Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Calon Mantu


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


Setelah beberapa menit metting berjalan, akhirnya selesai juga dengan kata deal proses pengembangan properti yang akan di kembangkan di negara Amerika.


Sam dan Ardi segera keluar dari ruangan VVIP itu. Ia sudah merindukan seseorang yang selalu ada dipikirannya itu.


Jelita berlari mengikuti langkah Sam dengan cepat. "Samuel",panggil Jelita dengan lantang dan menghadangnya.


Sam berhenti secepatnya sebelum bertabrakan dengan Jelita. Ia malas melihat wajah yang selama ini merusak kehidupannya. "Ada apa Bu Jelita?",tanya Sam malas.


Jelita memberikan kode kepada sang asisten Sam. Dan Ardi mengerti lalu pergi meninggalkan mereka berdua. "Boleh kita berbicara sebentar?",tanya Jelita berharap.


"Soal?".


"Hmmmm....".


"Bila masalah perusahaan silakan, sedangkan masalah pribadi maaf kita sudah tidak ada urusan satu sama lain!",tegas Sam melihat jam tangan yang melingkar.


"Hanya sebentar saja. Aku mohon?",mohon Jelita mengatupkan kedua tangannya.


"Maaf Bu Jelita, tidak ada hal lagi yang harus saya jelaskan. Permisi!",pamit Sam yang langsung pergi meninggalkan Jelita.


Jelita kesal karena di acuhkan oleh Sam yang membuat harga dirinya turun. Shittttt!!!.


*


*


*


Adelle dan El di ruangan bangsal Saga. El keluar dari toilet dan Adelle sudah mengupas buah-buahan yang siap untuk di makan.


"Kak Saga tidak rela ya, kamu akan menjadi milik Sam?",tanya Adelle tiba-tiba.


"Apaan sih Del. Jangan buat ribut lagi kenapa!",kesal El kepada sang sahabat.


"Kak Saga kan suka sama kamu. Kamu tidak punya naluri gitu?".


"Naluri apa lagi sih Del?. Aku sama kak Saga baik-baik aja. Dan mereka sudah berhubungan baik karena Sam sudah memaafkan semua kesalahan kak Saga".


"Aku ikut senang mendengarnya. Dan semoga tidak ada kejadian seperti dulu lagi ya, El?".


"Semoga. Sudah selesai belum?".


"Sudah, yuk kita kembali!. Mereka pasti sudah kelaparan".


Adelle dan El baru keluar dari kamar bangsal. Sam yang melihatnya langsung lari menghampirinya. "Sayang",panggil Sam.


El dan Adelle menoleh. Adelle menyikut lengan El menggoda. "Aku duluan ya!". Setelah Adelle mendapatkan izin dari El langsung bergegas pergi.


"Hai",sapa El tersenyum.


"Maaf ya baru datang". Sam menghampiri sang pujaan hati yang ia selalu rindukan.


"Tidak masalah Sam. Kita di temani oleh William dan Adelle",jawab El.


Mereka berjalan beriringan melewati lorong rumah sakit.


"Bagaimana meetingnya?",tanya El yang menyeimbangkan langkah Sam.


"Berjalan lancar. Tapi.....",kata Sam terjeda. Ia takut bila harus menyakiti perasaan El, karena masa lalunya.


"Tapi apa?",tanya El menunggu jawaban.


"Tapi, kali ini pasti akan susah sayang. Karena kliennya perusahaannya Jelita",jawab Sam berharap El mengerti dengan situasi ini.


"Kak Jelita". El terdiam sejenak mencerna sebuah nama yang tidak asing baginya.

__ADS_1


"Iya sayang. Aku dan Pak Ardi baru mengetahuinya setelah meeting tadi. Pak James adalah papa dari Jelita. Beliau sedang sakit dan memberikan proyek ini kepada Jelita dengan surat kuasa beliau",jelas Sam. "Aku mohon, kali ini percayalah sama aku!".


El memandang Sam dengan ragu. Tapi raut wajah Sam menunjukkan keseriusan supaya El percaya kepadanya.


Sam merangkul El memberikan sebuah kehangatan dengan sepenuh hati ia tidak akan mengecewakan orang yang ia sayangi.


Aku percaya Sam, bahwa kamu tidak akan menyakitiku lagi seperti dulu. Karena kamu tidak pernah mencintai kak Jelita, apa lagi tergoda dengan pesonanya. Aku beruntung bisa memiliki kamu batin El dalam hati.


Akhirnya El dan Sam sampai di taman. Mereka tertawa dan bersenda gurau.


*


*


*


Malam Hari


El tiba di apartemen yang ditempati bersama keluarga. Sam mengantarkannya sampai masuk kedalam menemui keluarga Wibowo.


"Sayang kenapa baru sampai?",tanya Bunda yang riweh karena akan ada acara dadakan.


"Iya Bun. Bunda mau kemana?".


"Sekarang kamu ganti baju ya!. Bunda sudah siapkan di kamar kamu. Dan kamu Nak Sam, bunda juga sudah menyiapkan untuk kamu. Tapi di kamarnya Abang Satria",jelas Bunda yang langsung pergi entah kemana.


"Ada apa sayang?",tanya Sam bingung.


"Aku juga tidak tahu",jawab El yang mencari keberadaan kakaknya. "Bang... Bang...!",panggil El di depan kamar sang Abang.


"Masuk Dik!. Tidak di kunci",sahut Satria dalam kamar.


El menggandeng Sam untuk mengikutinya. Mereka berdua masuk kedalam kamar Satria.


Satria sudah lengkap dengan baju batik yang berwarna biru dengan motif yang super bagus. "Ada apa Dik?",tanya Satria yang sibuk dengan penampilannya.


"Ada acara apa sih Bang ?. Kok semua orang rumah pada sibuk?",tanya El.


"Maksudnya Bang?",tanya Sam balik.


"Calon Abang kau nih, mau dijodohkan entah sama perempuan mana Abang tidak tahu!",jelas Satria marah.


El dan Sam tercengang mendengar kabar yang kurang sedap didengar ini.


"Bukannya Abang dekat dengan teh Raina. Lalu kenapa Bunda dan ayah menjodohkan Abang lagi?",tanya El tidak terima.


"Karena Abang tidak memberikan kepastian kepada Raina. Makanya, nih dijodohkan Dik!",jelas Satria.


"Lalu teh Raina bagaimana Bang?. Bagaimana kalau dia menunggu Abang di sana?",tanya El khawatir.


"Tapi ini permintaan Bunda dan ayah, Dik. Toh ini baru pertemuan awal",jawab Satria.


"Perjodohan itu bukan buat main-main Bang. Biar El aja yang bilang sama ayah dan bunda",kata El yang langsung keluar dari kamar kakaknya. Ia mengetuk kamar kedua orang tuanya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk!".


El dengan cepat masuk kedalam kamar kedua orang tuanya.


"Eh... sayang, ada apa?",tanya ayah.


"Yah, ini ada apa sih. Katanya abang, abang mau dijodohkan. Ayah kan tahu bahwa abang sedang dekat dengan teh Raina",keluh El.


"Mereka dekat itu karena sebuah proyek sayang. Ayah yang memberikan mereka proyek, makanya mereka dekat",ungkap ayah yang sedang merapikan pakaian yang beliau kenakan. "Kalau abang kamu suka sama dia, pasti mereka sudah pacaran dari dulu. Tapi nyatanya tidak kan",sambung ayah.


"Tapi ya, abang itu orangnya tidak pekaan. Makanya teh Raina kesal sama abang. Mereka yang selalu berantem karena hal yang sepele",jawab El. "Yah, El mohon berikan waktu buat abang memiliki yang terbaik dari yang terbaik",sambungnya.


"Kenapa jadi anak gadis ayah sih yang cerewet!",goda Ayah.

__ADS_1


"El serius yah. El tahu kalau mereka itu saling cinta dan sayang. Abang aja yang terlalu gengsi untuk mengungkapkannya".


"Abang kamu itu seperti ayah. Yang gengsinya berlebihan. Kalau wanita tidak menunjukkan kesukaannya maka ayah maupun Abang tidak akan peka terhadap perasaan seorang wanita".


"Tapi, teh Raina tidak seperti wanita-wanita lainnya yang mengungkapkan rasa kagum terhadap laki-laki. Dia seperti El, yang menunggu cinta itu datang dan tumbuh dengan sendirinya. El tahu bagaimana teh Raina menggagumi abang. Tapi, teh Raina malu untuk mengatakannya",ungkap El.


"Ini baru pertemuan pertama sayang. Mumpung kita masih di sini. Dan keluarga dari calon jodohnya ada disini juga. Makanya, kita merencanakan ini. Tapi, kalau mereka tidak cocok ya sudah. Perjodohan ini dibatalkan",jelas sang ayah yang mengacak rambut anak gadisnya itu.


El memeluk ayahnya dengan erat. "El takut yah, bila sesuatu terjadi sama abang. Dari kejadian yang El alami, itu membuat El trauma terhadap suatu hubungan yang tidak didasari rasa sayang maupun cinta".


"Sayang, seorang ayah maupun Bunda akan melakukan apapun yang terbaik buat anaknya. Makanya, kasih sayang orang tua tidak akan tergantikan oleh siapapun juga. Karena keluarga adalah harta keluarga yang tak ternilai",kata Ayah.


"Bila nanti El dan abang menikah, bagaimana dengan ayah dan bunda?",tanya El sedih.


"Itu semua sudah takdirnya sayang. Ayah dan bunda akan bersama-sama menikmati masa tua berdua. Anak-anak dengan jalan takdirnya sendiri. Maka dari itu, carilah pasangan yang bisa kita jadikan partner dalam hidup kita. Bukan hanya ada disaat kita bahagia maupun senang. Partner yang selalu melengkapi kekurangannya bukan hanya kelebihan. Karena kalau hanya kelebihannya saja, pasangan itu akan pergi bila suatu saat nanti tidak seperti yang kita harapkan",pesan ayah kepada anak gadisnya itu.


"Terimakasih ayah, sudah menjadi ayah buat kita. Terimakasih ayah, yang selalu membela kita disaat kita berbuat salah. Dan terimakasih ayah, sudah mengajarkan kita arti hidup",kata El berkaca-kaca.


*


*


*


Di restoran bintang lima pertemuan pertama akan dilaksanakan. Keluarga Wibowo sudah memasuki ruangan.


Sam tidak henti-hentinya memandang sang pujaan hatinya yang digandeng olehnya.


"Sepertinya gandengan kamu terlalu berlebihan deh Sam",kata El yang tidak enak hati kepada orangtuanya.


"Berlebihan bagaimana sih sayang. Kamu lihat para pelayan yang ada di ruangan ini. Semua terpukau sama kecantikan kamu",goda Sam yang semakin mempererat gandengannya.


"Mereka tuh tidak terpukau karena kecantikan ku, Sam jangan banyak memuji. Tapi, mereka heran siapa yang jadi calon mantennya. Kita atau abang Satria",keluh El.


Sam tersenyum bahagia karena bisa bersanding berdua di acara penting bagi keluarga Wibowo. "Aku merasa bahagia saat ini".


"Kenapa?".


"Karena Bunda dan ayah kamu mempercayai aku untuk menjadi calon mantunya",ucap Sam.


"Narsis".


Keluarga Wibowo dipersilahkan para pelayan untuk menempati tempat duduk yang telah dipersiapkan.


"Dino tidak sabar, siapa calon yang dijodohkan sama Abang!",goda Dino yang langsung mendapat pelototan dari El.


"Dino".


Dino hanya tersenyum manis karena sang kakak mengancamnya. "Maaf deh Kak!".


Satria yang merasakan jantungnya berdetak lebih cepat tidak seperti biasanya. Keringat dingin yang mulai muncul perlahan.


El memegang tangan Satria dengan lembut. "Ini hanya pertemuan Bang. Kalau abang tidak setuju tidak masalah",bisik El yang duduknya terdekat dengan Satria.


"Iya Dik. Abang hanya gugup aja. Kegugupan abang melebihi dapat tender dari ayah!",seru Satria was-was.


Pintu ruangan VVIP dibuka oleh para pelayan. Di sana keluarga dari calon wanita memasuki ruangan.


El hanya fokus kepada seseorang yang sedang duduk memakai kursi roda. Kak Saga.


Sam dan El saling berhadapan satu sama lain. Jangan bilang, Kak Olivia yang akan menjadi calon kakak ipar.


Satria yang melihat Olivia dan Amira bergandengan tangan. Olivia sangat cantik dan anggun, tidak seperti biasanya. Satria terpesona melihat kecantikan bidadari yang turun dari kayangan.


Bunda dan ayah tersenyum lebar melihat kedatangan calon wanitanya. Melihat wajah Olivia yang begitu berseri-seri. Calon mantu.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...

__ADS_1


...Terimakasih ...


__ADS_2