
Happy Reading.
***
Sam menyapa seluruh tamu yang begitu padat pada malam hari ini. Ia tidak menyangka ternyata banyak antusias para tamu undangan. Ia melihat seisi aula ini dengan senyuman yang menawan. Seluruh para tamu undangan begitu riuh dan berteriak memanggil namanya.
El masih memandang wajah yang rupawan itu. Ia tidak menyangka bahwa takdir seperti ini.
"El, ganteng banget sumpah!",kata Jenifer yang berteriak-teriak disampingnya. "Ayo, kamu gak ikutan lihat cowok itu?",ajak Jenifer yang masih berdiri.
"Samuel... I Love youuuuu!",teriak Adele.
El menggelengkan kepalanya bahwa ia tidak mau ikut-ikutan seperti orang gila yang bertemu dengan idolanya.
"Ih... Kamu gak pernah lihat apa El, orang ganteng!. Nih gara-gara kamu bergaul terus sama Jo?",ucap Adele.
Jo mendengar itu tidak terima. "Kok gara-gara aku?. Mungkin bagi El , dia itu biasa saja!",sahut Jo mencari pembelaan. "Kalian aja yang terlalu lebay!", lanjutnya.
"Jo.... Kamu lihat gak, dia itu ganteng banget, lesung pipinya, senyumannya, postur tubuhnya, sungguh-sungguh perfect!. Membuat aku meleleh!",ucap Adele yang dibuat selebay mungkin. "Gak, kayak kamu, Jelek!. Udah jelek, bawel lagi!",bentak Adele.
Jo mendengar ucapan Adele jadi gemas sendiri. "Awas aja ya kamu, kalau nanti minta contekan sama aku!",ancam Jo tidak terima.
Akhirnya para tamu undangan di persilahkan untuk duduk dan diam. Sam langsung memulai membahas bisnis yang semakin maju dan sukses.
El melihat Sam tidak berkedip. Ia merasakan bahwa Sam kini telah berubah total menjadi seorang laki-laki yang sangat dewasa. Di setiap perkataannya, semua orang seakan-akan terhipnotis dengan kedewasaannya. Aku senang Sam, akhirnya selama tiga tahun ini aku bisa lagi memandang kamu?. Mungkin kita seperti dua manusia asing yang tidak saling kenal. Apa kamu tahu Sam, selama tiga tahun ini aku menjalani hidup yang sangat berat. Mungkin aku sudah tidak lagi mempunyai nyali, menyapa dan berbicara sama kamu? batin El nelangsa.
"Pokoknya aku harus bisa mendapatkan nomer ponselnya, foto bareng, tanda tangannya!",ucap Jenifer.
"Jangan mengharap kalau diakan memberi kamu nomer ponselnya!",sahut Jo.
"Ih... Jo, kamu gak mau apa membuat hatiku senang?",marah Jenifer.
"Cowok kayak gitu pasti buaya darat!",ucap Jo tiba-tiba.
William yang mendengar ocehan dari Jo langsung memukul kepalanya. "Jangan sok tahu kamu!",marah William karena ia tidak mau kalau Samuel di jelek-jelekan oleh orang lain, apa lagi orangnya itu Jo.
"Siapa yang sok tahu?. Cowok kayak gitu 100% pasti buaya darat dan cuma mainin perasaannya para cewek-cewek doang!",jawab Jo menyilangkan tangan di dada.
"Kalau gak kenal gak usah menjelek-jelekkan orang lain deh!",sahut William.
"Memang kamu kenal?",tanya Jo menantang.
Deg. Skakmat. William mati kutu. Ia tidak mau kalau semua orang tahu kalau Samuel adalah sahabatnya. "Ya gak sih!",jawab William malu.
"Huuuu!",sahut Jo.
"Siapa yang mau tanya?",tanya Sam yang sudah siap dengan sejuta pertanyaan.
Adele dengan sigap langsung mengangkat tangannya. "Saya mau tanya Kak, kenapa Kakak bisa seganteng ini ya?",tanya Adele yang tersenyum manis dengan pertanyaannya.
"Huuuu!",teriak semua para tamu undangan.
Sam yang mendengar pertanyaan itu tersenyum manis. Ia menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan pertanyaan dari tamu undangan. Tiba-tiba ia melihat El duduk manis di samping Adele, senyum itu tiba-tiba menghilang.
Mata El dan Sam bertemu, mereka saling memandang satu sama lain. Ada sebuah kerinduan yang mendalam.
Beberapa menit kemudian, Sam langsung mengalihkan perhatiannya kepada William yang duduk berdekatan dengan El.
Akhirnya tanya jawab pun telah usai, mereka tidak menyangka bahwa akan ada tanya jawab dengan hal-hal pribadi Sam. Tetapi, Sam tidak mempermasalahkannya. Ia menjawab selalu dengan candaan yang begitu ragam.
Sam berbisik kepada dosen yang duduk disebelahnya. Lalu dosen itu memanggil pembawa acara untuk menyampaikan permintaan mentornya tadi.
"Sebagai penutupnya para mentor dan dosen yang terhormat, beliau meminta salah satu dari mahasiswa yang mendapatkan beasiswa di kampus ini, meminta untuk bernyanyi di atas panggung ini!",ucap pembawa acara.
"Apa?",ucap mereka serentak yang mendapat beasiswa. Mereka saling berbisik-bisik satu sama lain dan muncul keributan yang tak terduga.
"Serius nih!. Tumben banget para dosen meminta mahasiswa untuk bernyanyi di acara seminar ini?",kata Jenifer.
__ADS_1
"Iya nih. Biasanya gak pernah!",seru Adele.
El memandang lekat Sam yang duduk dengan tenang sambil bercengkrama dengan para dosen. Apa ini rencana kamu? tanya El dalam hati.
"Kamu aja El yang bernyanyi?. Suara kamukan bagus banget?",ide William.
"Ide bagus itu Will!",sahut Adele, Jenifer dan Jo.
"Aku gak mau. Ini acara resmi lho?",tolak El sopan.
"Resmi, gak resmikan sama aja!",seru Jo.
"Udah El, maju napa!. Biar acara cepat selesai, dan aku segera minta foto dan tanda tangannya si pak ganteng itu!",kata Jenifer yang sudah tidak sabar.
"Huuuuuuu!",teriak Jo kesal. "Itu mah enakkan dirimu!", lanjutnya tidak terima.
"Ok....Ok... Harap diam sebentar!. Saya akan merekomendasikan seseorang untuk bernyanyi!",kata pak Dosen dengan senyuman yang mengembang. "Dia mahasiswa yang sangat cerdas, smart, multitalenta dan suaranya begitu merdu. Dialah.....!",kata pak dosen dengan kata-kata terputus.
Para mahasiswa merasa hari ini begitu menegangkan, lebih menegangkan daripada mendapat kuis dadakan di kelas. Karena mereka belum pernah acara seminar yang begitu resmi, di isi oleh sebuah nyanyian.
"Dialahhhhh.... Ellena Putri Wibowo!",teriak Pak Dosen.
Deg. Jantung El terasa berhenti. Ia tidak percaya bahwa hari ini ia di panggil untuk bernyanyi diatas panggung, yang bintang tamunya adalah Sam, sahabat lamanya.
Semua para mahasiswa langsung melihat kearah El yang begitu syok mendengar namanya di panggil untuk bernyanyi.
"Ini serius nama kamu di panggil?",ucap Jo yang masih menggangga.
Jenifer dan Adele langsung mengangguk kepalanya.
El menutup matanya mencoba untuk tenang. Inilah waktunya untuk mengungkapkan sesuatu yang terpendam yang selama tiga tahun ini ia rasakan. Ia berdiri dan melangkah menuju panggung.
Diatas panggung sudah terdapat sebuah piano besar.
Adele, Jenifer, Jo dan William bersorak memberi semangat untuk El bernyanyi.
El duduk di depan piano. Bismillah! doa El dalam hati dan niat yang tulus.
Sam melihat El duduk di depan piano itu terdiam. Ia selalu memandang wajah El yang masih begitu cantik dilihat. Ia tidak bisa memungkiri bahwa kecantikan El tidak berkurang sedikitpun.
"Selamat malam semuanya!",sapa El dengan anggunnya.
"Malam juga!",balas semua para tamu undangan.
"Malam ini, saya akan membawakan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Bondan Prakoso feat Fade2black. Lagu ini yang bercerita tentang seseorang yang terpisah ruang, jarak, dan waktu dengan orang yang dicintainya. Namun hal tersebut bukan menjadi halangan baginya, karena dia selalu merasakan orang yang dicintainya selalu ada di sisinya. Inilah dia NOT WITH ME !",kata El dengan penuh semangat. Ia lalu menekan tiap-tiap tombol piano dengan penuh penghayatan.
Tepuk tangan dari para tamu undangan begitu meriah.
***
Playmusic : Not With Me_Bondan Prakoso feat Fade2Black.
I'm waking up from my summer dreams again
Try to thinking if you're alright
Then i'm shattered by the shadows of your eyes
Knowing you're still here by my side
I can see you if you're not with me
i can say to my self if you're okay
i can feel you if you're not with me
i can reach you my self, you show me the way
__ADS_1
Life was never be so easy as it seems
'Till you come and bring your love inside
No matter space and distance make it look so far
Still i know, you're still here by my side
I can see you if you're not with me
i can say to my self if you're okay
i can feel you if you're not with me
i can reach you my self, you show me the way
Huuh yeah
You’ve made me so alive
You give the best for me, love and fantasy yeah
And i never feel so lonely
'Cause you're always here with me yeah
Always here with me huu
I can see you if you're not with me
i can say to my self if you're okay
i can feel you if you're not with me
i can reach you my self, you show me the way
You show me the way
You show me the way
You show me the way
I'm waking up from my summer dreams again
Try to thinking if you're alright
Then i'm shattered by the shadows of your eyes
Knowing you're still here by my side
***
Tepuk tangan dari para tamu undangan dan para tamu terhormat sangat meriah dan bersorak gembira. Mereka sangat menghayati setiap kata yang dinyanyikan oleh El tadi. Mereka bangga melihat pertunjukan yang tidak disiapkan secara matang-matang, dan sukses dibawakan oleh salah satu mahasiswa yang mempunyai prestasi yang sangat luar biasa itu.
Apa ini kesedihan yang kamu rasakan selama tiga tahun ini El?. Lalu apa maksud kamu menerima tunangan dari Kak Edwan itu?. Apa kamu tidak bahagia dengannya?. Atau kamu hanya pura-pura bahagia bersamanya?. Aku tidak mengerti dengan semua ini El?. Apa maksud kamu?. Bukankah kamu sudah bahagia sama kakakku, terus buat apa kamu menyanyikan lagu ini?. Lagu yang begitu menusuk kedalam renungan hati seseorang yang akan mendengarnya?. Apa maksud kamu? tanya Sam penuh tanda tanya.
***
Jangan lupa komen, like dan vote.
Terimakasih.
__ADS_1