Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Mengikuti Permainan


__ADS_3

...Happy Reading...


...***...


El dan Dino sudah sampai di apartemen dengan selamat. Mereka berdua bergegas untuk masu kedalam.


"Laki-laki misterius itu siapa kak?. Tidak mungkinkan kakak tidak mengenalnya?",tanya Dino yang semakin penasaran tentang masalah yang sedang kakak hadapi saat ini.


El meletakkan sepatu di atas rak sepatu. "Kakak tidak tahu Dik. Sudahlah, lupakan masalah orang misterius itu!",saran El yang duduk diruang tengah.


"Lalu kenapa dia menyebut nama kak Saga, memang ada apa dengan kak Saga?",tanya Dino yang ingin mengetahui sesungguhnya.


El menyenderkan punggungnya yang pegal. Rasanya tulang-tulang dalam tubuhnya seperti ingin patah. "Dik, masalah ini jangan sampai ayah, bunda dan abang tahu ya?. Kakak mohon. Kakak tidak mau mereka mengkhawatirkan kakak seperti anak kecil",mohon El kepada sang adik.


"Tapi Kak?. Ini terlalu berbahaya buat kakak. Untung tadi Pak Ardi segera datang ke wahana itu, kalau tidak Dino tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kita!",oceh Dino.


"Kakak janji Dik, ini yang pertama dan yang terakhir. Kakak akan selesaikan masalah ini dengan cepat, supaya kita tidak dalam bahaya lagi".


"Dengan cara apa?. Kakak aja takut buat ngadepin dia?".


"Kakak tidak takut dik. Cuma kakak menghindar aja. Kakak tidak mau terjadi sesuatu sama kamu. Makanya kita lebih baik lari daripada melawan",jelas El sambil menutup matanya. Hari ini benar-benar sangat melelahkan.


"Ok kalau itu mau kakak. Dino tidak akan bercerita sama siapapun tentang masalah ini. Tapi... kakak harus janji, segera selesaikan masalah ini",kata Dino bijak.


"Iya adikku sayang. Kakak janji akan selesaikan masalah ini dengan cepat!!",jawab El yakin. "Ya udah, kamu tidur siang sana. Kamu pasti sangat lelah!",perintah El.


"Iya Kak. Dino tidur dulu ya!!!". Dino segera pergi ke kamarnya meninggalkan El yang masih diruang tengah.


El mengambil ponsel didalam tas selempangnya. Ia memanggil seseorang.


"Hallo El, assalamualaikum!",sapa Saga dari seberang sana.


"Walaikumsalam Kak. Bisa kita bertemu sebentar?",tanya El berharap Saga mengabulkan permintaan sebelum Saga pergi dari London.


"Boleh. Ada apa El?",tanya Saga sangat penasaran.


"Ada hal yang harus kita bicarakan Kak. Penting!. Aku tunggu di kafe sebelah apartemen ya Kak?".


"Ok. Tunggu di sana!",jawab Saga yang langsung mematikan ponselnya secara sepihak.


El memeriksa kamar, memastikan bahwa Dino sudah tidur dengan nyenyak. Syukur kalau Dino sudah tidur, jadi aku bisa berbicara leluasa dengan Kak Saga batin El.


Beberapa menit kemudian El sudah menunggu di kafe dekat apartemen yang ia tempati. Ia tidak lupa mengunci apartemennya sebelum pergi dari sana.

__ADS_1


Saga masuk melihat El yang sudah menunggu disana. Ia menghampirinya. "Maaf telah membuat kamu menunggu El!",ucap Saga sebelum duduk di hadapan El.


"Tidak apa-apa Kak. Kak, ada masalah yang harus kakak selesaikan dulu sebelum pulang ke Indonesia",cicit El.


"Masalah apa El, sepertinya kakak tidak punya masalah apapun".


"Kak Edwan kak, dia terus mengintai aku terus!",bisik El dengan nada yang agak sedikit pelan.


"Dia masih ganggu kamu?".


El hanya menganggukkan kepala.


"Astaga El, kapan?",tanya Saga yang begitu khawatir.


"Tadi. Untung pak Ardi datang tepat waktu. Kalau tidak, aku tidak tahu apa yang kita alami saat ini Kak. Aku hanya khawatir tentang kondisi Dino, karena kita hanya berdua aja Kak!",jelas El.


"Astaga El, ngapain kamu hanya berdua dengan Dino. Kamukan bisa minta tolong sama Sam atau Kakak",keluh Saga karena El begitu ceroboh.


"Kak, El tidak akan selamanya minta tolong sama kakak maupun Sam. Itu tidak mungkin Kak. El mencoba hadapi kak Edwan, tidak selamanya El takut seperti ini!".


"Lalu kamu mencoba untuk melawannya, dan kamu berhasil?",tanya Saga.


"Tidak".


"Tidak kan. Dia hanya ingin menakut-nakuti kamu, El. Karena sebentar lagi, perusahaan keluarga Dirga akan mengadakan rapat besar-besaran tentang pemegang saham yang paling tinggi. Makanya, Sam saat ini sedang sibuk mengurus semuanya. Dan Edwan mencoba untuk merebut posisi pemegang saham paling tinggi. Dia mencoba menggunakan kamu sebagai umpannya, karena hanya kamu kelemahan Sam saat ini!",jelas Saga yang sebenarnya tidak mau mengungkit begitu dalam perusahaan Dirga kepada El.


"Buat apa kakak bohong sama kamu, El. Itu kenyataannya. Dia ingin menyerang kamu supaya kondisi psikis Sam tidak stabil dan dengan mudahnya Edwan akan ambil ahli semuanya".


"Tidak seharusnya kak Edwan melakukan itu sama Sam, karena Sam adalah adik kandungnya juga".


"Adik atau kakak kandung dalam urusan bisnis, itu tidak mempengaruhi apapun El. Edwan kalau saja bisa lebih legowo dalam menerima kenyataan, Edwan akan mudah naik pangkat. Tapi kenyataannya Edwan ingin lebih unggul dari pada adiknya",jelas Saga kepada El.


"Apakah kak Saga melakukan itu juga sama kak Olivia?",tanya El ingin membandingkan keluarga Sam dan Saga.


"Buat apa kakak melakukan seperti itu. Tidak ada gunanya. Kak Saga dan kak Olivia sudah sepakat bila saham perusahaan kita bagi dua dan bila ingin menambah saham lagi, silahkan. Tidak ada yang keberatan selama tidak mengganggu satu sama lainnya",ungkap Saga.


El ingin sekali mempelajari saham dan masalah perusahaan. Agar lebih mudah lagi dalam membantu sang ayah dalam dunia bisnis.


"Lebih baik, kita ikuti permainan Edwan. Sampai mana Edwan agar bertahan",saran Saga meminta persetujuan dari El.


"Kakak akan membuang semua anak buah kakak?".


"Tidak. Kakak akan mengganti anak buah kakak, supaya Edwan tidak curiga lagi terhadap kakak. Bagaimana?",tanya Saga.

__ADS_1


"Apakah itu aman Kak dan jalan satu-satunya?",tanya El tidak yakin.


"Kita coba aja El".


El menimbang-nimbang saran Saga. Ia tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan karena ini semua tentang Sam.


"Bagaimana?. Kamu setuju?",tanya Saga memandang El yang sedang memikirkan sesuatu.


"Ini semua demi Sam, El. Edwan orangnya seperti ingin menang sendiri dalam dunia bisnis dan percintaan. Makanya dia mengumpankan kamu dalam masalah ini. Ini hanya sebentar El, hanya beberapa hari ke depan. Tidak lama kok",jelas Saga lagi supaya El mengerti tentang kondisi Sam saat ini.


El terdiam.


"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanyakan langsung sama pak Ardi",sambung Saga.


"Oke kak. Kita ikuti permainan kak Edwan. Sejauh mana dia bisa menghancurkan hidup Sam",jawab El yakin.


Saga tersenyum bahagia karena El mengerti kondisi Sam.


*


*


*


Akhirnya meeting pembahasan saham sudah selesai. Semua para pemegang saham sudah berhamburan pergi dari ruangan. Sam menyandarkan punggung dan kepalanya. Kepalanya terasa berkunang-kunang karena terlalu pusing memikirkan para pemegang saham itu. Ia memijit pelan pelipis.


Ardi masuk kedalam ruangan. "Bagaimana Pak Sam, apakah berjalan dengan lancar?",tanya Ardi yang berdiri di samping Sam.


"Gagal pak. Voting belum selesai karena Pak Lewis berhalangan hadir",jawab Sam yang masih memejamkan kedua mata.


"Sepertinya ini semua karena kesengajaan Pak. Pak Lewis tidak hadir karena ada pihak ketiga yang ikut campur dalam urusan saham",kata Ardi.


"Kepala saya terasa sangat pusing pak. Semua hanya karena kurang 5% saham yang dipegang oleh pak Lewis semua gagal. Dan saran dari Pak Mike sebaiknya kak Edwan juga ikut meeting dalam saham ini",jelas Sam.


"Saya yakin, salah satu dari mereka mendukung Pak Edwan yang akan mengelola perusahaan ini Pak. Karena mereka sudah tahu bagaimana kinerja dari pak Edwan, dan akan semakin memburuk perusahaan ini. Karena saya lihat mereka ingin menguasai saham-saham itu karena keegoisan mereka",saran Ardi yang masuk akal.


"Pak Ardi serius?",tanya Sam yang langsung menatap Ardi dengan tajam.


"Saya serius dan yakin pak. Sebaiknya Pak Edwan jangan ikut campur dalam masalah saham ini. Karena pak Edwan sudah tidak berhak dalam perusahaan ini",jelas Ardi. "Karena pak Edwan sudah menjual semua saham kepada pak Mike sebelumnya bukan".


Sam hanya terdiam memikirkan hal yang membuat meeting ke depan berjalan dengan lancar. Ia tahu bahwa sang kakak menjual semua saham ke pak Mike dan Edwan sudah tidak berhak dalam perusahaan ini.


...***...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...


__ADS_2