Ellena Season 2 (Takdir Cinta)

Ellena Season 2 (Takdir Cinta)
Satria Vs Raina


__ADS_3

Happy Reading.


***


Satria sedang ada dikantor mengerjakan proyeknya yang sedang ingin ia kembangkan. Beberapa tahun terakhir ini ia sudah dekat sekali dengan tetangganya yang bernama Raina. Padahal dulu seperti tikus dan kucing yang setiap kali bertemu selalu bertengkar.


"Hai Sat?",sapa Bagas yang langsung duduk di kursi depan mejanya.


"Ada apa sob?",tanya Satria yang masih fokus dengan laptopnya.


"Kamu akhir-akhir ini sudah dekat dengan Raina",kata Bagas seketika.


Satria langsung berhenti memandang laptop setelah mendengar nama Raina disebut. "Raina!. Emang kenapa aku dekat dengan dia?. Apa ada yang salah?",tanya Satria curiga.


"Bukan. Bukan gitu. Soalnya kalian terlalu dekat, malah dibilang semakin mesra!",jawab Bagas.


Benar yang dibilang Bagas itu. Ia dan Raina semakin seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Karena selalu berduaan kemanapun mereka pergi. Tetapi, itu hanyalah gimick yang dibuat oleh Satria supaya Ayahnya tidak curiga kalau ia sudah baikan sama Raina. "Kayaknya biasa aja deh!. Aku dan Raina tidak ada hubungan apa-apa. Ya mungkin, kitakan satu tim, jadi kita kemana-mana berdua aja!",elak Satria.


"Masak sih?",sahut Bagas tidak percaya.


"Iya. Tanya aja sama Raina kalau gak percaya",sahut Satria. "Mana mungkin sih seorang Satria bisa suka sama Raina yang berwajah pas-pasan itu?",seru Satria.


Mereka berdua tidak tahu kalau di balik tembok ada seseorang yang sedang berdiri disana yaitu Raina.


Raina hatinya hancur setelah mendengar sendiri perkataan Satria. Ia tidak menyangka bahwa apa yang dirasakan selama ini hanyalah perasaannya sendiri. Aku gak nyangka Sat kalau kamu ternyata gak suka sama aku?. Aku kira setelah kita bertahun-tahun satu tim, kamu mempunyai perasaan lebih sama aku?. Tapi, ternyata itu cuma perasaanku sendiri! batin Raina sedih.


Anita tiba-tiba datang memanggil Raina. "Kamu ngapain disini Rain?",tanya Anita.


Deg. Satria dan Bagas menoleh kearah tembok yang dekat dengan pintu masuk.


Raina langsung menutup mulut Anita teman satu kantornya. "Ssstttttt....",bisik Raina pelan agar Anita berbicara pelan-pelan.


"Siapa itu Sat?",tanya Bagas.


"Aku gak tahu!",jawab Satria. "Rain!",panggil Satria pelan. Ia tidak mau kalau Raina sampai mendengar hal yang ia bicarakan tadi sama Bagas.


Raina masih diam tidak menjawab.


"Tuh dipanggil sama Satria",kata Anita berbisik.


Raina langsung menarik Anita untuk keluar bersama. Ia tidak mau ketahuan kalau ia mendengar semua apa yang Satria dan Bagas katakan.


Bagas yang penasaran langsung turun tangan. Ia langsung berjalan kearah pintu masuk. Kosong. Ia tidak melihat siapapun disana. "Gak ada orang Sat!",teriak Bagas.


"Mungkin kita salah denger kali. Raina kan baru keluar cari makan malam!",seru Satria.


Bagas semakin penasaran. Ia tahu, tadi ada orang yang sedang menguping pembicaraannya. Tapi siapa? batin Bagas.


Di halaman.


Raina menarik lengan Anita sampai halaman depan kantor. Ia tidak mau ketahuan kalau dikira menguping.


"Udah...udah Rain!",teriak Anita meronta-ronta minta di lepaskan. "Ini udah terlalu jauh dari kantor kita!",kesal Raina.


Raina langsung berhenti dan melepaskan Anita. Huft....


"Sebenarnya ada apa sih?. Kenapa kita malah kabur, tadikan Satria dan Bagas manggil kita?",tanya Anita penasaran.


"Aku gak mau kalau mereka tahu, kalau aku mendengar semua yang mereka bicarakan",jawab Raina duduk di gazebo.


"Mereka membicarakan apa?. Kok sampai segitunya kita kabur dari sana?",tanya Anita yang begitu penasaran.


"Pokoknya ada Nit. Aku gak mau mereka tahu!",sahut Raina.


"Aku heran, sebenarnya ada hubungan apa sih kamu sama Satria?. Kayaknya mesra banget kalau lagi kerja berdua?".


"Gak ada hubungan apa-apa ko Nit. Kita cuma teman aja. Teman satu tim!",jawab Raina.


"Gak mungkin. Aku gak percaya kalau kalian cuma teman aja!. Buktinya, satu kantor udah viral kalau kalian tuh cinlok di kantor ini!",ungkap Anita.


"Mana mungkin sih Nit?. Coba kamu bayangin, kita itu beda banget lho, bagaikan bumi dan langit yang tidak akan sama. Aku sadar kok Nit, dia itu siapa dan aku siapa?. Apa lagi kamu tahu sendiri kalau di kantor ini cuma dia orang yang paling keren dan ganteng. Dan dia jadi incaran satu kantor?",kata Raina hatinya sesak.


"Kok kamu bilang kayak gitu sih Rain!. Semua orang gak cuma memandang fisiknya aja, otak juga harus di utamakan!. Apa lagi kamu cantik?. Kurang apa coba?",kata Anita.


"Cantik dari mana?. Buktinya aku gak pernah punya pacar!. Apa lagi teman cowok!",jujur Raina.

__ADS_1


"Serius kamu?",tanya Anita kaget.


Raina menganggukkan kepalanya tanda iya.


"Gimana kalau kamu, aku kenalin sama teman aku?. Dia kerja disalah satu perusahaan perbankan?",tanya Anita.


"Gak mau ah!. Biasanya orang perbankan itu ceweknya cantik-cantik, apa kabar denganku?",sahut Raina.


"Ya siapa tahu kamu cocok!. Gak ada salahnya kita banyak teman Rain!. Coba deh saran aku ini?".


Gimana ya?. Kalau aku terus-terusan dekat sama Satria, bisa-bisanya aku selalu bawa perasaan?. Aku gak mau itu!. Nanti dia ke pedean lagi,kalau aku suka sama dia!. No way !. Itu tidak akan pernah terjadi! batin Raina. "Oke deh. Kapan kita akan ketemuan?",tanya Raina antusias.


"Gimana kalau lusa, lusakan weekend?",saran Anita.


"Oke boleh!",jawab Raina.


***


Disisi lain Satria tidak bisa konsentrasi karena selalu kepikiran orang yang ada di balik tembok itu. Siapa ya dia?. Kenapa Raina tak kunjung kembali dari makan malamnya? batin Satria melihat jam di tangan kirinya.


Anita dan Raina berjalan beriringan. Mereka sambi tersenyum dan tertawa keasyikan tanpa mereka sadari, Satria terus melihat tingkah laku mereka berdua.


Raina duduk di tempat kerjanya, tempat kerjanya disamping kubikel milik Satria.


Satria mendorong kursinya agar bisa melihat Raina yang sedang melanjutkan laporannya.


"Dari mana aja sih ?. Lama banget?", kesal Satria.


"Emang kenapa?. Takut dikantor sendiri?",tanya Raina balik. Ia masih fokus dengan kertas-kertasnya.


"Bukannya gitu!. Aku mau kita cepat selesai mengerjakan laporan ini!",kata Satria.


"Bentar lagi aku udah selesai kok!. Tenang aja!. Yang penting kamu jangan ganggu aku terus!",sahut Raina.


"Ih....siapa juga yang gangguin kamu!. Pede banget!",kesal Satria menarik kursinya lagi.


1 Jam kemudian.


Raina sudah membereskan laporan yang akan ia presentasikan besok pagi. Ia sudah menyelesaikan dengan sempurna.


Raina meregangkan otot-ototnya yang kaku dengan cara merentangkan kedua tangannya. "Akhirnya selesai juga!",teriak Raina puas.


"Syukur deh kalau udah selesai. Yuk, kita pulang!",kata Satria.


Raina tidak menjawab, ia lebih memilih untuk membersihkan tempat kerjanya. Dan setelah selesai ia langsung meninggalkan tempat kerjanya.


"Tungguin aku Rain!",teriak Satria, tetapi Raina tidak menjawab sama sekali.


Raina sedang berdiri menunggu taksi online yang ia pesan tadi sebelum ia turun dari kantor. "Mana sih taksinya?. Keburu keduluan si Satria. Aku kan gak mau pulang berdua sama dia, apa lagi nanti kalau aku satu mobil sama dia!",bisik Raina pada dirinya sendiri sambil menengok kearah parkiran.


Mobil sport milik Satria keluar dari parkiran. Ia berhenti tepat disamping Raina. "Yuk naik!",ajak Satria.


"Aku udah pesan taksi online. Kamu duluan aja!",jawab Raina.


"Tumben banget kamu pesan taksi online?. Biasanya kan selalu bareng sama aku?",kata Satria bingung.


"Ya, karena aku mau mampir dulu ke supermarket mau beli sesuatu. Jadi, aku pesan taksi online!",bohong Raina.


"Udah malam Rain. Gak baik, anak gadis naik taksi malam-malam!",kata Satria.


"Sok perhatian banget kamu sama aku. Udah deh, kamu duluan aja?. Aku gak apa-apa kok!",usir Raina.


Satria curiga, ada yang disembunyikan oleh Raina. Tidak biasanya Raina bersikap seperti itu. Satria turun dari mobil dan menghampiri Raina.


Tetapi, mobil taksi yang dipesan oleh Raina datang. Raina segera naik mobil taksi dan pergi dari hadapan si Satria.


"Rainaaaaa!",panggil Satria. Ia langsung naik mobil dan pergi mengejar Raina yang sedang ada di dalam mobil taksi itu.


Raina menyandarkan punggungnya. Ia telah berhasil kabur dari hadapan Satria. Huft....


"Mau kemana mbak?",tanya Pak sopir.


"Ke supermarket Alf***** ya pak!",sahut Raina.


"Iya mbak!",jawab pak sopir.

__ADS_1


Dret... Dret...


Ponsel Raina berbunyi ada sebuah panggilan masuk. Ia segera mengambilnya dari dalam tas.


Satria


memanggil


"Ngapain sih dia?",kesal Raina menekan tombol merah.


Disisi lain Satria mengejar mobil taksi yang di tumpangi oleh Raina. Ia ada di belakang tepat mobil taksi itu berjalan. "Kok malah dimatiin sih!",kesal Satria. Ia mencoba memanggil kembali.


Dret.... Dret....


Raina melihat layar yang bernama Satria memanggil dia kembali. Ia kemudian dengan kesal langsung mengangkatnya. "Ada apa sih?",tanya Raina ketus.


"Kalau ditelpon itu mengucapkan salam. Assalamualaikum?",kata Satria.


"Walaikumsalam. Ada apa?",tanya Raina lagi.


"Kamu mau kemana?. Kok beda jalurnya?",tanya Satria.


Deg. Raina langsung menengok kebelakang. Dan....ternyata Satria ada dibelakang taksi yang ditumpanginya. "Kamu ngapain ngikutin aku?",kesal Raina.


"Aku gak mau ya Rain, sesuatu terjadi sama kamu!. Ini udah tengah malam Raina!",teriak Satria.


"Kamu tuh siapa aku sih ngatur-ngatur aku?. Udah deh, sekarang kamu pulang aja!",bentak Raina yang langsung mematikan ponselnya. "Pak, cepat sedikit ya?",kata Raina.


"Baik mbak!",jawab pak sopir taksi menaikkan kecepatan mobilnya.


Di supermarket.


Mobil taksi yang di tumpangi Raina berhenti tepat di depan Supermarket 24jam. "Tunggu saya ya pak?",pesan Raina. Ia segera masuk dan membeli keperluan yang dibutuhkan.


Mobil Satria tiba di supermarket yang Raina tuju. Ia segera turun dan mengetuk pintu sopir taksi yang ditumpangi Raina tadi. Ia berbisik kepada sopr taksi dan memberinya uang.


Taksi itu jalan meninggalkan toko supermarket 24 jam itu.


Satria tersenyum puas. Ia segera masuk kedalam menyusul Raina yang sedang berbelanja. "Hai....!",sapa Satria.


Raina kaget, bisa-bisanya Satria ada didepan matanya. "Ngapain kamu disini?",tanya Raina.


Satria memperlihatkan keranjang belanjaannya. "Ya belanjalah. Terus mau ngapain?",jawab Satria santai.


Masa bodo. Raina segera pergi ke kasir. Ia langsung membayar semua tagihannya.


Satria sudah ada dibelakang Raina yang mengantri kasir. Ia tidak lupa membayar barang belanjaannya.


Raina sudah ada di depan supermarket itu. Ia mencari taksi yang ia tumpangi tadi. "Dimana taksinya?",panik Raina. Ia menengok kesana dan kemari. Nihil.


Satria keluar dari supermarket seperti superhero yang mau menolong orang yang sedang kesusahan. "Kamu ngapain berdiri disitu?",tanya Satria pura-pura tidak tahu.


"Menurut kamu?",bentak Raina.


Satria tertawa terbahak-bahak mendengar orang yang sedang kesal. "Ditinggal sopir taksi ya?",ejek Satria.


Raina menghentakkan kakinya kesal.


"Udah, itu tandanya kamu harus bareng sama aku?",kata Satria.


Raina kesal dan langsung nylonong masuk kedalam mobil Satria.


Satria tersenyum puas. Ternyata tak-tiknya manjur juga.... Hahaha.....


***


Jangan lupa komen, like dan vote.


Terimakasih.


*Hayoooo.....siapa nih yang kangen sama playboy Satria dan Raina?.


*Mana nih like dan komennya?.


Biar akyunya semangat untuk menulis....

__ADS_1


😁😁😁


__ADS_2