Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Tak Sengaja


__ADS_3

...HAPPY READING...


...***...


Sam sudah sampai dirumah sakit XXX. Ia segera menelpon nomer El lagi. "Ayo angkat sayang!",lirih Sam sambil komat-kamit tidak karuan. Tetapi tidak ada jawaban dari Satria, karena Satria sudah membisikan suara dari ponsel El.


Sam berjalan-jalan sambil bertanya kepada resepsionis tetapi tidak ada yang bernama Ellena. Sam semakin frustasi terhadap dirinya sendiri.


Disisi lain Saga menggerakkan tangan kirinya yang dilihat oleh Olivia. Olivia dengan senang melihat perkembangan sang adik. "Saga",lirih Olivia yang berdiri langsung tepat di samping wajah Saga. Yang disusul oleh sang Mama.


Saga memberikan respon yang baik dengan Olivia memanggil namanya.


"Sayang....bangun...",bisik Amira di samping wajah sang putra.


Saga perlahan membuka matanya walaupun sangat sedikit dan mulutnya yang masih diberi oksigen susah untuk berbicara dan berkomunikasi. Mulutnya memanggil- manggil nama seseorang. El yang hanya keluar dari mulut Saga.


"Kamu mencari El?",tanya Amira memastikan.


Saga hanya mengangguk kepala pelan namun bisa dikatakan sebuah isyarat.


Olivia dan Saga saling pandang satu sama lainya. Mereka tahu bahwa El akan syok berat melihat Saga sedang berbaring lemah di ranjang rumah sakit.


"Oliv, cepat suruh El datang kesini ya?",mohon Amira terhadap anak gadisnya itu.


"Baik Mi. Yuk Sat...kita telepon El diluar!",ajak Olivia menyeret lengan Satria dengan cepat.


Diluar ruangan Satria dan Olivia berdiskusi menghadapi masalah seperti ini.


"Biar aku telepon El ya sekarang?",tanya Satria.


"Jangan!",tolak Olivia mentah-mentah.


"Kenapa?. Saga sekarang butuh El, Liv!. Kamu tidak kasihan apa sama adik kamu sendiri!",kata Satria yang menyakiti hati Olivia.


"Apa kamu bilang!. Aku tahu adikku sedang sakit. Tapi...bukan berarti dia membutuhkan El",debat Olivia.


"Tapi... Mami kamu yang bilang seperti itu!. Berarti Saga membutuhkan El, sekarang!".


"Aku bilang jangan ya jangan, Sat!".


"KENAPA LIV!. KENAPA!!!!!".


"Karena aku tidak mau memberikan harapan lagi kepada Saga",sahut Olivia marah dengan menatap Satria.


Satria syok mendengar pengakuan dari Olivia. Ia tidak mengerti maksud darinya. "Maksud kamu?".


"Kalau El ada disini, sama aja kita memberikan harapan palsu kepada Saga. El sebentar lagi milik orang lain Sat. Aku tidak mau Saga menyesal lagi kedepannya",jelas Olivia kepada Satria.


Satria mengusap wajahnya gusar. "Maksud kamu, Saga.... cinta sama El?",tanya Satria meyakinkan lagi pendapatnya kepada Olivia.

__ADS_1


Olivia menganggukkan kepala tanda iya. "Kamu sekarang sudah tahu kan. Bagaimana seseorang mencintai dengan tulus. Tanpa sebuah balasan dari orang yang kita cinta. Aku pernah jatuh cinta sedalam-dalamnya Sat, dan aku......dijatuhkan sejatuh-jatuhnya sampai ke dasar jurang. Bahkan untuk bangkit menikmati hidup rasanya enggan. Tapi setelah aku tahu, bahwa untuk bangkit saja aku enggan, lalu buat apa arti hidup ini. Dan akhirnya aku memilih untuk menyendiri",ungkap Olivia dalam hati yang paling dalam. Karena rasa sakit yang dulu pernah ia rasakan, ia tidak mau rasakan lagi.


"Sejauh mana orang itu menyakiti kamu sampai kamu enggan untuk bangkit?. Bukankah itu pembodohan diri kamu sendiri?",tanya Satria balik.


"Kamu bisa bicara seperti itu dan menanyakannya Sat. Tapi...kamu tidak bisa merasakan bila mencintai seseorang dengan ketulusan dan kenyamanan yang nyata. Kamu bisa mengatakan pembodohan diri sendiri, karena kamu tidak pernah mencintai seseorang dengan ketulusan dan kenyamanan yang nyata!",bantah Olivia menunjuk ke dada Satria dengan satu jari. "Dan bila kamu mencintai seseorang dengan ketulusan, kamu ditinggalkan, kamu akan merasakan hal yang sama, sama yang seperti aku lalui saat itu. Dan aku enggan untuk memulainya lagi",sambung Olivia.


"Trauma kamu berlebihan Liv. Aku tidak setuju akan hal itu".


"Ha....!". Olivia tercengang terhadap Satria. Bisa-bisa Satria mengatakan trauma yang berlebihan. Ia menggelengkan kepala tidak percaya. "Kamu bisa mengatakan itu karena kamu tidak merasakan apa yang aku alami Sat. Kamu dikhianati oleh pacar dan sahabat kamu sendiri. Mereka main kuda-kudaan tepat dikedua mata kamu. Kamu bilang itu trauma yang berlebihan. Ha.....!",ungkap Olivia marah.


Satria terenyuh mendengar cerita dari Olivia. Ia segera menenangkan Olivia dengan cara memegang kedua bahu Olivia tetapi langsung dikibaskan oleh Olivia. "Aku bisa jelasin Liv. Bukannya aku.....".


"STOP SAT!!!!!!.... Benar kata Mami, bahwa buaya ataupun kelinci entah itu hewan apa, mereka tidak membawa hati dan perasaannya. Mereka hanya menggunakan ego yang paling tinggi. Dan aku.... melihat kamu sekarang ini!",ucap Olivia yang langsung masuk kedalam ruangannya lagi.


"Shittttt!",umpat Satria kesal dengan ucapannya sendiri. Ia mengacak rambut dengan frustasi.


Sam yang berkeliling rumah sakit akhirnya ia berhenti tepat di depan ruangan VVIP yang melihat Satria di depan pintu kamar pasien sedang mengumpat tidak karuan. "Bang Satria!",panggil Sam.


Satria yang melihat Sam ada didepan matanya kaget. "Ngapain kamu kesini?",tanya Satria bingung.


"Loh...bukannya El tadi mengirimi pesan bahwa El ada disini!",jawab Sam bingung.


Gawat!. Kenapa aku harus membalas pesan dari Sam sih! keluh Satria pada diri sendiri. "Oh itu....",Satria bingung harus menjelaskan.


"El... baik-baik sajakan Bang?",tanya Sam khawatir.


"BANG JAWAB BANG!!!!". Sam memegang bahu Satria mencari penjelasan. "Dimana El Bang?",tanya Sam yang kebingungan Satria hanya berdiam.


"Sam... Abang bisa jelasin!".


"Dimana El Bang?",tanya Sam dengan nafas ketakutan dan langsung membuka pintu VVIP yang ditempati oleh Sam.


Cekrek


Sam tercengang melihat Saga yang berbaring di ranjang rumah sakit dengan selang oksigen yang masih menempel di hidungnya dan infus yang masih mengalir ke pembuluh darah.


Olivia dan Amira langsung melihat kedatangan Sam yang begitu mengejutkan mereka berdua.


"Nak Samuel". Amira yang sebagai mamanya Saga kaget melihat sang sahabat kecil anaknya ada disini.


"Sam.... Abang bisa jelaskan semuanya!",ungkap Satria tidak enak karena mungkin Sam berpikir telah menjebak dirinya.


"Lalu... El dimana Bang?",tanya Sam frustasi.


"El sedang sama Sella, Alan dan Dino. Mereka sedang bersenang-senang",jawab Satria dengan lirih dan setengah berbisik supaya keluarga dari Saga tidak mendengarnya.


Syukur itulah kata yang pertama Sam ucapkan didalam hatinya. "El tahu kalau dia ada disini?".


Satria menggelengkan kepala tanda tidak. "Tidak. El tidak tahu bahwa Saga sedang disini".

__ADS_1


"Lalu siapa yang memberitahukan bahwa dia sedang sakit?".


"Tamara. Dia mengabari El. Tapi, ponsel El tertinggal di apartemen lalu Abang yang ambil. Tolong.... jangan salahkan El?".


"Aku tidak akan pernah menyalahkan El tanpa sebab Bang",jelas Sam.


Amira mendekati Sam dan berkata,"Nak Samuel, bisa bicara sebentar?". Amira yang ingin bertemu dengan Samuel dan berbicara tentang masa lalu yang Saga lakukan sama dia.


"Lebih baik, kamu selesaikan dulu masa lalu kamu Sam. Supaya El bisa lega sama masalah kamu yang dulu. Karena bagi El, Saga sudah El anggap sebagai kakaknya sendiri. Dan semoga kamu bisa berdamai dengan masa lalu kamu. Walaupun itu sangat berat bagi kamu",pesan Satria yang menepuk bahu Sam memberikan rasa keberanian menghadapi masa lalunya. "Abang tunggu kamu di depan!".


Sam menganggukkan kepala tanda setuju. Dan Amira mengajak untuk berbicara di dalam ruangan kamar Saga. Mereka berdua duduk di kursi sofa berhadapan.


"Tante senang bisa bertemu Nak Samuel lagi",kata Amira sebagai pembuka.


"Langsung kepada intinya tan",jawab Sam yang tidak mau berbasa basi.


"Ok Nak Samuel. Tante suka gaya nak Samuel. To the point tanpa harus bertele-tele".


"Silahkan".


"Terimakasih nak Samuel sudah menjenguk Saga-".


"Saya tidak sengaja datang kesini".


"Walaupun itu tidak sengaja, paling tidak nak Samuel sudah melihat kondisinya. Nak Samuel, mungkin nak Samuel masih marah dan tidak mau bertemu dengan anak saya, tapi kali ini tante memohon dengan sangat, tolongggggg maafkanlah semua kesalahan anak saya, Saga Rahardian".


"Tante, saya tegaskan kali ini. Yang salah dia tante, bukan tante. Mengapa tante pusing-pusing memohon kepada saya".


"Karena kamu, tidak pernah mau memaafkannya Samuel",sahut Olivia. "Sekarang kamu puas melihat Saga seperti ini?".


"Kenapa saya harus puas melihat dia seperti ini. Saya bukan laki-laki yang melihat seseorang sedang terluka, saya tertawa terbahak-bahak. Itu bukan sifat saya Bu Olivia".


"Kenapa kalian malah berdebat seperti ini",tanya Amira.


"Karena anak tante yang terus menerus merusak hubungan saya. Dulu saya tidak mencintai Jelita, bahkan saya membiarkan Saga yang mencintainya. Tapi... Saga malah berburuk sangka sama saya. Tapi...kali ini saya tidak mau kehilangan seseorang itu lagi, Tante. Saya sudah kehilangan sahabat-sahabat saya. Dan saya tidak mau melakukan kesalahan yang sama lagi. Saya akan memaafkan Saga setulus hati saya dan akan berdamai dengan dia. Tapi... biarkan saya juga bahagia dengan El. Tante pasti tahu, bagaimana Saga mencintai El?",ungkap Sam dalam hatinya.


"Iya, saya tahu bagaimana adik saya mencintai El. Tapi, El tidak pernah membalas rasa cinta adik saya. Bahkan....sampai dia berbaring di ranjang ini, karena dia frustasi dan patah hati melihat kamu melamar El didepan matanya!",tegas Olivia menatap marah kepada Sam.


"Maafkan saya Bu Olivia. Tapi, saya sangat mencintainya. Saya tidak mau kehilangan dia untuk kesekian kalinya",jawab Sam.


"El.... El.....El....!",panggil Saga berkali-kali memanggil nama El dengan suara parau.


Sam yang mendengarnya langsung terenyuh dibuatnya. Ia memandang Saga dengan belas kasihan karena Saga masih terpejam matanya.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....


...Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2