Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Bukan Perantara


__ADS_3

Happy Reading.


***


El dan Sella pergi ke kafe dimana tempat El bekerja. Sella duduk ditempat pengunjung sambil menikmati kopinya. Sedangkan El sedang membereskan barang-barangnya.


"Kamu serius mau ninggalin aku disini?",tanya Adele sedih.


"Lalu bagaimana Del, aku harus ke New York besok malam. Dan otomatis aku harus resign dari kafe ini",sahut El sambil memasukkan barang-barangnya kedalam kotak.


"Bakalan sepi deh gak ada kamu,",sahut Adele.


"Ada atau tidak ada aku, kamu harus melanjutkan hidup kamukan",jawab El. "Cepat atau lambat kita bakal terpisah Del, kamu ada disini, suatu saat aku juga akan pulang ke negaraku sendiri",lanjutnya.


"Aku tahu itu El. Tapi aku khawatir sama kamu?. Apa lagi saat kamu sama Edwan itu, aku benar-benar khawatir El?",kata Adele.


El langsung memegang kedua bahu Adele. "Kamu gak usah khawatirin aku. Aku dan Kak Edwan sudah membatalkan pertunangan. Jadi gak akan ada lagi yang menyakitiku lagi",kata El.


Adele langsung memeluk El dengan erat. Ia sebenarnya tidak rela harus berpisah dengan El orang yang sangat ia sayangi.


"Setiap pertemuan pasti akan ada sebuah perpisahan Del. Aku yakin, perpisahan kita sangat indah",kata El membalas pelukan Adele.


"Aku bakal kangen banget sama kamu. Karena kamu udah aku anggap seperti adikku sendiri",kata Adele.


"Iya Del. Aku mau memberikan surat ini ke manager dulu ya?",kata El melepaskan pelukannya.


"Iya",jawab Adel.


***


Disisi lain Sella sedang duduk di kursi pengunjung.


Tring... Tring...


Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia segera membukanya.


"Ada dimana kamu Sel?".


Sam.


"Ada di kafenya El. Ada apa?".


Sella.


"Bisa temuin aku sekarang!".


Sam.


"Dimana?".


Sella.


"Di apartemen".


Sam.


"Kamu udah boleh pulang?".


"Bukannya kamu masih babak belur?".


Sella.


"Walaupun aku babak belur, gak ada hubungannya kan sama kamu!".


Sam.


"Sombong!".


Sella.


"Biarin. Kamu jangan kasih tahu ke El kalau kamu mau nemuin aku!".


Sam.


"Why?".

__ADS_1


Sella.


"Udah. Gak usah banyak tanya!".


"Udah kesini. Aku share lokasinya?".


Sam.


"Ya".


Sella.


Sella segera berkemas untuk menemui Sam. Ia tidak mau kalau El sampai tahu. Ia langsung meninggalkan kafe tanpa memberitahu El dahulu.


***


El sekarang menemui pak manager. Ia duduk di depan kursi manager. Lalu Ia meletakkan amplop putihnya di atas meja.


"Kamu serius mau keluar dari sini?",tanya pak manager.


"Iya pak. Ini kesempatan saya untuk bisa melanjutkan pendidikan saya di negara lain. Mohon bantuannya pak!",ucap El sungkan. Karena ia sudah nyaman di kafe itu.


"Iya El. Saya yang seharusnya berterimakasih sama kamu. Karena kamu telah betah bekerja disini selama beberapa tahun ini. Saya cukup senang dengan kinerja kamu selama disini dan saya bangga sama kamu, anak pemuda yang semangatnya melebihi apapun", kata pak manager.


"Iya pak, terimakasih banyak pak",jawab El dengan senang.


"Kapan kamu akan berangkat?",tanya pak manager.


"Besok malam pak. Saya minta doa restu sama bapak, supaya saya bisa dapat meraih cita-cita disana?",kata El.


"Iya, semoga kamu cepat mendapat gelar sarjana",jawab pak manager. "Dan jangan lupa undang buat saya kalau kamu menikah?",pesan pak manager dengan menggoda El.


El tersenyum manis. Ia tidak menyangka akan di goda sama pak manager seperti itu. "Haaa... Belum ada calonnya pak!",sahut El malu.


"Kalau gak ada calonnya. Bagaimana dengan saya aja?",goda pak manager.


El tertawa sopan. Memang pak manager itu masih muda dan tampan. Tetapi ia tidak terbuai akan itu. "Terimakasih pak sebelumnya. Tetapi saya belum pernah memikirkan hal itu",jawab El sungkan.


Pak manager tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban polos dari El. "Saya cuma bercanda El, jangan diambil hati",lanjutnya.


***


"Hallo Non Sella, apa kabar?", sapa pak Ardi.


"Hallo juga pak, lama sudah tidak bertemu. Saya baik-baik aja. Bagaimana kabar pak Ardi?",tanya balik Sella.


"Sama Non. Saya baik-baik aja. Silakan ikuti saya!", perintah pak Ardi.


Mereka berdua berjalan menaiki lift. Pak Ardi memencet tombol lift.


"Bagaimana keadaannya Sam sekarang pak?",tanya Sella penasaran.


"Masih sama Non. Tetapi dia sekarang lebih bersemangat!", jawab pak Ardi.


"Lebih bersemangat. Maksudnya pak?",tanya Sella bingung.


"Non pasti tahu sendiri kalau mas Edwan akhir-akhir ini membuat masalah. Jadi, mas Sam bersemangat lagi untuk menyelesaikannya",jawab pak Ardi.


"Owh...itu ya pak. Kirain apa pak",sahut Sella.


Ting...


Pintu lift terbuka.


Sebuah bangunan mewah yang terpampang nyata disana. Sella terkagum dengan bangunan itu. Bangunan yang berdiri diatas ketinggian yang cukup tinggi dengan pemandangan yang begitu indah Ialah Griya Tawang. "Jadi Sam tinggal disini pak?",tanya Sella yang langsung berjalan menuju kaca besar untuk melihat pemandangan di luar sana.


"Iya non Sella. Saya panggilkan dulu mas Sam!",kata pak Ardi meninggalkan Sella sendiri.


Sam berjalan menghampiri Sella yang sedang berdiri di depan dinding kaca. "Bagaimana kabarnya El, Sel?",tanya Sam yang sudah ikut berdiri disamping Sella.


"Kenapa kamu tidak langsung menanyakan saja sama dia. Kenapa harus lewat aku?",tanya Sella balik. "Karena aku bukan perantara kamu!",lanjutnya.


"Ayolah Sel. Kamu kan sahabat dekatnya dia, gak mungkinkan aku tanya Aurel?",sahut Sam balik.


"Kenapa gak!. Kita dulu sama-sama sahabatan. Tapi, kenapa sekarang tidak?",tantang Sella menoleh ke arah Sam.

__ADS_1


"Keadaannya sekarang beda Sel",jawab Sam.


"Apanya yang beda Sam. Kita masih sama, tapi kita sekarang berbeda pemikiran!",sahut Sella. "Kalau andai saja kita saling terbuka satu sama lain, gak akan pernah ada kejadian seperti ini!",seru Sella.


"Maksud kamu siapa?. Emang aku pernah tidak terbuka sama kalian!. Enggakkan!. Justru El dan Dony lah yang tertutup satu sama lain, sehingga persahabatan kita hancur!",jawab Sam dengan emosi yang sudah memasuki level dua.


"Karena kita yang tidak peka. Sehingga mereka saling tertutup!",sahut Sella.


"Apa kalian juga peka terhadapku?",tanya Sam tidak mau kalah. "Enggakkan. Kalian malah menganggap perasaanku cuma main-main sama El!. Kalian tahu setelah El bertunangan sama kakakku, aku hancur Sel, kalau perlu kalian bunuh aku saja!. Aku rela melakukan itu semua daripada aku harus melihat dengan mata kepala El bermesraan bersama orang yang aku kenal!",kata Sam.


"Tapi dia kakak kamu, Sam",jawab Sella.


"Emang dia kakakku, tapi aku gak akan pernah rela. Tapi nyatanya, semua itu hanya omong kosong belaka. El cuma jadi permainan cinta kakakku. Kamu tahu, udah berapa kali aku dan kakakku berantem di negara ini?",tanya Sam.


"Satu kali",jawab Sella asal.


"Kamu salah. Aku berantem sama dia, dua kali. El melihat aku dan kakakku berantem di apartemennya juga!",kata Sam.


"Lalu kenapa yang kedua kalinya kamu sampai babak belur seperti ini?",tanya Sella yang melihat beberapa luka yang sudah berwarna biru di wajahnya Sam.


"Karena aku mau mengalah sama kakakku. Aku tidak mau menjadi lelaki pengecut sama seperti dia. Jadi, aku menerima setiap pukulan yang diberikan oleh kakakku",jawab Sam.


"Sam, kamu tidak perlu melakukan itu semua. Kamu sama aja menyakiti diri kamu sendiri!",sahut Sella.


"Aku ingin melihat reaksi El seperti apa. Apakah dia masih peduli sama aku atau tidak",jawab Sam.


"El masih peduli sama kamu Sam. Dia tidak mau kamu terluka seperti ini. Dia merasa bersalah atas kejujurannya. Aku mohon Sam, buka hati kamu sedikit saja buat dia. Dia membutuhkan kamu Sam?",tutur Sella.


"Yang dia butuhkan bukan aku, melainkan Saga. Dia lebih dari segalanya daripada aku",sahut Sam.


"Itu salah Sam. Kalau kamu mau, besok malam dia berangkat ke New York untuk melakukan pertukaran pelajar. Aku harap, kamu datang untuk memberi dia dukungan",kata Sella.


"Aku tidak akan pernah datang menemuinya",jawab Sam.


Sella langsung menengok kearah Sam. Tetapi Sam masih melihat pemandangan yang ada diluar. "Why?",tanya Sella penasaran.


"Karena aku sudah tidak membutuhkan dia",jawab Sam.


Deg. Sella tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Sam. Ia sangat berharap Sam bisa bersatu dengan El, tapi kenyataannya bertolak belakang. "Gak mungkin Sam, gak mungkin!. Kamu pasti bohongkan sama aku, itu bukan sifat kamu Sam?",bentak Sella.


"Itu sifat asliku sekarang Sel",jawab Sam.


"Lalu kenapa kamu menyuruh aku kesini?. Apa tujuan dan maksud kamu?. Lalu tadi apa maksud kamu menanyakan kabar El?",tanya Sella beruntun.


"Karena aku ingin kamu melihat sisi sifat burukku Sel",jawab Sam. "Dan aku sekarang sudah memiliki kekasih hati. Jadi aku tidak lagi menginginkan El kembali!",lanjutnya.


Mata Sella melotot tidak percaya. Lalu apa maksud dari semua ini?. Apakah Sam mau memamerkan kekasihnya itu? pikir Sella didalam hati.


***


Flashback on.


Sam masuk setelah pintu apartemen terbuka. Ia melihat kakaknya sedang duduk menyalakan televisi dan bertelanjang dada. Sam menghampirinya dan meraih lengan kakaknya dengan paksa.


"Sam!",kata Kak Edwan kaget melihat adiknya ada disini. "Kamu ngapain disini?",tanyanya.


Tetapi Sam tidak menggubris pertanyaan dari kakaknya. Ia langsung mendorong kakaknya jatuh kelantai.


"Apa-apaan ini Sam!",bentak Edwan kesal.


Sam duduk diatas tubuh kakaknya. Ia lalu memukul wajah kak Edwan dengan sekuat tenaga.


Edwna meronta-ronta untuk bisa melawan adiknya itu. Wajahnya sudah babak belur dihajar oleh Sam. Tetapi Edwan tidak tinggal diam. Ia langsung memegang kedua tangan adiknya dan membalikkan tubuh Sam. Sam sekarang ada dibawah tubuh Edwan. Edwan langsung memukul bibir Sam dengan sekilas.


Sam langsung mengambil tindakan supaya ia tidak ada dibawah kungkungan kakaknya. Ia dengan sekuat tenaga melawan kakaknya. Ia mendorong kakaknya sampai terjatuh dan ia langsung berdiri dengan tegak. "Ini peringatan pertama dariku Kak!",bentak Sam yang langsung keluar dari apartemen kakaknya.


"Shittttttt!",teriak Edwan dengan emosi yang membara.


Chika langsung menanyakan keadaan pacarnya itu.


Flashback off


***


Jangan lupa komen, like dan vote.

__ADS_1


Supaya aku tambah semangat lagi untuk berkarya.


Terimakasih.


__ADS_2