Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Perdebatan Hati


__ADS_3

...HAPPY READING...


...***...


Keesokan Hari.


Satria sedang menunggu Olivia disalah satu kafe dekat apartemennya. Karena ia tidak mau pergi terlalu jauh dari apartemen. Mereka sudah membuat janji untuk bertemu di pagi hari sebelum Olivia pergi ke kantornya. Satria tidak henti-hentinya melihat ke arah jam tangan, karena ia juga harus mengejar waktu untuk prepare keperluan yang belum selesai. Karena nanti malam ia sudah kembali ke Indonesia.


Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga. Olivia berjalan menghampiri Satria yang sedang menikmati kopi. "Maaf kalau sudah membuat kamu menunggu!",kata Olivia meminta maaf karena sudah terlambat datang.


"Tidak masalah",jawab Satria santai. Ia lalu menyodorkan amplop berwarna coklat di atas meja.


Olivia langsung menerimanya dengan senang hati. Tapi tiba-tiba raut wajah Satria berubah drastis.


"Terimakasih sudah memantau aku sejauh ini. Aku akan memberikan apresiasi kepada kamu!!",kata Satria sebagai ucapan pembuka. Ia menyodorkan lagi sebuah amplop berwarna putih yang langsung dengan licin berjalan di depan Olivia.


"Maksudnya?",tanya Olivia tidak mengerti dengan perkataan Satria.


"Buka aja!",sahut Satria yang menyilangkan kedua tangan didepan dada.


Olivia membuka amplop putih sambil memandang wajah Satria penuh tanda tanya. Ia tercengang melihat seluruh foto satu persatu tentang wanita-wanita teman dekat Satria. "Kamu mau mengejekku!",pekik Olivia yang langsung menyodorkan foto-foto dihadapan Satria.


"Buat apa hanya beberapa teman wanitaku aja Oliv, mengapa tidak semua sekalian?",pekik Satria.


Olivia menghela nafas kasar, ia tidak menyangka bahwa Satria akan berbuat sesuka hatinya. "Mungkin aku tidak akan melanjutkan perjodohan ini, bila sifat kamu seperti ini Sat!!!".


"Silahkan!!!",tantang Satria. "Aku juga tidak suka sama wanita yang selalu memata-matai calon tunangannya dan wanita yang suka mengungkit masa lalunya. Karena wanita itu akan selalu curiga sama aku!",sambungnya.


Olivia kesal melihat Satria yang santai dengan perjodohan ini. Karena baginya pernikahan adalah sekali seumur hidup. "Lalu mau kamu apa?",tanya Olivia menantang balik.


"Silahkan kamu langsung tanya ke aku, siapa diri aku sebenarnya. Bukan malah mencari data yang tidak tahu asal dan usulnya",jawab Satria santai.


"Kenapa kamu bilang kayak gitu?. Seakan-akan aku mefitnah kamu dengan berkas-berkas itu. Padahal itu semua kenyataan tentang hidup kamu, Sat!!",keluh Olivia.


"Oh ya, siapa yang menjadi mata-mata kamu?. Sampai-sampai dia tahu tentang hidup aku?. Bundaku, ayahku atau jangan-jangan adik aku?. Itu tidak mungkin Liv!!!. Hanya aku yang tahu siapa dan bagaimana hidupku?. Bukan termasuk keluargaku!. Aku tahu selama ini aku tinggal bersama keluargaku, tapi bukan berarti mereka tahu tentang hidupku. Sama seperti kamu, mama kamu belum tentu tahu hidup kamu",jelas Satria.


Deg. Benar juga apa yang dikatakan oleh Satria. Mamaku belum tentu mengerti hidupku. Yang tahu siapa dan bagaimana hidupku, hanya aku sendiri.


Satria tersenyum sinis. "Apa lagi orang suruhan kamu. Itu tidak akan pernah mutlak dengan apa yang mereka tahu tentang hidup kita".

__ADS_1


"Ok, aku minta maaf soal itu. Tidak seharusnya aku melakukan hal yang sangat memalukan dan ceroboh seperti ini",ungkap Olivia menyesal karena secara tidak sengaja menjatuhkan harga diri Satria.


"Tidak perlu".


"Aku akan bilang sama kedua orang tua kita. Bahwa, aku akan mundur dengan perjodohan ini!".


"Silahkan!!!. Aku tidak meminta kamu untuk menjadi istriku",sahut Satria sinis.


Haa... Hati Olivia tercengang mendengar kesantaian sang calon suami.


"Ok, sudah cukup!". Satria berdiri dari kursinya. "Terimakasih sudah datang kesini. Aku pamit dulu!",ucap Satria melangkahkan kaki beberapa langkah lalu berhenti tepat tiga langkah dari kursi.


Olivia hanya terdiam melihat kepergian Satria. Hatinya saat ini terluka lagi karena kecerobohannya yang membuat ia mencoba membuka kembali hatinya.


"Kalau kamu mau, menikahlah denganku?. Kamu akan tahu siapa dan bagaimana hidupku yang sesungguhnya!",kata Satria sebelum meninggalkan ruangan kafe.


Olivia mendongakkan wajahnya melihat kepergian Satria. Dasar laki-laki yang hanya bisa membuat hatiku panas dan tidak karuan!!! umpat Olivia dalam hati.


*


*


*


"Terimakasih ya Sam, sudah menemani aku disaat aku rapuh sekalipun?",kata El yang berjalan beriringan dengan Sam.


"Justru aku yang tidak enak sama kamu, El. Karena bukan aku orang yang pertama menolong kamu pada saat kejadian, melainkan Saga",ungkap Sam merasa khawatir cinta El akan berkurang terhadapnya.


El memegang tangan Sam mencoba untuk menenangkan. "Kamu ataupun Kak Saga, kalian adalah orang yang sangat spesial buat aku. Terutama kamu. Kamu selalu ada disaat apapun itu. Kamu masih ingat, apapun yang terjadi sama aku dari dulu, kamu adalah orang yang pertama khawatir tentang keadaanku dan kondisiku. Hingga saat ini Sam".


Sam memegang kedua pipi El dengan lembut. "Kalau saja kamu sudah menjadi istriku, aku akan melahap habis bibir kamu yang berwarna pink ini. Karena untuk kesekian kalinya, kamu peduli dengan hati dan cintaku ini".


Pipi El berwarna merah seperti kepiting rebus. Ia tidak tahu bagaimana menolak tatapan mata dari Sam. Ia sangat membutuhkan Sam. "Ya sudah, aku masuk kedalam dulu ya?. Sudah sampai depan pintu ini?",kata El mengalihkan perhatian.


Sam segera menurunkan kedua tangannya yang nakal. "Iya. Nanti segera istirahat ya, aku tidak mau kamu sakit lagi",pesan Sam yang manis.


"Iya Sam. Kamu tenang aja. Assalamualaikum!",pamit El sebelum membuka pintu.


"Walaikumsalam. Aku pulang dulu!",kata Sam. Ia berjalan sambil menengok kebelakang memastikan bahwa El masuk kedalam dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


El masuk kedalam. Ia melihat bunda dan ayah sedang duduk diruang keluarga. "Assalamualaikum!",sapa El yang dibuat seceria mungkin.


"Sayang, kamu dari mana aja?. Kok baru pulang?",tanya Bunda menghampiri El yang sedang membuka kedua sepatunya di samping pintu.


"Maaf Bun, tadi Sella kebingungan mencari souvernir. Jadi agak lama deh",alasan El yang masuk akal.


"Ya sudah, makan malam sudah selesai Bunda buat. Kamu mandi ya supaya segar",kata Bunda mengelus bahu El.


"Iya Bunda. Ya sudah, El ke kamar dulu ya?",pamit El yang membuka pintu kamarnya. Ia lalu membersihkan tubuhnya yang lelah itu.


Satria baru saja masuk kedalam apartemen. Ia membawa beberapa paper bag untuk oleh-para rekannya yang ada di Indonesia.


"Banyak banget Bang?",goda Dino yang melihat sang Abang kuwalahan membawa paper bag.


"Malah godain, tidak bantuin Abang sih Dik!!",kesal Satria yang menaruh paper bag di dekat ruang tengah.


"Bagaimana Bang pertemuan Abang dengan nak Olivia?",tanya Ayah yang melihat Satria duduk disampingnya.


Satria menyandarkan punggungnya ingin mengurangi beban yang ada dipikirannya dan menutup mata. "Tahulah Yah. Kalau nanti kabarnya tidak baik, jangan salahkan Satria ya. Satria sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ketentuannya hanya ditangan Oliv",oceh Satria.


Bunda yang langsung datang tidak terima dengan jawaban dari sang putra. "Makanya kamu harus berusaha semaksimalnya, kurang apa lagi nak Oliv. Baik, pintar, cantik dan satu lagi dia anak yang dekat dengan orangtuanya. Apa yang kamu cari lagi Sat?",oceh sang bunda.


Satria langsung menyempurnakan duduknya. "Bunda, stop!!!... Kalau dianya tidak mau, bagaimana?. Apakah Satria harus memaksanya?",keluh Satria. "Bunda tidak tahu bagaimana dia cerewetnya minta ampun!!!.. Sudahlah Bunda, jangan paksa Satria terus!!",sambung Satria.


"Ok. Bunda dan ayah tidak akan memaksa. Tapi setidaknya, kamu menghargai pengorbanan kami sayang",oceh Bunda lagi.


Kepala Satria terasa pusing mendengarkan tekanan dari kedua orangtuanya. Ia lalu berjalan pergi ke kamarnya.


"Ckckck... Bunda sih. Sepertinya Olivia tidak suka sama Satria. Mana ada cewek cantik sekelas Olivia cinta dan sayang sama anak kita!!",oceh Ayah.


Bunda yang ada di samping ayah menyenggol bahu sang suami. "Memangnya anak kita sejelek itu ya, sampai-sampai ia ditolak sama Olivia!!!",marah Bunda.


Dilain sisi Satria membaringkan tubuhnya dikamar tidur. Kepalanya terasa sangat berat tentang perjodohannya dengan Olivia.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2