Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Tidak Terduga


__ADS_3

Happy Reading.


***


Disisi lain El naik taksi. Ia mengirim pesan kepada Bella, menanyakan keberadaan lokasi kafe yang Bella kerja separuh waktu disana.


"Pak ke Kafe Story ya?",ucap El kepada taksi.


"Iya Nona",jawab sopir taksi.


Ia menyandarkan punggungnya melihat pemandangan dimalam hari di kota New York. Kota yang begitu indah dengan lampu yang terang benderang. Kenapa sekarang Sam berjaga jarak denganku, apa ia masih belum percaya bahwa aku sangat menyayanginya?. Apa ia masih ragu dengan keputusanku bahwa aku sudah membatalkan pertunangannya dengan Kak Edwan. Sam, sebenarnya aku ingin seperti dulu. Seperti sahabat yang selalu ceria, bahagia dan bersedih bersama. Aku berharap setelah pertemuan ini, aku dan kamu semakin baik-baik saja! batin El.


***


Di kafe Story.


El turun dari mobil taksi. El berjalan di pinggiran jalan. Di samping kanan dan kiri terdapat bangunan-bangunan besar yang berjajaran. Layar besar yang ada di atas toko-toko besar sedang menampilkan berita-berita dunia. El sesekali memotret negara ini. Negara dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. El masuk kedalam cafe story.


"Hai El. Gak nyasarkan?",tanya Bella.


"Gak Bel. Tadi aku naik taksi kok",jawab El.


"Mau minum apa?",tanya Bella.


"Caffelate aja",kata El.


"Oke. Aku buatin dulu ya?",ucap Bella sambi meracik caffelate yang di pesan El.


El memandang sekeliling tempat kafe itu. Malam hari ini cukup rame pengunjung.


Bella datang membawa pesanannya El. "Ini!",kata Bella.


"Terimakasih Bel!".


"Sama-sama El. Bagaimana kencannya?",tanya Bella.


"Kencan. Siapa yang kencan Bel?",tanya El balik.


"Yang cowok ganteng itu siapa?. Yang kemarin bisik-bisik tetangga di acara seminar?. Itukan cowoknya?",goda Bella.


"Owh...itu. Namanya Sam, dia sahabatku kok. Kita udah lama gak jumpa. Eh... tiba-tiba dia ada diacara seminar itu",jawab El.


"Aku gak percaya kalau dia cuma sa-ha-bat doang. Pasti lebihkan?",tanya Bella.


"Dia sahabat aku kok,Bel. Tadi ada urusan penting, jadi dia ngajak aku. Aku cukup kenal dekat kok sama keluarganya",jawab El.


"Terus tadi bagaimana di perusahaan buat kkn, jadi disana?. Tadi aku belum sempat untuk bertanya?",kata Bella.


"Jadi",jawab El singkat.


"Bagaimana bosnya?. Aku penasaran deh?. Seperti di novel-novel gitu gak sih?. Yang killer, cool, muda dan so sweet gitu?",kata Bella lebay.


"Korban novel sih kamu. Mana mungkin seorang bos seperti itu",sahut El.


"Ya siapa tahu El!",seru Bella tersenyum.


El menikmati caffelatenya yang terasa berbeda dari yang lainnya. Ia menengok kebelakang melihat ke arah bar. "Depan sana bar ya Bel?",tanya Bella.


"Iya. Disini kebanyakan bar, El. Ya maklumlah beda gaya pergaulan",kata Bella.


Disisi lain di depan bar seseorang turun dari mobil mewahnya.


El melihat ke arah depan bar. Itu bukankah Sam?batin El tidak percaya. Ia segera membayar caffelate yang ia pesan tadi.


"Kok buru-buru, mau kemana?",tanya Bella menerima uang.


"Aku melihat Sam masuk ke bar depan sana. Aku mau kesana!",kata El.


"Kamu mau kesana?. Jangan El!. Bahaya!",larang Bella.

__ADS_1


"Tapi Sam masuk ke dalam sana. Aku takut terjadi sesuatu sama dia!",jawab El.


"Ya udah aku temenin ya!",sahut Bella langsung melepaskan apronnya. Ia segera menyusul El yang sudah dulu berjalan.


"Kamu salah orang kali, gak mungkin teman kamu masuk kedalam sini?", kata Bella.


El berdiri di dekat mobil Sam. Ia yakin bahwa mobil ini adalah milik Sam. "Iya Bel. Aku gak salah, ini mobil milik Sam!",jelas El sambil mengintip jendela mobil. "Tapi kok gak sama Pak Ardi ya, sopir pribadinya?",tanya El pada Bella yang menengok kesana dan kemari.


"Mana mungkin sama sopir sih El kalau kesini!",sahut Bella.


"Ya udah masuk yuk!",ajak El menarik lengan Bella. Ia begitu penasaran apa yang terjadi di dalam sana.


Di dalam bar musik berdentum dengan sangat keras. Musik DJ menambahkan kesan sangat menyenangkan. Di atas panggung para wanita-wanita dengan penampilan minim menari dengan lenturnya.


El masuk kedalam. Ia melihat kesana kemari untuk mencari Sam.


"Mana orangnya, El?",tanya Bella dengan suara keras.


El menggelengkan kepalanya karena belum melihat batang hidungnya Sam.


"Disini banyak orang-orang yang mabuk El!. Aku aja gak pernah kesini!",teriak Bella.


Tiba-tiba dua orang laki-laki menghampiri El dan Bella.


"Hallo cantik!",kata laki-laki itu sambil memegang gelas yang berisi minuman alkohol.


"Kalian mau ngapain?",tanya Bella kesal.


"Jangan marah-marah gitu dong!. Kita mau kenalan sama kalian!",kata laki-laki itu sambil menyentuh dagu Bella.


"Lepasin!",teriak Bella mencoba membela diri. "El, ayo kita keluar dari sini!. Disini tempatnya gak baik!",teriak Bella.


"Bentar Bel. Aku cari Sam dulu!", jawab El.


Seseorang laki-laki dengan bosor langsung menghadang di depan El. Mencoba menggoda El yang begitu mempesona.


"Ya ampun, kamu begitu manis sayang perkataan kamu. Yuk, kita bersenang-senang berdua!",ajak laki-laki itu yang sudah mabuk berat.


El mencoba mengusir dengan cara halus. Ia mencoba berjalan melewati samping laki-laki itu. Tetapi, laki-laki itu semakin menjadi. Ia mencoba memegang lengan El. Tetapi, El selalu berusaha menghindar.


"Kalau kalian tidak minggir, aku akan berteriak!",ancam El dengan keras.


"Silakan teriak sepuasnya sayang!. Atau kamu mau berteriak di atas ranjang?",goda laki-laki bosor itu.


"Udah El, gak usah diladeni mereka berdua. Mereka sedang dalam keadaan mabuk. Ayo, kita pergi dari sini!",kata Bella memegang lengan El takut.


"Kalian gak akan bisa keluar dari sini, sebelum kalian melayani kita berdua!",kata laki-laki bosor itu mencoba memegang dagu El.


El dengan sigap langsung menoleh menghindari tangan laki-laki bosor itu. "Aku gak sudi!",marah El.


"Apa!",teriak laki-laki bosor itu yang langsung memegang lengan El dengan sekuat tenaga.


"Auww.... Sakit!. Lepasin!",teriak El yang di paksa untuk berjalan menuju ruangan yang telah di sediakan di bar.


Bella dengan tenaganya menarik lengan El. Ia tidak mau El dalam bahaya.


"Tolong... Tolong....!",teriak El berkali-kali mencoba meminta tolong kepada para pengunjung.


***


Disisi lain Sam sedang berbincang-bincang dengan para kolega yang tidak biasa. Para kolega itu adalah mafia yang menguasai bar-bar yang terkenal.


"Bagaimana Pak Sam, apakah anda tertarik?",tanya salah satu mafia.


"Maaf sebelumnya Pak, tapi saya tidak suka dengan kekerasan. Jadi, saya tidak akan mengambil saham dari bar-bar yang membuat gaduh dan onar. Kalau Bapak ingin bekerja sama dengan saya, saya lebih suka kafe atau restoran yang sangat menguntungkan buat saya. Tapi, kalau bar, mohon maaf saya tidak bisa!",kata Sam menjelaskan.


"Saya sebenarnya mempunyai restoran juga Pak, tapi kini restoran itu tutup. Apakah Bapak Sam, bersedia menanam saham di restoran saya?",tanya bos mafia itu.


"Bukankah seorang bos mafia adalah orang terkaya disini. Kenapa anda tidak bisa membuka lagi restoran itu?", tanya Sam.

__ADS_1


"Tidak semua bos mafia itu kaya raya pak. Saya mempunyai beberapa anak asuh yang ingin saya besarkan dan didik dengan pendidik yang tinggi. Karena, mereka adalah masa depan negara ini. Kalau buka kita, siapa lagi Pak!",jawab bos mafia dengan bijak.


"Hati anda sangat mulia sekali Pak. Oke, saya akan ACC penanaman saham di restoran Bapak!", jawab Sam.


"Terimakasih banyak pak. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan Bapak!",kata bos mafia sambil menundukkan kepalanya.


Sam langsung menghentikan bos mafia itu yang menundukkan kepalanya. Ia merasa terharu dengan pola pikiran bos mafia itu. Biasanya bos mafia itu adalah orang yang sangat kejam terhadap siapapun orang yang benar maupun salah. Tapi, beda dengan bos mafia ini.


Sam segera pamit untuk pulang ke rumah. Karena, hari ini sangat melelahkan. Tiba-tiba ia mendengar ada yang meminta tolong. Apa lagi suara itu tidak asing baginya. El, apakah itu suaranya El? batin Sam yang menengok kesana-kesini mencari sumber suara itu.


"Tolong ... Tolong....!", teriak El dengan suara isakan tangisnya.


Sam melihat laki-laki bosor itu menari lengan wanita. Wanita itu tidak terlihat karena di tutupi oleh laki-laki yang satunya.


Bella mencoba melepaskan lengannya dari laki-laki satunya. "Tolong... Tolong...!",teriak Bella melihat Sam yang juga melihatnya. "Tolong saya tuan!",lirih Bella karena merasa kecapekan.


"Udah biasa mereka seperti itu Pak!",kata bos mafia.


Perasaan Sam ada yang aneh. Ia ingin sekali menolong wanita itu. Tetapi, ia tidak mau berurusan dengan masalah yang sangat besar. Tapi, hati kecilnya ingin mengejar wanita itu. Ia langsung lari mengejar wanita yang meminta tolong tadi. "Woyyyy!",teriak Sam.


Kedua laki-laki itu langsung menengok ke belakang melihat Sam yang berdiri di belakang mereka.


"Mau apa anda?", tanya laki-laki itu.


"Lepasin mereka!", perintah Sam.


El merasa mengenali suara itu. Ia langsung menengok kebelakang melihat Sam yang berdiri di belakang. "Sam!".


"El....!",lirih Sam kaget melihat El ada di bar ini.


"Tolonggggg Sam!",teriak El merasa sakit lengannya di pegang kuat oleh laki-laki bosor itu.


"Lepasin mereka berduaaa!",teriak Sam.


"Jangan harap tuan!",jawab laki-laki bosor itu.


"Ayo kita habisi laki-laki ini!",ucap laki-laki satunya.


Para laki-laki itu langsung menyerang Sam dengan bersamaan.


Sam langsung membalas memukul kepala si laki-laki bosor itu. Ia tidak mau terjadi sesuatu dengan El. Ia langsung menghabisi dan membuat kedua laki-laki itu babak belur dengan luka yang sangat parah.


"Ada apa ini?",tanya bos mafia.


"Tolong masukkan mereka berdua kepenjara!",perintah Sam.


"Baik Pak. Saya akan lakukan!",jawab bos mafia itu.


"Sekarang!. Karena saya tidak mau melihat orang ini lagi!",marah Sam.


"Ayo, bawa mereka berdua ke penjara!",perintah bos mafia.


Beberapa anak buah mafia itu langsung menyeret mereka berdua.


"Saya tidak mau ada keributan disini lagi!. Apa lagi harus melukai para wanita!",ucap Sam.


"Baik Pak. Kami akan berusaha menjaga bar ini menjadi lebih aman lagi!",jawab bos mafia itu.


El dan Bella mendekat di samping Sam.


"Yuk, kita pulang!",kesal Sam yang berjalan mendahului.


El dan Bella berjalan mengikuti di belakang Sam. Mereka berdua merasa ketakutan dengan bos mafia itu.


***


Jangan lupa komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2