
El berjalan di setiap koridor rumah sakit. Ia berjalan membawa paper bag yang berisi makanan sehat, beberapa cemilan serta buah-buahan. Ia tidak lupa mengukir senyumannya yang manis.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk!",jawab orang yang ada di dalam ruangan.
El membuka pintu dengan bersemangat. "Assalamualaikum!".
"Walaikumsalam".
Didalam ruangan yang sedang menunggu ialah Amira. Amira senang bisa bertemu lagi dengan El. "Ya ampun sayang, kamu membawa apa ini?",tanya Amira.
El memberikan beberapa paper bag ke Amira. "Ini sedikit oleh-oleh buat Kak Saga tante. Biar Kak Saga cepat dalam pemulihannya",jawab El yang melirik ke arah Saga.
Begitu pun dengan Saga yang bahagia bisa bertemu lagi dengannya. "Kamu sudah datang ke sini aja aku langsung sembuh!",goda Saga.
"Wahhh... berarti aku ajaib banget ya!",balas El menggoda.
"Nak El!",panggil Amira.
"Iya tante. Ada apa?".
"Tante titip Saga dulu ya, tante ada panggilan mendadak dari kantor. Bisa?",tanya Amira.
El dan Saga saling memandang satu sama lain. Saga berharap semoga El mau menemaninya.
"Bisa tante dengan senang hati",jawab El tersenyum.
"Terimakasih ya nak El. Tante senang kamu bisa menemani anak tante yang bandel ini",ucap Amira memegang lengan El.
"Sama-sama tante. El bahagia bisa ada di sini".
Amira lalu pergi meninggalkan kamar yang Saga tempati.
"Aku senang bisa melihat kamu lagi disini".
Ha... El tercengang mendengar Saga mengucapkan seperti itu.
"Maaf ya, sudah membuat kamu cemas dan khawatir". Saga melihat mata El yang begitu ia rindukan.
"Tidak Kak. Kakak tidak perlu mengucapkan dan meminta maaf kepadaku. Aku benar-benar khawatir sama Kak Saga, aku takut kalau Kak Saga kenapa-kenapa",kata El. "Kak....!".
"Iya. Ada apa El?".
"Boleh aku tanya sesuatu sama Kakak?",tanya El khawatir bila Saga marah.
"Boleh. Tanya apa?".
"Kenapa Kakak bisa terluka seperti ini?",tanya El melihat luka operasi di tangan kiri Saga.
Saga melihat El dengan perasaan bersalah. Maafkan aku El. Maafkan aku yang membuat kamu merasa bersalah. Maafkan aku yang membuat kamu terluka seperti ini. Maafkan aku yang tidak bisa mengontrol emosiku. "Hanya kecelakaan yang tidak disengaja El".
"Tidak di sengaja. Maksudnya Kak?. Bukankah setiap kecelakaan itu semua tidak di sengaja?",tanya El curiga.
"Hmmmm....".
"Terus kenapa botol alkohol bisa mengenai Kakak?. Bukankah kakak selama ini tidak suka minum?",tanya El bingung.
"Hmmm.... Bibi di rumah tidak sengaja memecahkan botol alkohol yang ada di rumah. Terus aku mencoba menenangkan bibi supaya tidak khawatir tentang alkohol yang pecah itu. Kakak hanya membantu membersihkan serpihan pecahan botol El, eh... gak sengaja malah kena sendiri",jelas Saga berbohong dan meyakinkan El supaya El percaya dengan peristiwa yang menimpanya.
"Kenapa Bibi sampai khawatir dengan alkohol itu?".
"Karena bibi tahu harga perbotol alkohol itu. Mungkin beliau takut bila nanti kakak menyuruhnya ganti alkohol itu. Makanya, Kakak mencoba menenangkan bibi",ucap Saga. Maafkan aku El, aku berbohong seperti ini demi kebaikan bersama.
"Oh...".
"El...",panggil Saga.
"Iya Kak".
"Boleh Kakak minta sesuatu?".
"Boleh. Apa?".
__ADS_1
"Kakak ingin mengajak kamu untuk ke taman rumah sakit ini. Mau?",tanya Saga penuh harap.
El tersenyum. "Hanya itu?".
Saga menganggukkan kepala.
"Sangat boleh. Ayo....!",jawab El bersemangat. "Aku panggilkan suster dulu ya Kak, supaya bisa duduk ke kursi roda?",ide El.
"Buat apa?. Kaki kakak masih bisa buat jalan. Yang sakitkan tangan kakak!",kata Saga menggoda.
El tersenyum karena malu. "Oh iya". El mengambil kursi roda yang sudah tersedia di ruangan. Ia meletakkan di dekat ranjang.
Saga dengan perlahan turun dari ranjang dan duduk di kursi roda. "Maaf ya, sudah buat kamu repot!",kata Saga.
"Tidak masalah Kak",jawab El mendorong kursi roda dengan perlahan.
"Kapan kamu akan pulang ke Indo?",tanya Saga yang duduk di kursi roda.
"Belum tahu Kak. Bunda dan ayah belum memastikan tanggalnya. Kata mereka masih ada urusan yang belum terselesaikan. Entah itu apa!".
"Apa ini urusan kamu dan Sam?",tanya Saga.
"Tidak tahu. Mereka hanya bilang ada urusan yang belum selesai".
"Lalu, kapan kamu akan menikah?",tanya Saga dengan hati yang sesak karena mengatakan hal itu.
"Mungkin pada saat El dan Sam ada di Indonesia".
Deg... Hati Saga nanar mendengarnya. Ia tahu bahwa El sebentar lagi akan di persunting oleh Samuel.
Akhirnya mereka berdua sampai di taman rumah sakit. El duduk di kursi panjang yang telah disediakan. "Aku yakin, kakak mendapatkan jodoh yang terbaik",kata El.
"Kalau tidak?".
"Kenapa Kakak bicara seperti itu. Bukankah setiap doa minta yang terbaik ya?".
"Tidak semua yang kita harapkan bisa terwujud El".
"Tapi, aku mau jodohnya kamu, El",kata Saga cepat tanpa bernafas mengatakan hal yang sangat sensitif.
Deg.
El tercengang mendengar pengakuan dari Saga. Ia lalu memundurkan tangannya yang sedang ada di dekat Saga. Ia berdiam diri menundukkan kepala dengan keterkejutannya yang secara tidak masuk akal.
"Andai waktu bisa aku ubah, aku akan mengubahnya bertemu kamu dulu sebelum kamu bertemu dengan Samuel".
El menggelengkan kepala tidak percaya. Itu mustahil.
"Mungkin belum takdirku untuk berjodoh dengan kamu, El. Aku tahu kalau aku tidak sesempurna dia. Dia memiliki segalanya yang tidak pernah aku miliki El. Termasuk kamu",jujur Saga.
"Itu tidak benar Kak. Kalau saja, aku lebih mengenal Kak Saga daripada Jelita, mungkin aku akan jatuh cinta sama kakak".
"Kenapa kamu bicara seperti itu?".
"Karena itu mustahil kak. Seperti kakak tadi bilang, bila kakak bertemu aku sebelum Samuel, apakah mungkin aku akan jatuh cinta sama kakak?. Cinta tidak bisa dipaksakan Kak. Tapi di rasakan. Aku tahu kakak cinta sama aku, tapi aku menganggap kakak lebih dari kata cinta. Aku sudah menganggap kakak sebagai Abang kedua ku. Aku tidak mau kehilangan kakak bila nanti kita putus hubungan. Justru ini jalan yang aku ambil, karena aku begitu sangat mencintai kakak",ungkap El dari lubuk hatinya.
Saga memegang pipi El dengan lembut. "Tapi, kakak tidak bisa memiliki kamu, El?".
"Tapi El akan selalu ada buat kakak".
Saga menutup mata merasakan perih yang ada didalam hatinya saat ini.
El memegang kedua tangan Saga memberikan sedikit kekuatan. "Percaya sama aku, Kak. Kakak akan mendapatkan yang lebih dari aku".
Saga tidak sengaja memegang cincin tunangan El. Ia lalu tersadar bahwa wanita yang ada didepan matanya saat ini bukanlah miliknya. Ia lalu melepaskan genggaman El. "Maaf!",kata Saga tiba-tiba.
El tersadar bahwa ia tidak seharusnya memegang tangan Saga begitu erat.
"Kakak tidak mau ada orang yang salah paham tentang hubungan kita. Kakak tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu",cicit Saga.
"Sam percaya kak sama kita. Sam tidak akan berpikir negatif tentang kita. Karena Sam percaya sama hatiku",ungkap El.
"Kakak bisa memaklumi untuk itu. Karena cinta kalian kuat. Sejauh mana badai yang akan datang, pasti semua akan kalian lalui bersama-sama dengan hati dan jiwa yang bersatu. Terimakasih El, sudah ada buat kakak saat ini. Mungkin suatu saat nanti jika kamu sudah menikah tidak akan bisa seperti ini".
__ADS_1
"Seharusnya yang berterima kasih El, Kak. Kakak selalu ada buat El dimanapun El berada. Kakak selalu membantu El disaat El sulit dan susah. Dan kak Saga sudah menyelamatkan El dari Kak Edwan, El masih ingat jelas Kak, bagaimana Kakak ada untuk El",ungkap El berkaca-kaca. Hatinya terasa nanar mengatakan hal yang sangat sensitif ini. "El akan selalu mengingat Kakak, kebaikan kakak dan kasih sayang kakak kepada El. Terimakasih banyak Kak",sambung El terisak.
"Boleh Kakak memeluk kamu untuk terakhir kalinya?",izin Saga.
El menganggukkan kepala tanda menyetujui. Saga memeluk El dengan sangat erat dan tidak terasa air mata menetes di pelupuk matanya. Kakak sayang dan cinta El sama kamu. Bolehkah kakak kali ini menang?. Kakak akan mencoba melupakan kamu untuk sahabat kakak yang baik hati melebihi kakak. Tapi apakah ini kekalahan ku untuk kedua kalinya atau mungkin jodoh yang tidak berpihak kepadaku?
*
*
*
By Budi Doremi_Mesin Waktu
Kalau harus ku mengingatmu lagi
Aku takkan sanggup dengan yang terjadi pada kita
Jika melupakanmu hal yang mudah
Ini takkan berat, takkan membuat hatiku lelah
Kalah, kuakui aku kalah
Cinta ini pahit dan tak harus memiliki
Jika aku bisa, ku akan kembali
Ku akan merubah takdir cinta yang kupilih
Meskipun tak mungkin, walaupun ku mau
Membawa kamu lewat mesin waktu
Jika melupakanmu hal yang mudah
Ini takkan berat, takkan membuat hatiku lelah
Panjang perjalanan yang harus kulalui
Merelakanmu
Jika aku bisa, ku akan kembali
Ku akan merubah takdir cinta yang kupilih
Meskipun tak mungkin, walaupun ku mau
Membawa kamu lewat mesin waktu, ho-uh-oh
Wo-uh-oh
Jika aku bisa, ku akan kembali
Ku akan merubah takdir cinta yang kupilih
Meskipun tak mungkin, walaupun ku mau
Membawa kamu, oh-oh
Jika aku bisa, ku akan kembali
Ku akan merubah takdir cinta yang kupilih
Meskipun tak mungkin, walaupun ku mau
Membawa kamu lewat mesin waktu
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih...
__ADS_1