Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Di Apartemen


__ADS_3

Happy Reading.


***


"Hmmmmmmm.......!",teriak seseorang itu minta tolong.


Lepasin!. Tolong.... Tolongggggggggggggg! batinnya. Ia mencoba untuk melepaskan tangan seseorang itu yang membekap mulutnya.


Sam membawa seseorang itu ke tempat belokkan yang menuju kamar lain. Ia melihat ke sekeliling kamar apartemen nomer 269. Aman.


Seseorang itu meronta-ronta untuk minta di lepaskan. "Hmmmm..... hmmmmmmm...!",ucapnya.


Sam langsung sadar dan melepaskan bekapannya. "Sorry...sorry...!",ucap Sam berkali-kali.


Lega. Ia belum sadar bahwa yang membekap dia adalah Sam. "Sebenarnya kamu siapa sih?",kesal El langsung menengok ke belakang. Deg. Jantung berdebar-debar tidak seperti biasanya. "Kamu!",ucapnya.


Sam melihat mata El yang sedang melihatnya. Mata mereka saling bertemu melepaskan sebuah rindu yang tidak bisa mereka utarakan.


Di satu sisi Edwan dan Chika sampai di lantai 18. Mereka berjalan menuju kamar 269. Mereka tertawa-tawa dan saling bercumbu mesra.


Sam tersadar apa yang menjadi tujuannya berada disini. Ia mengintip dari balik tembok.


El curiga apa yang Sam intip. Ia juga langsung mengikuti Sam yang sedang mengintip. El syok melihat adegan Kak Edwan dan Chika.


Sam melihat El yang sedang mengintip di bawahnya. Ia langsung menutup mata El. "Anak di bawah umur gak boleh lihat!",bisik Sam.


"What?. Anak di bawah umur?",ucap El pelan yang tidak terima Sam berkata seperti itu.


Kak Edwan mengambil sebuah paper bag yang tergantung di depan pintu. Ia lalu menekan tombol kode. Lalu pintu terbuka dan mereka berdua masuk kedalam.


Sam melepaskan tangannya yang menutup mata El. Ia duduk di lantai dan menyandarkan punggungnya. "Kamu kok gak kaget, apa yang kamu lihat?",tanya Sam.


El langsung membenarkan posisinya. Ia duduk disamping Sam. "Aku udah tahu semua dari kemarin-kemarin. Di paper bag itu adalah sebuah bukti perselingkuhannya Kak Edwan!",jawab El sambil melihat ke arah Sam.


"Kakakku benar-benar keterlaluan. Ia sudah tidak mendapat restu dengan Chika dulu. Tapi dia masih bisa berhubungan dengan status bertunangan sama kamu!",ucap Sam kesal dan kecewa. "Aku gak tahu apa yang terjadi antara kamu dan Kakakku, tapi ini benar-benar keterlaluan!. Dia sudah secara sengaja mencemarkan nama baik keluarga!", lanjutnya.


"Aku minta maaf Sam!. Aku benar-benar sudah tidak kuat bersama Kakak kamu!",kata El sedih.


"Apa gara-gara kamu udah bertemu dengan ku?",tanya Sam dingin.


"Bukan. Aku sudah lama berniat untuk mengakhiri hubungan pertunangan ini sama Kakak kamu!",kata El tiba-tiba.


"What?. Why?",tanya Sam tidak mengerti perkataan El.

__ADS_1


"Kalaupun Kak Edwan selingkuh atau tidak, itu tidak akan mengubah keputusanku Sam, karenaa selama ini aku dan Kakak kamu bertunangan karena sebuah ancaman!. Aku gak tahu harus berbuat apa!",ucap El yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Maksud kamu apa ?. Ancaman apa El?",tanya Sam sarkas.


"Aku tidak bisa bicara sekarang Sam. Ini bukan waktunya!",sahut El.


"Lalu kapan El?. Aku benar-benar gak ngerti apa maksud kamu?. Kalau kamu nungguin aku selama ini, kamu salah, aku sudah punya kekasih hati!",kata Sam berbohong.


Deg. El mendengar perkataan Sam seperti terkena petir. Ia tidak percaya bahwa Sam sudah mempunyai seorang kekasih. Ia menundukkan kepalanya lemah.


"El, jawab aku?. Ancaman apa El?",ucap Sam sudah tidak sabar.


Buat apa aku harus cerita sama kamu?. Kamu tidak akan percaya dengan perkataan ku lagi, Sam? batin El sedih. Kemudian ia meneteskan air mata. Ternyata aku salah menunggu kamu, Sam?. Ternyata penantianku selama ini adalah sia-sia? batin El.


"Kalau kamu gak mau cerita sama aku, aku langsung tanya sama dia!",kata Sam yang langsung berdiri dan berjalan menuju apartemen nomer 269.


"Sam, tunggu!",kata El berusaha berdiri.


Sam sudah memencet bel yang ada di apartemen nomer 269.


Pintu itu terbuka. Sam bergegas untuk masuk ke dalam. Dan pintu itu tertutup kembali.


"Sammmmmm!",teriak El yang tidak di gubris oleh Sam. Ia khawatir akan terjadi sesuatu di dalam. Ia ragu akan memencet bel yang terletak di samping pintu. El berusaha untuk tetap tenang. Ia berjalan mondar-mandir memikirkan dua saudara yang sedang berselisih itu. "Apa yang akan aku lakukan ini?. Aku gak mungkin masuk ke dalam melihat ada wanita lain di apartemen Kak Edwan?. Tuhan.....?",ucap El beberapa kali yang sedang gelisah.


El langsung berlari ke arah Sam. "Sam, kamu gak apa-apa?",tanya El khawatir. Ia melihat bibir Sam memar. El berusaha untuk menyentuhnya.


"Lepasin!",bentak Sam.


El kaget. Ia mundur dua langkah dan menundukkan kepalanya. Ia tidak percaya Sam akan membentaknya.


Mata Sam berkaca-kaca melihat El begitu ketakutan setelah ia bentak. "Aku harap kita tidak akan bertemu lagi!",kata Sam.


Deg. El langsung mengangga tidak percaya Sam mengatakan hal seperti itu. Ia melihat mata Sam, ada sebuah kesedihan disana.


Sam langsung berjalan menuju pintu lift. Ia meninggalkan El seorang diri disana.


"Sammmmmm!",panggil El.


Ternyata pintu apartemen nomer 269 belum tertutup. Ia mendengar nama Sam di sebut. "El.... Bukankah itu suaranya El?",kata Kak Edwan langsung mencari sumber suara. Ia keluar menengok ke kanan dan ke kiri. Ia melihat El sedang berdiri mematung.


El berlari ke arah pintu lift. Ia ingin sekali mengejar Sam yang sudah masuk ke dalam lift itu. Dan pintu lift tertutup sempurna. "Sam....!",panggilnya lagi sambil memukul pintu lift.


Kak Edwan melihat El berdiri di depan pintu lift. "El....!",panggil Kak Edwan.

__ADS_1


El menengok ke kanan dan ternyata ada Kak Edwan sedang melihat dirinya disana. Ia langsung lari ke arah pintu darurat.


Kak Edwan langsung mengejar El yang sedang berlari ke arah pintu darurat.


El berlari sekuat tenaga untuk bisa turun ke bawah. Ia tidak mau Kak Edwan menangkapnya.


***


Disisi lain Saga sudah ada di apartemen XXX. Ia sedang menunggu pintu lift terbuka. "Lama banget sih!",kesal Saga karena tidak biasanya pintu lift lama terbukanya. Ia langsung berlari menuju pintu darurat. Ia menaiki tangga sambil berlari menuju lantai 18. Ia tidak mau sesuatu terjadi dengan El.


***


El sedang berlari dengan cepat. Ia sambil menengok ke belakang, apakah Kak Edwan terlihat atau tidak. Ia menuruni tangga dengan pasti, ia tidak mau Kak Edwan mengancamnya dengan sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Ia mencoba berhenti di lantai 8, nafasnya merasa ngos-ngosan. Ia berhenti sejenak untuk mengambil nafas.


"El... El...!",panggil Kak Edwan dengan berteriak. Ia berlari menuruni tangga dengan cepat. "Kamu dimana El?",teriak Kak Edwan yang belum masih kelihatan.


El mendengar namanya di panggil oleh Kak Edwan kaget. Ia masih tetap menengok ke belakang. Ia tidak mau Kak Edwan menemukannya.


***


Disatu sisi Saga masih tetap berlari. Ia harus segera menolong El. Lalu ia berhenti sejenak. Untuk mengambil nafas. Dan melihat seseorang yang menengok ke belakang. Ia mendengar ada yang sedang memanggil sebuah nama yang familiar. Saga langsung menutup mulut El yang ada di depan matanya.


El kaget. Ia mencoba untuk melepaskan dirinya.


"Sttttt!",kata Saga yang mencoba El untuk tenang. "Aku Saga!",ucapnya.


El menengok ke depan dan ternyata Kak Saga sudah di depan matanya. Ia memeluk kak Saga dengan erat.


Kak Saga langsung menarik El dalam pelukannya. Ia merasa bersyukur karena tidak terjadi apa-apa dengan El.


"Aku yakin Kak, kamu akan datang untuk menolongku!",bisik El.


"Aku akan selalu ada buat kamu, El!",jawab Saga.


"El.... El.... El...!",panggil Kak Edwan berkali-kali sambil menuruni anak tangga.


El menggangga namanya di panggil oleh Kak Edwan.


Saga langsung melepaskan pelukannya dan melihat kedua mata El.


***


Jangan lupa komen, like dan vote.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2