
...Happy Reading....
...***...
Sam masih berdiri di balkon menikmati hembusan angin malam yang dingin dengan menutup kedua matanya. Ia merasakan pikirannya tenang dengan kepergian Sella yang turun ke bawah. Aku menyerah bukan aku pasrah, tapi aku hanya ingin melihat takdirku seperti apa. Aku ingin memperjuangkan kamu, tapi, tapi kami tidak mau aku perjuangkan. Aku sangat berat melepaskan kamu, tapi apa boleh buat, itu keputusan kamu. Aku akan berusaha lebih keras lagi melupakan kamu dalam hidupku!.
Disisi lain El sedang berada di taman kota. Ia duduk di rumput hijau yang begitu subur. Di dekatnya terdapat laptop yang selalu menemani hari-harinya mengerjakan skripsi. Di sana banyak orang-orang yang menghabiskan waktu dengan pasangan mereka masing-masing. Bercanda dan bergurau yang membuat hati El terasa tersiksa menyaksikan beberapa orang bermesraan di hadapannya. Ia kemudian mengambil laptop dan meletakkan di pangkuannya. Ia tidak sengaja melihat wallpaper yang ada di laptop dengan foto sebuah cincin permata pemberian dari seseorang. Ia menatap dalam gambar foto itu dengan nanar. Hatinya seperti teriris terkena belati. Andai kamu tahu Sam, aku merasa kehilangan harapanku. Apa harapanku terlalu tinggi, sehingga aku tidak bisa mengapainya?. Atau kamu bukan harapanku yang sesungguhnya?. Aku melepaskan kamu, supaya kamu mencari yang lebih baik daripada aku! batin El menatap pemandangan yang jauh dari jangkauannya.
Adelle yang baru saja datang sambil membawa 2 gelas minuman kopi duduk di samping El. "Maaf ya lama!",ucap Adelle memberikan satu gelas kopi pesenannya El.
El menerimanya dengan senang. "Tidak masalah Adel. Justru aku berterimakasih sudah mau mengantri sebanyak itu!",ucap El melihat arah kafe kopi yang begitu antri di sana. Ia kemudian menyeduh dan menikmati kopi.
"Kak Saga belum kembali lagi ke sini?",tanya Adelle.
"Belum. Untuk sementara dia ingin tinggal beberapa hari lagi di Jakarta",jawab El yang memfokuskan lagi ke layar laptop.
"Lalu Sam?".
El berhenti mengetik naskah yang ia sempat ada di pikirannya. "Lupakan dia. Aku sudah tidak mau mengingatnya lagi!",sahut El yang melanjutkan mengetik.
"Ok. Aku tidak akan mengingatkannya lagi. Aku hanya ingin kamu bahagia. Lalu rencana kamu kapan mengumpulkan skripsinya?".
"Mungkin besok. Soalnya ini masih ada beberapa lembar yang belum aku tulis".
Adelle melihat El yang sedang serius mengetik naskah. Tiba-tiba ponsel El berdering tanda ada sebuah pesan masuk.
Grup Rezek Abiz.
Sella telah menambahkan nomer baru kedalam grup.
"Hallo... Hallo... Kok sepi sih?".
"Ini ada penghuni baru lho!". Sella.
"Assalamualaikum!". Yasmine.
"Selamat datang di grup yang tidak akan pernah sepi ini!". Sella.
"Walaikumsalam semuanya!. Kangen!". El.
"Idih...makanya cepat pulang!. Jangan di negara orang terus!". Sella.
"Kapan pulangnya Sel?. Pingin peluk kamu?". El.
"Walaikumsalam istri Abang Dony, calon bidadari surga!". Dony.
"Kabur yuk!. Kita di sini hanya sebagai rempeyek!". Sella.
"Woiiii..... Apa kabar semuanya?". Aurel.
"Aurelll.... Kangen!". Sella.
"Kamu kemana aja Rel?. Kayak menghilang aja dari bumi?". El.
"Aku sekarang stay di Bali. Ikut papaku di sana. Kadang-kadang aku juga ke Jakarta pada saat ada peluncuran produk". Aurel.
"Maaf ya Don dan istrinya, aku tidak bisa datang ke acara penting kalian. Aku benar-benar menyesal tidak datang ke acara kalian!". Aurel.
"Tidak apa-apa Kak Aurel. Salam kenal ya Kak. Nama saya Yasmine. Yang penting Kakak doain kita supaya menjadi keluarga yang harmonis dan langgeng itu sudah cukup Kak bagi kita!". Yasmine.
"Kalau tidak datang harus di denda ya Rel!". Dony.
"Ya, aku doain supaya kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Dan cepat mendapatkan momongan, supaya kita mendapat keponakan yang cantik dan ganteng!". Aurel.
"Aamiin Aamiin Aamiin YRA. Terimakasih Kak atas doanya!". Yasmine.
"Dasar kamu tuh Don, istri kamu aja minta doanya. Sedangkan kamu minta dendanya!. Aduh....!",Aurel.
"Wah Dony sekarang matre ya!". Sella.
"😅😅😅ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤". El.
Dan seterusnya percakapan mereka yang semakin lama semakin seru. Sam yang hanya menyimak tersenyum-senyum sendiri sambil membaca percakapan di antara mereka.
"Mana nih biang kerok tidak absen ke sini?". Aurel.
"Dia lagi patah hati!". Sella.
__ADS_1
"Sel!. 🤬🤬🤬!". El.
"Patah hati. Memang patah hati sama siapa?. Apakah masih mengejar cintanya El!". Aurel.
"Husss...jangan di bahas di sini. Mungkin dia hanya menyimak percakapan kita!". Dony.
"Biarin dia menyimak Don. Bagaimana perasaan dia sesungguhnya!. 🤪🤪🤪". Sella.
"Astaga Selllaaaaaaaa!. 😡😡😡!". El.
"Bagaimana El, apakah kamu tidak mau memperjuangkan hubungan kalian?". Sella.
El melemparkan ponselnya kesembarang tempat. Ia kesal melihat Sella yang selalu memojokkan dirinya dan Sam.
"Ada apa El?",tanya Adelle.
El menghempaskan nafasnya kasar. Ia melihat ponselnya jatuh ke rumput yang hijau.
"Ada masalah?".
"Tidak ada apa-apa Del. Oh...ya, kalau kamu mau pergi ke kafe, pergi aja!. Aku masih ingin berada disini!",kata El.
"Ok. Aku tinggal dulu ya?. Nanti kalau sudah selesai pulang kerja aku langsung pulang!",pamit Adelle yang pergi untuk bekerja.
El hanya melihat punggung Adelle semakin menjauh. Ia meluruskan kakinya dan menopang tubuhnya dengan kedua tangan. Bagaimana kalau aku bertemu lagi dengannya?. Apa yang akan aku lakukan?.
***
Saga sedang berjalan-jalan di mall bersama teman-temannya. Ia menyempatkan berkumpul bersama teman-teman. Ia melihat beberapa anak-anak kecil sedang bermain berlarian di sana. Kenapa aku jadi ingat sama Dino?.
"Ga, kamu tidak ingin apa stay di Jakarta saja?",tanya salah satu teman dari Saga.
"Bentar ya, aku pulang dulu!. Tiba-tiba aku ingat ada urusan!",pamit Saga yang berlalu dari teman-temannya. Ia berjalan ke toko permainan anak-anak. Di sana terpajang aneka mainan anak-anak yang sangat banyak. Ia memilih satu persatu permainan. Ia melihat seorang ibu dan anak sedang memilih robot.
"Mama...mama yang ini aja Ma!",seru anak itu dengan antusias.
Ibu anak itu lalu mengambil mainan robot dan memberikan kepada anaknya lalu pergi.
Saga yang terharu melihat kedekatan anak itu dengan ibunya. Apa aku belikan robot-robotan ya? pikir Saga. Ia lalu mengambil beberapa robot Transformers yang ingin ia berikan kepada Dino.
Dua orang masuk kedalam butik membawa beberapa paper bag. Ia di sambut oleh beberapa pelayan wanita yang bertugas untuk membantu.
"Ada yang bisa saya bantu Mas?",tanya salah aatu pegawai.
"Bisa bertemu dengan Bunda Melati dan Dino?",tanya Saga.
"Oh..tamunya Bunda. Bunda dan Dik Dino ada di dalam Mas. Di depan kasir!".
"Terimakasih Mbak". Lalu Saga berjalan kearah kasir. Ia melihat Melati dan Dino sedang bersendau gurau di depan laptop. "Assalamualaikum!",sapa Saga.
Bunda dan Dino mengalihkan perhatiannya kepada sumber suara. "Walaikumsalam!".
"Nak Saga!". Kaget Bunda tiba-tiba Saga berkunjung ke butik. Ia menyambut Saga penuh hangat dan mempersilahkan untuk duduk di ruangan yang disediakan buat tamu. "Ini siapa?. Cantik banget!",tanya Bunda memandang wanita cantik yang ada di samping Saga.
"Pasti pacarnya Kak Saga ya!",goda Dino tersenyum.
"Ih...anak kecil bilang apa sih!. Tidak sopan sayang!",ucap Bunda sambil mengacak rambut sang putra.
"Bukan Dino. Kenalkan, ini Kak Olivia. Dia adalah Kakak, Kak Saga!",ucap Saga memperkenalkan Olivia.
"Hallo sayang, kamu kok ganteng dan lucu sekali!",puji Olivia berjabat tangan dengan anak kecil itu.
Olivia?. Bukankah ini perempuan yang di maksud Satria itu? batin Bunda.
"Salam kenal tante!",sapa Olivia mengulurkan tangannya
Bunda dengan senang hati langsung membalas uluran tangannya. "Kamu sangat cantik sekali Nak Olivia!",puji Bunda.
"Malah Cantikkan tante, daripada saya!",seru Olivia menggoda.
"Tante mah udah banyak keriputnya!",sahut Bunda. Mereka kembali duduk lagi ke tempat semula. "Bagaimana kabar Mami?".
"Alhamdulillah baik tante. Tante kenal sama Mami?",tanya Olivia balik.
"Aduh Kak, Mami itu langganan di butik sini Kak!. Kadang-kadang aku aja di ajak sama Mami kesini!",jelas Saga.
"Oh...ya, baju yang mana aja Dik?".
__ADS_1
"Baju yang setiap Mami pakai itu, itu semua produk dari Butik Bunda ini!".
"Kamu serius Dik. Kirain itu produk luar negeri, ternyata itu produk dari butik Bunda?",kagum Olivia.
"Ih...Nak Saga terlalu memuji Tante. Tante jadi malu!",sahut Bunda.
"Iya Kak. Iya kan Tante?",tanya Saga meminta persetujuan dari Bunda.
"Mungkin ada sedikit di ralat Nak Saga. Tidak semua yang Mami pakai semua produk dari Bunda. Nak Saga terlalu tinggi memuji tante!",ucap Bunda dengan bijak.
"Sudahlah tante, memang begitu kenyataannya!",sahut Saga. Lalu ia mengingat sesuatu yang hadiah yang ingin diberikan kepada Dino. "Kakak jadi lupa Dik. Ini buat Dino!",katanya memberikan beberapa paper bag kepada Dino.
Dino menerimanya dengan senang hati. "Apaan ini Kak?",tanya Dino yang begitu penasaran dengan isinya.
"Buka aja!".
Dino dengan cekatan membuka paper bag satu demi satu. Ia takjub melihat isinya yang begitu banyak mainan pengeluaran terbaru. "Ini serius buat aku, Kak?",tanya Dino dengan mata yang berbinar-binar.
"Lalu kalau bukan buat kamu, lalu buat siapa lagi sayang!",jawab Saga mengacak rambut Dino menjadi berantakan.
Dino memeluk Saga dengan erat. "Terimakasih Kak!". Ia sangat bahagia dan bersyukur bertemu dengan orang yang baik.
"Sama-sama sayang. Rajin belajar ya, supaya kamu menjadi anak yang baik, pintar dan pastinya Sholeh!",doa Saga membalas pelukan Dino.
"Dino tidak ulangtahun Kak. Jadi, Kakak tidak perlu mengucapkan itu!",sahut Dino lugu memandang wajah Saga.
"Memang kalau mengucapkan seperti itu harus ulangtahun dulu ya?",seru Saga menggoda.
"Tidak Kak. Tapi....?". Ada kata yang menggantung dan Dino melepaskan pelukannya.
"Tapi kenapa?",tanya Saga bingung.
"Tapi, tidak sebanyak ini Kak mainannya!",jawab Dino polos sambil memasukkan beberapa mainan kedalam paper bag lagi.
"Kenapa sayang?",tanya Olivia. yang penasaran dengan jawaban anak kecil itu. Karena dimanapun anak kecil akan bahagia dan senang mendapat mainan yang banyak. Tapi, ini malah sebaliknya yang membuat penasaran Olivia.
"Maaf Nak Saga dan Nak Oliv. Bukannya kami menolak pemberian seseorang, tapi mungkin dari sebagian mainan itu adalah mainan anak yang kurang mampu ataupun anak yatim-piatu. Maka, saya terapkan kepada Dino bila menerima apapun dari orang lain, selalu ingat dengan anak yang kurang mampu atau anak yatim-piatu!",jelas Bunda.
Saga dan Olivia terharu mendengar penjelasan dari Melati. Ia bangga dengan orangtua El yang mengajarkan bagaimana cara berbagi dengan sesama.
Olivia mendekati Dino dan membantu memasukkan mainan. "Hati kamu seperti malaikat sayang!",puji Olivia memandang Dino penuh sayang. "Memang mainan ini mau Dino berikan kepada siapa?".
"Iya sayang. Kakak ikhlas kok, bila Dino ingin berbagi kepada teman Dino!",ucap Saga dengan senyuman yang manis.
"Kakak serius?. Kakak tidak marahkan?",tanya Dino tidak percaya.
"Iya. Kakak tidak akan marah dan ikhlas!",jawab Saga.
"Terimakasih Kak!".
"Sama-sama sayang".
"Nanti mainan ini akan Dino berikan kepada teman Dino yang ada di pemukiman. Karena mereka belum pernah mempunyai mainan yang mahal seperti ini. Mereka setiap hari bermain dengan barang rosokan dan sampah di lingkungannya!",ungkap Dino sedih.
"Iya sayang. Nanti Kakak antar ya?",ajak Olivia.
"Jangan Nak Oliv. Di sana sangat kumuh. Pasti Nak Oliv akan tidak nyaman di sana!",ucap Bunda karena tidak mau merepotkan orang lain.
"Tidak apa-apa tante. Saya sangat senang sekali bisa membantu antar sesama!",jawab Olivia bijak.
Satria turun dari motor sportnya. Ia segera masuk ke dalam butik karena sudah membuat janji sama sang Bunda. Ia melihat Bunda dan Dino sedang asyik bercanda dan berbincang-bincang dengan dua orang. "Bun, dimana pesenannya Ibu Wati?",tanya Satria.
Semua orang menengok ke sumber suara. Ada Satria yang sedang menunggu di tempat khusus pesenan.
"Abang Satria!".
"Saga". Satria kaget ternyata tamu itu adalah Saga. Lalu wanita yang ada di sampingnya itu? tanya Satria melihat rambut wanita itu yang snagat hitam dan lebat.
Olivia penasaran kenapa semua orang menengok ke belakang. Ia lalu mengikuti arah menengok ke belakang. "Satria!".
Satria tercengang melihat Olivia ada di depan matanya sekarang. Ia langsung berbelok arah masuk ke dalam toilet. "Mampus!",lirih Satria malu setengah mati.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
...Terimakasih...
__ADS_1