatu!",jawab El lagi.


"Boleh. Apa?".


"Sebelum El pergi, boleh gak Teh, El masuk ke kamar Dony?. Tapi Teteh jangan bilang sama Dony?",kata El cepat sebelum ada salah paham.


Teh Raina tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan El yang terlalu lucu. "Kirain Teteh, kamu mau minta apa. Ternyata cuma mau minta ke kamar Dony doang!",seru Teh Raina.


El mengangguk kepala sambil tersenyum. "Iya Teh!. Boleh?",tanya El balik.


"Silakan sayang!. Orangnya aja udah gak ada disini kok. Kamu bebas mau ngapain aja di kamar Dony!. Mau tidur juga boleh, silakan!",kata Teh Raina.


"Makasih ya Teh!",ucap El bahagia.


"Apa perlu Teteh antar ?",tanya Teh Raina.


"Tidak usah Teh!. El sendiri aja!",jawab El cepat sambil berdiri dari tempat duduk. Ia kemudian berjalan menaiki anak tangga. Ia sangat merindukan rumah ini, walaupun tetanggaan, tapi jarang ia bermain ke sini. Ia memegang handel pintu kamar.


Crek... Pintu terbuka, El langsung melihat sebuah foto Dony dan dirinya pada saat kecil yang terpajang di kamar Dony yang berukuran jumbo. Ia tersenyum manis. Ia menyentuh sprei yang masih terpasang di ranjang yang super size ini. Ia duduk di ranjang dan mengambil sebuah foto Dony yang sedang bermain basket. "Gue kangen banget Don sama loe!",ucap El sambil mengelus pipi yang ada di bingkai foto. Ia meletakkan kembali bingkai foto itu lalu ia membuka sebuah laci. Ada sebuah buku notebook yang begitu elegan berwarna hitam dan putih. El berusaha mengambil notebook itu tetapi ia ragu, ia tidak mau di anggap terlalu ceroboh membuka-buka buku jurnal milik orang lain. Ini aja ia masuk kesini tidak minta izin sama yang punya, apa lagi membuka-buka bukunya. Tapi, ia penasaran apa yang terdapat pada isi buku notebook itu, sebelum ia mengambil tiba-tiba ia mendengarkan suara sebuah mobil yang berhenti di depan rumahnya. Ia kemudian menutup laci itu kembali dan melihat dari jendela kamar Dony. Ia melihat sebuah mobil sport berhenti di depan rumahnya. "Bukankah itu mobil Sam!",ucap El pada diri sendiri. Ia kemudian berjalan keluar dari kamar Dony.


Flashback Off.


***


"Bukankah ini milik Dony?",tebak El merasa mengingat sesuatu.


"Iya Kak. Itu milik Kak Dony. Gara-gara notebook itu, Yasmine ingin bertemu dengan Kakak",jawab Yasmine.


"Kamu sudah membaca semuanya?",tanya El takut menyakiti hati Yasmine.


"Maaf Kak, saya sudah membaca semuanya. Saya dan Kak Dony menjalani ta'aruf. Dan dalam syarat itu kita harus saling terbuka satu sama lain. Kak Dony memberikan notebook dan sebuah album foto yang berisikan Kak El!",jelas Yasmine.


El menyentuh notebook itu perlahan. Hatinya terasa sesak melihat pengakuan Dony lewat notebook ini. Ia sekarang memegang buku harian Dony yang selama ini Dony jaga. "Apa aku pantas untuk membacanya Yas?".


"Kakak pantas membacanya. Kakak akan tahu bahwa selama ini Kak Dony sangat mencintai dan menyayangi Kakak. Walaupun itu masalalu, tapi paling tidak Kakak tahu pengakuan Kak Dony di buku itu!", cicit Yasmine.


"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu?",tanya El serius.


"Boleh Kak. Silahkan!",jawab Yasmine.


"Apa reaksi kamu setelah kamu membaca buku diary milik Dony?",tanya El berkaca-kaca.


"Pertama pasti hatiku sakit Kak. Tapi setelah aku pelajari dan pahami, bahwa itu semua masalalu kalian. Dan aku memahami itu. Semua orang pasti memiliki masa lalu yang tidak dapat dipisahkan. Termasuk masalalu Kakak dan Kak Dony. Aku beruntung Kak bisa mengenal kalian lewat semua cerita yang ada di notebook itu. Aku merasa iri sama Kakak. Karena Kakak mempunyai sahabat yang saling menyayangi satu sama lainnya",jelas Yasmine.


"Kalau kamu mau, kamu bisa kok jadi bagian dari kami. Karena kamu nanti akan menjadi istrinya Dony. Dan kita akan menjadi sahabat rasa saudara!",kata El.


Yasmine memeluk erat El. Ia bahagia karena merasa mempunyai seorang Kakak. "Terimakasih Kak. Terimakasih sudah mengajarkan aku rasa kekeluargaan dan persaudaraan!",ucap Yasmine meneteskan air mata.


El merasa terharu. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia menjawab dengan sebuah anggukan.


***

__ADS_1


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.


__ADS_2