Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Buaya Atau Orang Utan ?


__ADS_3

...Happy Reading....


...***...


El sedang duduk di kafe 'Lon n Love' sambil menyeduh kopi latte kesukaannya, ia memandangi pemandangan yang begitu indah di sana. Pohon-pohon yang berjejeran dan bunga-bunga yang beraneka motifnya.


"Sampai kapan kamu akan seperti ini terus El?",tanya Adelle yang tiba-tiba ikut duduk di sana.


"Belum tahu. Kadang aku selalu berfikir, kapan dia akan menikah sama wanita pilihan orangtuanya itu",jawab El yang masih memandang pemandangan di luar.


"Kamu rela, bila dia menikah sama wanita itu?",tanya Adelle tidak yakin.


"Aku harus rela bila dia menikah sama wanita itu. Karena dia kebahagiaan orangtuanya".


"Lalu kabar Edwan?".


"Aku sudah tidak tahu kabarnya lagi. Yang penting dia tidak menggangu dalam kehidupanku ini!",jawab El. "Semoga skripsi ku langsung di ACC sama dosen, dan semoga cepat wisudanya, itulah harapanku sekarang!",lanjut El bercerita.


Adelle memegang tangan El. "Aamiin. Semoga kamu cepat wisuda dan mengundang keluarga kamu ke negara ini, supaya aku cepat mengenal beliau!".


El membalas memegang tangan Adelle. "Terimakasih ya Del, sudah banyak membantuku selama aku di sini. Aku pasti akan merindukan negara ini, terutama merindukan kamu!".


"Sama-sama El. Aku bahagia bisa mengenal kamu, Sam dan Saga. Aku semakin bertambah pertemanannya dan kalau aku berliburan di negara kamu, aku akan menghubungi kamu!".


"Kamu harus janji itu!",jawab El bahagia.


***


Olivia masih tercengang melihat Satria melarikan diri ke kamar mandi. "Itu Satria kan, Ga?",tanya Olivia memastikan bahwa penglihatan masih normal.


"Menurut Kakak?",tanya Saga balik.


Bunda menggelengkan kepalanya tidak percaya bahwa anaknya tidak sopan dengan tamu. "Nak Olivia kenal sama anak tante?".


"Belum Tante",jawab Olivia.


"Lalu Nak Olivia kenal dari mana?. Katanya tidak kenal sama anak tante?".


Olivia terperangkap dengan pertanyaannya sendiri. "Hmmm... Hmmmm....". Ia melihat Saga mencari bantuan supaya Saga menjawab pertanyaan dari Melati.


"Oh... Kemarin Saga sempat memberikan foto Abang Satria kepada Kak Olivia, tante. Mungkin Kak Olivia pangkling melihat Abang Satria beda sama yang aslinya. Iya kan Kak?",tanya Saga sambil menyenggol lengan Olivia.


Olivia mengangguk kepalanya cepat. "Iya tante. Saya pangkling sama Satria, karena beda banget sama yang aslinya!",jawab Olivia mencari alasan.


"Oh begitu. Kirain kamu sudah kenal sama anak tante Nak Oliv!".


"Kakak, jadi tidak ikut sama aku ke kampung pemukiman?",tanya Dino menyela.


"Boleh sayang. Kakak antar ya?",jawab Olivia antusias.


"Tapi Nak Oliv, apakah tidak merepotkan Nak Olivia dan Nak Saga?".

__ADS_1


"Tidak tante. Sekalian saya dan adik saya ingin berbagi kebahagiaan buat mereka. Bolehkan tante, saya mengajak Dino?",tanya Olivia kepada Melati.


"Boleh Nak Olivia. Dengan senang hati tante ikut bahagia!",jawab Bunda.


Dari arah berlawanan seseorang berlari ke arah meja tamu. "Dino, Abang di ajak kan?",tanya Satria tiba-tiba.


Semua mata melihat ke sumber suara. Benar ialah Satria.


Satria tersenyum memperlihatkan gigi putihnya berharap supaya adiknya berbagi sedikit kebahagiaan buatnya juga.


"Tumben Abang mau ikut?. Biasanya bila di ajak selalu banyak alasan!",seru Dino kepada Kakaknya itu.


"Hmmmm... Abang hari ini banyak waktu kosong. Daripada Abang di butik tidak ada kerjaan, lebih baik Abang ikut adik aja!. Bolehkan?",pinta Satria penuh harap terhadap anak kecil itu.


"Bukan karena ada Kak Olivia kan?. Ini tulus dari hati Abang sendiri kan?",tanya Dino penuh interogasi.


Olivia yang ada di belakang Dino mengusap pelan rambut anak kecil itu. Ia sangat bangga terhadap Dino yang masih memikirkan orang yang tidak mampu.


Satria menggelengkan kepala cepat. Ia tidak mau kalau adiknya curiga, bila ia ikut hanya ingin mendekati Olivia. "Abang tulus adikku sayang!",ucap Satria gemas.


"Sayang, kok sama Abang seperti itu?. Tidak boleh dong!",sahut Bunda.


"Maaf Bunda",ucap Dino menyesal karena mengatakan hal yang tidak baik.


"Kakak senang sekali bisa mengenal kamu, Dino!". Kagum Olivia senang dan bahagia.


"Ya sudah, ayo kita berangkat!",seru Saga yang sudah tidak sabar lagi.


Mereka tidak lupa untuk berpamitan kepada Melati. Setelah berpamitan mereka masuk ke dalam mobil milik Saga. Saga saat ini menjadi Pak sopir dan di sampingnya Satria duduk sambil melihat pantulan Olivia dari kaca spion mobil.


Satria malu dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tahu aja kamu, Ga!".


"Yang di belakang denger loh, kalian bicara tentang apa!",seru Dino yang tidak mau ketinggalan dalam perbincangan mereka berdua.


"Astagaaaa, punya adik gini amat sih!",keluh Satria yang tidak mendapat dukungan dari adik kecilnya itu.


"Ingat sama Teh Raina, Bang!. Kasihan dia, yang selalu di PHP in sama Abang mulu!",oceh Dino yang membongkar rahasia abangnya itu.


Satria menepuk jidatnya kesal. Andai saja Dino ada di sampingnya, sudah ia smack down sekarang juga!.


"Siapa Teh Raina, sayang?",tanya Olivia santai. "Pacar Abang kamu?",lanjut Olivia karena merasa penasaran dengan nama Raina.


"Dia tetangga kita, Kak!",jawab Dino polos.


"Oh... Teh Raina, dia Kakaknya temanku Kak. Dony. Kemarin yang Saga ke Bandung itu loh Kak, acara nikahannya!",jelas Saga.


"Oh itu".


"Bukan. Dia bukan pacar Abang, Dino. Kamu kalau bicara asal deh. Ga, tolong tanya sama Dony sekarang, kalau aku sama Tetehnya tidak ada hubungan apa-apa!",kata Satria.


"Buat apa telepon Dony?".

__ADS_1


"Iya buat apa telepon Dony?",tanya Olivia bergantian dengan adiknya.


"Ya buat, bukti kalau aku sama Raina tidak ada hubungan apa-apa. Aku masih jomblo, tidak punya pacar!",jelas Satria.


"Bukti buat siapa Bang?",tanya Saga memancing.


Oopsss.... Satria mati kutu. Ia tidak seharusnya mengatakan seperti itu. "Emmmm... Maksudnya buat bukti, kalau aku tidak punya pacar, udah begitu!",jawab Satria mencari alasan yang pas. Tidak mungkin ia harus jujur saat ini.


Olivia menggeleng kepalanya tidak menyangka bahwa Satria bisa segugup itu.


"Dino tidak percaya kalau Abang tidak punya pacar!",sahut Dino yang tidak henti-hentinya mengolok-olok kakaknya itu. "Soalnya Kak El pernah bilang, kalau Abang itu perumpamaan seperti buaya!".


Olivia, Saga dan Satria tercengang mendengar perkataan Dino seperti itu, karena biasanya anak kecil itu jujur, bahkan jujur banget.


"Tidak sekalian orang utan ya Dik!",goda Satria melotot ke arah Dino.


Olivia tersenyum tipis. Ia merasa senang mendapat hiburan yang sangat lucu.


"Lebih baik orang utan, daripada buaya. Diam-diam menghanyutkan!",jawab Dino yang jaimnya minta ampun.


Satria kesal melihat Dino seenaknya berkata seperti itu. Benar-benar tidak bisa melihat situasi saat ini.


"Ya ampun Dino, kamu itu menjelekkan Abang kamu atau itu benar-benar sifat Abang kamu?",kata Saga yang melihat Satria sudah seperti menahan sesuatu yang ingin dia ledakkan.


"Ya benarlah Kak!. Buat apa Dino bohong!". Dino sangat senang melihat ekspresi wajah kakaknya itu. Ia menjulurkan lidahnya gembira.


"Udah-udah Bang. Mungkin Dino hanya becanda kok. Iyakan Din?",tanya Saga yang melihat Dino dari pantulan kaca spion.


"Dino serius kok, tidak ada becandanya!",sahut Dino.


Satria memutar kedua bola matanya merasa jengah mendengar ocehan adiknya itu.


Akhirnya beberapa menit kemudian mereka berempat tiba di sebuah supermarket. Olivia berinisiatif untuk berbelanja. Ia berbelanja semua kebutuhan pokok yang setiap hari di gunakan. "Dino mau apa?",tanya Olivia sambil mendorong troli besar.


"Tidak mau apa-apa Kak. Ini semua buat kebutuhan Kakak?",tanya Dino yang melihat troli penuh dengan bahan makanan dan sembako.


Olivia tersenyum melihat pertanyaan anak kecil itu. "Kalau ini semua kebutuhan Kakak, pasti kamu tidak percaya",jawab Olivia.


"Lalu?".


Olivia berhenti dan duduk berjongkok di depan Dino. "Ini semua buat teman-teman Dino yang ada di pemukiman".


Dino tercengang mendengarnya. Ia melihat isi troli yang penuh itu. "Kakak serius?".


"Iya sayang. Kakak serius. Kamu senang?".


Dino dengan cepat mengganggukan kepalanya beberapa kali. Ia lalu memeluk Olivia. "Terimakasih Kak. Pasti teman-teman Dino bahagia bisa kedatangan tamu istimewa seperti Kakak!".


"Sama-sama sayang. Kamu yang sudah mengajarkan Kakak tentang hal baik ini. Kakak sangat beruntung bisa mengenal Dino",jawab Olivia membalas memeluk Dino.


...***...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....


...Terimakasih....


__ADS_2