Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Tidak Sedang Baik-baik


__ADS_3

Happy Reading.


***


El meletakkan ponselnya di atas meja. Ia sedikit memijat kedua pelipis wajah. Kepalanya begitu pusing memikirkan tentang Sam. Bagaimana aku akan terlepas tentang masalah Sam?. Mungkin aku tidak akan bisa? pikir El.


Edwan keluar dari ruangan seorang diri. Ia berjalan menghampiri meja sekretaris.


"Bapak Edwan, ada yang bisa saya bantu Pak?",tanya Tamara sopan.


"Tolong kamu keluar sebentar Tamara, saya mau bicara sama El!",jawab Edwan tegas.


El mendongakkan wajahnya melihat Edwan. Ia tidak mengerti kenapa semua orang menyalahkan dirinya.


"Baik Pak",jawab Tamara. Ia segera pergi meninggalkan mereka berdua.


"Apa benar kamu menyembunyikan Sam?",tanya Edwan tidak sabar menunggu jawaban dari El.


"Apa?. Saya menyembunyikan Sam!. Buat apa Pak!. Sam hilang, kenapa kalian mencari ke saya. Saya sudah tidak ada hubungannya dengan Sam maupun keluarga kalian!",jawab El.


"Lalu Sam kemana kalau tidak ke tempat kamu?".


"Pak, Sam hilang ingatan. Mana mungkin dia mengingat saya, mengingat asrama saya, mengingat tempat saya bekerja, mana mungkin Pak!",kata El mencoba mencari alasan yang masuk akal. Semua masalah yang datang semua karena Sam dan Pak Ardi!. Sialan mereka berdua! keluh El dalam hati.


"Lalu kenapa Mama menuduh kamu yang melakukan semua ini?".


"Mana saya tahu Pak. Dan bapak juga mau menuduh saya kan?",tanya El menohok.


"Bukan begitu El. Kakak cuma mau kalau kamu jujur sama saya. Saya tidak mau ada pertengkaran lagi di ruangan ini!",jawab Edwan.


"Tapi saya gak percaya sama Bapak. Lebih baik bapak cari Pak Sam. Bukan malah mencari kesalahan orang lain!",kata El. Ia segera pergi dari ruangan itu. Ini tidak baik buat mentalnya.


Edwan mengusap wajahnya gusar. Ia lalu menelepon seseorang.


***


El pergi ke rooftop samping perusahaan. Ia berdiri di pinggir pagar untuk melihat lingkungan sekitar yang begitu indah. Dulu kita pernah sedekat Desember ke Januari, tetapi saat ini kita sejauh Januari ke Desember. Sam, apakah kamu tidak ingat itu?. Aku ingin sekali kamu cepat pulih, aku tidak mau harus ikut campur urusan keluarga kamu.


Suara sepatu menghampiri El yang sedang berdiri di pinggir pagar. "Maafkan saya mbak El, karena sudah melibatkan mbak El terlalu jauh. Saya tidak menyangka bahwa masalahnya akan semakin runyam seperti ini!",kata seseorang yang ada di belakang El.


"Sudah terlanjur anda dan Sam membawa saya dalam situasi seperti ini. Saya harap Sam bicara kepada tante Violla tentang apartemen yang di tempati saya dan Sam!",kata El yang menengok kebelakang.


"Tidak bisa mbak. Di apartemen itu tempat mas Sam bersembunyi. Mas Sam tidak mau kalau seseorang tahu tentang apartemen itu. Karena apartemen itu atas nama mbak El!",jawab Ardi.


Deg. El langsung menghadap ke arah Ardi. "Atas nama saya, saya tidak pernah membeli apartemen itu. Kalau saya harus bekerja keras untuk membeli apartemen itu, saya mungkin tidak akan sanggup",elak El.


"Mas Sam yang membeli apartemen itu buat mbak El".


"Buat saya?. Dalam acara apa Sam sampai-sampai membelikan saya sebuah apartemen!. Bapak jangan kebanyakan bohong!. Cukup bohongi saya soal biaya rumah sakit",kesal El.


"Buat apa saya bohong mbak. Saya serius. Apartemen itu adalah hadiah buat mbak El, karena sudah menerima beliau sebagai tunangannya mbak El".


El melemas. Sebegitu cintakah Sam terhadapnya, sampai-sampai ia mengeluarkan begitu banyak uang buat dirinya!. Bahkan apartemen itu termasuk apartemen termahal dan terfavorit dikalangan pengusaha. "Saya tidak bisa menerimanya Pak. Saya tahu wanita jaman sekarang harus materialistis karena semua harus realitas. Tapi, tidak dengan saya. Saya tidak perlu kemewahan yang dimiliki oleh Sam, saya ingin hidup sederhana dan apa adanya. Itu mau saya",kata El.


"Mas Sam membeli apartemen itu dari hasil kerja kerasnya selama ini mbak. Dia menabung sedikit demi sedikit supaya beliau mempunyai uang sendiri",jelas Ardi.


***


Flashback On.


Sam memberikan sebuah rekening bank kepada Ardi.

__ADS_1


Ardi menerimanya dengan tangan kanan. "Buat apa ini Mas?",tanya Ardi bingung.


"Itu tabungan saya. Tolong belikan apartemen yang El suka. Dia tadi suka apartemen yang saya dan El kunjungi. Ia sepertinya tertarik yang ada di ujung. Apartemen yang unik dan berciri khas",jawab Sam menjelaskan.


"Tapi apartemen itu terlalu mahal mas buat mbak El. Mana mungkin mbak El akan menerimanya begitu saja!. Saya takut mbak El merasa terhina kalau mas Sam memberikan langsung sama mbak El",kata Ardi. Karena ia begitu takut majikannya patah hati untuk kesekian kalinya.


"El terlalu mahal buat saya Pak. Mana mungkin saya bandingan dengan sebuah apartemen yang tidak ternilai itu. Saya tahu apartemen itu bernilai ratusan milyar, tapi bagi saya harta yang sangat mahal adalah El",ucap Sam yang berjalan kearah tembok kaca perusahaan.


"Saya tahu mas Sam sangat mencintai mbak El dengan tulus. Tapi, bukankah kita tidak boleh mencintai sesuatu secara berlebihan mas?. Takutnya bila nanti mas Sam patah hati lagi, mas Sam akan tersiksa dan merasa hidup mas Sam sia-sia. Biarkan mbak El juga mengejar cinta mas Sam. Jadi mas dan mbak El tidak ada paksaan sama sekali",saran Ardi.


"Saya berdoa sama Tuhan, bila El memang jodohku tolong dekatkan lah!. Tetapi, bila memang dia bukan jodohku, tolong jauhkanlah sejauh-jauhnya dari hidupku. Tapi buktinya El selalu melintas dalam hidupku Pak. Bukankah itu jawaban di setiap doa malam saya!",jelas Sam.


"Iya mas, saya mengerti. Mbak El memang tidak ada yang berubah, selain bertambah jadi seorang pemarah!",jawab Ardi.


"Dia dulu juga seperti itu lho Pak. Suka marah-marah sama saya. Tapi, saya tambah cinta sama dia. Bukan malah sebaliknya",kata Sam sambil membayangkan waktu masih SMP dan SMA. "Tolong belikan untuk El ya Pak?. Hanya bapak yang saya percaya untuk mengurus surat-suratnya!",mohon Sam.


"Baik Mas. Tapi kapan mas akan memberitahukan kepada mbak El?".


"Saya akan memberitahukan bahwa itu apartemennya setelah El menerima pertunangan dari saya. Karena dengan itu El sudah menjadi tunangan saya!",jelas Sam.


Flashback Off.


***


El menangis sejadi-jadinya. Ia tidak menyangka bahwa perjuangan Sam begitu dalam. Hiks... Hiks...


"Saya mohon mbak, tolong rahasiakan ini semua sama semua orang. Saya tidak mau mbak El dalam masalah besar!",mohon Ardi.


"Saya tidak menyangka Pak, Sam melakukan itu semua buat saya. Tapi, sekarang Sam sudah berubah Pak. Dia terlalu dingin, suka marah-marah gak jelas dan suka memaksa apa yang dia mau",kata El sambil meneteskan air mata. Hatinya terlalu sesak untuk bisa menerima kenyataan yang ada.


"Karena dia hilang ingatan mbak. Tolong mbak, tolong bantu Mas Sam untuk bisa mengingatnya!. Hanya mbak yang mampu menghadapi mas Sam dengan sifatnya!",mohon Ardi.


"Ok mbak El. Saya janji akan menutupi rapat-rapat soal itu. Ya sudah, saya permisi dulu!",pamit Ardi yang langsung meninggalkan El seorang diri.


El mengambil ponsel dalam saku. Ia menghubungi Sella. "Assalamualaikum Sel!",sapa El.


"Dasar kamu ini ya, kamu kemana aja!. Aku khawatir lho sama kamu!",marah Sella yang tidak henti-hentinya.


"Maaf sudah membuat kamu khawatir tentang aku!",sahut El.


"Walaikumsalam. Kamu dimana?",tanya Sella yang sedang ada di kantornya.


"Aku tidak bisa menjelaskan sekarang!. Nanti setelah pulang dari kantor kita ketemuan ya?".


"Iya nanti aku jemput. Pokoknya kamu harus cerita sama aku!. Mumpung aku masih di sini dan tiga hari lagi, aku udah terbang ke London!".


"Iya Sel. Ya sudah, aku kerja dulu ya?. Assalamualaikum!", pamit El.


"Walaikumsalam!",jawab Sella yang mematikan ponselnya.


***


Sella mengirimkan pesan kepada El, bahwa ia sedang menunggu di depan perusahaan XXX. El segera mencari mobil Sella dan ia melihat mobil yang dikendarai oleh Sella.


El segera masuk ke dalam mobil dan Sella langsung menancapkan pedal gasnya.


Mereka berhenti di salah satu restoran ternama. Sella dan El memesan minuman yang mereka sukai.


Sella menyilangkan tangannya menunggu El menjelaskan tentang masalah yang sedang terjadi.


"Aku benar-benar minta maaf Sel?. Aku tidak bermaksud buat kamu khawatir sama aku!",jelas El.

__ADS_1


"Lalu kamu pergi kemana?. Dan kamu tinggal dimana El?. Bella juga khawatir sama kamu!",sahut Sella.


"Aku akan ceritakan semua sama kamu. Tapi kamu janji tidak akan memberitahu ini semua sama semua orang!",kata El.


"Aku tidak bisa janji El. Kamu tahu kan kalau aku orangnya suka blak-blakan. Kalau aku tidak sengaja bicara soal itu bagaimana?",sahut Sella mencari aman.


"Tapi kamu harus janji dulu sama aku. Aku gak mau kalau masalah ini tambah runyam!",jelas El.


"Oke. Dengan sangat terpaksa aku janji sama kamu. Apa yang sedang kamu sembunyikan dari aku?".


"Aku tinggal bersama Sam!".


"Gila kamu!",teriak Sella tidak percaya.


"Tunggu dulu, cuma seminggu kok!",jelas El lagi.


"Satu, tiga, lima maupun satu minggu sama aja kamu tinggal sama laki-laki El!. Kamu mau mati kalau sampai ayah bunda kamu tahu?",tanya Sella tidak habis pikir dengan pemikiran El.


"Tapi kalau aku di suruh ganti rugi, mana mungkin aku sanggup Sel!. Aku melakukan itu dengan sangat terpaksa. Bahkan aku tidak bisa menemui Kak Saga dulu, pasti nanti kak Saga akan banyak tanya sama aku!".


"Ganti rugi apa sih El?. Memang kamu punya hutang apa?".


"Tidak, aku tidak punya hutang. Tapi ganti rugi pembayaran rumah sakit!".


"Loh bukankah itu sudah menjadi kewajiban Sam buat bayar?. Kan di sini kamu korban!",ucap Sella.


"Iya memang aku korban di sini. Tapi, setelah aku mendengar cerita dari Pak Ardi, aku berubah pikiran!".


"Maksud kamu?",tanya Sella bingung.


"Karena Sam sangat menyayangi aku, Sel. Aku akan bantu dia dalam pemulihannya".


"Tunggu...tunggu...tunggu, maksud kamu apa?. Pak Ardi cerita apa saja?. Sampai-sampai kamu bisa berpikir kayak gitu?".


"Aku pernah pergi ke apartemen yang sedang di kerjakan oleh proyek Sam. Aku menyukai salah satu apartemen yang aku kunjungi sama Sam, dan Sam rela membelikan sebuah apartemen itu buat kado pertunangan aku dan dia",kata El sambil berkaca-kaca.


Sella memegang tangan El memberikan sebuah semangat. "Aku tahu Sam sangat-sangat mencintai kamu El. Dia rela melakukan apapun buat kamu. Tapi, saat ini Sam tidak baik-baik saja. Kamu tahu kan saat ini dia sedang sakit. Aku khawatir kalau dia hilang kontrol dan hilang kendali".


"Aku tahu Sel, tapi aku akan jaga diri aku. Sam tidak akan berani macam-macam sama aku. Aku tahu sifat Sam!",kata El.


"Aku akan dukung kamu. Tapi, kalau kamu nanti dalam masalah, cepat telepon aku!. Kalau perlu telepon polisi sekarang itu juga!",pesan Sella.


"Baik Sel. Aku akan selalu mengingat pesan kamu!",jawab El.


Disisi lain seseorang sedang melihat El dan Sella. Ia senang karena melihat wanita yang ia cintai. Ia segera menghampirinya. "El....!",panggil seseorang itu.


Sella dan El langsung menoleh ke sumber suara. Mereka berdua tercengang melihat laki-laki itu.


***


Jangan lupa untuk komen, like dan vote.


Terimakasih.


#Maafkan akyu ya, yang baru bisa update!.πŸ™πŸ™πŸ™


Dan Maafkan akyu yang tidak bisa update tiap hari... Karena kesibukan yang tiada hentinya...


wkwkwkwk.... (Kayak artis aja😁😁😁).


☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2