
...Happy Reading....
...***...
"Iya Don, aku ingin tahu bagaimana perasaan dia sama El?. Karena El selalu melindungi dia dari amarahku?",sahut Sam. "Dulu aku bisa mengalah karena satu perempuan yang tidak aku cintai, tapi sekarang aku ingin memperjuangkan perempuan itu?. Apakah aku salah?",lanjut Sam dengan hati yang nanar.
"Kamu tidak pernah salah, Sam!. Tapi cara kamu yang salah!",bentak Dony yang sudah menahan emosi dari tadi. "Kalau kamu bertingkah seperti ini, El justru akan semakin membenci kamu!",lanjut Dony mengingatkan.
"Kalau El tidak mengenal si brengsek ini, dia sudah menjadi istriku!",sahut Sam dengan menatap Saga begitu tajam. Dimatanya terpancar kebencian yang begitu mendalam.
"Apa?. Apa hubungannya dengan saya?. Saya tidak pernah mengganggu hubungan kalian!",jawab Saga tidak terima bila di sudutkan sebagai perusak hubungan asmara mereka berdua. "Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa tanyakan langsung sama El".
"Lalu kenapa El selalu membela kamu daripada aku?",kata Sam dengan nada tinggi dan menantang Saga dengan ucapannya tadi.
"Kamu ingin tahu Sam!",bentak Saga. "Kenapa El selalu membelaku?".
"Apa!. Apa!".
"Karena dia selalu menganggap aku sebagai seorang Kakak. Yang selalu ada buat dia di waktu yang tepat. Sedangkan kamu, hanya menyakiti perasaannya saja!",jawab Saga dengan nada tinggi.
Sam tidak percaya bahwa El hanya menganggap Saga sebagai Kakak. Ia berjalan mundur beberapa langkah untuk ia sedikit bernafas dengan lega.
"Aku tahu, aku sayang sama El bahkan cinta sama dia. Tapi dia, tidak bisa membuka hatinya untukku. Di hatinya selalu ada nama kamu...kamu...dan kamu, Sam!. Tapi apa, kamu menyakiti hatinya terus menerus sampai aku berniat untuk merebut hatinya dari kamu!. Tapi.....,tapi aku tidak sanggup untuk mengulangi kesalahan yang sama lagi seperti dulu!",ungkap Saga dari hati paling dalam.
Sam mengalihkan perhatian kepada Saga. Ia melihat Saga, mata Saga begitu tulus mengatakan itu semuanya.
"Kalau saja aku tidak pernah melakukan kesalahan sama kamu, aku sudah merebut hati El dari kamu. Tapi, aku tetap menghargai kamu sebagai sahabatku. Karena sekarang aku mempunyai prinsip dalam hidupku. Bila aku mencintai seseorang biarkanlah dia pergi dan jika dia kembali lagi, maka dia adalah milikku!".
"Dan dia selalu kembali..kembali sama kamu!. Berarti, dia sudah milik kamu!",sahut Sam.
"Memang, memang dia kembali sama aku. Tapi, tidak dengan hatinya!. Hatinya selalu ada nama kamu!",kesal Saga menggebu-gebu.
Dony yang menjadi penengah pusing mendengar percekcokan di antar mereka. "Udah...udah... Aku memanggil kalian kesini bukan untuk berdebat, tapi untuk meluruskan masalah supaya kalian bisa seperti dulu lagi. Bukan seperti ini!",keluh Dony. "Sudalah Sam, kamu jangan terus menerus menyalahkan Kak Saga. Mungkin ini hanya salah paham!".
Sam dan Saga saling memandang satu sama lain.
"Aku tanya sekalian lagi, Sam apakah kamu belum memaafkan Kak Saga?",tanya Dony.
"Sampai kapanpun, aku melihat mukanya di depan mataku, aku selalu mengingat kejadian itu!. Dan sampai detik ini, rasa itu tidak akan pernah bisa terhapuskan di dalam relung hatiku!",ungkap Sam marah yang langsung pergi meninggalkan Saga dan Dony.
"Sam... Sam... Sam...!",panggil Dony beberapa kali tetapi tidak di gubris oleh Sam dengan baik.
El terduduk mendengar semua percakapan di antara mereka bertiga. Ia memeluk kedua kakinya untuk memberikan kekuatan pada dirinya sendiri. Air matanya tumpah dipipi manisnya. Hiks... Hiks...
***
Sam melakukan perjalanan panjang dari Bandung ke Jakarta dengan menaiki sebuah mobil. Ia mengendarai sendiri di keramaian jalanan yang begitu banyak orang-orang yang berlalu lalang. Ia berkunjung di Kafe Ed n Bim. Kafe itu masih seperti 4 tahun yang lalu saat ia dan para sahabat berkumpul dan berkunjung disini. Pintu kafe masih terbuka sedikit tanda masih ada orang di dalam. Ia segera masuk kedalam kafe. Ia melihat Mike yang sedang menghitung penghasilan hari ini. "Selamat malam Mike!",sapa Sam dengan jas yang ia sampirkan di bahu kanan.
Mike yang fokus dengan alat penghitung kalkulator langsung menengok ke samping arah pintu masuk. Ia tercengang melihat Sam ada di depan sana. "Sam!".
Sam berjalan mendekati meja bar yang terletak di tengah-tengah.
"Itu serius kamu?. Kamu bukan setan kan?",oceh Mike asal.
__ADS_1
Sam tersenyum miring. Ia duduk di kursi depan meja bar. "Aku hantu gentayangan yang akan muncul setiap malam di cafe ini!",goda Sam.
"Ternyata itu benar kamu!. Apa kabar Sam?",tanya Mike sambil berjabat tangan ala laki-laki.
"Ya begitulah kabarku. Lalu kabar kamu bagaimana?. Apakah kamu sudah nikah atau masih jomblo seperti dulu?",tanya Sam menggoda.
"Sialan kamu bilang aku sudah nikah!. Apa perlu aku harus di ajar dulu sama Kakakku!. Kuliah aja belum selesai skripsinya dari dulu!",kesal Mike.
"Makanya kuliah yang benar!. Jangan main para wanita terus!",goda Sam.
"Ini kuliah sudah benar. Tapi, otaknya yang sudah konslet!".
Hahahaa....tawa mereka pecah di cafe tersebut. Sam melihat kesekeliling cafe tersebut tetapi sudah tidak ada pelanggan yang ada di sana. "Kenapa kamu tidak langsung tutup aja?",tanya Sam.
"Sebenarnya sudah tutup, tapi masih nunggu seseorang aja!",jawab Mike.
Sam melihat ke arah anakan tangga yang menuju ke lantai atas. Ia melihat kesekeliling lagi ke arah meja-meja dan kursi-kursi yang sudah di bersihkan. Ia menutup matanya mengenang memori-memori kebersamaan bersama sang sahabat. Ada canda, tawa, suka dan duka yang selalu hadir di sana.
"Mau aku buatkan yang panas-panas?",tanya Mike yang melihat tingkah laku Sam yang aneh.
"Siapa saja yang datang kemari setelah empat tahun lamanya tidak ada di sini?",tanya Sam mengalihkan perhatian yang sudah melihat Mike secara intens.
"Paling Aurel. Dia selalu datang kesini, sendirian dan langsung pesan, duduk di tempat yang dulu kalian tempati",jawab Mike sambil memandang salah satu tempat favorit mereka disaat berkumpul.
"Selain itu?",tanya Sam lagi.
"Dony. Dia selalu menyempatkan mampir kesini untuk sekedar menyapa".
"Mau kemana?".
"Mau nginep di atas!",jawab Sam yang sudah menaiki anak tangga.
"Disini bukan hotel. Jadi kalau makan cari sendiri!",seru Mike.
Sam berjalan melewati anak tangga yang tidak menghiraukan Mike sama sekali. Ia kemudian pergi ke balkon untuk melihat pemandangan kota Jakarta yang sudah lama ia rindukan.
Di sisi lain dua orang memasukkan kafe Ed n Bim, ia menyapa Mike dengan bersemangat. "Maaf ya kita terlambat!",ucap Sella kepada Mike yang sudah terlalu menunggu.
"Untung tadi Sam datang kesini, mungkin sudah aku tutup dari tadi!",keluh Mike.
"Uluh...uluh... ceritanya marah nih!",goda Sella seperti anak kecil. "Lalu Sam mana?",tanya Sella melihat kesekeliling kafe yang sepi tidak ada seorangpun.
"Dia ada di atas. Kalian kesini mau makan atau mau cari Sam?",kesal Mike dengan nada galak.
"Kalau bisa dua-duanya!",jawab Sella. "Dia ngapain datang kesini?".
"Lagi galau mungkin!",jawab Mike singkat.
"Ya udah, buatkan kita makanan!",perintah Sella kepada Mike.
"Iya. Tunggu!",jawab Mike yang langsung ke dapur.
Sella memegang bahu Alan. "Sayang, aku ke atas dulu ya!",pamit Sella yang telah di setujui oleh sang kekasih. Ia berjalan menaiki anak tangga satu demi satu. Ia melihat seseorang duduk di balkon di pinggiran pembatas. Ia duduk di bawah sambil kakinya menggantung di bawah meletakkan tangannya di pagar besi.
__ADS_1
"Sendirian aja!",sapa Sella yang ikut duduk disamping Sam.
"Menurut kamu!",kesal Sam yang melihat Sella ada di sampingnya. "Ternyata Mike nunggu kamu sampai-sampai dia belum menutup kafenya?",tanya Sam yang tidak mengubah posisinya sedikitpun.
"Iya. Dia pasti sudah cerita".
"Belum. Kalau kamu bertemu dengan Mike, apakah Alan tahu?".
"Dia ada di bawah sedang menunggu makanan. Kak Alan tahu kalau aku dan Mike berteman lama sama dia. Buat apa harus sembunyi-sembunyi",jawab Sella. "Kamu sudah maafkan Kak Saga?. Lalu bagaimana perasaan kamu setelah El pergi dari hidup kamu?. Kamu memang tidak pantas buat El karena keegoisan kamu sendiri!",lanjut Sella panjang lebar.
"Kalau kamu menemui aku hanya ingin ceramah, lebih baik kamu pergi dari sini!. Cukup Dony yang cerewetnya minta ampun tadi!",kesal Sam terhadap teman-temannya.
"Kita cerewet karena kita peduli sama hubungan kalian Sam!",sahut Sella tidak terima. "Kita sayang sama El dan kamu. Kalau di antara sahabat kita ada yang susah pasti kita akan susah juga".
"Sumpah deh Sel, lebih baik kamu pergi dari sini!. Telingaku sudah panas mendengar kalian ngoceh-ngoceh tidak jelas seperti ini!",kesal Sam.
"Sumpah ya, pantes saja El melepaskan kamu!. Ternyata ini sifat asli kamu yang tidak pernah mendengar saran dari orang lain!",marah Sella yang langsung berdiri. "Ok, aku akan pergi!. Tapi, bila suatu saat nanti kamu membutuhkan bantuan ku, jangan harap aku akan ada buat kamu!",marah Sella melihat Sam seperti anak kecil yang ingin menang sendiri. Ia melangkah kakinya.
"Kamu bisa bilang seperti itu karena kamu tidak ada di posisi ini, Sel!",seru Sam, lalu langkah Sella terhenti setelah Sam berbicara seperti itu.
Sella menengok ke belakang. "Apa perlu aku ada di posisi kamu sekarang!. Kalau seumpama aku dan Kak Alan tidak mendapatkan restu dari salah satu orangtua kita, maka aku akan membuktikan bahwa aku benar-benar tulus mencintai dia. Dan apakah kamu sudah melakukan hal seperti itu?".
Sam terdiam mendengar dan menghayati disetiap perkataan Sella.
"Karena kamu belum pernah mencobanya. Kamu hanya mencoba memaksa El untuk mencintai kamu. Kalau aku seumpamanya jadi El, aku akan pilih Kak Saga yang benar-benar ada di saat yang tepat bukan hanya saja di setiap saat".
"Dan apakah aku tidak pantas buat El?",tanya Sam nanar.
"Andai kamu tahu Sam, El sangat mencintai kamu. Ia sangat merindukan kamu disaat kamu menghilang selama tiga tahun. Dia kehilangan arah tanpa tujuan yang jelas. Dan gara-gara Kakak kamu yang brengsek itu, harapannya hilang. Dan harapan El adalah kamu!. Kamu Sam!",ucap Sella berkaca-kaca. "Kamu harapannya El. Tapi, harapan itu sekarang sudah hancur hanya kesalahan kecil. Karena kamu hanya memikirkan ego kami sendiri!".
"Aku menyesal Sel, menyesal mengenal dia dalam hidupku. Aku seperti orang yang tidak mengenal diriku sendiri. Dan aku sudah berjanji akan melupakan dia dalam hidupnya!",kata Sam pasrah.
"Ha....!",kaget Sella sampai mengangga. "Kamu memilih menyerah daripada berjuang?",tanyanya mencari jawaban bahwa Sam berkata bohong.
"Iya".
"Lalu buat apa kamu disini?".
"Buat terakhir kalinya aku ada di Jakarta!",sahut Sam memandang wajah Sella nanar. "Biarkan aku sejenak melepaskan rindu yang ada di dalam hatiku".
Sella mengusap wajahnya gusar. Ia benar-benar tidak percaya bahwa Sam akan menyerah segampang itu. "Dan kalau sampai El memilih Kak Saga, apakah kamu rela?".
"Kalau dia benar-benar jodohku, dia akan mendekat kepada ku. Dan bila dia bukan jodohku, maka dia akan menjauh sejauh-jauhnya dari hidupku!",kata Sam yang sangat bijak.
Sella masih tidak percaya bahwa Sam akan mengatakan seperti itu. Karena ia tahu bahwa Sam sangat mencintai El.
"Karena aku sudah pasrahkan takdirku kepada Sang Maha Pencipta. Dan mungkin ini yang terbaik buat kita",ucap Sam memandang jauh langit dan bintang yang bersinar.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
...Terimakasih....
__ADS_1