
Happy Reading.
***
El masih memandang pemandangan yang begitu menyakitkan hatinya. Ia mencoba baik-baik saja di depan Sam maupun Arneta. Ia merasa tidak nyaman berada di restoran ini. Ia melihat kesekeliling ruangan lagi untuk melihat para pengunjung dengan pasangan mereka masing-masing. Aku seperti obat nyamuk deh disini! batin El sedih.
Ponsel Arneta berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk. "Hallo...",jawab Arneta. "Oh...iya Pak, saya segera kesana sekarang!",lanjut Arneta yang langsung mematikan ponselnya.
"Dari siapa?",tanya Sam.
"Biasa sayang. Dari clien kamu yang minta malam ini untuk metting",jawab Arneta manja.
El tidak mengalihkan pandangan dari sejoli yang ada di depan matanya.
"Maaf ya, aku gak bisa ikut makan malamnya",kata Arneta manja.
"Ya udah kalau gitu!",jawab Sam duduk kembali.
"Mbak El, maaf banget ya, saya tidak bisa ikut gabung?",kata Arneta.
"Tidak apa-apa Mbak. Lain kali kita buat acara lagi",jawab El mencoba tegar.
"Iya. Semoga kita bisa double date ya. Saya sama pasangan saya dan Mbak El sama pasangan mbak El!",kata Arneta.
"Iya mbak. Dan semoga saya segera menyusul kalian mendapatkan pasangan yang serasi, seperti mbak Arneta dan Pak Sam!",jawab El.
"Dan saya pesan sama mbak El, tolong jagain pacar saya ya mbak?",kata Arneta.
"Ha....!",kata El kaget.
"Kalau nanti pacar saya nakal, tolong di cubit pipinya atau jewer kupingnya!",lanjut Arneta manja.
"Hmmmm....!", El tersenyum menjawab perkataan Arneta. Ia tidak menyangka bahwa hubungan mereka sampai seserius ini.
"Ya udah ya sayang, sampai bertemu nanti malam lagi!. See you!",pamit Arneta yang langsung meninggalkan ruangan.
"Maaf ya El atas sikap Arneta?",ucap Sam tidak enak.
"Tidak apa-apa kok. Kalian pasangan yang sangat serasi!",tutur El dengan senyuman yang sangat terpaksa. Hatinya seperti teriris-iris belati.
"Kamu tidak cemburukan ?",tanya Sam.
"Haaaa...!",tawa El menutupi pedihnya hati. "Buat apa saya cemburu Sam, toh kita tidak punya hubungan apa-apakan!",lanjutnya.
Sam memandang El, wajahnya sedikit berbeda dari biasanya. Ia tahu kalau saat ini orang yang di depan matanya sedang pura-pura baik-baik saja.
"Apa?",tanya El.
"Ha....!".
"Ada apa?. Kok kamu lihatin aku seperti itu?",tanya El curiga.
Sam tersenyum. "Tidak ada apa-apa. Kamu cantik malam ini!",jawab Sam.
"Tidak boleh memuji orang lain selain pasangan sendiri lho!. Aku bilangin sama Mbak Arneta?",goda El.
"Bilangin sana. Aku gak takut!",sahut Sam.
"Kok gitu?".
"Kan beneran kamu cantik malam ini. Apa yang salah coba!",kesal Sam.
"Terserah. Sebenarnya kamu sama mbak Arneta sudah berapa tahun berhubungan?",tanya El penasaran.
__ADS_1
Yes, akhirnya dia ingin tahu. Dan aku berhasil buat dia cemburu! batin Sam menang banyak. "Gak penting tentang waktu. Yang paling penting seberapa nyamannya kita sama pasangan kita",jawab Sam. "Emang kenapa?",lanjutnya.
"Tidak ada apa-apa sih. Kalau aku lihat kalian sudah lama berhubungan. Sampai-sampai kalian begitu mesranya",jawab El.
"Ya kalau dihitung-hitung lumayan lama sih",kata Sam.
Deg. Hati El semakin panas. Ia tidak tahu rasa apa yang muncul tiba-tiba ini. Apakah perasaan cemburu?.
Sam memandang El dengan seksama. Ia merasa hatinya berbunga-bunga melihat ekspresi wajah El. Apakah kamu sedang cemburu El?. Kenapa wajah kamu sekarang gampang di tebak?.
***
Akhirnya El di antar pulang oleh Sam. Mereka baru saja tiba di parkiran depan asrama kampus.
"Terimakasih ya udah di antar pulang?",kata El sambil membuka pintu mobil.
"Itu sudah menjadi kewajibanku. Tunggu dulu?",kata Sam menahan.
El menutup pintu mobil lagi. "Ada apa?",tanya El.
Sam mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam. Ia meletakkan kotak itu di tangan El.
"Apa ini?",tanya El penasaran.
"Buka aja!".
El membuka kotak itu perlahan-lahan. Ia tahu betul kotak ini kotak apa. Tapi, ia ragu tentang isinya?. Dan...
"Cincin permata?".
"Iya. Itu cincin buat kamu El. Aku mohon jangan kembalikan lagi cincin itu kepadaku lagi",cicit Sam.
El menutup kotak itu. "Tapi Sam, ini cincin pertunangan!. Karena di dalam cincin ini ada nama kamu",kata El.
"Tapi Sam?. Aku tidak mau kalau mbak Arneta sampai tahu kalau di dalam cincin ini ada nama kamu. Aku gak mau ada kesalahpahaman diantara kita".
"Aku tidak memaksa kamu untuk memakai cincin itu. Kamu bisa kok simpan di kamar atau simpan dimana gitu!. Karena aku memberikan itu tulus dari hati paling dalam",kata Sam tulus.
El diam melihat cincin permata dan menimbang perkataan Sam.
"Itu udah sedikit aku robak. Aku tidak mau si pengecut itu memaksa kamu melepaskan cincin pemberianku ini",lanjut Sam menjelang.
"Oke. Aku terima. Tapi, aku tidak janji untuk memakainya. Karena aku tidak mau menyakiti hati kamu ataupun mbak Arneta",jawab El.
"Iya. Tidak apa-apa. Yang penting, cincin itu tidak kembali lagi ke aku!",seru Sam.
"Aku usahain",jawab El ragu. "Oh...iya, aku mau tanya sesuatu sama kamu?".
"Sesuatu apa?".
"Tadi bunda telepon aku, katanya ada panggilan tak terjawab dari kamu. Kamu telepon bunda ada apa?",tanya El serius. "Karena tidak bisanya kamu telepon bunda ku!".
"Aku sebenarnya mau memberitahukan bahwa pertunangan kamu sama Kakakku batal".
"Kenapa harus kamu yang menjelaskan Sam?",marah El. "Kenapa tidak Kakak kamu sendiri!. Dia seharusnya bertanggung jawab atas perbuatannya, bukan malah melimpahkan semua ini kepada kamu!".
"Ya kamu tahu sendiri kakakku kayak gimana. Dia tidak akan memberitahukan pembatalan pertunangan kepada keluarga kamu tetmasuk sama ayah, bunda maupun abang Satria. Karena memang kakakku seorang pengecut!",jawab Sam.
"Aku gak mau melibatkan kamu tentang urusanku. Biar aku yang akan menjelaskan kepada ayah dan bunda. Aku gak mau kalau keluargaku sampai berfikir negatif terhadap kamu!",kata El yakin.
"Aku akan membantu kamu, El!".
"Tidak perlu Sam. Aku akan menjelaskan pelan-pelan sama keluargaku. Dan Mama Violla pasti akan membantu masalah ini. Ini tidak ada sangkut-pautnya sama kamu. Jadi aku mohon, jangan beritahu keluargaku dulu. Biarkan nanti keluargaku sampai disini mengikuti wisudaku. Setelah itu, aku akan menjelaskan semuanya",kata El.
__ADS_1
"Kelamaan El!. Aku gak mau keluarga kamu mengetahuinya dari orang lain. Lebih baik sekarang, daripada nanti-nanti",ide Sam.
"Tidak Sam. Aku tidak mau menjelaskan lewat sambungan telepon ataupun video call. Karena, aku tidak mau menyakiti kedua orangtuaku dengan seperti itu. Aku tidak akan bisa menenangkannya dan memeluk kedua orangtuaku disaat nanti mereka sedih. Aku tidak mau menyakitinya Sam... Aku tidak mau!",kata El berkaca-kaca.
"Aku yang akan pulang ke Indonesia menemui kedua orangtua kamu, El!",sahut Sam.
El langsung menatap kedua mata Sam. Disana ada sebuah ketulusan yang terpancar dari kedua mata Sam.
"Aku yang akan menenangkan kedua orangtua kamu disaat nanti beliau sedih. Karena bagiku, mereka sudah aku anggap sebagai kedua orangtuaku juga!", kata Sam tulus.
El tidak bergeming. Ia tahu saat ini Sam sedang membantunya melewati masa-masa sulit. "Aku tidak mau merepotkan kamu, Sam?".
"Sama sekali aku tidak merasa direpotkan. Aku mau bertanggung jawab atas masalah-masalah yang kakakku perbuat terhadapmu. Bolehkan?. Aku juga andil dalam masalah kamu loh, kan gara-gara aku juga video itu ada?",kata Sam.
"Tapi Sam, aku tidak mau kalau kamu di marahin abis-abisan sama ayah dan bunda. Apa lagi sampai ada Abang Satria?. Pasti akan ada pertengkaran!".
"Itu sudah konsekuensinya El. Aku mau berterus terang sama keluarga kamu, walaupun nanti aku pulang dengan keadaan babak belur!",kata Sam.
"Ayah tidak akan membuat kamu babak belur, tapi Abang Satria?. Aku tidak yakin!".
"Percaya sama aku. Nanti malam aku akan terbang ke Indonesia. Dan aku akan kabarin kamu pada saat sampai disana. Oke?", Jelas Sam.
"Oke, ini kamu yang minta ya?. Aku tidak akan bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu sama kamu!".
"Ihhhhh.... Jahatnya!",keluh Sam.
"Kan aku bukan yang minta. Ini atas dasar permintaan kamu sendiri loh!", jelas El.
"Iya-iya. Tenang aja, tidak akan terjadi apa-apa kok!",jawab Sam.
"Ya udah, aku udah kedinginan nih. Aku masuk dulu ya?",pamit El membuka pintu mobil.
"Tunggu dulu?",cegah Sam lagi.
"Ada apa lagi?".
Sam mengambil beberapa paperbag yang ada di jok belakang. "Ini tolong di bawa!",kata Sam.
El melihat kearah Sam. "Buat apa, aku gak mau Sam!. Kamu lebih baik kembalikan semua barang-barang itu ke butiknya lagi!. Daripada mubazir!",kata El.
"Ini aku belikan ini semua buat kamu!. Kalau kamu gak mau, kamu bisa kok kasih ke Bella teman kamu itu!".
"Tapi barang-barang semua di paperbag ini mahal-mahal Sam. Aku gak enak sama kamu!",tolak El halus.
"Apa lagi aku, yang harus mengembalikan ini semua ke butik. Taruh mana mukaku nanti!",kesal Sam. "Udah bawa aja!. Akukan cowok, masa iya aku harus pakai-pakaian kayak gitu!. Mana mungkin!",lanjutnya.
"Ya udah,nanti aku kasih ke Bella. Tapi, Bella gak disuruh belikan?",tanya El curiga.
"Pikiran kamu tuh ya, selalu negatif terus. Aku ikhlas El!",jawab Sam. "Kalau Bella disuruh beli, mana mungkin dia kuat!. Apa lagi dia kerja di kafe, sampai berapa tahun mau lunasnya!",lanjutnya.
"Iya...iya Pak Bos. Aku percaya kok, uang kamu terlalu banyak. Makanya kamu hambur-hamburkan kayak gini!",kata El membuka pintu mobil dan keluar.
"Siapa juga yang ngambisin uang banyak!. Udah deh gak usah di bahas lagi!. "Assalamualaikum!",kata Sam kesal.
El tersenyum menggoda Sam. "Walaikumsalam...!",jawab El.
Sam langsung pergi meninggalkan El. Ia mengendarai kendaraan dengan kecepatan sedang.
El memandangi mobil Sam yang semakin lama semakin menjauh. Aku tahu Sam hati kamu tulus, tapi aku gak mau kalau kamu terbebani dengan masalahku. Aku sadar siapakah aku ini?. Aku adalah orang yang selalu membuat kamu berada dalam masalah besar. Aku minta maaf Sam, maafkan aku yang selalu membuat kamu tidak nyaman berada disampingku. Dan terima kasih sudah membantuku selama disini!.
***
Jangan lupa komen, like dan vote.
__ADS_1
Terimakasih.