Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Wisuda Part 1


__ADS_3

Happy Reading.


***


El masih memandang ke arah luar kafe. Ia tidak percaya bahwa Sam ada di depan matanya.


Bunda yang melihat putrinya merasa ada yang aneh. "Ada apa sayang?",tanya Bunda yang membuyarkan lamunan El.


El mengalihkan perhatiannya kepada Bunda. "Hm, tidak ada apa-apa Bunda!".


Bunda merasa ada yang aneh. Lalu Bunda menengok ke luar kafe dan disana tidak ada siapapun


El duduk di tempatnya juga dengan Adelle. Adelle menjelaskan secara terperinci apa saja bahan yang digunakan memasak ini.


El sekilas melirik kearah luar kafe, tidak ada lagi sosok Sam disana. Bunda tidak henti-hentinya memperhatikan anak gadis satu-satunya itu. Beliau juga menengok ke arah luar jendela, tapi jawaban tetap sama, tidak ada seorangpun disana.


Setelah acara makan malam selesai, mereka lalu bergegas jalan-jalan ke kota yang belum pernah mereka kunjungi.


El dan Adelle berjalan beriringan yang ada di belakang rombongan keluarga El.


"Dia tadi ada di kafe!",kata El tiba-tiba sambil melihat ke arah bawah jalan.


"Apa!. Serius kamu?. Buat apa dia menemui kamu lagi, El?",tanya Adelle kaget.


El mengangkat kedua bahunya. "Entah. Aku juga tidak tahu. Atau mungkin dia akan memberikan penjelasan tentang dia berada di dalam bar bersama William!",jelas El.


"Apa!",teriak Adelle kaget tentang penjelasan Sam dan William.


Keluarga El menengok ke belakang kaget.


"Ada apa Del?",tanya Ayah yang langsung berjalan ke arah Adelle dan El.


"Oh... Ini Om, tadi aku melihat tag harga yang lumayan mahal!",jawab Adelle mencari alasan supaya tidak ketahuan.


"Oh...kirain apa Del. Om jadi khawatir!".


Adelle tersipu malu. Ayah melanjutkan jalannya bergandengan dengan sang istri.


El menyenggol bahu Adelle atas insiden yang sangat memalukan ini.


"Maaf El. Aku benar-benar syok berat. Buat apa mereka ke sana?. Kalau aku sampai bertemu dengan William, aku akan bantai dia habis-habisan. Pasti William ngajak Sam pergi ke bar. Dasar laki-laki hidung belang!",kesal Adelle sambil memukul-mukul tangannya.


El menyunggingkan bibirnya. Ia tidak tahu Adelle saat ini marah atau sedang cemburu melihat calon pacarnya masuk ke dalam bar.


"Lalu kenapa kamu bisa tahu mereka ada di sana?",tanya Adelle.


El menjelaskan secara terperinci. Ia juga berharap bahwa dua orang itu bukan Sam dan William.


"Kamu sudah memastikan bahwa mereka berdua Sam dan William?",tanya Adelle.

__ADS_1


"Tadi aku sempat telepon Sella, tapi Sella tidak mengangkatnya. Mungkin dia sedang sibuk!",jelas El.


Sella dan Alan baru saja sampai di tempat El berada. Karena sebelum pergi kesini, mereka membuat janji.


Keluarga El berjalan-jalan sambil mengambil beberapa foto yang ingin mereka abadikannya. Satria yang selalu sibuk mengambil foto-foto kota London sedangkan Ayah dan Bunda sebagai modelnya. Tidak lupa Dino yang selalu mengekori sang Bunda.


Sella duduk bersama El. Ia menjelaskan bahwa yang ada di bar adalah William dan Sam. "Tapi, setelah aku sempat berdebat sama dia, dia langsung pergi dari tempat bar itu El. Dia juga tidak minum wine, tapi dia minum Ocean blue ice. Tadinya aku sempat tidak percaya, tapi aku menanyakan sama pelayan. Dan benar Sam hanya minum Ocean blue ice!",jelas Sella panjang lebar.


"Terserah dia mau minum apa Sel. Aku sudah tidak berhak lagi untuk melarangnya",jawab El.


"Memang kamu sudah tidak ada hubungan apa-apa sama dia. Tapi, paling tidak kita masih peduli sama sahabat kita".


"Tadi setelah dia dari bar, dia ada di depan kafe".


"Ngapain dia di sana?",tanya Sella.


"Entah. Tapi, sepertinya dia ingin menunjukkan bahwa dia sudah tidak di dalam bar. Aku juga tidak tahu, maksud dan tujuannya dia ada di dalam depan kafe!",ungkap El sambil bermain kaki menginjak-injak keramik.


"Lalu bagaimana dengan Bunda dan Om Wibowo, apakah tidak membahas soal Sam?".


"Ayah tidak membahas sama sekali. Tapi, bunda selalu menanyakan bagaimana hubunganku dengan Sam. Semoga setelah aku pergi dari negara ini, aku tidak bertemu lagi dengan dia!",ucap El.


"Kenapa kamu berdoa seperti itu El?. Walaupun kamu sudah tidak mencintai lagi, tapi dia sahabat kita El".


"Sulit Sel. Sangat sulit. Aku belum yakin sama diriku sendiri. Kamu tahu bagaimana aku berjuang pada saat aku merindukannya. Pada saat aku dan dia tidak bertemu sama sekali. Aku ingin membuka hatiku sedikit saja buat orang lain, tapi sepertinya itu sangat sulit buat aku!",ungkap El berkaca-kaca.


"Ok, aku paham soal itu. Tapi, apakah bisa kamu berkata seperti ini di hadapan Bunda?",tanya Sella menantang.


Sella memegang bahu El. "Aku yakin, kamu bisa menemukan seseorang yang lebih daripada si Sam!",


"Semoga Sel!".


***


Akhirnya acara wisuda di mulai hari ini. Para mahasiswa dan mahasiswi sudah lengkap memakai baju toga dan tidak lupa topi wisuda. Mereka memasuki gedung kampus yang akan diselenggarakan disana. Dan tidak lupa orang tua maupun sanak saudara mendampingi calon sarjana.


Pembawa acara menyambut para orang tua dan sanak keluarga dengan senang hati. Mereka mengucapkan banyak terimakasih karena telah menghadiri wisuda ini. Mereka menyampaikan juara-juara hebat yang telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun setengah dengan baik. Nama El disebutkan dengan peringkat nomer tiga.


Bunda dan Ayah memeluk putri mereka dengan bahagia. Karena telah menjadi anak yang selalu bisa membuat kedua orang tua mereka bangga.


Dan pembawa acara menyambut salah satu donatur yang selalu tidak luput dari karya-karyanya dan dana yang mengalir ke kampus yang telah menjadi satu-satunya orang yang dermawan.


"Ialah Bapak Samuel Nata Wijaya",ucap pembawa acara sambil bertepuk tangan.


Sam memasuki panggung yang telah disediakan dan ia berdiri di atas mimbar. Dan para tamu undangan tidak lupa bertepuk tangan dengan riuh.


"Itu bukankah Nak Sam?",tanya Ayah.


"Iya yah. Dia sebagai donatur yang selalu membantu kampus dalam hal finansial. Dan dia juga sebagai Brand ambassador yang ada di kampus ini!",jelas El.

__ADS_1


Ayah dan Bunda begitu kagum dengan prestasi dan kedermawanan Sam dalam segala hal.


"Saya sangat bahagia pagi ini, karena telah menghadiri acara yang sangat resmi dan penuh doa dalam setiap langkah kita yang telah sampai pada titik dan tahap ini. Saya berharap para sarjana-sarjana semoga sukses dalam segala apapun yang akan kalian lakukan setelah melakukan pendidikan selama tiga tahun setengah ini. Saya akan tunggu kalian dalam dunia bisnis, dunia kerja dan dunia nyata dalam mengekspresikan karakter yang kalian miliki dan pelajaran selama ini. Saya yakin kalian akan menjadi sarjana-sarjana muda yang bersinar sampai puncak kejayaan!",kata Sam dalam pembicaraan pagi ini. "Terimakasih dan selamat pagi!",lanjut Sam yang selalu memandang setiap detik hanya ke arah El. Lalu Sam berdiri di salah satu jajaran rektor dan para dosen kampus.


Pembawa acara memanggil tiga orang yang telah mendapatkan peringkat satu, dua dan tiga.


El berjalan di belakang peringkat satu dan dua. Langkahnya tidak luput dari perhatian Sam.


Rektor memindahkan tali toga dari kiri ke kanan lalu berlanjut ke dosen yang akan memberikan beberapa piagam dan penghargaan.


Dan saat ini El sedang berdiri tepat di hadapan Sam. Mata mereka bertemu satu sama lain.


"Bolehkah kita berbicara sebentar?",tanya Sam sebelum memberikan bunga kepada El.


El hanya berdiam diri. Ia tidak bisa berkata apa-apa di hadapan Sam saat ini.


"Kalau kamu diam, berarti kamu setuju. Dan bila kamu menolak, kamu akan berbicara!",jelas Sam.


"Apakah masih ada hal yang perlu kita bicarakan?",tanya El sarkas.


"El, aku ingin menjelaskan semua kegaduhan yang aku buat dan orang tua ku buat. Aku sudah lelah El!",jelas Sam.


"Cukup Sam!",sahut El dengan cepat. "Kamu ingin memberikan bunga itu atau tidak?. Kalau tidak, aku akan turun dari panggung sekarang!",ancam El.


Sam dengan sangat terpaksa memberikan buket bunga wisuda. Ia harus menghargai dirinya sendiri di hadapan semua orang.


El menerima dengan cepat dan ia segera pergi dari hadapan Sam untuk turun dari panggung.


Sam hanya melihat El turun dari panggung. Hatinya sekarang benar-benar hancur. Wanita yang ia harapan dari kecil sudah tidak menghiraukannya lagi. Bahkan, untuk menjelaskan saja sudah tidak mau mendengarnya.


El mendapat pelukan dari orang tuanya, Kakak, adik dan para sahabat yang hadir di sana.


Pembawa acara menyampaikan selamat kepada para peringkat dan para sarjana-sarjana yang telah melaksanakan pendidikan selama ini. Dan selanjutnya adalah acara lain-lain yang akan diadakan bermain musik bersama. Rektor menyebutkan salah satu mahasiswi yang pandai bernyanyi ialah Ellena Putri Wibowo.


Keluarga El kaget nama El dipanggil untuk menaiki panggung dan alat musik piano yang telah di sediakan. El dengan perasaan campur aduk berjalan menuju panggung. Ia ingin menyanyikan sebuah lagu yang begitu menyentuh.


Play Music : Kangen_ Dewa 19


...***...


Warning!.


Jangan lupa baca karya terbaruku ya!.


Berjudul "A Choice".


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote....

__ADS_1


...Terimakasih....


__ADS_2