Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
One Day


__ADS_3

...Happy Reading...


...*****...


Saga menghubungi El melalui ponsel seluler, ia menceritakan tentang gadis yang ingin ia dekati itu. Ia sangat bahagia bercerita tentang gadis yang bernama Aqila. Ia sudah tidak sabar lagi menunggu malam hari tiba.


"Kakak serius sama gadis itu?. Aku gak sabar ingin bertemu dengannya?",goda El.


"Kakak yakin El, kakak bisa menaklukkan hatinya",jawab Saga yang bersemangat menggebu-gebu. Seperti kakak bisa menaklukkan hati kamu dulu sambung Saga dalam hati.


"Ok Kak. Aku tunggu kabar baiknya ya... Semoga kakak berhasil menaklukkan hati seorang Aqila. Dan semoga hatinya tidak sekeras seperti kakak, yang selalu protektif dalam menghadapi masalah".


"Yang penting hatinya tidak sekeras seperti kamu El!",goda Saga yang tersenyum bila menggoda El. "Sam sama kamu?".


"Gak kak. Aku udah pulang ke apartemen. Dia harus ke perusahaan mengurus semua aset yang akan di serahkan kepada Kakaknya!",jawab El menjelaskan.


"Semoga apa yang menjadi keputusan Sam adalah jalan yang terbaik buat kalian".


"Aku hanya tidak menyangka aja Kak, bila Kak Edwan sekeras batu karang. Dan Sam juga belum memberitahukan ini semua kepada Papa Dirga. Entah apa yang terjadi bila orang tua Sam tahu tentang keputusan sang anaknya".


"Kakak tahu gak mudah bagi Edwan mengambil alih seluruh aset perusahaan milik Om Dirga. Kakak tahu bagaimana perjuangan Sam dan om Dirga mengembangkan bisnisnya yang ada di sini sampai berkembang seperti sekarang. Makanya Om Dirga selalu waspada tentang aset perusahaan apa lagi akan jatuh ke tangan Edwan",jelas Saga singkat.


"Aku tahu Kak. Dulu pada saat Kak Edwan menjadi CEO sementara aja udah korupsi beberapa juta dollar, apa lagi ini seluruh aset akan di serahkan kepada kak Edwan. Aku takut kak, sesuatu akan terjadi kepada Keluarga papa Dirga",kata El sedih tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya.


"Itu semua adalah keputusan dari Sam, El. Karena Sam udah lelah hidup seperti itu. Dia ingin fokus kepada hotel Samnel yang ia bangun di Bandung. Dan dia juga ingin mengembangkan bisnisnya di dunia perhotelan dan tidak lagi di dunia properti".


"Iya Kak. Sam udah cerita sama aku".


"Kita hanya bisa berdoa aja buat dia, supaya dia sukses dalam bisnis perhotelannya".


"Iya Kak. Aku akan mendukungnya. Oh ya kak, apakah kakak mengizinkan mbak Tamara pergi sebentar sama aku?. El udah kangen sama mbak Tamara. Boleh ya Kak?",pinta El memohon kepada Saga.


"Mumpung hatiku lagi berbunga-bunga, silahkan aja!!",jawab Saga dengan senyum yang sumringah.


El jadi ikut tersenyum mendengar perkataan dari Saga. "Berbunga-bunga, maksud dari kakak apa?". El tidak mengerti maksud dari Saga karena Saga selalu menjawab penuh teka-teki.


"Kakak gak akan kasih tahu. One day, kamu akan tahu dengan sendirinya!".


"Apaan sih kak, jadi penasaran akunya!".


"Udah, gak usah diambil pusing. Nanti kamu juga tahu kok. Ya udah ya, kakak bentar lagi ad meeting sama klien. Assalamualaikum!".


"Walaikumsalam Kak".

__ADS_1


Saga mematikan ponselnya. Ia meletakkan ponselnya kedalam saku kemejanya. Senyumannya tidak pernah pudar dari wajah tampannya.


Tamara masuk kedalam kantor memberikan sebuah laporan dan bahan meeting untuk nanti siang. "Ini pak!". Ia menyodorkan hasil kerja kerasnya selama ini dengan maksimal.


"Ok Mara. Oh ya, hari ini kegiatan saya ada lagi buat nanti sore?",tanya Saga.


Tamara mengecek schedule melalui iPad yang ia bawa kemanapun ia pergi. Ada pak. Nanti sore sekitar jam 4 sama perusahaan GEO dan malam harinya jam 9 malam sama perusahaan QIYu. Ada yang ditanyakan lagi pak?",tanya Tamara sekalian menjelaskan tentang jadwal pada hari ini.


"Apakah jadwal nanti malam bisa di undur?".


"Saya akan tanyakan dulu pak. Ada lagi?".


"Ada. Hanya hari ini, saya akan memberikan kelonggaran waktu sama kamu setelah menyelesaikan urusan jadwal saya nanti malam",ucap Saga yang membuat Tamara mengenyitkan keningnya tidak mengerti.


"Maksud bapak apa?. Saya tidak paham tentang kelonggaran waktu?".


"Untuk urusan pekerjaan hari ini, saya memberikan tugas untuk menemui El. Silahkanlah kalian berkangen-kangenan sama dia!".


Wajah Tamara langsung tersenyum cerah setelah mengerti penjelasan dari sang bos. "Bapak serius saya boleh pulang cepat untuk menemui El?",tanya Tamara lagi yang tidak percaya.


"Iya Mara. Hanya hari ini!!!!".


"Baik pak. saya akan melaksanakan tugas dengan baik untuk hari ini!". Semangat Tamara menggebu-gebu. Ia segera pergi keruang kerjanya untuk menghubungi perusahaan QIYu. "Apa???. Oh tidak bisa ya mbak. Ok, saya akan memberitahukan kepada pak Saga. Saya akan mengabari mbak lagi. Terimakasih!".


Huft... Saga menghela nafas berat. Rencana malam ini akan gagal bila meeting diadakan pukul 9 malam. "Tolong dimajukan saja ya, pukul 6 sore!".


"Baik pak!". Tamara segera menghubungi lagi perusahaan QIYu.


Saga memutar kursinya ke arah belakang untuk bisa melihat pemandangan diluar sana. Tembok yang terbuat dari kaca yang langsung menghadap ke view yang sangat indah. Ternyata butuh perjuangan yang sangat besar untuk bisa mengenalmu lebih dalam lagi Aqila. Apakah ini yang dinamakan sebuah perjuangan????.


Suara sepatu Tamara sudah terdengar ditelinga Saga. "Bagaimana?",tanya Saga yang sudah tidak sabar dengan jawaban yang ia harapkan saat ini. Ia takut bila kesempatan ini akan terbuang sia-sia. Karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.


"Emmmhhhh... Bisa pak. Tapi pukul 7 malam. Bagaimana pak?".


Glek.


Saga tidak lagi bisa berkutik saat ini. Waktu yang terlalu mepet buatnya untuk bisa mengatur ulang jadwal makan malam bersama Aqila, gadis pujaan hatinya. Ia memutar kursinya supaya bisa berhadapan dengan sang sekertaris. "Ok saya setuju. Ini hanya membahas tentang poin-poinnya bukan. Dan tidak akan memakan waktu lama?",tanya Saga was-was.


"Iya pak. Hanya membahas poin-poinnya saja. Dan kemungkinan besar tidak memakan waktu sampai berjam-jam pak. Ada masalah pak?",tanya Tamara penasaran, tidak biasanya sang bos memikirkan tentang waktu.


"Ehmmm... tidak masalah. Tolong suruh Todi kesini ya?. Saya butuh dia".


"Baik pak. Lalu apakah saya boleh pulang sekarang?".

__ADS_1


"Iya. Silahkan!".


Tamara bersuka cita dalam hatinya. Tidak biasanya sang bos dengan baik hati memberikan sebuah kelonggaran waktu buatnya untuk menemui sang sahabat. Ia tidak lupa sebelum pulang menemui Todi untuk segera pergi ke ruangan Saga.


*


*


*


*


*


Aqila saat ini sedang berada didalam butik bersama Amira sahabat karibnya. Ia sedang memilih-milih gaun yang cocok buat dirinya.


Amira mengambil salah satu gaun yang berwarna merah muda. "Sepertinya ini cocok buat kamu La?",ucap Amira sambil memajangkan bajunya tepat ditubuh Aqila.


"Please deh, jangan warna merah hati. Terlalu muda. Apakah kita terlalu muda untuk pergi ke acara makan malam bersama dengan seorang pengusaha?",kata Aqila yang frustasi memilih baju yang belum seleranya.


"Kamu kira, kita udah berumur gitu!!!. Ayolah La, pilih warna yang sesuai dengan acara formal ini. Kamu gak maukan gagal dalam acara yang sangat dinantikan oleh seluruh gadis di kampus. Kamu tuh sangat beruntung La, mendapatkan kesempatan makan malam bersama pengusaha sukses. Kalau kamu gak mau, biar aku aja!!!",telak Amira.


"Bukannya aku gak mau Ra. Tapi,,,, aku hanya sungkan sama laki-laki itu".


"Sungkan. Sungkan sama dia kenapa?. Kamu dan dia baru bertemu dikampus!",kata Amira penuh selidik.


Andai kamu tahu Ra, aku secara gak sengaja udah mengenalnya. Aku hanya malu, bagaimana setelah bertemu dia kembali???. Ini tidak baik buat kesehatan jantungku?.


"Woiii... kok malah bengong sih?. Kamu pasti udah mikir yang macam-macam ya?. Ayolah La, ini hanya sekali. Mungkin setelah acara makan malam ini kamu dan dia juga tidak akan bertemu bukan",oceh Amira meyakinkan Aqila supaya percaya diri.


Ada benarnya juga kata Amira. Setelah acara makan malam ini, aku dan dia juga gak akan bertemu lagi. "Oke Ra. Aku akan pilih biru laut, karena biru laut kesukaanku!".


"Terserah kamu La. Mana yang nyaman buat kamu!".


Aqila lalu mencobanya diruang ganti. Warna favorit yang ia suka membuat wajah yang cute menjadi sangat cantik dan menarik. Amira memberikan dua jempolnya untuk menilai penampilan Aqila.


Aqila berputar memperhatikan penampilannya dengan seksama. Penampilan yang sangat memukau untuk sebuah acara makan malam dengan konsep yang formal. Mungkinkah ini rencana tuan Saga ingin mengenalku secara dalam?. Ataukah ini hanya sebuah kebetulan bertemu dengannya?. Ya Tuhan, bagaimana ini?. Aku belum siap bertemu lagi dengannya?. Ada sebuah perasaan yang gak biasa didalam hatiku?. Apakah aku sedang jatuh cinta dengannya?.


...*****...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2