Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Aksi


__ADS_3

Happy Reading.


***


Deg. Tubuh El lemas seperti tidak bertulang. Ia kemudian memegang kursi yang ada di depannya untuk membuat tubuhnya tetap seimbang.


Edwan melihat El penuh rasa khawatir. "Kamu baik-baik saja?",tanya Edwan.


El menarik nafas dalam-dalam, membuat pertahanan dalam hidupnya. "Iya, saya baik-baik saja Pak. Bapak tidak usah khawatir sama saya. Karena saya sudah tidak ada hubungan apa-apa sama adik Bapak. Jadi, apapun yang keluarga bapak lakukan, itu bukan urusan saya!",jawab El tegas, namun hatinya terluka.


"Aku tahu hubungan kamu dan Sam sudah berakhir. Tapi serius, kamu sudah melupakan Sam seutuhnya?",tanya Edwan yang tidak ada habis-habisnya ingin mengetahui perasaan El.


"Melupakan atau belum melupakan dia, itu bukan urusan bapak. Ini hati saya Pak. Terluka atau tidak terluka, Bapak juga tidak ingin tahu kan?",sahut El sudah kesal mendengar pertanyaan dari bosnya. "Kalau Bapak menyuruh saya datang keruangan ini hanya ingin mengatakan ini, lebih baik tadi saya tidak masuk keruangan ini!".


"Santai dulu dong, El. Jangan emosi gitu dong!",kata Edwan menenangkan.


"Mau Bapak apa?",tanya El serius.


"Mau saya?".


"Hm".


"Mau saya tidak banyak kok, El. Saya cuma ingin mempunyai berkas-berkas tentang perusahaan ini, kamu pasti tahu dimana berkas-berkas perusahaan ini di simpan!",kata Edwan berdiri dari tempat duduknya.


El menyunggingkan senyumnya meremehkan Edwan. "Bapak serius tanya sama saya?",tanya El tidak percaya. "Ayolah Pak, saya disini hanya magang. Bukan karyawan ataupun sekertaris Sam tetap. Seharusnya Bapak langsung tanya ke pemegang saham yang ada di perusahaan ini, bukan tanya sama saya. Saya hanya anak bawah yang tidak tahu masalah perusahaan ini ataupun berkas-berkas yang bapak maksud!",ucap El tajam.


"Memang kamu tidak tahu berkas-berkasnya dimana. Tapi, kamu cukup dekat dengan Pak Ardi!",kata Edwan duduk di atas meja yang menatap El dengan tajam. "Kamu bisa membujuknya!".


"Saya memang dekat dengan Pak Ardi. Tapi, itu bukan urusan saya!. Kalau Bapak sudah selesai membicarakan masalah saya, saya mohon undur diri!",ucap El berjalan kearah keluar. Karena ia tidak mau lagi berdebat dengan orang yang tidak ada gunanya dihidupnya.


"Saya bisa menggagalkan pertunangan Sam dengan Laura!",teriak Edwan.


Deg. El menghentikan langkahnya keluar lalu menghadap lagi kearah Edwan. "Bapak serius?",tanya El dengan tegas.


"Ya. Saya bisa menggagalkan pertunangan mereka!".


El tersenyum bahagia karena ada orang yang tidak suka dengan pertunangan adiknya itu. "Ok. Kalau itu mau Bapak. Tapi.....?",ucap El menggantung.


"Tapi apa?".


"Tapi..... saya tidak butuh itu!",lanjut El dengan tegas dan langsung keluar dari ruangan Edwan.


"Sialan!",umpat Edwan kesal.


***


El duduk didekat Tamara. Tamara sudah menyelesaikan makan siangnya. El bernafas lega karena ia bisa cepat keluar dari ruangan orang brengsek itu.


"Bagaimana?",tanya Tamara yang ingin mengetahui tentang apa yang Edwan bahas bersama El.


"Mbak benar. Ini semua berhubungan dengan Pak Sam!",jawab El.


"Benarkan tebakkanku. Dia itu mudah untuk ditebak. Mungkin akan ada udang dibalik batu. Dia minta apa?".


"Sesuatu yang sulit untuk aku gapai. Makanya, aku langsung keluar dari ruangan itu",jawab El.


"Bagus. Biar tahu rasa tuh CEO sementara itu!",ucap Tamara. "Oh ya, bagaimana teman kamu. Apa dia butuh karyawan?",tanya Tamara mengingatkannya.


"Astaga, aku lupa Mbak. Bentar, aku kirim pesan dulu sama dia!",kata El yang langsung teringat akan ucapnya tadi pagi. Ia segera mengirim pesan kepada Saga.


"Assalamualaikum Kak. Kakak sedang apaโ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ?". El.


"Walaikumsalam El. Ada di kantor. Tumben tanya๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹!". Kak Saga.


"Aku mau bicara penting sama Kakak". El.


"Soal apa๐Ÿ™„?". Kak Saga.


"Temanku butuh kerjaan Kak. Dia berpengalaman sebagai sekertaris. Apakah ada lowongan pekerjaan di perusahaan Kakak?". El.


"Ada. Aku butuh sekertaris pribadi!". Kak Saga.


"Memang dikantor Kakak tidak ada sekertaris๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”?". El.


"Sudah ada. Tapi, aku maunya dua!"๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—. Kak saga.


"Serakah๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ!". El.


"Biarin ๐Ÿคช๐Ÿคช๐Ÿคช". Kak Saga.


"๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜". El.


"Bagaimana kalau kita bicara sambil makan malam?". Kak Saga.


"Boleh". El.


"Oke. Nanti malam aku jemput! โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ". Kak Saga.


"Tidak usah Kak. Kita ketemuan langsung ditempatnya aja". El.


"Ok". Kak Saga.


"Tapi, sekalian aku bawa temanku ya Kak?. Please ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡". El.


"Ok. Boleh!". Kak Saga.


El tersenyum bahagia mendapat jawaban dari Saga yang super duper baik seperti malaikat. Dia adalah malaikat tanpa sayap yang aku kenal selama disini. Terimakasih Kak, sudah banyak membantuku selama ini. Aku tidak bisa membalas apapun selain berterimakasih sama Kakak. Kurang dua minggu lagi, aku sudah finish magang disini. Dan aku akan kembali ke London melanjutkan skripsiku!.


"Bagaimana El, ada?",tanya Tamara membuyarkan lamunan El.

__ADS_1


"Hm... Hm... Hm...".


"Hm..Hm apa sih!. Ada atau gak?. Aku penasaran El?",tanya Tamara tidak sabar.


"Nanti malam Mbak ikut ya sama aku. Nanti Mbak tanya sendiri sama orangnya",kata El.


"Loh, katanya kamu mau menanyakan sama dia. Kok malah aku sendiri!",sahut Tamara tidak terima.


"Iya Mbak. Nanti malam aku temani".


"Tidak ah... Nanti kalau dia galak bagaimana?. Nanti kalau dia tiba-tiba ingin meminta berkas-berkasnya bagaimana?",ucap Tamara yang sudah takut sendiri.


"Mbak, dia baik banget. Mbak tidak usah takut. Pak Sam aja, Mbak taklukan. Apa lagi ini!. Ini jinak mbak, tidak seperti Pak Edwan!",kata El yang dalam hatinya ingin tertawa melihat wajah ketakutan Tamara.


Tamara memegang lengan El. "Kamu serius?",tanya Tamara yang sudah tidak percaya diri lagi.


"Iya Mbak. 100% yakin. Dia baik, dia humoris, dia penyayang, dia ganteng dan.....-?".


"Dan kenapa kamu tidak jatuh cinta sama dia?",sahut Tamara.


El mengalihkan perhatian tidak menatap kedua mata Tamara, karena baginya Saga adalah segalanya bagiku. "Aku juga tidak tahu Mbak. Hatiku sangat sulit menerimanya. Mbak bisa kok menaklukkan hatinya?. Malah kalau seumpamanya Mbak jatuh hati kepadanya, aku sangat senang karena dia menemukan orang yang tepat!",kata El bijak.


Tamara tertawa mendengar kebijakan El. "Aku bisa jatuh hati kepadanya, tapi bukan berarti dia juga jatuh hati kepadaku, El. Aku tidak mau El, kalau aku hanya mencintainya bertepuk sebelah tangan. Apa lagi menyembuhkan luka itu, lama loh El!",sahut Tamara.


"Ya siapa tahu, dia juga jatuh hati kepada Mbak. Tidak ada yang tidak mungkin Mbak di dunia ini!",kata El meyakinkannya.


"Tahu ah!",jawab Tamara mengangkat kedua bahunya tidak tahu.


***


Malam Hari.


El duduk berhias di depan meja rias. Ia sedang menata rambutnya yang semakin panjang. Ia mengucir sedikit rambutnya ke belakang sedikit supaya rapi.


Dret... Dret... Dret...


Sebuah pesan masuk kedalam nomernya.


"Dimana El?". Dony.


Dony. Ada apa ya?.


"Aku ada di apartemen. Ada apa Don?". El.


"Aku mau mengadakan acara perpisahan sebelum aku pulang ke Bandung. Malam ini bisa keluar sebentar?". Dony.


"Ya ampun!. Besokkan mereka pulang. Aduh... Aku belum sempat belanja buat oleh-oleh Bunda!",ucap El merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia segera menelepon sang sahabat. "Assalamualaikum!".


"Walaikumsalam El. Bagaimana, bisa atau tidak?",tanya Dony lagi.


"Sebenarnya sih aku malam ini ada acara, Don. Bagaimana kalau kita sekalian makan-makan aja?. Kamu kenal kok sama sahabat aku yang ada disini?",ucap El cepat supaya tidak ada salah paham.


"Bukan. Dia orang Indonesia juga. Dia mempunyai perusahaan disini!".


"Siapa sih?",tanya Dony frustasi.


"Kak Saga!".


"Saga. Dia ada disini?",tanya Dony tidak percaya.


"Iya Don. Dia sudah lama di sini. Kamu tidak keberatan kan?. Habis makan malam, aku mau belanja buat oleh-oleh Bunda. Bolehkan aku titip oleh-oleh buat Bunda?",mohon El.


"Baiklah. Aku tidak keberatan. Tapi, oleh-olehnya jangan banyak-banyak ya?".


"Iya Don. Terimakasih!",ucap El manja.


Ting tong.... Ting tong... Ting tong...


Suara bel pintu terdengar. El segera mengakhiri panggilannya dengan Dony. "Itu pasti Mbak Tamara!",ucap El senang hati. Ia segera membuka pintunya.


Dan......


El tercengang melihat sesosok laki-laki bertubuh tinggi berdiri di depan pintunya. "Sam....!".


Sam tersenyum kepada El. Senyuman yang begitu manis dan tulus dari lubuk hatinya.


"Kamu.......?".


"Aku mau mengambil barang-barangku yang ketinggalan disini!",kata Sam sebelum El membuka suara. Ia langsung menyelonong masuk kedalam.


El pasrah apa yang Sam lakukan. Ia hanya melihat Sam masuk kedalam mengambil barang-barangnya. Dia berpenampilan sangat rapi dengan jas tuxedo. Dia sangat tampan dan menawan, aku terbuai sampai-sampai aku lupa bahwa dia sudah menjadi mantan tunanganku.


Sam membereskan barang-barangnya kedalam koper.


El berjalan mondar-mandir didepan pintu kamar tamu. "Masih lama ya Sam?",tanya El khawatir.


"Masih. Memang ada apa?",sahut Sam.


"Aku ada janji sama teman. Kamu kalau sudah selesai nanti tolong ya pintunya dikunci?",ucap El.


Teman. Siapa? pikir Sam. Ia berhenti membereskan barangnya sambil berpikir. "Enak aja!",sahut Sam kesal.


"Tapi aku sedang buru-buru, Sam!. Dan bukankah kamu malam ini ada acara?",ucap El yang berdiri di depan kamar tamu.


"Iya. Memang kenapa?. Kamu mau ikut?",tanya Sam mencoba menggoda El.


"Tidak. Terimakasih!",jawab El.


Tiba-tiba bel pintu berbunyi lagi. El segera membuka pintu.

__ADS_1


Siapa yang malam-malam bertamu? tanya Sam dalam hati. Ia segera berjalan mengintip El yang sedang membuka pintu apartemen.


El membuka pintu apartemen dengan senang. Ia menyapa Tamara.


"Tamara. Kok bisa dia tahu kalau El tinggal disini?",lirih Sam.


"Bentar ya Mbak, aku ambil tas dulu!",ucap El.


Sam yang melihat El berjalan kearahnya langsung masuk kedalam kamar ruang tamu lagi.


"Belum ya Sam?",tanya El.


"Mau kemana sih?",tanya Sam dengan nada tinggi.


"Jangan keras-keras. Didepan ada temanku, aku tidak mau temanku salah paham sama kamu yang ada disini!",kata El pelan.


"Ya sudah, sana pergi!",ucap Sam malas.


"Terimakasih ya!",kata El tersenyum. Ia segera keluar dari apartemen bersama Tamara. Mereka berdua mengendarai mobil milik Tamara. Beberapa menit diperjalanan akhirnya sampai ditempat tujuan.


"Kita serius makan disini?",tanya Tamara ragu. Karena restoran ini termasuk restoran kelas menengah.


"Katanya Kak Saga sih, disini Mbak. Ya sudah, kita turun yuk?",ajak El membuka pintu mobil.


Tamara memegang lengan El.


"Ada apa Mbak?".


"Aku tidak biasa makan malam di restoran mewah seperti ini. Pasti makanannya mahal-mahal dan sedikit!",ucap Tamara jujur.


El tertawa melihat tingkah konyol Tamara. "Bukankah Mbak biasa pergi ke restoran seperti ini!",sahut El menggoda.


"Iya sih. Tapikan, tagihan makanan kita yang bayar kantor bukan pribadi!",jawab Tamara polos.


El tersenyum. Ternyata masih ada orang sekalem Tamara. Ia masih ingat, bagaimana dulu pertama kalinya menginjakkan kaki diluar negeri, dia juga seperti Tamara. "Mbak tenang saja, Kak Saga yang akan bayar semua tagihannya!. Oke!",ucap El.


"Kalau dia tidak bayar bagaimana?",tanya Tamara takut.


"Nanti biar aku yang bayar tagihannya. Mbak tenang saja. Ya sudah, masuk yuk!",ajak El.


Akhirnya mereka berdua masuk kedalam restoran. El bertanya kepada resepsionis tentang pemesanan atas nama Saga. Lalu salah satu pegawai mengantar ketempat duduk yang dimaksud.


Mereka berdua melihat beberapa orang-orang penting masuk kedalam lift.


"Ada acara ya Mas?",tanya Tamara.


"Iya Mbak, dilantai atas".


"Acara apa Mas?".


"Kata teman saya acara pertunangan pengusaha XXX Mbak!",jawab pelayan.


El dan Tamara saling memandang satu sama lain.


"Pertunangan Bapak Samuel dan Ibu Laura ya Mas?",tebak Tamara penuh selidik.


"Loh kok Mbak tahu. Mbak salah satu tamu undangan ya?",tanya pelayan.


"Bukan... Bukan Mas!",jawab Tamara.


"Ya sudah Mbak. Ini tempatnya. Nanti hidangannya menyusul ya Mbak!".


"Baik Mas. Terimakasih!",jawab El lalu pelayan itu pergi. "Kok Mbak tahu kalau acara dilantai atas adalah acara pertunangan Sam?",tanya El bingung.


Tamara mengalihkan matanya untuk melihat seseorang yang berjalan kearah mereka.


El mengikuti arah mata Tamara memandang. "Laura!".


"Iya El. Aku juga tidak tahu tiba-tiba mulutku berbicara seperti itu!. Kenapa sih, kita selalu disituasi yang tidak enak!",ucap Tamara kesal melihat keadaan sekitar.


Laura terkejut melihat Tamara dan El ada direstoran ini. Ia menyunggingkan senyumnya penuh ejekan. "Kalian kenapa bisa ada disini?. Kalian bukan tamu saya kan?",tanya Laura dengan nada malas.


Tamara tertawa ingin rasanya ia mempermalukan calon tunangan bosnya itu. "Halo Bu Laura, kita tidak sengaja bertemu lagi disini. Ibu tidak perlu takut kalau kita masuk kedalam acara ibu, saya dan El tidak berminat untuk datang keacara ibu Laura terhormat ini!",kata Tamara penuh emosi.


"Terimakasih kalau kalian sadar diri tentang kondisi kalian ini. Karena kita tidak selevel seperti kalian!",ucap Laura sambil menyilang kedua tangan didepan dada.


"Kalau kita tidak selevel dengan Ibu, lalu kenapa kita bisa masuk kedalam restoran ini?",ucap Tamara.


"Sudah Mbak Tamara. Kita tidak perlu meladeni orang seperti ini!",bisik El didekat Tamara.


"Ya mungkin, kalian mau cuci piring!",tebak Laura asal.


"Jaga mulut kamu, Laura!",kata Tamara dengan marah.


"Yang perlu untuk menjaga mulut itu kamu, Tamara!. Bukan saya. Kamu tahu kan bahwa saya sebentar lagi akan menjadi tunangan dari Samuel Nata Wijaya, dan sebentar lagi saya juga akan menjadi Nyonya Samuel Nata Wijaya!. Jadi, kalian tidak akan bisa semena-mena sama saya seperti ini!",jelas Laura.


"Saya tidak peduli kamu mau tunangan atau istri dari Samuel Nata Wijaya. Tapi, harus kamu ingat. Bapak Samuel tidak akan memilih tipe wanita seperti kamu. Wanita hanya mengandalkan wajah daripada otak!",ucap Tamara sambil jari kanannya menunjukkan di kepalanya.


Laura marah melihat anak buah calon tunangannya seperti ini. Ia lalu mengangkat tangan kanan untuk bisa menampar wajah Tamara, tetapi sebelum ia melayangkan tangannya ke wajah Tamara tiba-tiba seseorang menangkap lengan Laura dengan gesit dan cepat.


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.


#Ayo tebak!.


Siapa yang berhasil menggagalkan aksi Laura?.

__ADS_1


__ADS_2