
...Happy Reading...
...***...
Tamara masuk secara tiba-tiba. Ia melihat tangan Saga dan El menyatu dengan sempurna. Dengan tatapan yang penuh arti. Ia tahu bahwa bosnya menganggap El lebih dari seorang sahabat, karena tidak mungkin seorang laki-laki dan perempuan bersahabat tanpa ada salah satu yang salin cinta.
El lalu mengalihkan pandangannya dari mata Saga. Ini tidak boleh terjadi. Aku tidak mau mengkhianati Sam saat ini.
Saga berdehem supaya tidak canggung berada di ruangan berdua dengan El. "Maaf!",kata Saga yang melepaskan kedua tangannya.
El melihat Tamara yang ada di balik tirai. "Mbak Tamara ya!",panggil El.
Saga tercengang El memanggil nama sang sekertaris. Ia lalu menengok ke belakang yang tertutup tirai.
Tamara menampakkan wujudnya dengan tersenyum malu-malu. "Maaf Pak, El sudah mengganggu waktunya!",kata Tamara tidak enak.
"Sini Mbak. Aku sudah kangen banget sama Mbak!",lirih El yang ingin memeluk sang sahabat.
Tamara langsung mendekati El dan memeluknya. "Bagaimana keadaannya El?. Maaf ya, tadi kesini mendadak jadi tidak bawa sesuatu buat kamu. Soalnya aku khawatir banget sama keadaan kamu?".
"Aku sudah cukup baik-baik Mbak. Mbak kok tahu aku disini?".
Tamara memberikan sebuah gerakan bahwa sang boslah yang mengabarinya untuk datang ke rumah sakit.
El melirik sejenak ke arah Saga. Ia tersenyum manis melihat Saga yang tersenyum malu.
"Aku diluar aja!!",pamit Saga yang keluar dari ruangan UGD.
"Mungkin dia malu El, karena terciduk oleh anak buahnya",goda Tamara.
"Apaan sih mbak, kita tidak ada hubungan apa-apa kok mbak",sahut El. Ia mencoba untuk duduk karena sudah lumayan kuat.
"Mau minum?",tawa Tamara.
__ADS_1
"Boleh mbak".
Tamara mengambilkan gelas yang ada dinakas. Memberikan kepada El.
Sam masuk kedalam setelah berpapasan dengan Saga yang berjalan keluar dari UGD. "Tamara". Sam kaget kenapa Tamara ada di sini.
"Eh... Pak Sam, lama tidak berjumpa pak",sapa Tamara sopan.
"Iya sudah lama sekali. Ya sudah, kalian ngobrolnya lanjutkan aja. Aku dan Saga akan nunggu di luar ruangan!",saran Sam yang tidak lupa memberikan makanan sehat yang ia belikan dari luar. Setelah sampai diluar, ia melihat Saga sedang duduk diruang tunggu.
"Sudah makan Ga?",tanya Sam yang duduk disebelah Saga.
"Sudah Sam. Maaf ya, aku membawa Tamara kesini?".
"Tidak masalah. Tamara juga bagian hidup El",jawab Sam. "Ga, boleh bicara sesuatu?",tanya Sam hati-hati.
"Boleh. Soal?",tanya Saga penasaran karena Sam begitu serius mengatakannya.
"Aku benar-benar ingin mengatakan banyak terimakasih karena kamu telah membantu El selama ini. Mungkin ucapan terimakasih tidak cukup untuk semua yang kamu lakukan kepada El".
"Aku heran, mengapa takdir selama ini menghampiri kamu. Kamu yang banyak berkorban buat El. Kamu yang selalu ada buat dia, disaat dia susah maupun senang. Apa mungkin kalian berjodoh?",kata Sam melihat sorot mata Saga penuh makna.
Deg. Saga merasa tidak enak dengan Sam. Ia memang mencintai El, tapi dia juga tahu diri bahwa El tidak mencintainya. Mungkin bisa dikatakan mencintai sebelah tangan. "Sam, kamu jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku hanya perantara buat kalian, kalau tidak ada El, mana mungkin kita bisa berbicara seperti ini. Mungkin El juga perantara diantara kita",jelas Saga.
"Jawab jujur Ga, apa kamu mencintai El?",tanya Sam sarkas.
Saga menghela nafas pelan. Mencari jawaban yang terbaik buat dirinya dan buat semuanya.
"Ga, kalau memang kamu diciptakan sebagai malaikat El, aku akan terima. Karena selama ini, aku hanya menyiksa dan menyakiti dirinya. Aku tidak mau menjadi beban hidup El",ungkap Sam.
"Sam.... stop... Sam.... Aku mohon, kokohkanlah hati kamu buat El. Aku tidak mau menjadi penghalang diantara kalian. Karena aku sadar, semakin aku mengejarnya, semakin dia akan menjauh dariku. Aku mohon, kamu hanya diciptakan untuk El",pinta Saga.
"Tapi mengapa?".
__ADS_1
Saga memegang bahu Sam supaya Sam tenang menghadapinya. "Sam, kamu percaya sama aku dan El kan?. Aku tidak akan mengkhianati kamu. Kami hanya sebatas sahabat, El juga menganggap aku sebagai kakaknya. Aku mohon Sam, pertimbangankan kata-kata mu itu. Aku tidak mau kamu menyakiti diri kamu sendiri. Dan mungkin semua yang aku dan El lalui adalah takdir yang tidak bisa kami ubah".
"Aku percaya sama kalian. Tapi, mengapa Tuhan selalu mempertemukan kamu yang menolong dan membantu El?. Kenapa bukan aku?",tanya Sam berkaca-kaca.
Saga bingung harus menjawab apa lagi. Tidak ada kata-kata yang bisa menerangkan takdir yang Maha Kuasa. "Sam... kita tidak bisa melawan sebuah takdir. Takdir yang membawa kita. Takdir mana yang Tuhan berikan kepada kita, itu adalah Takdir yang terbaik buat kita. Kalau saja takdir berpihak kepadaku, aku ingin mengulang masa-masa SMP dulu. Disaat kita tertawa bersama, bersuka ria bersama dan bersedih-sedih bersama. Sudah banyak waktu yang kita buang dengan sia-sia karena keegoisan kita masing-masing".
Sam memeluk erat sang sahabat. Ia sangat merindukan sahabat seperti Saga, sahabat yang selalu ada disaat suka dan duka. Sahabat yang tidak akan pernah meninggalkannya dikala ia terpuruk saat ini. "Terimakasih Ga.... Terimakasih sudah banyak berkorban buat kita. Maaf atas kata-kata tadi yang tidak sengaja menyakiti kamu!",kata Sam yang masih memeluk Saga.
Saga mengelus punggung Sam supaya Sam tetap tenang dalam masalah apapun. "Sama-sama Sam. Tidak apa-apa, aku tahu saat ini kamu sedang dalam pengaruh pikiran dibawah sadar kamu. Aku mengerti itu!",jawab Saga.
Sam melepaskan pelukan. "Oh ya Ga, tadi aku mencoba pergi ke mall. Tapi kata satpam CCTV yang ada di tangga darurat sudah tidak ada. Apa pelakunya yang ambil ya?",cicit Sam.
Deg. Saga langsung tersindir oleh omongan dari Sam. Anak buahnya yang mengambil seluruh CCTV yang ada di Mall tersebut. Bukti CCTV yang ada di pos satpam juga anak buahnya yang mengambil. Karena ia tidak mau gegabah menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin. "Aku tidak tahu Sam. Karena aku tidak mengecek sendiri CCTV itu",jawab Saga tidak enak karena telah membohongi Sam lagi.
"Aku hanya penasaran siapa pelakunya. Karena tidak mungkin El sampai ketakutan seperti ini. Pasti ada orang yang mengikutinya",kata Sam.
"Kalau menurutku, lebih baik kepulangan El dan keluarganya dipercepat Sam. Aku hanya takut aja, bila seseorang akan melibatkan keluarga El",saran Saga.
"Apakah ini adalah salah satu rencana klienku karena mereka kalah tender. Dan El menerima akibatnya",ungkap Sam sedih.
Saga memegang bahu Sam lagi. "Sudahlah Sam, jangan berfikir macam-macam. Mungkin ini orang yang ingin mencelakai El. Dan jalan satu-satunya adalah El harus segera pulang ke Indonesia. Itu menurutku sih!".
"Ok Ga. Aku akan mencoba berbicara pelan-pelan sama El. Siapa tahu dia mau menerima saran kamu. Aku hanya takut terjadi sesuatu dengan El dan keluarganya. Tapi, untuk saat ini aku belum bisa pulang ke Indonesia menemaninya. Karena urusanku di sini masih banyak".
"Tapi El kan sama keluarganya, Sam. Aku yakin keluarganya akan melindungi El. Jadi El akan aman bersama mereka",ungkap Saga. "Dan rencana kita akan berhasil untuk melindungi El dari bahaya. Karena kita belum tahu siapa pelaku kejahatan".
"Semoga Ga. Ya sudah, kita ajak El untuk segera pulang ke apartemen. Mereka akan curiga bila El belum pulang, dan El sedang mengalami trauma yang berat",kata Sam.
Saga dan Sam segera masuk kedalam UGD. Kondisi El saat ini sudah membaik tetapi pesan dokter, El harus banyak istirahat untuk pemulihan staminanya.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
__ADS_1
...Terimakasih ...