Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Paksaan


__ADS_3

...Happy Reading....


...***...


Saga dan Dino melihat El yang berhenti secara mendadak langsung melihat ke sumbernya.


Saga tercengang melihat Sam yang berdiri di hadapan El. Dan El seperti merasa kurang bahagia melihat Sam secara tiba-tiba.


El yang masih kaku untuk berdiri hanya menatap Sam dengan penuh luka. Kenapa harus bertemu dia lagi?.


Sam melihat lebih jauh lagi. Ia melihat sosok orang yang ia benci selama ini. Laki-laki brengsek! umpatnya dalam hati.


Dino merasa heran. Kenapa semua orang hanya berdiam diri. Ia melihat Sam yang ada di jauh sana. "Bukankah itu Kak Sam",cicit Dino yang langsung berlari ke arah Sam.


Saga yang ingin mencegahnya merasa terlambat.


Dino berlari melewati El yang hanya masih diam. "Kak Sam!",panggil Dino yang sudah ada di depan Sam.


El menggangga tidak percaya. Mengapa Dino menghampirinya. Dasar bocah ngeblung! umpat El dalam hati.


"Dino!". Sam kaget kenapa Dino ada disini. Maksudnya negara ini.


"Kenapa Kakak ada disini?",tanya Dino polos.


Sam mengusap rambut Dino gemas. "Seharusnya Kakak yang tanya sama kamu. Kenapa kamu bisa ada disini?",tanya Sam balik.


"Kenapa Kakak tidak langsung tinggal jawab. Kenapa malah tanya balik Dino!",kesal Dino. "Bukankah itu pertanyaan yang simpel".


Sam tertegun dengan ucapan Dino. Tidak terasa Dino masih mengenali dirinya. Padahal sudah beberapa tahun tidak berjumpa selain di Bandung. Karena pada saat di Bandung ia takut untuk sekedar menyapa anak kecil yang sedang ada di hadapannya itu. Sam tersenyum.


"Kenapa Kakak tersenyum, apakah ada yang lucu?",tanya Dino lagi.


"Dulu Kakak mengenal kamu masih kecil dan tidak secerewet ini loh Dino!. Kenapa sekarang berubah?",goda Sam tertawa.


"Terus kenapa sekarang Kak Sam setinggi tiang?",tanya Dino balik. "Bukankah semakin lama kita akan semakin dewasa ya?".


"Sekarang kamu pintar untuk berbicara seperti Kakak kamu ya!",keluh Sam.


"Dino sekarang sudah besar Kak. Sudah masuk SMP, Kakak aja yang tidak pernah bertemu dengan Dino!",jelas Dino.


El kesal melihat keakraban antara Dino dan Sam. Lalu ia berdehem supaya Sam peka terhadap situasinya. "Hmmmm!".


Sam melirik kearah El yang masih mematung di tempatnya. "Maaf ya Dino, Kakak harus pergi!. Hari ini ada rapat penting di restoran ini!",jelas Sam walaupun rasanya ingin mengobrol lebih banyak dengan anak kecil itu.


"Kakak tidak suka bertemu dengan Dino?",tanya Dino kecewa.


"Bukan... Bukan Dino!. Bukan itu maksud Kakak. Hanya saja Kakak masih ada rapat penting dari kantor",jelas Sam supaya Dino tidak salah paham.


Dasar anak kurcaci!. Kenapa dia seperti sok akrab dengan Sam! kesal El.


"Yaaaaa!",kecewa Dino dari raut mukanya.


"Tapi Kakak janji, lain kali kalau kita bertemu lagi, Kakak akan ajak jalan-jalan Dino. Bagaimana?",ide Sam berjanji.


"Aku tidak mau Kak. Ya kalau kita bertemu disini lagi, kalau tidak!".


"Ya sudah, bagaimana kalau minggu besok kita jalan-jalan?",ide Sam lagi.


El yang mendengarnya langsung menyeret lengan adiknya itu yang semakin lama semakin perlu di hajar.


"Kakak!",seru Dino tidak terima.


Sam tidak bisa bertindak sama sekali. Karena ia tidak mau ikut campur masalah keluarga El lagi.


"Apa-apaan sih Dik!. Malu-maluin aja kamu!",omel El pelan supaya Sam tidak mendengarnya.

__ADS_1


"Ya sudah Kak, lebih baik Kakak pergi ke rapat penting itu!. Daripada mendengar omelan Kak El!",saran Dino karena tidak mau El memalukan dirinya sendiri.


Sam memberikan senyuman khasnya. Ia lalu menundukkan kepalanya untuk mengucapkan sebuah perpisahan. Lalu ia pergi masuk kedalam restoran.


El yang sudah tidak bisa menahan diri langsung menjewer kuping Dino.


"Auwww.... Sakit Kak!",teriak Dino sambil melepaskan tangan Kakaknya yang usil itu.


"Biarin!. Biar nanti ditambahi lagi sama Bunda. Aku akan aduhi sama Bunda!",ancam El.


Saga langsung menengahi antara mereka berdua. "El, sudahlah. Dino masih kecil, jangan keras-keras dong sama dia!",bela Saga.


"Tapi Kak, dia tuh lama-lama akan ngelunjak!",kata El menunjuk adiknya.


"Anak kecil El. Biasalah!. Ya sudah, kita cari makan yuk!",ajak Saga yang menggandeng lengan Dino.


Belain aja terus! kesal El dalam hati yang melihat Saga dan Dino menjauh.


Lalu mereka pergi berjalan mencari restoran yang nyaman buat mereka bersantai dan makan.


Sam begitu curiga terhadap mereka berdua. Ia lalu dengan sigap membuka pintu restoran kembali melihat mereka berjalan entah kearah mana. Ia menghela nafas kasar. Kenapa harus hari ini bertemu dengannya?. Hari bersama laki-laki brengsek itu! kesal Sam dalam hati.


***


Sam sedang menunggu seseorang di restoran sambil bermain ponselnya. Ia masih kepikiran bertemu El secara mendadak. "Kenapa dia sama laki-laki brengsek itu terus sih!. Apa tidak ada laki-laki lain didunia ini selain dia!",keluh Sam seperti orang sedang gila.


William duduk di depan Sam dengan santainya.


Sam menatap Wiliam dengan tatapan tajam. "Kamu sengaja ingin aku bertemu lagi dengan El?",marah Sam tiba-tiba. "Andai aku menolak untuk bertemu dengan kamu, pasti kejadiannya tidak seperti ini!. Aku menyesal untuk itu!",lanjut Sam yang terus mengoceh.


"Maksud kamu apa sih Sam. Aku benar-benar tidak mengerti!. El ada disekitar sini?",tanya William santai.


"Iya. Dia sama laki-laki brengsek itu lagi!. Heran aku, kenapa dia seperti lem dan prangko yang selalu berdua terus!",kesal Sam sendiri.


William mengerti kearah mana Sam mengoceh. "Kalau cemburu, bilang bos!",goda William yang tidak peka dengan situasi hati Sam.


"Jangan seperti itu kawan!. Aku selalu ada untungnya buat kamu. Buktinya dulu aku bisa mempertemukan kalian!",kata William membanggakan dirinya sendiri.


"Udah. Jangan diungkit lagi. Ada apa kamu ingin bertemu denganku?",tanya Sam yang sudah tidak sabar lagi.


"Keluarga El sudah sampai di negara ini. Mereka tinggal di apartemen milik sahabatnya El",jelas William.


"Sella maksudnya?".


"Iya. Mereka tinggal disana. Kamu tidak ingin menegurnya atau ingin bertemu dengan beliau?".


"Buat apa Will, mereka sudah marah sama aku dan keluargaku. Sudah tidak ada gunanya lagi. Bahkan harapanku saja sudah tipis!",ungkap Sam kecewa. "Aku sudah bertemu sama beliau dan membicarakan semuanya pada saat di Bandung, tapi ya begitulah jawabannya, semua keputusan ada ditangan El. El saja sudah menolak ku mentah-mentah. Apa lagi dia sudah tidak menghiraukan aku lagi, dia selalu sama laki-laki brengsek itu terus menerus. Mana ada kesempatan buat diriku yang malang ini",lanjut Sam.


"Kamu menyerah?".


"Menyerah, sih tidak. Tapi, ini semua membuat aku harus menyerah. Menyerah dengan keadaan. Menurut kamu, aku harus bagaimana lagi?",tanya Sam.


"Aku sudah tidak bisa berpikir lagi tentang masalah percintaan kamu. Terlalu rumit buat aku!. Bagaimana kalau kita bersenang-senang aja di bar?",ide William.


"Jangan ajak aku ke sana. Kamu selalu ajak aku berbuat dosa aja!".


"Sekali-kali Sam. Kita menenangkan diri dari dunia yang kejam ini!",kata William sambil berjoget-joget ria sendiri. Ia lalu menyeret Sam dengan paksa untuk pergi dari sana.


"Ini masih sore Will. Tidak bagus juga pergi ke sana!".


"Sekali-kali Sam. Kamu kan jarang pergi ke sana, soalnya kamu selalu sibuk sama perusahaan kami terus. Kapan kamu akan bersenang-senang!",goda William.


"Terserah kamu!. Aku ikut aja!".


***

__ADS_1


Sella dan Alan sedang ada disalah satu bar ternama di negara tersebut. Alan mengajak Sella untuk bertemu dengan temannya yang tinggal di sana sekalian membahas tentang bisnis yang dijalankan oleh Alan.


"Tidak ada tempat lagi apa sayang, selain di sini?",tanya Sella yang tidak nyaman dengan situasi yang sangat bising itu.


"Sebentar saja sayang!. Ini temanku baru perjalanan kesini. Kamu mau makan apa?",tanya Alan.


"Sama seperti kamu sayang. Aku sedang tidak fokus dengan suara ini!",jawab Sella yang menutup kedua telinganya.


Alan yang merasa gemas terhadap sang kekasih hanya tersenyum manis. Maklum Sella tidak biasa pergi ketempat seperti ini. Ia lalu memesan makanan kepada pelayan.


Sam dan William memasuki bar itu. Mereka sambil berbincang-bincang dengan bahagia.


"Pokoknya kamu harus senang-senang disini. Kita Hi Fun.....!",seru William.


Sam tidak menggubris perkataan William. Ia lebih baik mengikuti saja kemana William membawanya. Tapi, ia masih dalam memegang prinsip dalam hidupnya.


William dan Sam duduk di kursi depan meja bartender. William memesan dua minuman wine.


Sam melihat kesekeliling manusia yang sedang bersenang-senang sambil berjoget-joget ria. Padahal ini masih terlalu sore buat bersenang-senang.


Pelayan menyiapkan dua minuman wine tepat dihadapan Sam dan William. William dengan cepat membayar minuman itu.


"Terimakasih!",ucap Sam yang sama sekali tidak memegang minuman itu.


William meminum dan menikmati wine yang telah di sediakan oleh pelayan.


Sella dan Alan yang sedang menunggu pesanan mencoba bermain ponselnya.


Sella ingin merekam situasi yang ada diruangan ini. Tetapi, matanya tidak fokus apa yang ia rekam saat itu. Rekaman itu ia jadikan status di media sosialnya.


William yang menikmati minuman itu sambil berjoget-joget tidak karuan.


Sam memanggil pelayan. Ia memesan Ocean Blue Ice. Dan segera dibuatkan oleh pelayan.


"Ayolah minum Sam!. Kita nikmati malam ini!",ajak William yang sudah berdiri menikmati musik.


Sam hanya tersenyum menjawab setiap ajakan William. "Ok... Ok...!".


Disisi lain El sedang makan malam dengan keluarga di kafe Lon n Love. El ingin memperkenalkan Adelle kepada keluarganya. Karena, Adelle yang selama ini banyak membantu ia bertahan hidup di negara orang.


Adelle ikut duduk bersama keluarga El. Ia terpesona dengan ketampanan Satria yang begitu rupawan.


Bunda memegang tangan Adelle memberikan sedikit kasih sayang seperti anaknya sendiri. "Terimakasih banyak ya Nak Adelle, Nak Adelle sudah banyak membantu El selama ini. Bunda tidak bisa berkata apapun selain terimakasih dan semoga kebaikan Nak Adelle di balas oleh Tuhan Yang Maha Esa?",ucap Bunda kepada Adelle. "Ini ada sedikit hadiah buat kamu, sayang?",lanjut Bunda memberikan sebuah paper bag.


Adelle menerimanya dengan senang hati. Ia tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih.


"Seharusnya yang berterimakasih Bunda sayang!",cicit Bunda. "Terimakasih ya sayang?".


"Sama-sama Bunda. Adelle juga senang bisa mengenal El. Apa lagi bisa langsung bertemu dengan Tante, Om, Kak Satria dan Dino. Suatu kehormatan bagi saya bertemu dengan keluarga yang begitu sangat harmonis!. Karena, selama ini saya tidak pernah mendapatkan keluarga yang sesungguhnya dari keluarga saya!",ungkap Adelle mengingat bahwa dirinya dari keluarga broken home.


Bunda menenangkan hati Adelle. "Nak Adelle bisa menganggap kami sebagai keluarga dari Nak Adelle!",kata Bunda.


Adelle membalas memegang tangan Bunda. "Terimakasih tante. Saya sangat bersyukur bisa bertemu tante disini!",ungkap Adelle berkaca-kaca.


"Panggil saja Bunda, sayang!. Jangan tante!".


Adelle langsung memeluk Bunda dengan erat. Ia sebenarnya sangat merindukan sosok ibu dalam hidupnya. Tapi, ibunya memilih pergi meninggalkan dirinya demi laki-laki lain.


Bunda membalas pelukan Adelle dengan erat. Ia senang bisa bertemu langsung dengan Adelle, sahabat dari anak gadisnya itu.


Semua orang terenyuh melihat adegan yang mengandung banyak bawang itu. El bahagia bisa membuat Adelle merasa lega bisa memeluk sosok ibu, walaupun bukan ibu kandungnya. El lalu membuka ponselnya. Ia tidak sengaja memutar status Sella yang berupa sebuah video. Ia melihat dua orang yang tidak asing baginya. Ia tercengang melihat Sam dan William sedang duduk di sebuah meja bartender dengan minuman yang ada di depannya.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....

__ADS_1


...Terimakasih....


__ADS_2