Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Bertemu Mantan Calon Mertua


__ADS_3

Happy Reading.


***


Masih di kamar mempelai laki-laki. "Aku sedang tidak mau berdebat sama kamu, Sel",kesal Sam. Lalu Sam berjalan menuju pintu keluar, tetapi sebelum ia melangkahkan kakinya, Dony dengan sigap menarik lengan Sam supaya tidak meninggalkan kamar ini.


Sam terdiam melihat tangannya di cekal oleh Dony. Ia tidak bisa berkutik. "Lepasin Don!".


Dony semakin erat memegang lengan Sam. "Apa kalian akan seperti ini terus menerus!",kata Dony.


Sella ingin mengatakan sesuatu tetapi langsung di cegah oleh Alan. Karena menurut Alan, Dony akan membuat situasi ini menjadi aman.


"Kenapa diam?. Aku ingin hari ini kalian berbaikan. Kita semakin lama akan semakin dewasa, bukan malah sebaliknya. Kurangilah ego kalian yang ingin menang sendiri. Aku tahu kalian saling sayang menyayangi satu sama lainnya, tapi kalian gengsi ingin mengatakan!",tutur Dony panjang lebar.


Sam jengah mendengar perkataan Dony yang semakin lama semakin tidak karuan.


"Sam, aku mohon kali ini saja!",mohon Dony. "Ini pernikahanku dengan Yasmine, aku tidak mau ada pertikaian diantara kalian. Karena kalian menjadi groomsman kita, maka dari itu aku dan Yasmine meminta kalian berbaikkan. Aku mohon?",lanjut Dony meminta kepada Sam dan Saga.


"Itu mustahil Don. Aku bisa berfoto dengan semuanya tanpa mengubah apapun itu",sahut Sam yang langsung pergi dari kamar mempelai laki-laki.


Dony pasrah melihat Sam keluar dari kamarnya. Ia mengangkat kedua bahunya sambil melihat Sella dan Alan.


Saga menepuk bahu Dony. "Tidak apa-apa Don. Aku bisa mengerti bagaimana perasaan Sam. Dia belum bisa memaafkan aku. Aku berjanji, aku tidak akan membuat acara pernikahan kamu berantakan sama Yasmine!",kata Saga.


"Tapi aku ingin kalian saling memaafkan Kak. Aku tahu setiap manusia pasti mempunyai salah. Maka dari itu, ini kesempatan kalian buat berbaikkan".


"Aku tahu niat baik kamu, Don. Tapi kita tidak bisa memaksa kehendak Sam",jawab Saga. "Oh ya, ini ada titipan buat kamu dari El?",kata Saga memberikan sebuah amplop berwarna putih.


Dony menerimanya dengan senang hati. Walaupun ada rasa kecewa karena ia gagal membuat Saga dan Sam berbaikkan. Dan apa lagi El juga tidak bisa datang ke acara pentingnya. "Terimakasih ya Kak!".


"Sama-sama. Ya udah, aku ganti baju dulu ya!",kata Saga pergi keruangan ganti.


Sella menghampiri Dony yang sedang memandangi amplop yang berwarna putih itu. "Aku kok jadi kepo sih!",serunya.


Alan langsung menarik Sella keluar dari kamar. Supaya Dony mempunyai ruang buat untuk membuka amplop yang berwarna putih itu.


Dony perlahan membuka amplop pemberian dari El. Disana ada beberapa foto dirinya dan juga El. Lalu ia membuka sepucuk surat yang berwarna biru.


^^^Teruntuk, My Best Friendku.^^^


Sebelumnya aku meminta maaf karena tidak bisa datang keacara terpenting dalam hidup kamu. Maafkan aku Don!.


Aku bahagia mempunyai sahabat seperti kamu. Dari kecil sampai kita dewasa, kita selalu bersama-sama. Aku bahagia bisa mengenalmu dari kecil sampai saat ini. Aku berdoa kepada Tuhan supaya kamu dengan pasangan kamu yaitu Yasmine, menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Dan kelak mempunyai penerus generasimu yang Sholeh dan Sholeha.


Don, aku berharap setelah kamu menikah dengan Yasmine, persahabatan kita tidak akan terputus untuk selamanya. Kita bisa menjalin silaturahmi dengan baik bersama para sahabat yang lainnya. Aku berharap, semoga kamu bahagia bersama Yasmine. Yasmine perempuan yang baik yang pantas bersanding denganmu. Terimakasih sahabat sudah menjadi bagian dari hidupku.


^^^I Miss U , Dony dan Yasmine.^^^


^^^Salam manis dari,^^^


^^^Ellena Putri Wibowo.^^^

__ADS_1


Dony tersenyum membaca surat dari sahabat kecilnya. Ia tahu bahwa El akan selalu mendoakan yang terbaik buatnya dan Yasmine, calon perempuannya. Lalu ia membuka sebuah kertas lagi yang berisi sebuah tiket pesawat tujuan Jakarta- Bali beserta villa yang akan ditempati selama honeymoon. "Terimakasih El... Terimakasih banyak!",lirih Dony bahagia sampai berkaca-kaca.


Saga keluar dari ruang ganti. Ia melihat Dony masih memandangi sebuah kertas yang ditangan. Kamu baik-baik sajakan Don?",tanya Saga ragu.


Ia melipat kertas tiket pesawat. "Aku sangat baik-baik Kak. Terimakasih sudah membawakan kado yang terindah ini Kak!".


"Sama-sama Don. Aku turut bahagia, jika salah satu sahabatku juga bahagia!",jawab Saga.


***


Disisi lain kedua orangtua El, Satria dan Dino baru saja turun dari mobil. Mereka memasuki ballroom yang begitu indah dengan desain yang begitu elegan.


"Nak Dony benar-benar mewujudkan pernikahannya yang begitu mewah ya Yah!",kagum Bunda melihat ballroom yang disulap menjadi istana.


"Iya Bun. Semoga mereka menjadi pasangan sakinah, mawadah dan warahmah Bun",doa Ayah.


Satria dan Dino berjalan dibelakang kedua orangtua mereka. Tiba-tiba ponsel Satria berdering menandakan video call masuk dan ia mengangkatnya. "Assalamualaikum adikku yang cantik!",sapa Satria.


"Walaikumsalam Abangku yang ganteng!",jawab El bahagia. "Udah sampai ya Bang?".


"Udah baru saja masuk ballroom. Bagaimana rasanya ditinggal sahabatnya menikah?",goda Satria. "Apa lagi dulu ada rasa lebih!",lanjutnya yang tidak kehabisan akal.


"Apaan sih Bang!. Becandanya gak lucu tahu!",kesal El sambil memajukan bibirnya.


Bunda yang mendengar suara anak perempuannya langsung menoleh kebelakang. "Siapa Bang?".


"Biasa, anak Ayah dan Bunda yang bawel!",jawab Satria yang memberikan ponselnya kepada bunda.


"Hallo sayangnya Bunda!",sapa Bunda histeris melihat anak gadisnya berdandan memakai baju bridesmaid.


"Cantikkan anak ayah!",goda Ayah yang melihat sekilas wajah El dalam layar ponsel.


"Bunda sih sudah tua yah. Sekarang giliran anak bunda yang menjadi penerus kecantikannya bunda",kata Bunda.


Ayah tersenyum mendengar perkataan istrinya sayang itu.


"Acaranya belum mulai ya, Bun?".


"Belum sayang. Ini baru jam setengah sembilan. Nak Sella jadi pulang tidak sayang?",tanya Bunda.


"Sella sudah ada di kamar mempelai wanita, Bunda belum bertemu sama dia?".


"Dari Kemarin belum sayang".


Ayah mempersilahkan istrinya untuk duduk di ruang yang telah disediakan atas nama ayahnya. Satria dan Dino ikut duduk disampingnya.


Disisi lain Sam baru saja memasuki ballroom. Ia melihat keluarga El sudah duduk di sana. Ia sedikit ragu untuk menegur sapa tetapi ia bertekad untuk sekedar menyapa. Ia menghampiri keluarga El.


"Nak Sam". Ayah melihat Sam sudah ada dihadapan mereka.


Bunda, Satria dan Dino tidak luput memperhatikan Sam.

__ADS_1


Sam menjabat tangan kedua orangtua El dan Kakak sekaligus adiknya Dino. "Apa kabar Om?",tanya Sam, walaupun ada rasa canggung dihatinya. Bagaimanapun beliau pernah menjadi calon mertuanya.


"Alhamdulillah baik Nak Sam",jawab ayah.


El mendengar nama Sam langsung bungkam. Ia lebih baik diam daripada Sam tahu bahwa ia sedang melakukan video call bersama keluarga.


"Saya boleh gabung untuk duduk disini?. Ada yang perlu saya bicara sama Bunda dan Om?",tanya Sam pasrah.


"Mau apa lagi kamu?. Tidak puaskah keluarga kamu menyakiti adikku, El!",tanya Satria sarkas. Ia harus turun tangan menangani adiknya, karena adiknya sudah terlalu banyak menderita di sana.


Ayah memberikan kode kepada Satria untuk tidak ikut campur dalam masalah ini. Dan lebih baik Satria diam.


"Tapi Yah?",tolak Satria tidak terima ayahnya membela Sam terus menerus.


Ayah masih memberikan peringatan lagi kepada anak sulungnya itu.


"Udah Dik, kita lebih baik keluar sebentar daripada disini Abang merasa gerah!",ajak Satria kepada adiknya, Dino. Mereka lalu pergi dari kursi yang mereka tempati.


"Silahkan Nak Sam!. Silahkan jelaskan apa yang Nak Sam mau bicarakan",tutur Ayah bijak.


"Saya disini secara pribadi mau minta maaf sama Bunda dan Om, karena secara tidak sengaja menyakiti hati Om dan Bunda. Saya tidak bermaksud untuk membuat kekacauan ini. Tetapi, El sudah memutuskan memilih membatalkan pertunangan kami",jelas Sam merasa canggung berbicara seperti ini kepada kedua orangtua El.


"Lalu mau keluarga nak Sam dan nak Sam sendiri bagaimana?. Saya ingin meluruskan tentang kekacauan ini. Saya merasa tersinggung atas perkataan Ibu Violla terhadap istri saya".


Sam tercengang tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh Wibowo, ia lebih baik mendengarkan dahulu sebelum berkomentar.


"Jujur, El adalah anak gadis satu-satunya kami. Kami ingin terbaik buat anak saya. Saya sedih melihat anak saya selalu gagal dalam menjalin pertunangan terhadap nak Edwan maupun nak Sam sendiri",ungkap Ayah.


"Maafkan saya Om, yang tidak bisa menjaga El dengan baik. Dan saya penasaran apa yang dikatakan oleh Mama saya terhadap Bunda?. Saya benar-benar tidak tahu tentang ini?",tanya Sam penasaran.


"Bila nak Sam ingin tahu apa yang dikatakan oleh mamanya nak Sam, lebih baik nak Sam tanya langsung sama beliau. Karena saya tidak mau mengungkitnya, itu akan membuat saya sakit hati. Saya adalah seorang ibu yang tahu tentang pribadi anak saya. Baik dan buruknya anak saya, saya paham betul tentang itu ",jelas Bunda terhadap apa yang Violla lakukan terhadap keluarganya.


"Saya sangat mengenal El, Bunda dan Om. El adalah sosok yang baik, jujur dan ramah. Lalu apa yang membuat Mama saya membenci El dan membuat Bunda sakit hati. Apa yang dikatakan oleh mama saya?",ucap Sam pada dirinya sendiri.


"Lebih baik nak Sam langsung tanya sama Ibu Violla. Saya tidak mau ada perselisihan dalam keluarga nak Sam sendiri. Saya sangat mengenal Pak Dirga dengan baik. Maka dari itu, saya pribadi dan keluarga meminta maaf bila El melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja terhadap keluarga nak Sam",ungkap Ayah meminta maaf.


Sam tidak percaya dengan ini. Ia terdiam sejenak mencerna apa yang mereka pikirkan terhadap keluarganya.


El yang masih melakukan video call terdiam. Ia menekan tombol yang ada di ponselnya dengan gambar bisu. Ia menangis mendengar pengakuan dari Bunda maupun Ayahnya sendiri. Ternyata mereka lebih sakit hati daripada dirinya sendiri. "Maafkan anakmu ini ayah dan Bunda yang sudah membuat ayah dan Bunda sakit hati!. Maafkan El!",lirih El.


"Apa ini yang membuat Bunda dan Om tidak merestui saya dan El untuk menikah?",tanya Sam.


"Saya sangat merestui bila anak-anak Om bahagia dengan pasangannya. Tapi disini ada tanda kutip yang tidak bisa saya ambil resikonya, yaitu tentang restu dari orangtua kamu sendiri Nak Sam. Apakah orangtua nak Sam memberikan restu kepada kalian?. Apakah orangtua nak Sam akan memperlakukan El seperti anaknya?. Itu yang selalu membuat saya bertanya-tanya dalam hati saya. Karena saya tidak mau melihat anak-anak saya menderita atas apa yang dinamakan dengan cinta",jelas ayah.


"Saya mengerti Om, tapi saya akan berusaha untuk bisa membahagiakan El dalam hidupnya. Karena saya masih sangat mencintai El, Om",ungkap Sam ragu tetapi ia harus mengutarakan perasaannya.


"Saya tahu nak Sam orang yang sangat baik. Tapi maaf, dulu nak Sam pernah mengatakan seperti itu pada saat nak Sam melamar anak saya. Tapi, kenyataan berbanding terbalik bukan. Saya hanya ingin bukti bukan hanya omong kosong dengan janji-janji nak Sam. Saya sadar nak Sam, saya hanya orang biasa. Sedangkan keluarga nak Sam dari golongan pejabat dan pengusaha yang sukses. Apakah pantas anak saya bersanding dengan nak Sam?",tanya ayah.


Sejak kapan mereka membandingkan tentang pangkat yang keluargaku miliki. Apakah ini yang dikatakan oleh Mama terhadap keluarganya El?. Dari dulu aku dan keluargaku tidak pernah membanding-bandingkan tentang status sosial kita. Keluarga selalu melihat dari sudut pandang yang berbeda. Tetapi, kenapa malah berbanding terbalik seperti ini, batin Sam dalam hati.


***

__ADS_1


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.


__ADS_2