Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Firasat


__ADS_3

...Happy Reading....


...***...


El berada di balkon depan kamarnya. Ia berjalan mondar-mandir tidak menentu dengan perasaan yang campur aduk. Ia menghubungi Sam beberapa kali dan beberapa kali juga Sam baru sempat mengangkatnya. "Hallo Sam!".


"Hallo sayang, ada apa?. Kamu belum tidur?",tanya Sam dengan suara parau karena baru beberapa menit yang lalu terlelap.


"Kamu dimana?",tanya El.


"Aku ada di rumah. Dari restoran tadi aku langsung pulang karena badanku terasa lelah".


Jadi dia baik-baik saja. Lalu kenapa perasaanku tidak karuan seperti ini! batin El dalam hati.


Sam memanggil beberapa kali nama El tetapi tidak ada jawaban darinya. "El... kamu baik-baik sajakan?".


Ya Tuhan, perasaan apa ini?.


"El.... Sayang...!",panggil Sam beberapa lagi yang membuyarkan lamunannya.


"Maaf-maaf Sam!",sahut El cepat sebelum Sam curiga.


"Kamu baik-baik sajakan?".


"Iya, aku baik-baik saja",jawab El terbata.


"Aku ke apartemen kamu sekarang ya?. Aku rasa kamu tidak sedang baik-baik saja!",pikir Sam yang mendengar jawaban dari El.


"Tidak usah Sam. Bunda dan ayah sudah istirahat. Aku tidak mau mengganggu mereka".


"Ok. Kita ketemuan sekarang di taman apartemen?".


"Tidak usah Sam. Ini sudah malam, besok kamu kerja. Dan aku juga sudah ngantuk",tolak El dengan sopan karena tidak mau menyakiti Sam.


Sam menghela nafas kasar, ia sebenarnya ingin sekali malam ini bertemu dengannya dan memastikan bahwa dia baik-baik saja. "Ok sayang. Ya sudah, kamu tidur ya. Pasti kamu lelah".


"Iya. Mungkin aku sangat lelah Sam. Assalamualaikum!",pamit El.


""Walaikumsalam".


Tut... Tut... Tut...


Sambungan telepon diputus secara sepihak oleh El. Perasaan Sam bercampur aduk jadi satu. Tidak biasanya El seperti ini.


*


*


*


Disebuah rumah sakit swasta seseorang terbaring lemah di ranjang dengan selang oksigen yang menempel di hidungnya. Infus yang terus mengalir tetes demi tetes pun terpasang sempurna di samping.


Olivia masuk kedalam ruangan Saga dengan tergesa-gesa. Ariel yang tidak lepas dari sang majikan terus menerus mengikutinya.


Olivia meneteskan air mata melihat sang adik lemah tak berdaya di ranjang. "Dik...bangun!". Panggil Olivia terus menerus. Ariel yang sigap ada dibelakang sang majikan terus menerus memberikan sebuah kekuatan supaya Olivia kuat menghadapi musibah ini.


"Non, kata dokter tuan Saga harus istirahat total. Lebih baik kita menunggu diluar ruangan ya?",saran Ariel yang diutus oleh Amira untuk mengawasi Saga. Ia memegang kedua bahu Olivia.

__ADS_1


Olivia langsung mengibaskan kedua tangan Ariel. "Tidak Riel, aku ingin menemani adikku!",seru Olivia.


"Kalau Non ingin menemani tuan Saga, non jangan terus menerus menangis. Kasihan tuan Saga!",peringatan dari Ariel.


"Lebih baik kamu keluar Riel!. Ataukah kamu, saya pecat sekarang juga!!!!!!!!",sahut Olivia tidak terima Ariel berbuat seperti ini.


"Baik Non. Saya akan keluar!". Ariel bergegas keluar dari ruangan Saga.


Olivia memegang tangan Saga yang terasa lemah. "Maafin Kakak ya Dik. Maafkan kakakmu ini yang tidak becus menjaga kamu!",sesal Olivia mencium tangan Saga.


*


*


*


El, Dino dan Satria berjalan-jalan mengelilingi taman apartemen.


"Kak, tumben Kak Saga tidak datang kesini?",tanya Dino kepada El.


El mengacak-acak rambut Dino gemas. "Dia itu orang yang sibuk Dik. Kalau dia tidak datang, berarti dia sedang sibuk. Dialah Kak Saga yang sehari-harinya di kantor",jawab El.


"Tapi, bukankah Kak Saga selalu ada waktu buat Kakak dan Dino. Buktinya, pada saat di Jakarta Kak Saga datang bawa mainan banyak banget buat Dino",oceh Dino.


"Tapi, pada saat itu Kak Saga sedang libur Dik. Dan mungkin hari ini Kak Saga sangat-sangat sibuk, makanya dia tidak ada di sini!",kata El bijak. Benar juga apa yang dikatakan Dino, Saga tidak seperti biasanya tidak mengganggu diriku. Biasanya dia datang ataupun memberi kabar lewat pesan, tapi ini, tidak! batin El dengan pandangan kosong.


Wibowo dan Melati sudah bersiap-siap untuk pergi. Mereka berdua tidak lupa berpamitan kepada ketiga anak-anaknya. "Sayang!",panggil Bunda dengan nada lembut.


El tersadar dengan lamunannya. Ia segera mengalihkan perhatiannya kepada kedua orang tua. "Bunda... ayah!".


"Sayang, bunda dan ayah hari ini ada acara dadakan. Bunda titip Dino ya kepada kalian!",pamit Bunda.


"Memang Bunda dan ayah mau kemana sih?. Sampai-sampai harus meninggalkan Dino?",keluh Satria.


"Dino ikut Bunda!",rengek Dino.


"Tidak bisa Dino. Ayah ada metting dadakan di sini. Maka dari itu, Dino ikut Abang dan Kakak dulu!",kata Ayah.


"Ya sudah yah. Biar Dino sama kami!",sahut El.


Bunda mencium pipi El dengan cepat. "Terimakasih ya sayang!. Yuk yah!",ajak Bunda mengandeng sang suami.


"Metting. Metting apaan coba!. Inikan negara orang bukan negara kita!",keluh Satria melihat bunda dan ayah bergandengan dengan mesra.


"Kayak tidak pernah muda aja Bang!",jawab El menggoda sang kakak. Lalu ia menggandeng adik untuk masuk ke dalam apartemen.


El dan Dino duduk di balkon menikmati camilan. El memandang layar laptop untuk mengetahui situasi pekerjaan apa yang ada di Indonesia.


"Kak, coba telepon Kak Saga?. Tidak biasanya Kak Saga tidak muncul kesini?",kata Dino sambil menikmati camilan.


"Iya nanti. Kakak sedang sibuk Dik. Kalau adik kesepian, kakak telepon Kak Sella aja untuk datang kesini",ide El yang tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


"Memang Kak Sella mau apa main sama Dino?",sahut Dino cepat.


"Kak Sella dan Kak Alan kan baik orangnya. Mungkin mereka mau diajak keluar".


"Coba aja!".

__ADS_1


El segera mencari nama Sella dalam ponselnya. Ia memberitahu bahwa ingin jalan-jalan keluar bersama dengan bersamaan Sella juga ingin keluar jalan-jalan sekedar mencari inspirasi dalam dunia kerjanya. "Kak Sella bisa Dik. Ya sudah, kamu cepat ganti baju ya?",saran El.


"Yes!",sorak Dino kegirangan sambil melompat-lompat. Ia bergegas berganti baju ke kamar.


El meletakkan ponselnya di atas meja dan pergi ke kamarnya untuk berganti baju.


Ponsel El berdering beberapa kali, pertanda ada sebuah panggilan masuk yang tertera dengan nama Kak Tamara.


Beberapa menit kemudian Sella dan Alan sampai ditujuan apartemen yang ditempati oleh keluarga Wibowo. El dan Dino segera turun kebawah apartemen untuk menemui mereka berdua dan tidak ketinggalan Satria ikut menemani sang adik jalan-jalan.


El, Dino dan Satria masuk kedalam mobil yang ditumpangi oleh Sella dan Alan.


"Readyyyyy!",seru Sella.


"Let's Gooooo!",teriak Dino penuh semangat empat lima.


*


*


*


Disisi lain Sam sedang menemui sang ibu. Ia dan Violla sedang menemani secangkir kopi di tepi kolam renang.


"Kamu serius sama El?",tanya Violla membuka percakapan.


"Maksud Mama?. Kenapa Mama bertanya seperti itu?. Bukankah Mama sudah memberi restu kepada kita?",kata Sam emosi.


"Iya, Mama sudah memberikan restu kepada kalian".


"Lalu kenapa Mama bicara seperti itu, seolah-olah Mama terpaksa memberikan kami restu!",sahut Sam.


"Sayang, kamu tahu sendiri bagaimana Mama bersikap sama El dulu pada saat ada Chika. Mama malu sayang!",jujur Violla menunduk.


Deg. Sam melotot tidak percaya dengan perkataan sang Mama. Ia mencoba berkedip beberapa kali sambil memulihkan ingatannya. "Ternyata mama masih punya rasa malu!",bisik Sam tetapi masih bisa didengar oleh sang Mama.


"Mama seolah-olah memasukkan kamu dalam bahaya yang tak seharusnya ada didalam hidup kita".


"Makanya Ma, kalau cari calon menantu itu yang jelas. Bukan seperti Chika!",sindir Sam memukul-mukul lututnya.


"Iya, Mama mengaku salah sayang. Maka dari itu, Mama menjauh dulu dari papa kamu. Karena, Mama seperti sudah tidak punya muka lagi dihadapan papa kamu",sesal Mama.


"Siapa suruh menjodoh-jodohkan anak kita kepada wanita lain!",sahut seseorang dari kejauhan tak lain adalah sang suami, Dirga.


Sam dan Violla menoleh ke sumber suara. Sam tersenyum mendengar cuitan dari sang papa. Sedangkan Violla menutupi wajahnya karena malu.


Dirga berjalan mendekati sang istri. Ia duduk di hadapannya. "Sekarang mau apa lagi?",goda Dirga kepada sang istri.


"Ckkk.... Sudahlah Pa Ma, selesaikanlah urusan ini ke ranjang!. Aku pergi dulu, takut ganggu kalian!",goda Sam yang langsung pergi begitu saja tanpa jawaban dari kedua orang tuanya.


"Dasar anak Dirgaaaaaa!",umpat Dirga dengan geram.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....


...Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2