
...Happy Reading....
...***...
El masih terdiam. Matanya bertemu dengan kedua bola mata Sam yang seakan-akan ingin mengatakan sesuatu.
"El kamu tidak mau bertepuk tangan untuk Sam?. Orang yang sedang patah hati dan mencoba lagi untuk membujuk kamu?",bisik Sella pada telinga El.
El tidak mengubris perkataan Sella. Ia memikirkan perasaan dan hatinya yang sedang berkecamuk disana.
"Itu pasti lagu khusus buat kamu El!",ucap Alan yang menggoda El.
Sella langsung menginjak kaki Alan yang tidak tahu dengan kondisi saat ini.
Alan kesakitan. "Awww.... Sakit sayangku!",keluh Alan.
Sella melotot kearah Alan. Ia memberikan isyarat kepada Alan supaya tidak menggoda El.
"Terimakasih semuanya!",ucap Sam sambil membungkukkan tubuhnya mengucapkan terimakasih.
El berjalan ke arah pintu keluar. Ia melihat William berjaga disana. "Tolong Will, buka pintunya!",mohon El memelas.
"Tolong jangan ada yang meninggalkan ruangan ini!",seru Sam yang melihat El sudah berdiri di depan pintu keluar.
"Maaf El, aku mohon selesaikan dulu masalah kamu dengan Sam",pinta William.
"Maaf Will, masalah apa yang kamu maksud. Aku dan dia sudah bubar. Sudah tidak bisa bersama lagi. Buat apa?",jawab El kesal.
"Aku mohon Will!. Aku tidak mau semua orang yang berada di kafe ini merasa tidak nyaman dengan situasi ini",pinta El.
"El, aku tahu kamu masih sayang sama dia. Aku tahu kamu merindukan dia. Tolong...tolong...berikan dia kesempatan untuk terakhir kalinya buat ia memperjuangkan kamu. Dia sangat mencintai kamu El!",jelas William.
"Stop... Stop Will!",teriak El memberikan peringatan kepada William supaya tidak mengungkit perasaannya lagi. Hatinya terasa sesak dan air mata menetes tiba-tiba. "Buat apa Will?. Aku tidak bisa Will. Ada yang lebih pantas daripada aku. Aku tidak sepadan dengannya. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa sepadan sama dia!",ungkap El menundukkan kepalanya. Rasanya sangat berat mengatakan hal seperti itu.
"Aku mohon El!",pinta Sam dengan nada gemetar.
"Maafkan aku, Sam!". Air mata El sudah meneteskan. Tubuhnya bergetar dengan isakan tangisnya.
"Aku tidak yakin kalau kamu tidak mencintanya?".
"Stop Will... Stop!",bentak El menghapus air mata yang menetes di pipinya. "Aku mohon jangan diteruskan. Hatiku semakin hancur Will. Aku sedang dalam fase melupakan dia, melupakan kenangan dia, melupakan setiap langkah yang aku lalui bersama dia. Tolong...berikan aku waktu untuk itu. Ini sangat berat buat aku!",tangis El pecah.
"Karena sampai kapanpun kamu tidak akan bisa melupakan dia El. Karena setiap langkah yang kamu lalui hanya tentang dia!. Kamu perlu bukti!",bentak William yang langsung berjalan ke panggung dan mengambil mix dari Sam. Ia kemudian mengambil ponselnya dari saku lalu menyalakan rekaman suara Sam dan dia yang sedang bercakap tadi.
Seluruh orang yang ada di dalam kafe mendengarkan suara percakapan Sam dan William.
Air mata El terus menetes tak henti-hentinya. Ia mendengarkan begitu jelas percakapan antara William dan Sam. Maafkan aku Sam, maaf telah membuat kamu merasa seperti ini. Maaf telah membuat kamu sakit hati. Tapi, aku melakukan hal seperti ini supaya kamu bersama Laura, wanita pilihan orangtua kamu. Aku tidak mau membuat kamu berpihak kepadaku. Karena aku tahu, cinta kita tak akan mendapatkan restu dari kedua orangtua kita. Aku tidak mau hal itu terjadi lagi kepadaku. Maafkan aku Sam!. Maaf! batin El tersiksa lalu merogoh tas untuk mencari kunci cadangan di sana. Karena, dulu dia belum mengembalikan kunci cadangan itu.
Sam dan William tercengang melihat El bisa keluar dengan mudah. Mereka berdua saling tatap menatap.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau dia punya kunci cadangannya?",tanya Sam kesal kepada William.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu Sam!",jawab William merasa berdosa kepada Sam.
Sam langsung mengejar El yang sudah keluar dari kafe. Ia berlari mencari keberadaan El.
Sella menghambat William dan menyilangkan kedua tangannya ke depan dada. "Bagaimana pertunjukannya?. Berhasil?",sindir Sella.
Adelle yang ada di dekat Sella langsung berjalan menghampiri William dan memilin telinga William dengan keras.
"Auw....!",teriak William yang langsung menjauh dari Adelle.
"Kenapa kamu harus ikut campur masalah mereka. Masalah mereka itu terlalu rumit. Apa lagi kalau soal orangtua, tidak bisa di lawan Will!. Apa lagi bawa perasaan kamu sendiri!. Apaan itu!",kesal Adelle yang merasa William terlalu ceroboh memgambil keputusan.
"Habisnya Sam tidak bergerak cepat. Kalau dia terlambat sedikit saja, dia bisa kehilangan El. Kamu tahu sendiri kalau El makin dekat sama Saga!",jelas William.
"Dan semakin kamu melakukan hal yang ceroboh, semakin pula El akan menjauh dari Sam. Itu yang kamu mau?",ketus Adelle.
William mengusap wajah dengan kasar. Kepalanya terasa pening merasakan percintaan Sam dan El.
"Makanya jangan jadi orang yang ceroboh!",seru Sella yang langsung meninggalkan William dan Adelle.
***
Sam mengejar El yang semakin menjauh. Ia memegang lengan El supaya El berhenti sejenak. "Tolong dengarkan penjelasan ku dulu El!",ucap Sam memohon.
El mengibaskan tangannya. Ia berharap supaya Sam menjauh darinya. "Stop... Stop Sam!",bentak El.
Ia lalu berjalan mundur dan menghadap ke arah Sam. "Stop... Stop... Aku tidak mau membahasnya lagi!. Aku tidak mau lagi ada hati yang tersakiti. Cukup aku dan kamu yang merasakan sakit hati yang begitu dalam!. Tolong... Tolong pahami aku sedikit aja!",kata El memohon kepada Sam.
"Aku yang terus memahami kamu El. Apakah kamu sekali aja memahami bagaimana hati dan perasaan ku!. Apakah kamu tanya bagaimana aku?. Kamu hanya memikirkan hati dan perasaan kamu saja. Tanpa memahami aku sedikitpun!",cicit Sam.
Sam merasakan nyeri di dalam hatinya melihat orang yang ia cintai menderita karenanya.
El duduk bersimpuh dengan hati yang sudah hancur. "Aku mohon Sam, berbahagialah kamu dengan Laura. Aku tidak mau merusak hubungan kamu dengannya!",lirih El disela-sela tangisannya.
Sam tercengang mendengarkan perkataan El yang begitu menyayat hatinya. El tidak henti-hentinya memohon supaya ia bersama Laura, wanita yang tidak ia sukai.
"Aku tidak mau hubungan antara keluarga kita masing-masing akan hancur hanya karena sebuah keegoan kita. Aku meminta kamu untuk kali ini aja, turutilah apa yang menjadi kehendak orangtua kamu. Itulah yang terbaik menurutnya!",jelas El yang diiringi dengan isak tangisannya.
Sam hanya diam seribu bahasa. Ia lalu pergi begitu saja meninggalkan El yang masih duduk bersimpuh. Hancur itulah yang Sam rasakan saat ini. Orang yang ia perjuangkan tidak mau memperjuangkan dirinya juga.
El hanya melihat punggung Sam yang semakin menjauh. "Maafkan aku Sam!. Maafkan aku!",lirih El yang diiringi tangisan.
***
Keesokan Hari.
El, Sella dan Alan sedang menunggu di ruang tunggu bandara. Mereka ingin menyambut keluarga El yang hari ini tiba di negara ini.
El dari tadi memilih bungkam tidak menceritakan kepada Sella soal tadi malam.
"Kamu baik-baik saja El?",tanya Sella yang merasa khawatir terhadap sang sahabat.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Sel. Maaf hari ini aku merepotkan kalian!",jawab El.
Sella memegang lengan El memberikan sedikit kekuatan. "Kayak sama siapa aja kamu!",jawab Sella tidak terima.
"Setelah acara wisuda nanti aku ingin segera pulang ke Indonesia. Aku sudah lelah berada disini. Di lingkungan yang selalu ada dia",pinta El.
"Kamu tidak mau mengajak keluarga kamu untuk jalan-jalan. Mereka sudah datang jauh-jauh untuk menghadiri wisuda kamu. Kalau kamu ingin segera pulang, pasti mereka akan curiga El. Percaya deh sama aku!",saran Sella.
El menghembuskan nafasnya kasar. Ada benarnya juga saran dari Sella. Ia harus pura-pura baik-baik aja di depan keluarganya. Karena ia tidak mau bila keluarganya sedih melihat ia tidak baik-baik.
"Mumpung aku ada disini, aku ingin kamu merasakan bahagia bersama keluarga kamu. Kita akan jalan-jalan ke wahana-wahana yang belum sempat kamu kunjungi".
"Terimakasih Sel. Tapi, tidak perlu. Mereka pasti tidak mau merepotkan kamu. Aku hanya ingin pulang bersama keluarga ku dengan tenang Sel. Kamu tahu sendiri bagaimana aku berjuang disini. Tidak mudah untuk melupakan",ungkap El.
"Aku yakin, kamu pasti bisa melewati ini semua. Aku dan Kak Alan akan membantu kamu dalam masa penyembuhan",kata Sella memberikan kekuatan.
Dino yang melihat Kakaknya sedang berbincang-bincang dengan Sella langsung memanggilnya. "Kak El!",teriak Dino.
El, Sella dan Alan menoleh bersamaan mencari sumber suara.
El dengan bahagia berlari menghampiri keluarganya itu. Ia menangis memeluk setiap keluarganya. Apa lagi sang Bunda yang tidak henti-hentinya mengucapkan syukur karena telah di pertemuan dengan anak gadisnya itu.
Bunda selalu membelai rambut El manja dengan anak gadisnya itu. "Bunda sangat rindu kamu sayang?",ucap Bunda yang tidak henti-hentinya mengungkapkan rasa rindunya.
"Apa lagi El, El sangat merindukan Bunda!",ucap El sambil merangkul ibunya.
Ayah mengelus rambutnya El sayang. Sudah tiga tahun lebih, ia tidak melihat anak gadisnya itu kecuali video call. Ia sangat bersyukur karena anak gadis satu-satunya itu tumbuh dengan sempurna dan tinggi melebihinya.
Sella dan Alan tidak lupa menyalami satu persatu keluarga El. Mereka sangat bahagia karena keluarga El selamat dan lancar dalam perjalanannya kesini.
"Maaf Bunda dan Om, Sella di sini mempunyai apartemen yang kosong. Mungkin Om dan Bunda berkenan untuk menginap di apartemen milik Sella bagaimana?",saran Sella.
"Tidak usah Nak Sella. Nanti merepotkan Nak Sella!",sahut Ayah.
"Tidak sama sekali Om. Saya malah merasa sangat senang dan bahagia bila Om dan Bunda berkenan",kata Sella karena tidak murah bila menginap di hotel maupun menyewa apartemen di negara ini.
"Tidak apa-apa Yah. Daripada kita bingung cari tempat tinggal untuk sementara waktu. Ide Sella sangat luar biasa",kata Satria.
"Iya Yah. Sella di negara ini mempunyai beberapa apartemen yang kosong. Jadi, tidak salahnya kita isi untuk beberapa hari kedepan!",ucap El senang.
Ayah mengacak rambut anak gadisnya gemas. "Baiklah. Ayah ikut saja!".
Dino dan El bersorak gembira. Mereka seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan permen lollipop.
"Terimakasih banyak Nak Sella, sudah membantu keluarga kami?",ucap Ayah.
"Sama-sama Om. Karena keluarga Om sudah Sella anggap sebagai keluarga Sella juga!",jawab Sella. "Ya sudah, yuk kita ke apartemen sekarang!".
"Let's Go!!!!!!".
...***...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....
...Terimakasih....