Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Pingsan


__ADS_3

Happy Reading.


***


El keluar dari ruangan ICU. Ia memilih untuk segera pergi meninggalkan rumah sakit, karena hatinya saat ini sedang ingin sendiri.


Saga dan Sella langsung menghampiri El yang baru saja keluar.


"El, kamu tidak apa-apa?",tanya Sella khawatir.


"El, aku khawatir sama kamu?",ucap Saga.


"Aku tidak apa-apa kok. Aku cuma kecapekan aja!",jawab El melamun.


"Gak mungkin kalau di dalam tidak terjadi sesuatu sama kamu?. Jujur El sama kita, apa yang terjadi?",tanya Sella marah.


"Sel, aku capek!. Aku pingin istirahat!",sahut El.


"Pasti orangtuanya Sam marah-marah kan sama kamu!. Jawab El!",kata Sella.


"Udah Sel, udah!. Mungkin El saat ini kecapekan. Kita pulang aja!",sahut Saga, karena ia tidak mau kalau Sella memojokkan El terus-menerus.


"Aku tidak terima ini Kak!. Mereka udah memojokkan El terus!. Aku tidak mau kalau El terus memikirkan perkataan orangtua Sam, mereka udah membenci El secara tidak sengaja!",jelas Sella.


"Kita pulang aja Sel!. Aku cap-?",ucap El sambil memegang kepala. Kepalanya terasa pusing dan kedua matanya terlihat kabur. Tiba-tiba menjadi gelap.


"El... El...!",teriak Saga yang dengan sigap menyanggah tubuh El.


"El, bangun El... El...!",panggil Sella sambil memegang lengannya. "Bagaimana ini Kak, kenapa tiba-tiba El pingsan seperti ini?",ucap Sella khawatir.


"Mungkin dia kecapekan dan dari tadi pagi dia juga belum makan",kata Saga yang sudah membopong El.


"Ya udah Kak, lebih baik kita bawa pulang El. Aku udah gak betah lama-lama di sini!",kata Sella.


"Ya udah, kita pulang ke apartemen ku aja!",jawab Saga. Ia membopong El penuh hati-hati.


Sella segera membawa koper dan tasnya. Ia tidak mau melihat Violla dan Dirga. Ia sudah terbawa emosi dan amarah yang begitu besar.


***


Mereka sedang ada di dalam mobil. Saga mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi. Ia tidak mau terjadi apa-apa dengan El.


Dret... Dret... Dret...


Ponsel El berdering tanda panggilan masuk. Sella segera melihat layar ponsel El. Abangku.


"Kak, abang Satria telepon Kak. Bagaimana ini?",tanya Sella yang sudah memegang ponsel El di tangan.


"Angkat aja. Paling abang Satria mau tanya kabar terbaru soal Sam!",jawab Saga.


"Tapi aku takut Kak, bagaimana kalau nanti Abang Satria tanya El ada dimana?. Kok aku yang mengangkat teleponnya!. Bagaimana Kak?".


"Bilang aja, kalau El baru ke kamar mandi atau apa gitu!. Kalau nanti kakak yang angkat malah tambah curiga abang Satria. Yang penting jangan bilang kalau El sedang pingsan. Nanti malah mereka khawatir sama El!",ide Saga memberi solusi.


"Ok. Aku angkat Kak!",jawab Sella. Ia segera menggeser tombol hijau. "Assalamualaikum?",sapa Sella dengan sopan.


"Walaikumsalam. Ini siapa ya?",tanya Satria.


"Ini Sella Bang. Teman El dan tetangganya Abang!".


"Sella. Bukankah ini nomer hpnya El?",tanya Satria bingung.


"Iya bang".


"Lalu El dimana?".


"El sedang di kamar mandi Bang. Ini aja tadi El suruh saya untuk mengangkat telepon dari Abang",jelas Sella tidak enak.


"Oh gitu. Jadi kamu tahu dong kabar dari Sam?".

__ADS_1


"Tahu bang. Sam masuk di ruang ICU bang. Dia kritis!",jawab Sella.


"Apa?",kaget Satria. "Tapi El baik-baik sajakan?. Lalu orangtuanya Sam dimana?",tanya Satria beruntun.


"El baik-baik aja Bang. Dan orangtuanya Sam ada di sini kok. Beliau sedang menunggu Sam di ruang ICU".


"Kasihan adik Abang. Baru kemarin Sam melamar dia, malah Sam mendapat musibah seperti ini".


"Ini semua takdir Bang. Minta doanya ya Bang, supaya Sam cepat sadar?".


"Iya Sella. Tolong, jagain adik Abang ya di sana. Maaf Abang tidak ada di sampingnya, karena Abang harus bekerja",ucap Satria sedih.


"Iya Bang. Sella paham itu. Nanti kalau El udah keluar dari kamar mandi, nanti biar El yang telepon Abang?".


"Iya. Terimakasih banyak Sella?".


"Sama-sama Bang. Assalamualaikum?".


"Walaikumsalam!",jawab Satria dan sambungan telepon terputus.


***


Akhirnya El di bawa ke apartemen milik Saga. Saga membopong El ke kamar utama. Sella mencoba untuk membangunkan El dengan perlahan dengan minyak kayu putih.


El mencoba membuka mata. Setelah bau minyak kayu putih tercium di hidung mancungnya. Rasanya sungguh sangat berat untuk membuka mata.


"El, kamu sudah sadar?",tanya Sella yang merasa lega.


"Sella. Kepala ku terasa sangat pusing dan berat",jawab El lemah.


"Kamu istirahat aja. Kak Saga sedang keluar mencari makanan",jawab Sella.


El mencoba melihat ke sekeliling ruangan. Ruangan itu terasa sangat asing baginya. "Sekarang kita dimana ini Sel?",tanya El lemah.


"Kita di apartemennya Kak Saga. Sebenarnya kita tadi mau di bawa ke griya tawang, tapi karena kejauhan maka dari itu, kita memutuskan yang dekat dari lokasi rumah sakit!",jelas Sella panjang lebar.


"Udah, nanti kita pulang ke sana. Tapi, kamu harus istirahat dulu!. Supaya nanti kamu mempunyai tenaga yang kuat",saran Sella.


El tidak kuat untuk bangkit dari ranjang. Ia kemudian menjatuhkan lagi tubuhnya ke dalam ranjang yang big size itu.


Saga masuk ke dalam kamar membawa beberapa bungkus makanan dan mangkok. Ia menuangkan soup sapi ke dalam mangkok. "Kamu makan dulu ya, El?".


"Maaf ya Kak, aku jadi merepotkan Kakak sekarang?",sahut El lemas dan tidak enak hati kepada Saga.


Saga memberikan mangkok kepada Sella, supaya Sella segera menyuapi El. Sebenarnya ia mau menyuapi El, tetapi ia tahu diri. "Gak masalah El. Sesama sahabat kita harus tolong menolong!",jawab Saga.


"Kita makan dulu ya, El!",kata Sella. Ia kemudian menyuapi El dengan penuh sabar.


Beberapa menit kemudian, El sudah tidak mau makan lagi. Perutnya terasa penuh dan hatinya terasa sesak. Ia masih terngiang-ngiang dengan perkataan dari Mama Violla dan Papa Dirga.


"Lebih baik kamu istirahat, El?",saran Sella.


"Aku tidak mau Sel. Aku ingin pulang. Aku ingin istirahat di asrama saja. Aku tidak mau merepotkan kalian!".


"Kita tidak merasa direpotkan El. Kita malah senang bisa membantu kamu",sahut Saga. Karena ia tidak mau El merasa kesepian. "Apa orang tuanya Sam mengatakan sesuatu sama kamu, El?",tanya Saga curiga.


"Iya El. Soalnya setelah kita berdua pergi dari ruang ICU meninggalkan kamu seorang diri, perasaan ku tidak enak. Ada sesuatu yang sedang kamu sembunyikan dari kami El?",tanya Sella.


El merasa senang mempunyai sahabat-sahabat yang masih peduli terhadapnya. "Tidak kok, kalian tidak usah khawatir. Aku baik-baik aja!".


"Dari kata baik-baik aja, itu banyak maksud yang tersirat El?",sahut Saga tidak terima atas jawab El yang seolah-olah semua baik-baik saja.


"Kak, serius aku baik-baik aja!. Mungkin aku kecapekan dan mungkin, karena lapar!",jawab El mencoba pura-pura lucu.


"Kita akan selalu ada buat kamu, El. Kapanpun kamu mau cerita dan berbagi masalah kamu, kami siap",ucap Sella bijak.


"Terimakasih banyak ya, Sel?. Terimakasih kamu jauh-jauh dari negara London, cuma mau menemani aku, di sini!. Malah kamu nemui aku dengan kondisi seperti ini?",ucap El tidak enak hati.


"Karena seorang sahabat, akan selalu ada di sampingnya El",jawab Sella memeluk El penuh dengan kasih sayang.

__ADS_1


***


Hari demi hari di lalui El dengan perasaan yang kacau. Ia setiap hari di pagi buta selalu mencoba untuk melihat Sam yang terbaring lemah di rumah sakit. Alat-alat medis rumah sakit masih menempel di tubuh Sam. Cepat sembuh Sam, aku akan berusaha setiap hari untuk datang kesini melihat kamu?. Sebelum para pengawal keluarga kamu datang kemari!. Aku merindukanmu Sam, sangat rindu? kata El dalam hati. Lalu ia pergi meninggalkan ruang ICU. Melihatmu dari kejauhan sudah membuat jantung ini berdebar kencang.


Di kantor El sudah memulai dengan segala aktivitasnya seperti biasa. Ia mencoba menerima tanpa kehadiran orang yang ia sangat cintai.


"Ara, nanti kayaknya akan ada tamu dari keluarga Pak Dirga?",kata Safa salah satu karyawan di kantor.


"Iya. Aku juga mendengar itu. Katanya, orang itu akan menggantikan sementara jabatan yang di pimpin Pak Samuel, karena Pak Samuel belum sadarkan diri di rumah sakit!",sahut Jack.


"Serius kamu?. Siapa yang akan menggantikan Pak Samuel?",tanya Tamara.


El cuma bisa berdiam diri mendengarkan percakapan mereka.


"Kurang tahu sih. Tapi, konon katanya beliau orang yang sangat cerdik dan pintar. Tidak tahu pintar dalam apanya!",jawab Jack.


"Gawat dong kalau gitu. Apa lagi aku sekertaris Pak Samuel!",ucap Tamara takut.


"Kamu harus lebih hati-hati!. Kalau kamu tidak ingin di pecat secara tidak terhormat!",pesan Jack.


"Udah Jack, gak usah nakut-nakutin Tamara. Kamu bilang seperti itu sama aja Tamara akan masuk ke dalam kandang serigala!",sahut Safa.


Dari percakapan mereka, El berpikir kalau Edwan akan menguasai perusahaan ini. Kalau bukan dia, siapa lagi?. Merekakan cuma dua bersaudara?. Tapi mana mungkin Mama Violla akan menyetujuinya? batin El semakin kuat.


"Kamu kan paling dekat sama Pak Samuel, El. Menurut kamu siapa yang akan memegang sementara perusahaan ini?",tanya Tamara intens.


"Kok tanya sama aku sih, Mbak?. Aku memang dekat sama Pak Samuel, tapi aku gak tahu soal ini. Mungkin yang tahu adalah Nyonya Violla. Beliau adalah Ibu dari Pak Samuel",jawab El bijak.


"Tapi aku penasaran deh siapa pemegang sementara perusahaan ini. Takut dia galak dan suka marah-marah sama karyawan!",kata Safa.


"Yang harus di takuti adalah jabatanku, Fa. Kamu tahu sendiri kalau aku selalu dekat dengan CEO perusahaan ini!",kata Tamara takut.


"Iya, makanya kamu harus lebih teliti supaya tidak di tendang dari perusahaan ini!",pesan Safa.


Tiba-tiba semua yang sedang makan siang keluar dari Cafetaria. Mereka langsung berkumpul di aula.


"Ka, ada apa?",tanya Tamara yang melihat Erika keluar dari cafetaria.


"Ada kunjungan dari CEO baru. Katanya beliau adalah pimpinan perusahaan ini, untuk sementara waktu",jawab Erika langsung berlalu.


"CEO baru. Siapa itu?",tanya Tamara melihat para teman-temannya.


Mereka langsung berlari ke arah aula. Mereka tidak mau ketinggalan acara ini.


Ketua HRD memberikan sambutan kepada CEO baru.


Dan...


Seseorang berjalan dengan kacamata hitamnya. Ia berjalan seperti model yang terkenal.


El sangat penasaran dengan sesosok laki-laki yang berjalan di depan para karyawan-karyawannya.


"Siapa dia?",tanya Tamara.


"Kita juga gak tahu Ra. Kayaknya sok kegantengan dan kecakepan deh!",sahut Jack.


"Hus, jangan keras-keras. Nanti dia kedengaran!",sahut Safa memberikan peringatan.


Seseorang itu membuka kacamatanya.


Dan.....


El melihat dengan mata yang tidak berkedip. Ia melongo tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Kenapa harus dia?.


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2